Ads 468x60px

.

Senin, 26 Desember 2011

Renungan Fajar dan Seruan Adzan

 


Ketika Anda akan bepergian, mungkin berlibur atau urusan dinas dengan waktu keberangkatan kereta atau pesawat jam enam pagi, bisakah dengan potensi fisik Anda saat itu—yang mungkin kelelahan, kurang tidur atau apalah Anda—tiba di stasiun atau dibandara tepat pada waktunya? atau Anda tidak mampu?


Apakah ada kelonggaran waktu bagi Anda untuk datang terlambat ke stasiun atau bandara? Atau kelonggaran tidak berlaku sehingga Anda mampu datang tepat waktu agar tidak tertinggal?


Ketika Anda bekerja ditempat yang sangat jauh dari rumah dan pekerjaan dimulai jam tujuh pagi, apakah Anda bisa bangun pagi untuk berangkat bekerja? atau Anda akan selalu izin pada pimpinan Anda setiap hari karena kondisi Anda tidak memungkinkan untuk pergi pagi-pagi?

ILAAH BARU ITU BERNAMA “MASHLAHAT DAKWAH”



Masih segar dalam ingatan kita manuver para petinggi partai –yang mengaku- Islam yang  tanpa rasa malu mempertontonkan tingkah polah mereka yang lebih layak dilakukan oleh para badut politik. Berbagai pernyataan yang  membingungkan umat pun meluncur deras dari mulut-mulut mereka. Dari “Kekecilan baju kalau memakai atribut Islam, Isu syari’ah Islam sudah tidak menjual lagi, NKRI sudah final, Cuma selembar kain kok diributkan dan sebagainya”.


Kita mungkin heran, bagaimana bisa para figur panutan yang dulunya begitu  fasih menjelaskan makna Thoghut kepada para mad’u nya, begitu bersemangat mendakwahkan syari’ah Islam dan  menanamkan Aqidah Al Wala’ Wal Bara’ kepada umat, kini berubah 180 derajat, berkoalisi dengan partai sekuler yang sangat anti syari’ah Islam bahkan menjadi kepanjangan tangan musuh-musuh Islam.


Sebenarnya fenomena seperti ini sudah diingatkan oleh Asy Syahid –Insya Allah- Sayyid Quthub Rahimahullah yang nota bene adalah “guru spiritual” para tokoh politik itu. Bahwa setiap penyelewengan dari manhaj dakwah Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam walau sejengkal saja, pada akhirnya pasti akan menjadi penyimpangan yang luar biasa jauhnya.


Dalam surat wasiat [1] untuk adiknya, Aminah Quthub, Sayyid Quthub Rahimahullah menulis :

Jumat, 23 Desember 2011

Karena Fesbuk, Rusaklah Hafalannya, Pergaulannya, Iltizamnya dan Dakwahnya (True Story)





Ia seorang ikhwan yang iltizam terhadap din. Penghafal Al-Quran yang juga sangat bersemangat dalam mempelajari sunnah Nabi, mempraktekkannya dan mendakwahkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bolehlah sebut dia sebagai aktivis dakwah. Dengan cahaya ilmu dan amal yang menghiasi dirinya, maka tak bisa ditampik lagi, berbagai pujian pun mengalir untuknya. Keluarga, teman-teman dan orang yang mengenalnya memujinya. “Saleh” , “zuhud” , “alim” dan berbagai atribut sanjungan lainnya mereka sematkan untuknya.



Demikianlah keadaannya. Sampai ketika ia telah mengenal internet, di sinilah perubahan itu bermula. Ia yang walaupun latar belakangnya dari sekolah umum, namun sejak mengenal dakwah dan tarbiyah sudah mulai menjaga jarak dari lawan jenis, bahkan terputuslah komunikasi antaranya dengan lawan jenis, kecuali bila darurat atau ada hajat yang perlu ditunaikan. Tatkala ia membuka dan menjelajahi dunia maya, terkesiaplah ia. Ia melihat dunia baru yang belum pernah dikenalnya sebelumnya.

Status FB mu " cerminan pribadi mu





Berbagai macam status bermunculan di dinding facebook, ribuan ungkapan dari ribuan hati dan akal manusia yang menyampaikan apa yang dirasakannya, sebagian dari mereka menggunakan facebook sebagai sarana untuk menyampaikan dakwah, saling menasihati dalam kebaikan dan menerbitkan catatan-catatan yang bermanfaat bagi kaum muslimin sehingga berada di lingkungan facebook bersama mereka terasa menyejukkan, dengan berusaha menghindari fitnah dalam dakwah di facebook beberapa ikhwah telah memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam menyebarkan dakwah sunnah di Indonesia ini.


