Ads 468x60px

.

Rabu, 13 Oktober 2010

MUDA FOYA-FOYA, MATI MASUK SURGA ?????

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu 'ala Rasulillah wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam.

Waktu muda, kata sebagian orang adalah waktu untuk hidup foya-foya,masa untuk bersenang-senang. Sebagian mereka mengatakan, "Kecil  dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga." Inilahguyonan sebagian pemuda. Bagaimana mungkin waktu muda foya-foya, tanpa amalan sholeh, lalu mati bisa masuk surga[?]

Sungguh hal ini dapat kitakatakan sangatlah mustahil. Untuk masuk surga pastilah ada sebab dantidak mungkin hanya dengan foya-foya seperti itu. Semoga melaluirisalah ini dapat membuat para pemuda sadar, sehingga mereka dapatmemanfaatkan waktu mudanya dengan sebaik-baiknya. Hanya pada Allah-lahtempat kami bersandar dan berserah diri.

=== Wahai Pemuda, Hidup Di Dunia Hanyalah Sementara ===

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menasehati seorangsahabat yang tatkala itu berusia muda (berumur sekitar 12 tahun) yaituIbnu Umar radhiyallahu 'anhuma. (Syarh Al Arba'in An Nawawiyah SyaikhSholeh Alu Syaikh, 294). Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam memegangpundaknya lalu bersabda,



كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ , أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ

"Hiduplah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara." (HR. Bukhari no. 6416)

Lihatlah nasehat yang sangat bagus sekali dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada sahabat yang masih berusia belia.

Ath Thibiy mengatakan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memisalkan orang yang hidup di dunia ini dengan orang asing (al ghorib) yang tidak memiliki tempat berbaring dan tempat tinggal. Kemudian beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan lebih lagi yaitu memisalkan dengan pengembara. Orang asing dapat tinggal di negeri asing. Hal ini berbeda dengan seorang pengembara yang bermaksud menujunegeri yang jauh, di kanan kirinya terdapat lembah-lembah, akan ditemui tempat yang membinasakan, dia akan melewati padang pasir yang menyengsarakan dan juga terdapat perampok. Orang seperti ini tidaklah tinggal kecuali hanya sebentar sekali, sekejap mata." (Dinukil dariFathul Bariy, 18/224)

Negeri asing dan tempat pengembaraan yang dimaksudkan dalam haditsini adalah dunia dan negeri tujuannya adalah akhirat. Jadi, hadits ini mengingatkan kita dengan kematian sehingga kita jangan berpanjang angan-angan. Hadits ini juga mengingatkan kita supaya mempersiapkan diri untuk negeri akhirat dengan amal sholeh. (Lihat Fathul Qowil Matin)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَا لِى وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

"Apa peduliku dengan dunia?! Tidaklah aku tinggal di dunia melainkanseperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalumusafir tersebut meninggalkannya." (HR. Tirmidzi no. 2551. Dikatakanshohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho'if Sunan At Tirmidzi)

'Ali bin Abi Tholib radhiyallahu 'anhu juga memberi petuah kepada kita,

ارْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً ،وَارْتَحَلَتِ الآخِرَةُ مُقْبِلَةً ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَابَنُونَ ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ ، وَلاَ تَكُونُوا مِنْأَبْنَاءِ الدُّنْيَا ، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلاَ حِسَابَ ، وَغَدًاحِسَابٌ وَلاَ عَمَلَ

"Dunia itu akan pergi menjauh. Sedangkan akhirat akan mendekat.Dunia dan akhirat tesebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat danjanganlah kalian menjadi anak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hariberamal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (diakhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal."(HR. Bukhari secara mu'allaq –tanpa sanad-)


Manfaatkanlah Waktu Muda, Sebelum Datang Waktu Tuamu

Lakukanlah lima hal sebelum terwujud lima hal yang lain. Dari Ibnu 'Abbas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ :شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَقَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَمَوْتِكَ

=== Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara ===

[1] Waktu mudamusebelum datang waktu tuamu,
[2] Waktu sehatmu sebelum datang waktusakitmu,
[3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
[4] Masaluangmu sebelum datang masa sibukmu,
[5] Hidupmu sebelum datangkematianmu." (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh AdzDzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Haditsini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami' Ash Shogir)
Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, maksudnya: "Lakukanlahketaatan ketika dalam kondisi kuat untuk beramal (yaitu di waktu muda),sebelum datang masa tua renta."

Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, maksudnya: "Beramallahdi waktu sehat, sebelum datang waktu yang menghalangi untuk beramalseperti di waktu sakit."

Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, maksudnya: "Manfaatkanlah kesempatan (waktu luangmu) di dunia ini sebelum datang waktu sibukmu diakhirat nanti. Dan awal kehidupan akhirat adalah di alam kubur."

Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, maksudnya:"Bersedekahlah dengan kelebihan hartamu sebelum datang bencana yangdapat merusak harta tersebut, sehingga akhirnya engkau menjadi fakir didunia maupun akhirat."

Hidupmu sebelum datang kematianmu, maksudnya: "Lakukanlah sesuatuyang manfaat untuk kehidupan sesudah matimu, karena siapa pun yangmati, maka akan terputus amalannya."

Al Munawi mengatakan,
فَهِذِهِ الخَمْسَةُ لَا يَعْرِفُ قَدْرَهَا إِلاَّ بَعْدَ زَوَالِهَا

"Lima hal ini (waktu muda, masa sehat masa luang, masa kaya danwaktu ketika hidup) barulah seseorang betul-betul mengetahui nilainyasetelah kelima hal tersebut hilang." (At Taisir Bi Syarh Al Jami' AshShogir, 1/356)

Benarlah kata Al Munawi. Seseorang baru ingat kalau dia diberinikmat sehat, ketika dia merasakan sakit. Dia baru ingat diberikekayaan, setelah jatuh miskin. Dan dia baru ingat memiliki waktusemangat untuk beramal di masa muda, setelah dia nanti berada di usiasenja yang sulit beramal. Penyesalan tidak ada gunanya jika seseoranghanya melewati masa tersebut dengan sia-sia.

 Orang yang Beramal Di Waktu Muda Akan Bermanfaat Untuk Waktu Tuanya

Dalam surat At Tiin, Allah telah bersumpah dengan tiga tempatdiutusnya para Nabi 'Ulul Azmi yaitu
[1] Baitul Maqdis yang terdapatbuah tin dan zaitun –tempat diutusnya Nabi 'Isa 'alaihis salam-,
[2]Bukit Sinai yaitu tempat Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa'alaihis salam,
[3] Negeri Mekah yang aman, tempat diutus Nabi kitaMuhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Setelah bersumpah dengan tiga tempat tersebut, Allah Ta'ala pun berfirman,
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِيأَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (4) ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ (5) إِلَّاالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُمَمْنُونٍ

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yangsebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yangserendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakanamal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya." (QS. AtTiin [95] : 4-6)

Maksud ayat "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalambentuk yang sebaik-baiknya" ada empat pendapat. Di antara pendapattersebut adalah "Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknyasebagaimana di waktu muda yaitu masa kuat dan semangat untuk beramal."Pendapat ini dipilh oleh 'Ikrimah.

"Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya".Menurut Ibnu 'Abbas, 'Ikrimah, Ibrahim dan Qotadah, juga Adh Dhohak,yang dimaksudkan dengan bagian ayat ini adalah "dikembalikan ke masatua renta setelah berada di usia muda, atau dikembalikan di masa-masa tidak semangat untuk beramal setelah sebelumnya berada di masa semangatuntuk beramal". Masa tua adalah masa tidak semangat untuk beramal.Seseorang akan melewati masa kecil, masa muda, dan masa tua. Masa kecildan masa tua adalah masa sulit untuk beramal, berbeda dengan masa muda.

An Nakho'i mengatakan, "Jika seorang mukmin berada di usia senja danpada saat itu sangat sulit untuk beramal, maka akan dicatat untuknyapahala sebagaimana amal yang dulu dilakukan pada saat muda. Inilah yangdimaksudkan dengan firman Allah (yang artinya): bagi mereka pahala yangtiada putus-putusnya."

