Ads 468x60px

.

News Slide

Sabtu, 10 Mei 2014

|| VIDEOS || ADIAN HUSAINI ||

Kumpulan video kajian Pemikiran dan Peradaban ISLAM oleh DR Adian Husaini
selamat menyaksikan dan semoga bermanfaaat

raih kejayaan islam dengan ILMU yang benar :-)











































Resensi Buku: Pancasila Bukan Untuk Menindas Hak Konstitusional Umat Islam




Hingga kini, setelah 15 tahun lebih era reformasi berjalan, banyak pihak masih terus mencari-cari rumusan baru tentang model penafsiran Pancasila. Bahkan, tidak sedikit yang mulai khawatir akan masa depan Pancasila.  Namun, sebagian masih terus menggebu-gebu mengangkat dan menjadikan Pancasila sebagai ”alat pemukul” terhadap aspirasi umat Islam di Indonesia. Setiap ada peraturan atau perundang-undangan yang diperuntukkan bagi orang Islam di Indonesia, langsung dituduh dan dicap sebagai ”anti-Pancasila” dan ”anti-NKRI”.



Sebuah Tabloid Kristen, Reformata edisi 103/2009, misalnya,  kembali mempersoalkan penerapan syariat Islam di Indonesia. Para anggota DPR yang sedang menggodok RUU Makanan Halal dan RUU Zakat dikatakan akan meruntuhkan Pancasila dan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).”Para pihak yang memaksakan kehendaknya ini, dengan dalih membawa aspirasi kelompok mayoritas, saat ini telah berpesta pora di atas kesedihan kelompok masyarakat lain, karena ambisi mereka, satu demi satu berhasil dipaksakan. Entah apa jadinya negara ini nanti, hanya Tuhan yang tahu,” demikian kutipan sikap Redaksi Tabloid tersebut.

Tabloid Kristen Reformata edisi 110/2009 kembali mempersoalkan penerapan syariat Islam bagi umat Islam di Indonesia. Edisi kali ini mengangkat judul sampul: “RUU Diskriminasi Segera Disahkan.”  Yang dimaksudkan adalah RUU Makanan Halal yang akan disahkan oleh DPR.


Tabloid yang terbit menjelang Pilpres 2009 ini, menulis pengantar redaksinya sebagai berikut: “Kita memerlukan presiden yang tegas dan berani menentang segala intrik atau manuver-manuver kelompok tertentu yang ingin merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Ketika kelompok ini merasa gagal memperjuangkan diberlakukannya ”Piagam Jakarta”, kini mereka membangun perjuangan itu lewat jalur legislasi. Mereka memasukkan nilai-nilai  agama mereka ke dalam peraturan perundang-undangan. Kini ada banyak UU yang mengarah kepada syariah, misalnya UU Perkawinan, UU Peradilan AgamaUU Wakaf, UU Sisdiknas, UU Perbankan Syariah, UU Surat Berharga Syariah (SUKUK), UU Yayasan, UU Arbitrase, UU Pornografi dan Pornoaksi, dan lain-lain. Apa pun alasannya, semua ini bertentangan dengan prinsip dasar negeri ini.”


Sikap kaum Kristen – dan juga sebagian warga Indonesia lainnya – yang sangat gigih menolak segala hal yang berbau Islam di Indonesia sangat mengherankan. Bahkan, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), induk kaum Katolik di Indonesia, telah mengirimkan surat kepada para capres ketika itu. Isinya sebagai berikut: ”Untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kami menganjurkan kepada presiden dan wakil presiden terpilih untuk membatalkan 151 peraturan daerah ini dan yang semacamnya serta tidak pernah akan mengesahkan peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan konstitusi Republik Indonesia.”


Bukan hanya Perda-perda yang dianggap berbau syariat Islam yang dipersoalkan. Pihak Kristen juga masih mempersoalkan UU Perkawinan yang telah berlaku di Indonesia sejak tahun 1974. Aneh juga, kalau UU tentang Sisdiknas yang sudah disahkan oleh DPR dan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono tahun 2003 juga terus dipersoalkan, dan dianggap oleh kaum Kristen sebagai hal yang bertentangan dengan Pancasila.

