Ads 468x60px

.

News Slide

Kamis, 30 April 2015

Peranan ikhwanul dalam mendukung kemerdekaan NKRI

[22 Maret 1946, atas desakan Ikhwanul Muslimin akhirnya Mesir mengakui kemerdekaan Republik Indonesia]

Sebelum 22 Maret 1946, Indonesia selalu diklaim Belanda sebagai masalah dalam negeri negara penjajah itu. Belanda tetap mengklaim Indonesia sebagai wilayah jajahannya.

Sebelum 22 Maret 1946, belum lengkap syarat negara Indonesia secara de jure walaupun secara de facto Indonesia sudah berdiri sejak 17 Agustus 1945.

Sebelum 22 Maret 1946, negara-negara di luar Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mau ikut campur urusan Indonesia karena dianggap sebagai masalah dalam negeri Belanda.

Sebelum 22 Maret 1946, dunia internasional belum mau mengurusi masalah Indonesia walaupun terjadi peperangan di Indonesia dan banyak korban jiwa.

Sebelum 22 Maret 1946, delegasi Indonesia seperti Sutan Sjahrir, Haji Agus Salim, Soedjatmoko, LN Palar, tidak boleh masuk ke Sidang Majelis Umum PBB.

Apa yang terjadi pada 22 Maret 1946? Itu adalah tanggal ketika ada sebuah negara mengakui kemerdekaan Indonesia untuk pertama kalinya. Negara itu adalah Mesir.

Bahkan setahun sebelum kemerdekaan diproklamirkan, Palestina, melalui Mufti Besarnya, Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini sudah menyatakan dukungannya untuk Indonesia. Pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ dari Syaikh Amin Al-Husaini ke seluruh dunia Islam untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Bahkan, Muhammad Ali Taher (Pemimpin Palestina) menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia!”

Sejak Mesir dan Palestina mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia, negara-negara di Timur Tengah berduyun-duyun mengakui kemerdekaan Indonesia. Bukan hanya itu, India pun kemudian mengikuti langkah Mesir dan Palestina.


Selain kepiawaian Haji Agus Salim untuk melobi negara-negara Timur Tengah, juga karena dukungan dari gerakan-gerakan Islam di Timur Tengah pada umumnya dan Mesir pada khususnya.


Berawal dari Mansur Abu Makarim, seorang informan Indonesia yang bekerja di Kedutaan Belanda di Kairo yang membaca di Majalah Vrij Netherland yang memberitakan bahwa Negara Indonesia sudah memproklamirkan kemerdekaannya, kemudian Mansur Abu Makarim memberitahukannya kepada koran-koran dan radio di Mesir.


Rakyat Mesir dan anggota-anggota organisasi Islam menyambut gembira. Koran-koran dan radio Mesir mengatakan bahwa ini adalah awal kebangkitan di dunia Islam. Juga dinyatakan ini adalah awal dari kemerdekaan negara-negara di dunia Islam untuk terbebas dari belenggu penjajahan negara-negara Barat.


Pada 16 Oktober 1945 sejumlah ulama di Mesir dan Dunia Arab dengan inisiatif sendiri membentuk ‘Lajnatud Difa’i'an Indonesia’ (Panitia Pembela Indonesia). Ikhwanul Muslimin yang berpusat di Mesir dan dipimpin oleh Hasan Al Banna saat itu menjadi unsur utama gerakan ini.


Sejak itu Ikhwanul Muslimin sering mengadakan demo besar-besaran mendesak pemerintah Mesir untuk mengakui kemerdekaan Indonesia. Para kelasi kapal yang bekerja di kapal-kapal Inggris banyak yang melakukan pemogokan bahkan berhenti bekerja dan mengajukan tuntutan kepada pemerintah Inggris supaya berhenti membantu Belanda.

Bahkan ada mahasiswa Indonesia yaitu Mohammad Zein Hassan yang bekerja di kapal Inggris di Tunisia, berhenti bekerja di kapal Inggris itu dan berjalan kaki dari Tunisia ke Mesir.

Ketika ditanya kenapa ia berjalan kaki sejauh itu, Zein Hassan menjawab, “Seluruh perusahaan transportasi dari Tunisia ke Mesir adalah milik Inggris dan ulama-ulama di Mesir mengharamkan bekerjasama dengan Inggris yang membantu Belanda menghalang-halangi kemerdekaan Indonesia!”