Ibnu Qutaibah mengatakan, "Makna firman Allah (yang artinya),"Kecuali orang-orang yang beriman" adalah kecuali orang-orang yangberiman di waktu mudanya, di saat kondisi fit (semangat) untuk beramal,maka mereka di waktu tuanya nanti tidaklah berkurang amalan mereka,walaupun mereka tidak mampu melakukan amalan ketaatan di saat usiasenja. Karena Allah Ta'ala Maha Mengetahui, seandainya mereka masihdiberi kekuatan beramal sebagaimana waktu mudanya, mereka tidak akanberhenti untuk beramal kebaikan. Maka orang yang gemar beramal di waktumudanya, (di saat tua renta), dia akan diberi ganjaran sebagaimana diwaktu mudanya." (Lihat Zaadul Maysir, 9/172-174)

Begitu juga kita dapat melihat pada surat Ar Ruum ayat 54.
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍضَعْفاً وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudianDia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudianDia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Diamenciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahuilagi Maha Kuasa." (QS. Ar Ruum: 54)

========================================================================

Ibnu Katsir mengatakan, "(Dalam ayat ini), Allah Ta'ala menceritakanmengenai fase kehidupan, tahap demi tahap. Awalnya adalah dari tanah,lalu berpindah ke fase nutfah, beralih ke fase 'alaqoh (segumpaldarah), lalu ke fase mudh-goh (segumpal daging), lalu berubah menjaditulang yang dibalut daging. Setelah itu ditiupkanlah ruh, kemudian diakeluar dari perut ibunya dalam keadaan lemah, kecil dan tidak begitukuat. Kemudian si mungil tadi berkembang perlahan-lahan hingga menjadiseorang bocah kecil. Lalu berkembang lagi menjadi seorang pemuda,remaja.

Inilah fase kekuatan setelah sebelumnya berada dalam keadaanlemah. Lalu setelah itu, dia menginjak fase dewasa (usia 30-50 tahun).Setelah itu dia akan melewati fase usia senja, dalam keadaan penuhuban. Inilah fase lemah setelah sebelumnya berada pada fase kuat. Padafase inilah berkurangnya semangat dan kekuatan. Juga pada fase iniberkurang sifat lahiriyah maupun batin. Oleh karena itu, Allah Ta'alaberfirman (yang artinya), "kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuatitu lemah (kembali) dan beruban"." (Tafsir Al Qur'an Al Azhim padasurat Ar Ruum ayat 54)

==========================================================================

Jadi, usia muda adalah masa fit (semangat) untuk beramal. Olehkarena itu, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya. Janganlah disia-siakan.Jika engkau masih berada di usia muda, maka janganlah katakan: jika berusia tua, baru aku akan beramal.
Daud Ath Tho'i mengatakan,


إنما الليل والنهار مراحل ينزلها الناسمرحلة مرحلة حتى ينتهي ذلك بهم إلى آخر سفرهم ، فإن استطعت أن تـُـقدِّمفي كل مرحلة زاداً لما بين يديها فافعل ، فإن انقطاع السفر عن قريب ما هو، والأمر أعجل من ذلك ، فتزوّد لسفرك ، واقض ما أنت قاض من أمرك ، فكأنكبالأمر قد بَغَـتـَـك

"Sesungguhnya malam dan siang adalah tempat persinggahan manusiasampai dia berada pada akhir perjalanannya. Jika engkau mampumenyediakan bekal di setiap tempat persinggahanmu, maka lakukanlah.Berakhirnya safar boleh jadi dalam waktu dekat. Namun, perkara akhiratlebih segera daripada itu. Persiapkanlah perjalananmu (menuju negeriakhirat). Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Tetapi ingat, kematianitu datangnya tiba-tiba." (Kam Madho Min 'Umrika?, Syaikh AbdurrahmanAs Suhaim)

Semoga maksud kami dalam tulisan ini sama dengan perkataan Nabi Syu'aib,
إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

"Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama akumasih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan(pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanyakepada-Nya-lah aku kembali." (QS. Hud [11] : 88)

Semoga Allah memperbaiki keadaan segenap pemuda yang membaca risalahini. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada mereka ke jalanyang lurus.

  • Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat. Washallallahu 'ala nabiyyina Muhammad wa 'ala wa alihi wa shohbihi wasallam. [Muhammad Abduh Tuasikal]

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...