Namun ibarat pedang bermata dua, facebook juga memiliki sisi negatif, bagi mereka yang tidak mampu memilih teman yang baik untuk menjadi teman “mudzakaroh”, facebook berubah menjadi sebuah “racun” yang membawa penggunanya memasuki pergaulan yang tidak sesuai dengan syari’at Islam, terlebih itu facebook bisa menjadi sarana yang bisa merusak akidah, akhlak dan jiwa seseorang dalam prosesnya, sekali lagi, facebook hanyalah benda mati yang tidak bisa dipersalahkan, namun yang harus diperhatikan adalah bagaimana dalam menggunakan facebook itu sendiri.

Kamis, 22 Desember 2011

Memperbaharui Komitmen Dakwah



بسم الله الرحمن الرحيم




Ketika begitu banyak tanggung jawab yang harus dipikul dan kesibukan yang harus dituntaskan, seorang da’I bisa saja lupa dengan hakikat komitmennya terhadap dakwah sehingga lalai dengan hak-hak dakwah yang harus ditunaikannya. Dia menzalimi diri sendiri dan tidak membersihkannya, tidak mendidiknya, tidak mengontrol dan mengevaluasi (muhasabah), dan tidak meluruskannya. Bisa saja dial alai dengan hak-hak saudara-saudara seperjuangan dan dakwahnya. Merasa keberatan untuk mengorbankan hartanya dan hanya memberikan sedikit waktu yang tersisa dari semua aktivitasnya di kampus, di rumah, atau pekerjaan dunia lainnya.



Dia menjadi sering terlambat menghadiri liqa jika tidak meninggalkannya, serta meninggalkan tuntutan-tuntutan tarbiyah dan dakwah lainnya seperti meninggalkan dauroh-dauroh, tatsqif, mabit, serta yang sejenisnya. Semua tugasnya dilakukan hanya berdasarkan kecenderungan dan kemauan dirinya.



Untuk itu, adalah penting untuk kembali mengemukakan kepada diri sendiri, pertanyaan-pertanyaan tentang komitmen kita kepada dakwah. Apakah cukup dengan sekedar mendukung dan mengagumi dakwah? Atau apakah cukup hanya dengan bergabung sebagai kadernya? Apakah bentuk peran aktif yang kita berikan terhadap harakah dakwah ini?

Mereka yang Amalannya Sia-sia.

Refleksi atas beberapa aktifis yang berbangga bangga diri atas banyaknya kerja dakwah yang mereka lakukan yang katanya untuk menegakkan Islam. Benarkah berbangga-bangga dalam beramal itu karakter pengemban dakwah? Apakah amalan itu untuk di bangga banggakan? Saya katakan: La tafroh innalloha la yuhibbul farihin...Janganlah hai kalian manusia berbangga-bangga atas amalan kalian, sesungguhnya aku (Allah) tida cinta dan menyukai kelompok atau orang yg bangga atas amalannya.


“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. Al Furqan : 23)


Mukadimah

Beramal adalah perintah agama, yaitu amal yang baik-baik. Amal itulah yang membedakan manusia satu dengan lainnya, bahkan yang membedakan kedudukannya di akhirat kelak. Lalu, semua  manusia akan ditagih tanggung jawabnya masing-masing sesuai amal mereka di dunia.

Allah Ta’ala berfirman tentang kewajiban beramal:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ 


Dan Katakanlah: “Ber-amalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. At Taubah (9): 105)

6 keriteria wanita yang harus di jauhi oleh Pria






Warning.. !!!

6 keriteria wanita yang harus di jauhi oleh Pria, dan jangan jadikan sebagai istrinya..

1. Wanita "Ananah" : wanita yang banyak mengeluh. Apa yang diberi atau dilakukan suami untuk rumah tangganya semua tidak suka dan tidak berpuas hati.

2. Wanita "Mananah" : wanita yang suka meniadakan usaha dan jasa suami, akan tetapi sebaliknya menepuk dada dialah yang banyak berkorban untuk membangun rumah tangga. Dia suka mengungkit-ungkit apa yang dilakukan untuk kebaikan rumah tangga. Biasanya wanita ini bekerja atau berkedudukan tinggi dan bergaji besar.

3. Wanita "Hananah" : Menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain (bekas suaminya dahulu)yang dikawininya sebelum sekarang, atau kepada anak dari suaminya yang lain, dan wanita ini berangan-angan mendapatkan suami yang lebih baik dari suami yang ada. Dalam kata lain wanita sebegini tidak bersyukur dengan jodohnya itu. Wanita sebegini yang mengkufuri nikmat perkahwinan. Dia juga merendahkan kebolehan dan kemampuan suaminya.