Saat itu Ikhwanul Muslimin juga membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Mesir untuk menulis tentang kemerdekaan Indonesia di koran-koran dan majalah milik Ikhwan.

Ketika terjadi pertempuran Surabaya 10 November 1945 dan banyak korban syuhada dari Indonesia, Ikhwanul Muslimin dan gerakan Islam lainnya mengadakan shalat ghaib berjamaah di banyak tempat di Mesir.


Atas desakan Ikhwanul Muslimin dan gerakan Islam lainnya akhirnya Negara Mesir di bawah pimpinan Raja Farouk ketika itu mengakui kemerdekaan Indonesia pada 22 Maret 1946. Setelah itu pemerintah Mesir mengirimkan utusan khususnya yang membawa surat pengakuan itu untuk menemui Presiden Soekarno di ibukota RI, Yogyakarta.

Ini adalah perjuangan berat karena saat itu Indonesia diblokade Belanda. Perlu keberanian dan keterampilan khusus seperti John Lie untuk menembus blokade Belanda.

Ketika Belanda melakukan agresi militer pertama pada 1947, para buruh anggota Ikhwanul Muslimin sering mencegat kapal-kapal Belanda di Terusan Suez yang saat itu dinyatakan milik internasional.

Ketika kapal Belanda Volendam mendarat di Port Said Mesir, beberapa motor boat yang dikendarai buruh pelabuhan dan anggota-anggota Ikhwanul Muslimin, mengelilingi kapal itu dan mencegah kapal-kapal lain mendekat dan menyuplai air minum untuk kapal Belanda tersebut.


Pemerintah Mesir juga menyalurkan bantuan lunak berupa uang kepada pemerintahan Indonesia yang kas-nya masih kosong. Sungguh sebuah bantuan yang sangat berarti. Hal ini kemudian diikuti oleh negara-negara Timur Tengah lainnya.


Begitulah peran Mesir yang dipelopori oleh Ikhwanul Muslimin sangatlah besar dan berarti buat Indonesia. Jangan sampai seperti pepatah 'air susu dibalas air tuba'. Dulu membantu dengan jiwa raga harta untuk mendukung kemerdekaan Indonesia, kini Ikhwnaul Muslimin disebut TERORIS. Maka, seperti pesan dari Soekarno 'Jas Merah'... Jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Kini, jamaah Ikhwanul Muslimin di Mesir sedang mengalami cobaan dan fitnah. Presiden sah Mesir Muhammad Mursi dari Ikhwanul Muslimin sekarang dikudeta militer yang dikomandoi As-Sisi. Rezim As-Sisi juga mencap Ikhwanul Muslimin sebagai teroris. As-Sisi penjarakan dan hukum mati tokoh dan pimpinan Ikhwanul Muslimin.

Selasa, 21 April 2015

Cara Order Kaos Islamic Tees Indonesia





Sms/WA Dengan Format:
Kirim SMS/WA berisi Order Form dengan format dibawah ini ke nomor: 082117490115


Nama Barang :
Size :
Nama Lengkap :
Alamat Penerima (Harus Menyertakan Kode Pos) :
Nomor Telepon :


Contoh :
Nama Barang : ITI 01
Size : L
Nama Lengkap : Abdullah
Alamat Penerima :
Jl. Urip Sumiharjo no. 88 RT 03 RW 02 Jakarta, 886988
Nomor Telepon : 081456276876

Senin, 20 April 2015

Pemimpin Idaman


PEMIMPIN

Dari 'Auf Ibn Malik, berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

خِيَارُ أَئمَتكُمْ الَّذينَ تُحِبُّونهُم ويُحبُّونكُم، وتُصَلُّونَ علَيْهِم ويُصَلُّونَ علَيْكُمْ، وشِرَارُ أَئمَّتِكُم الَّذينَ تُبْغِضُونهُم ويُبْغِضُونَكُمْ ،وتَلْعُنونَهُمْ ويلعَنْونكم

"Sebaik-baiknya pemimpin kalian ialah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian, juga yang kalian mendoakan kebaikan untuk mereka dan mereka pun mendoakan kebaikan untuk kalian. Sedangkan seburuk-buruk pemimpin kalian ialah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga yang kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian."