Rabu, 07 Mei 2014

10 Fitnah (Ujian) Agama Di Facebook Dan Dunia Maya


10 Fitnah (Ujian) Agama Di Facebook Dan Dunia Maya

Facebook dan beberapa sosial media sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian orang. Bagi mereka sehari saja tidak membuka facebook seakan-akan ada yang kurang sekali dalam kehidupan. Alhamdulillah jika bijak, maka facebook dan media sosial bisa sangat bermanfaat bagi agama dan masyarakat.

Berikut 10 fitnah dan ujian agama yang sering terjadi bagi pengguna facebook:


*1.Fitnah lawan jenis*

Di facebook dan dunia maya orang-orang bebas berinteraksi dan bermuamalah. Bagi mereka yang peduli dengan batasan syariat maka mereka akan patuh dengan aturan syariat yaitu membatasi dan meminimalkan interaksi lawan jenis yang bukan mahram, berinteraksi jika ada keperluan yang mendesak saja. Nah di dunia nyata mungkin mereka akan malu dan tidak berani akan tetapi di dunia maya lebih mudah dan tersembunyi.

Fitnah tersebut bisa jadi virus merah jambu, panah cinta dan khamer asmara yang bisa membuat mengganggu pikiran dan agam seseorang. Fitnah yang lainnya lagi berupa perselingkuhan yang berujung perceraian dan kerusakan rumah tangga, belum lagi kita dengar berita seorang wanita yang diperkosa oleh teman facebooknya setelah janjian bertemu, dan berbagai kasus lainya.

Yang berkata mengenai bahaya fitnah lawan jenis bukan siapa-siapa tetapi Rasulullah "shallallahu ‘alahi wa sallam" yang berkata, beliau bersabda, Rasulullah "shallallahu ‘alaihi wa sallam "bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاء
ِ
"“Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (cobaan) yang lebih *berbahaya bagi kaum laki-laki yaitu (fitnah) wanita*.”*[1]*
"

Senin, 28 April 2014

Utang Barat terhadap Islam



“Utang Barat terhadap Islam” (The West’s Debt to Islam). Itulah tajuk satu bab dari sebuah buku
berjudul What Islam Did for Us: Understanding Islam’s Contribution to Western Civilization (London: Watkins Publishing, 2006), karya Tim Wallace-Murphy. Di tengah gencarnya berbagai serangan terhadap Islam melalui berbagi media di Barat saat ini, buku seperti ini sangat patut dibaca. Selain banyak menyajikan data sejarah hubungan Islam-Barat di masa lalu, buku ini memberikan arus lain dalam menilai Islam dari kacamata Barat. Berbeda dengan manusia-manusia Barat yang fobia dan antipati terhadap Islam—seperti sutradara film “Fitna”, Geert Wilders—penulis buku ini memberikan gambaran yang lumayan indah tentang sejarah Islam.

Bahkan, dia tidak segan-segan mengajak Barat untuk mengakui besarnya utang mereka terhadap Islam. “Utang Barat terhadap Islam,” kata, Tim Wallace-Murphy, “adalah hal yang tak ternilai harganya dan tidak akan pernah dapat terbayarkan sampai kapan pun. Katanya, “We in the West owe a debt to the muslim world that can be never fully repaid.”

Pengakuan Wallace-Murphy sebagai bagian dari komunitas Barat semacam itu sangatlah penting, baik bagi Barat maupun Islam. Di mana letak utang budi Barat terhadap Islam? Buku ini banyak memaparkan data tentang bagaimana transfer ilmu pengetahuan dari dunia Islam ke Barat pada zaman yang dikenal di Barat sebagai Zaman Pertengahan (The Middle Ages). Sejak beberapa bulan lalu, setiap hari, harian Republika, juga memuat rubrik khusus tentang khazanah peradaban Islam di masa lalu, yang memberi pengaruh besar terhadap para ilmuwan Barat.

Di zaman pertengahan itulah, tulis Wallace-Murphy, Andalusia yang dipimpin kaum muslimin menjadi pusat kebudayan terbesar, bukan hanya di daratan Eropa tetapi juga di seluruh kawasan Laut Tengah. Pada zaman itu, situasi kehidupan dunia Islam dan dunia Barat sangat kontras. Bagi mayoritas masyarat di dunia kristen Eropa, zaman itu, kehidupan adalah singkat, brutar, dan barbar, dibandingkan dengan kehidupan yang canggih, terpelajar, dan pemerintahan yang toleran di Spanyol-Islam.