Heboh !!! Akan Ada Bencana Besar di Pertengahan Bulan Ramadhan 2012 . . . ?!!



Heboh mengenai peristiwa huru-hara, bencana besar, atau hari kiamat yang akan terjadi pada hari Jum’at pertengahan bulan Ramadhan 1433H (Ramadhan tahun 2012 Masehi). Berita atau kabar ini banyak diperbincangkan orang, baik di Fb, twitter, dlsb beberapa waktu lalu karena berasal dari sebuah hadist.


Salah satu berita yang beredar adalah kurang lebih sebagai berikut:


Coba lihat kalendar tahun 2012. Tanggal 1 Ramadhan pada tahun 2012 jatuh pada tanggal 20 Juli yaitu hari Jum’at, jadi tanggal 3 Agustus 2012 bertepatan dengan 15 Ramadhan yang juga pada hari Jum’at.


Sama dengan satu hadis Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tentang huru hara besar yang akan terjadi pada tengah malam pertengahan Ramadhan yaitu hari Jum’at, 15 Ramadhan di bumi ini. Huru hara yang akan mengejutkan semua orang yang sedang tidur. Satu suara yang amat dahsyat akan kita dengar dari langit, bukan kiamat tetapi huru hara tersebut akan melenyapkan umat manusia di atas muka bumi ini sebanyak 2/3-nya, yang tersisa hanya 1/3 saja. ( Menurut kajian NASA, pada 21-12-2012 satu planet yg yang dikenali planet X akan melintasi bumi ) Adakah kita semua tergolong dalam 1/3 itu? Adakah peristiwa itu akan berlaku pada 2012? Hanya ALLAH yang Maha Mengetahui..

Selasa, 20 Desember 2011

Tanda - Tanda Kekuasaan ALLAH

  • SURAT 2. AL BAQARAH  : (212)
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ


Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.


  • SURAT 10. YUNUS

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأنْعَامُ حَتَّى إِذَا أَخَذَتِ الأرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالأمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir.(24)

Kaidah-kaidah alam dan Syariat di Dalam Melihat Musibah


  •         Kaidah pertama, Hukum Perubahan dan Pergantian Keadaan.


Hal ini disebabkan ALLAH سبحانه و تعالى . Memang telah menakdirkan adanya dua hal yang bersifat pertentangan, jika satu hal telah mencapai batas puncaknya, maka akan muncul kebaliknya. Malam, jika telah habis masa keberadaannya dan telah menyelesaikan perjalanannya, maka akan di ganti dengan datangnya fajar, ini adalah hukum yang telah berlaku dan akan tetap berlaku. Karena siang dan malam masing-masing telah memiliki jangka waktu yang telah di tetapkan.


Hukum ini berlaku pada semua masa yang ada, hari, bulan, tahun, musim-musim yang ada, masa-masa berbuah, masa-masa panen, masa-masa mengandung, masa-masa sakit, masa-masa berkuasa, masa-masak kaya dan miskin, masa-masa sulit dan mudah, masa-masa bahagia dan sedih, masa-masa bertemu dan berpisah, masa-masa jaya dan terpuruk, kalah dan menang, berhasil dan gagal serta kondisi dan sifat-sifat yang lainya. Memang hal inilah yang di tetapkan oleh-NYA bagi penduduk bumi, yaitu pergantian dan perbuatan roda dunia sepanjang masa.

Saya Percaya Bahwa Cinta Adalah Buta


Saya memang percaya hal ini ketika saya menyasikan dan membuktikan sendiri. Kita sering melihat orang yang mencintai salah seorang alim, dia menerima semua yang dikatakan oleh orang alim tersebut, dia selalu membenarkan kesalahan-kesalahannya dan mencari-cari alasan untuk hal tersebut. Seolah-olah, di matanya orang alim tersebut adalah sosok uang ma’shum (terjaga dari kesalahan) dan tiadalah yang di ucapkan itu menurut kemauan hawa nafsunya

Sering kita melihat seseorang yang terlanjur senang terhadap salah seorang penyair, dia benar-benar terpesona dengan setiap karya syairnya. Kasidah-kasidah yang di hasilkan oleh penyair walaupun hanya dari butiran-butiran  embun, namun di matanya seolah-olah dikelilingi butiran-butiran permata dan mutiara. Sering kita menyaksikan seseorang yang sedang jatuh cinta kepada seorang perempuan, dia seolah-olah berubah menjadi seperti seorang penyembah berhala, bahkan ada orang yang mati gara-gara cintanya kepada seorang peremuan.