Kamis, 16 April 2015

Donasi Pembangunan Islamic Center Belgia (Eropa)

Join Us
Bangun Masjid Indonesia Pertama / Indonesian Islamic Cultural Center di Brussel, Belgia

Tersedia 100 gepok kupon.
1 Gepok 100 lembar
1 lembar senilai 5 Ribu Rupiah


Bank Syariah Mandiri 7066471823 a.n. Relawan Siaga

masukkan kode 333 di akhir nominal transfer
contoh Rp500.000,- menjadi Rp500.333,-

"Siapa yang membangun masjid karena Allaah, maka Allaah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga (HR. Tirmizi)
 

___________________________
 

Sejak tahun 2012, Masyarakat Muslim Indonesia di Belgia (KPMI) memulai inisiatif untuk mewujudkan cita-cita yang telah terpatri selama 30 tahun terakhir, mendirikan Masjid Indonesia pertama atau Indonesian Islamic Cultural Center (IICC) DI Brusel, Belgia. 


Langkah pertama ditandai dengan pendirian lembaga Nirlaba Yayasan KPMI Belgia (Keluarga Pengajian Muslim Indonesia) yang kepengurusannya dijabat oleh warga masyarakat Indonesia, salah satu penanggungjawabnya adalah Pak Baktiar Hasan yang sudah tinggal 8 tahun di Brussel dan keseharian beliau adalah researcher untuk bidang cancer profesi biostatistician.



Saat ini KPMI sedang negosiasi sebuah bangunan yang berlokasi di Sterrebeek/Zaventem (Brussel, lebih kurang 1 km dari Wisma Indonesai Brussel) yang insya Allah memenuhi syarat sebag ai masjid dengan luas bangunan/tanah lk 440/570 m2 termasuk 1 buah apartemen duplex (luas lk 200m2). 

Selasa, 07 April 2015

Flashdiksk (Audio & Video Edukatif Islami)




Tanpa Perlu Susah payah download. Semuanya sudah ada disini

Order now ;-)

kontent :

1.Sejarah peradaban ISLAM
2.Sejarah Ideologi Liberal
3.Film Dokumneter Palestina & Syria
4.Bahaya Gerakan Syiah
5.DR.Zakir Naik
a.(Debat Islam  & Kristen
b.(Jihad & Terorisme)
c.(Islam & Media)

Jumat, 03 April 2015

JIKA_DATANG_PRIA_MELAMARMU

JIKA_DATANG_PRIA_MELAMARMU …

Jangan katakan: Hartanya dan ketampanannya …Jangan pula katakan: Profesinya,
rumahnya, dan gelarnya …Namun katakanlah : Agamanya dan akhlaqnya!
 

~*~*~*~*~*~*~*~*~

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“(wahai par  Ayah) Jika datang kepada kalian (untuk melamar), seseorang yang kalian ridhai agamanya dan akhlaqnya, maka maka nikahkanlah dia, jika tidak, maka akan terjadi cobaan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”(Hadits dihasankan oleh Syaikh Al-Albaany)

~*~*~*~*~*~*~*~*~

Kamis, 02 April 2015

ciri ciri pemikiran Liberal

1. pemikiran liberal ciri-cirinya | mendewakan apa yang mereka anggap sebagai 'isi' dan menyepelekan apa yang mereka anggap 'kulit'
2. liberalis menjauhkan Muslim dengan menyepelekan 'kulit' dan menekankan 'isi' | sekilas terlihat masuk akal, sejatinya sesat
3. "nggak penting kerudung-jilbabnya (kulitnya), yang penting baik (isinya)" | ini contoh pemikiran liberal
4. "nggak penting syariatnya (kulitnya), yang penting hasilnya (isinya) | ini pun contoh pemikiran liberal
5. "nggak penting shalat (kulitnya), yang penting ingat Allah (isinya)" | sama, inipun pemikiran liberal
6. "nggak masalah apapun agamanya (kulitnya), semua agama ajarin baik kok (isinya)" | contoh lagi pemikiran liberal
7. "syariat nggak perlu harus sesuai Rasulullah (kulitnya), zaman sudah berubah harus sesuaikan fakta (isinya)" | ini pun sama liberalnya
8. pemikiran liberal tanpa sadar menyusup dalam darah kita | mengalir deras seolah-olah itu adalah ide-ide Islam

Share It

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...