Saat itu, Barat banyak sekali belajar pada dunia Islam. Para tokoh agama dan ilmuwan mereka berlomba-lomba memepelajari dan menerjemahkan karya-karya kaum muslim dan Yahudi yang hidup nyaman dalam perlindungan masyarakat muslim. Barat dapat menguasai ilmu pengetahuan modern seperti sekarang ini, karena mereka berhasil mentransfer dan mengembangkan sains dari para ilmuwan muslim.

Kamis, 24 April 2014

Berkarya [ DR Aidh Al Qarni ]

Yaitu anda memiliki posisi di alam ini, sehingga anda adalah sebuah angka yang memiliki nilai bukan sekedar angka nol yang terletak di kiri angka. Artinya, anda harus ikur berpartisipasi dan berperan dalam usaha memakmurkan bumi dan membangun kehidupan umat serta ikut mempersembahkan sebuah karya dan jasa yang sesuai dengan kemampuan anda, bukan sebaliknya, hanya menjadi beban umat.

 Sesungguhnya lebah yang mati akan dilempar ke luar sarang karena ia tidak berharga sama sekali, tidak bisa lagi menghasilkan madu. Pohon yang kering akan dicabut dan dibuang ke luar kebun, karena sudah tidak dapat diharapkan kebermanfaatannya.



Lantas kalau begitu apa balasan yang pantas bagi orang yang mendengar dan melihat, namun dia tidak bekerja, tidak berkarya dan tidak memiliki andil di dalam usaha membangun kehidupan umat. Seseorang pelajar yang tidak pergi ke sekolah tanpa ada alasan yang dibenarkan, akan tetapi dia malah duduk bersama ibunya di rumah, maka balasan yang pantas baginya tidak lain adalah cambukan keras agar dia langsung mau berdiri dan berlari secepatnya menuju sekolah. Seorang pekerja yang malas dan kerjanya hanya tidur, maka hukuman yang tepat tidak lain adalah teguran keras dan tidak diberi upah, agar dia kapok dan sadar dari kemalasannya tersebut.

[ Sale ] DVD & Buku Palestina @For Dakwah





~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

@For Palestina @For Dakwah Media

ALHAMDULILLAH sudah banyak orang yang mempercayakan kepada kami. Yang Order mulai dari jakarta lampung medan Riau Sulawesi hingga Papua

Bismillahirrohmaanirrohiim

Ingin memberikan bantuan ke palestina sekaligus mendapatkan buku ????

hanya dengan membeli buku ini, itu artinya kita telah ikut serta membebaskan tanah palestine dari penjajah zionist

Sabtu, 12 April 2014

Kuliah Agama

Oleh : Dr Hamid Fahmy Zarkasyi  (Direktur INSISTS) 
Kamis 18 Juli 2013
Jurnal Pemikiran ISLAM Republika

Ketika bertemu dengan Menteri Pendidikan Prof Nor Muhammad Nuh, saya menyampaikan masa­lah rendahnya kualitas mata kuliah agama Islam di perguruan tinggi negeri. Bukan hanya materinya. melainkan juga kualitas dosennya. Kanan di Gajah Mada. pada 80- an dosen agama Islam di sebuah fakultas diganti oleh guru agama. Kini. di Unair banyak dosen agama Islam yang tidak berlatar belakang studi Islam. Masih banyak lagi kasus serupa.

Saya berharap pak menteri membe­ berkan rencana perbaikannya. Namun. beliau malah bercerita "waktu beliau di ITS dulu" katanya. mata kuliah agama Islam masih kalah mutu dibandingkan mata pelajaran agama di madrasah dulu. Kini, beliau bingung soal teknis bagaimana ke­pangkatan dosen agama difakultas umum.

Padahal. jika kita menoleh ke bela­ kang. akan kita temui sesuatu yang luar biasa. TAP MPR REPUBLIK INDONESIA No XXVI /MPR/1966 Bab '. Pasal 1. ber­bunyi. "menetapkan pendidikan agama menjadi mata pelajaran di sekolah­ sekolah mulai dari sekolah dasar sampai dengan universitas-universitas negeri". lsi pelajaran itu kemudian dijelaskan pada Bab II. pasal4. bahwa isi pendidikan ada­lah untuk "Mempertinggi mental modal budi pekerti dan memperkuat keyakinan beragama.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...