Rabu, 14 Desember 2011

" Penjelasan Hakikat Jahiliyah, Kefasikan, Kesesatan, Riddah, Macam-macam dan hukumnya "

 

Bismillahirrahmanirrahim



Penjelasan Hakikat Jahiliyah, Kefasikan, Kesesatan, Riddah, Macam-macam dan hukumnya


A. JAHILIYAH

Keadaan yang ada pada bangsa Arab sebelum Islam, yakni kebodohan tentang Alloh, para RasulNya dan syari’at agama berasal dari kata Al-Jahl (kebodohan) = ketiadaan ilmu.
Jahiliyah terbagi menjadi 2:
  1. Jahiliyah ‘Ammah (jahiliyah umum)
Terjadi sebelum diutusnya Rasululloh SAW, dan ia telah berakhir dengan diutusnya Rasululloh.
  1. Jahiliyah Khashshah (jahiliyah khusus)
Terjadi pada sebagian negara, sebagian daerah, dan sebagian orang

B. KEFASIKAN
  • Menurut bahasa: alfisqu = alkhuruj (keluar)
  • Menurut syara : keluar dari keta’atan kepada Alloh
Kefasikan ada 2 macam:

a) Kefasikan yang membuatnya keluar dari agama, yakni kufur, karena itu orang kafir juga disebut orang fasik


Artinya: “Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti bagi orang-orang yang zalim.”QS Al-Kahfi (18):50

Not Action Talk Only !!!



Sering banget ketika kita mempromosikan Khilafah dan Syariah lantas ada beberapa orang sirik dan panas kupingnya lalu bilang "Mas, jangan NATO dong, Not Action Talk Only" katanya "Ngomong doang, apa aksi nyatanya?!"


Maka ada beberapa yang harus diluruskan:




1. Seinget saya, dulu guru Bahasa Indonesia ngajarin kalo "Ngomong" itu adalah aktivitas, termasuk kata kerja kayaknya deh, jadi talks = action, bahasa arabnya FI'IL (baru belajar kemaren) heheh...  



2. Namanya dakwah itu ya ngomong, asal katanya aja da'a-yad'uu-dakwatan artinya menyeru, berarti ya ngomong, bukan gebukin orang hehehe...  

Palestina dan kemerdekaan Republik Indonesia

 Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap negara tersebut. Hari ini ketika Palestina diserang, mengapa kita (bangsa Indonesia) ikut sibuk?
 “Ngapain juga kita bantuin Palestina, di negeri sendiri aja masih banyak yang miskin. Pengangguran bejibun, belum lagi anak-anak terlantar dan putus sekolah. Warga aja masih banyak yang punya rumah ilegal. Utang negara juga masih numpuk mau sok-sok ngebantu warga Palestina. Warga sendiri tuh urusin!!!”

Apalah arti proklamasi kemerdekaan suatu negara tanpa pengakuan dari negara lain ... hanya akan dianggap sebagai suatu pemberontakan dan masalah dalam negeri suatu negara ...

Selasa, 13 Desember 2011

FATWA 10 ULAMA BESAR SAUDI TENTANG PENGUASA YANG BERHUKUM DENGAN SELAIN SYARI’AH ISLAM

FATWA 10 ULAMA BESAR SAUDI TENTANG PENGUASA YANG BERHUKUM DENGAN SELAIN SYARI’AH ISLAM

 

oleh Fuad Al Hazimi pada 9 November 2011 pukul 14:45




1.       SYAIKHUL ISLAM  MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB

Makna Thoghut menurut Syaikhul Islam  Muhammad Bin Abdul Wahhab adalah :
 “Segala sesuatu yang diibadahi selain Allah, diikuti dan ditaati dalam perkara‐perkara yang bukan ketaatan kepada Allah dan Rasul‐Nya , sedang ia ridha dengan peribadatan tersebut”.

Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab menjelaskan : “Thaghut itu sangat banyak, akan tetapi para pembesarnya ada lima, yaitu :
  • Setan yang mengajak untuk beribadah kepada selain Allah.
  • Penguasa  dzalim yang merubah hukum‐hukum Allah.
  • Orang‐orang yang berhukum dengan selain hukum yang diturunkan Allah.
  • Sesuatu selain Allah yang mengaku mengetahui ilmu ghaib.
  • Sesuatu selain Allah yang diibadahi  dan dia ridha dengan peribadatan tersebut.

2.      FATWA SYAIKH AL ALLAMAH IMAM MUHAMMAD AL AMIN ASY SYANGGITI –RAHIMAHULLAH- , SYAIKH NYA PARA MASYAYIKH DAN MUFTI KERAJAAN SAUDI :


وبهذه النصوص السماوية التي ذكرنا يظهر غاية الظهور أن الذين يتّبعون القوانين الوضعية التي شرعها الشيطان على لسان أوليائه مخالفة لما شرعه الله جل وعلا على ألسنة رسله [عليهم الصلاة والسلام] أنه لا يشك في كفرهم وشركهم إلاّ من طمس الله بصيرته وأعماه عن نور الوحي... فتحكيم هذا النظام في أنفس المجتمع وأموالهم وأعراضهم وأنسابهم وعقولهم وأديانهم، كفر بخالق السموات والأرض وتمرّد على نظام السماء الذي وضعه من خلق الخلائق كلها وهو أعلم بمصالحها سبحانه وتعالى  (أضواء البيان جـ4 صـ 83- 84)


“Berdasar nash-nash yang diwahyukan Allah dari langit yg telah kami sebutkan di atas, telah nyata senyata-nyatanya bahwasanya orang-orang yang mengikuti undang-undang buatan manusia yang disyari’atkan oleh setan melalui mulut para pengikutnya yang bertentangan dengan syari’ah Allah Azza Wa Jalla yang  diturunkan melalui lisan para Rasul-Nya –alaihimus sholaatu wat tasliem- BAHWA SESUNGGUHNYA TIDAK DIRAGUKAN LAGI TENTANG TELAH KAFIR DAN SYIRIK NYA ORANG-ORANG ITU, kecuali bagi orang yang mata hatinya telah tertutup dan buta dari cahaya wahyu Allah.

Senin, 12 Desember 2011

SELAMAT DARI SIKSA KUBUR

Oleh : Ibnu Mukhtar

عَنْ هَانِئٍ - مَوْلَى عُثْمَانَ – قَالَ كَانَ عُثْمَانُ إِذَا وَقَفَ عَلَى قَبْرٍ بَكَى حَتَّى يَبُلَّ لِحْيَتَهُ فَقِيلَ لَهُ تُذْكَرُ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَلاَ تَبْكِى وَتَبْكِى مِنْ هَذَا فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ ». قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلاَّ وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ »

Dari Hani’ –mantan budak ‘Utsman bin Affan rodhiyallohu ‘anhu-“Adalah Utsman apabila berhenti di kuburan beliau menangis sampai jenggotnya basah. Maka beliau ditanya : “Engkau tidak menangis ketika disebut Surga dan Neraka, tetapi engkau menangis karena melihat kuburan ini.” Beliau menjawab : “Sesungguhnya aku mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :’Sesungguhnya alam kubur itu merupakan tempat persinggahan pertama di antara tempat-tempat persinggahan akhirat, maka jika  ia selamat di persinggahan pertama itu ( alam kubur ) maka kejadian dan segala peristiwa sesudahnya adalah lebih mudah. Dan jika ia tidak selamat, maka kejadian-kejadian sesudahnya adalah lebih sulit.’ Ustman berkata lagi ; ‘Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku belum pernah melihat pemandangan yang mengerikan sebelumnya selain adzab kubur.” ( HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dalam musnadnya dishohihkan Syaikh Syu’aib al-Arna’ut dan Syaikh Al Albani rohimahulloh menghasankannya dalam Shohiehut Targhieb wat Tarhieb no. 3550 )

Saudaraku, hadits yang mulia ini memberikan banyak faedah yang berharga bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran darinya. Dan tidak ada yang dapat memetiknya melainkan oleh mereka yang dikehendaki Alloh Subhaanahu wa Ta’aala kebaikan bagi urusan dunia dan akhiratnya.

Kaedah-kaedah umum mengenali sosok ulama panutan

[1]- Standar kebenaran adalah Al-Qur’an, Al-Sunah dan ijma’ ulama. Al-Qur’an dan Al-Sunah dipahami dan diamalkan sesuai pemahaman dan pengamalan para al-salaf al-shalih (generasi shahabat, tabi’in, tabi’u tabi’in) dan para ulama tsiqah yang mengikuti jejak mereka. Barang siapa berpegangan kepada ketiga sumber ajaran Islam ini, ia adalah seorang ahlu sunah wal jama’ah.


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ (تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِي وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتىَّ يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ).


Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,” Telah kutinggalkan di antara kalian dua hal. Kalian tidak akan pernah tersesat sesudah keduanya, yaitu kitabullah dan sunahku. Keduanya tak akan pernah berpisah sampai datang kepadaku di haudh nanti.”[1]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :

فَمَنْ قَالَ بِالْكِتَابِ وَ السُّنَّةِ وَ ْالإِجْمَاعِ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ السُّنَّةِ وَ اْلجَمَاعَةِ
” Barang siapa berpendapat berdasar Al-Qur’an, Al-Sunah dan ijma’, ia adalah seorang ahlu sunah wal jama’ah.”[2]

Beliau juga mengatakan :

فَدِيْنُ اْلمُسْلِمِيْنَ مَبْنِيٌّ عَلَى اِتِّبَاعِ كِتَابِ اللهِ وَ سُنَّةِ نَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا اتَّفَقَتْ عَلَيْهِ اْلأُمَّةُ. فَهَذِهِ الثَّلاَثَةُ أُصُوْلٌ مَعْصُوْمَةٌ . وَمَا تَنَازَعَتْ فِيْهِ اْلأُمَّةُ رُدَّ بِهِ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. 


” Dien (agama) umat Islam dibangun di atas dasar mengikuti (iitiba’) Kitabullah, Sunah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa salam dan apa yang disepakati oleh ummat (ijma’ ulama mujtahidin). Ketiga hal ini adalah dasar-dasar yang ma’shum (terjaga dan bebas dari kesalahan). Adapun persoalan yang diperselisihkan oleh umat, harus dikembalikan kepada Allah dan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa salam.”[3]

Jumat, 25 November 2011

"Skak"

oleh Hardi Ansyah pada 13 November 2011 jam 8:51


1. Ibrahim 'alaihissalam VS Namruz la'natullohi 'alaiih

Ibrohim adalah seorang nabi yang tegas di dalam berdakwah dan ketegasannya didukung oleh kekuatan hujahnya sehingga tidak ada satupun argumen orang kafir kecuali dengan mudah dipatahkannya.

Di hadapan raja Namruz, Ibrohim dengan berani berargumen :

ألَمْ تَرَ إلَى الَّذِي حاَجَّ إبْرَاهِيْمَ فِى رَبِّهِ أنْ ءَاتاَهُ الله الْمُلْك إذْ قاَلَ إبْرَاهِيْمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيْتُ قاَلَ أنَا أحْيِى وَأمِيْتُ قاَلَ إبْرَاهِيْمُ فَإِنَّ الله يَأْتِى بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهاَ مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ والله لاَ يَهْدِى الْقَوْمَ الظَّالِمِيْنَ

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). ketika Ibrahim mengatakan : Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan, orang itu berkata : Saya dapat menghidupkan dan mematikan. Ibrahim berkata : Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah Dia dari barat, lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim [albaqoroh : 257]

قاَلُوْا ءَأنْتَ فَعَلْتَ هذَا بِألِهَتِناَ يَاإبْرَاهِيْمُ قاَلَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيْرُهُمْ هذَا فَاسْئَلُوْهُمْ إنْ كاَنُوْا يَنْطِقُوْنَ فَرَجَعُوْا إلَى أنْفُسِهِمْ فَقَالُوْا إنَّكُمْ أنْتُمْ الظَّالِمُوْنَ ثُمَّ نُكِسُوْا عَلَى رُءُوْسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ ماَهؤلاَءِ يَنْطِقُوْنَ

62. Mereka bertanya : Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan Kami, Hai Ibrahim ?
63. Ibrahim menjawab : Sebenarnya patung yang besar Itulah yang melakukannya, Maka Tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara
64. Maka mereka telah kembali kepada kesadaran dan lalu berkata : Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang Menganiaya (diri sendiri)
65. Kemudian kepala mereka Jadi tertunduk (lalu berkata) : Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara. [al anbiya’ : 62-65]

Di Akherat pun Masih Bertengkar


1. Pertengkaran orang musyrik dengan sesembahannya


وبرّزت الجحيم للغاوين.... وقيل لهم أين ما كنتم تعبدون..... من دون الله هل ينصرونكم أوينتصرون..... فكبكبوا فيها هم والغاوون..... وجنود إبليس أجمعون..... قالوا وهم فيها يختصمون...... تالله إن كنّا لفى ضلال مبين..... إذ نسوّيكم بربّ العالمين وما أضلّنا إلاّ المجرمون


91. Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat",
92. Dan dikatakan kepada mereka: "Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya)
93. Selain dari Allah? dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"
94. Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,
95. Dan bala tentara iblis semuanya.
96. Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka:
97. "Demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,
98. Karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam".
99. Dan Tiadalah yang menyesatkan Kami kecuali orang-orang yang berdosa.[asy syuaro : 91-99]


ويوم يحشرهم جميعا ثمّ يقول للملائكة أهؤلاء إيّاكم كانوا يعبدون...... قالوا سبحانك أنت وليّنا من دونهم بل كانوا يعبدون الجنّ أكثرهم بهم مؤمنون


40. Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada Malaikat: "Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?".
41. Malaikat-malaikat itu menjawab: "Maha suci Engkau. Engkaulah pelindung Kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu". [saba’ : 40-41]

Rukhshoh Edisi 10 dan 11 " selesai ALHAMDULILLAH"

Nih yang ke 10 nya...Pengguguran kewajiban

Prinsip perintah dilaksanakan sesuai dengan kemampuan. Demikianlah Alloh memaafkan orang-orang karena udzur yang ia hadapi sehingga menyebabkan gugurnya kewajiban. Di antaranya :

1. Gugurnya jihad bagi orang lemah

لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلاَ عَلَى الْمَرْضَى وَلاَ عَلَى الَّذِيْنَ لاَ يَجِدُوْنَ ماَ يُنْفِقُوْنَ حَرَجٌ إذَا نَصَحُوْا لله وَرَسُوْلِهِ

Berdasarkan ayat ini maka Syaikh Abdurrohman Nashir Assa’di membagi tiga kelompok yang digugurkan kewajibannya untuk berjihad :

• Dlu’afa (orang-orang lemah) baik karena badannya karena sudah tua atau pandangan matanya

• Mardlo (orang sakit) meliputi semua penyakit yang menyebabkan dirinya tidak mampu berangkat berperang

• Orang yang tidak cukup bekal untuk berangkat

2. Gugurnya haji bagi yang tidak memiliki isthitho’ah (kemampuan)

ولله عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطاَعَ إلَيْهِ سَبِيْلاً

mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah [ali imron : 97]

RUKHSHOH EDISI 9......"Tidak 100%"

Ibadah dilaksanakan tidak utuh 

Ada beberapa ibadah yang pelaksanaannya diperbolehkan dilaksanakan tidak maksimal sesuai dengan ketentuan apabila kondisi menyulitkannya untuk melakukannya dengan sempurna. Tentunya pembolehan ini harus dilewati dengan usaha maksimal sebelumnya. Di antara contoh-contohnya adalah :

1. Sisa noda darah haidh pada kain setelah dicuci
Darah haidh sering mengenai kain atau pakaian dalam wanita. Terkadang sulit untuk dibersihkan meskipun sudah diupayakan dengan penghilang noda. Maka islam memberikan keringanan kepada kaum wanita untuk memakainya setelah upaya maksimal sudah diupayakan sebagaimana yang disabdakan oleh nabi shollallohu alaihi wasallam :

َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَتْ خَوْلَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ يَذْهَبْ الدَّمُ ؟ قَالَ : يَكْفِيك الْمَاءُ وَلَا يَضُرُّك أَثَرُهُ

Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu berkata : Khaulah bertanya, wahai Rasulullah, meskipun darah itu tidak hilang? Beliau menjawab: "Engkau cukup membersihkannya dengan air dan bekasnya tidak mengapa bagimu." [HR Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi]

RUKHSHOH Edisi DELAPAN..... "BARTER"

Pelaksanaan hukuman dengan hukuman lain yang lebih ringan

Pelanggaran-pelanggaran dalam islam terkadang menyebabkan pelakunya harus melaksanakan kifarot. Dengan kasih sayang Alloh kepada hambaNya, hukuman Alloh subhaanahuu wa ta'alaa tetapkan dengan berbagai pilihan sehingga bisa saja hukuman yang begitu berat bisa berubah menjadi hukuman yang lebih ringan. Diantaranya :

1. Kifarot bersetubuh di siang hari bulan romadlon
Persetubuhan di siang hari bulan romadlon adalah pelanggaran yang teramat berat. Sehingga hukumannyapun sebanding dengan kesalahannya. Dua bulan shoum secara berturut-turut harus dilakukan sebagai penebus dosa. Manakala hal ini tidak mampu dilaksanakan maka dapat diganti dengan membebaskan budak. Di saat harga budak sangat tinggi atau budak sulit didapatkan bahkan sama sekali tidak ada seperti jaman sekarang maka memberi makan sejumlah 60 fakir miskin adalah hukuman yang paling ringan. Akan tetapi bila ternyata yang bersangkutan adalah orang miskin, sungguh Alloh Maha Pengampun sehingga membebaskan dari semua tuntutan sebagaimana hadits di bawah ini

Rabu, 12 Oktober 2011

STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan)

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS Al-Ankabut (29) : 45


Sedikit ingin membahas ayat diatas dan semoga Allah menjaga saya dari pemahaman yang salah. Dari ayat diatas dikatakan bahwa fungsi sholat adalah untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar. Namun banyak pertanyaan dan kenyataan yang ada bahwa begitu banyak orang yang sholat tapi ternyata tetap saja melakukan kekejian dan kemungkaran. Istilah kerennya STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan), apa ada yang salah dengan sholatnya?? Mari kita membahasnya dengan sedikit analogi.

Ada apa dengan GELAP...??


Gelap adalah suasana malam, kondisi sekeliling tidak nampak. Wajar seandainya sholat sunnah yang paling afdhol adalah qiyamul lail karena luput dari penglihatan manusia. Hanya orang yang bersih dari riya’ sajalah yang istiqomah melaksanakannya.
Kegelapan di malam hari menyebabkan kondisi membuat segan beraktifitas. Santai di rumah adalah sebuah pilihan yang berujung kepada tidur pulas. Tak heran kalau orang munafiq tidak menghadiri sholat isya’ dan shubuh. Di samping malas, toh gelap menyebabkan ketidakhadiran mereka tidak diketahui oleh rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Maka rosululloh shollallohu alaihi wasallam menjanjikan kepada siapa yang melewati masa gelap dengan ibadah berupa pahala yang besar :

Menghindari dan Membendung Aliran Sesat Serta Pemurtadan

1. Aliran Sesat dan 10 Tips Mudah Menghindarinya
(Ahmadiyah, NII KW IX, JARINGAN ISLAM LIBERAL/JIL, SYIAH DLL)

Pertarungan antara haq dan batil, sebetulnya sudah ada jauh sebelum Nabi Adam AS di turunkan ke muka Bumi ini. Iblislah yang pertama kali bermain logika. Contoh, secara bahasa khuldi itu artinya kekal. Jadi ketika Alloh memerintahkan Adam dan Hawa agar jangan memakan buah khuldi, maka iblis pun dengan cerdas mengasah otak agar Adam dan Hawa bisa dijebak untuk memakan buah khuldi.

Setelah diyakinkan oleh kekuatan logika dan gaya bahasa Iblis, maka terusirlah keduanya dari Syurga. Nah! jangan heran jika Iblis-iblis di zaman sekarang jauh lebih culas lagi. Disamping menggunakan kekuatan akal, merekapun membangun opini publik dengan dukungan finansial dan sarana publikasi secara luas. Untuk itu, agar ummat Islam bisa berfikir cerdas lagi, maka tak ada salahnya jika 10 Tips dibawah ini dijadikan Barometer:

Minggu, 09 Oktober 2011

ISLAM memuliakan wanita

بسم الله الرحمن الرحيم

Kaum feminis bilang susah jadi wanita dan tidak dirasa tidak adil, lihat saja peraturan dibawah ini:


1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat kerana adanya masalah haid dan nifas yang tak Ada pada lelaki.

Kamis, 15 September 2011

Beberapa Kekeliruan Orangtua Dalam Mendidik Anak

Tanbihun – ”Kawan yang baik lebih baik dari duduk sendirian,  duduk sendirian lebih baik dari kawan yang jahat,  mengutarakan kebaikan lebih baik daripada diam, dan diam lebih baik dari berkata yang tidak baik” (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ).

Seorang anak ibarat kain putih kosong dan orangtua adalah pembatiknya. Kain itu akan berubah menjadi kain yang berharga jika pembatiknya (ortu) mau membatik dengan goresan yang indah nan mempesona, sebaliknya kain itu akan kurang bernilai jika pembatiknya menodai dengan goresan-goresan tak bermotif alias semrawut.

Mendidik anak merupakan pekerjaan terpenting untuk membentuk karakter anak dan tanggung jawab orang tua. Dalam mendidik anak diperlukan beberapa langkah/cara tepat yang dapat mendukung terbentuknya karakter baik bagi anak. Namun, kondisi yang terjadi di masyarakat kadang malah justru sebaliknya, kebanyakan mereka cenderung menggunakan cara-cara ”sadis”/ semaunya sendiri, yang bisa merampas kebebasan bereksplorasi dan membunuh karakter anak.

Beberapa kekeliruan tersebut di antaranya adalah:

1.Membuat takut anak/ membohongi
Perbuatan ini sering kita jumpai di masyarakat. Misalnya: ”jangan nangis nak, nanti ditangkap polisi lho!” Ucapan ini akan membekas di benak anak sehingga akan tertanam perasaan takut pada polisi sedangkan polisi adalah pelindung/mitra masyarakat. 

Contoh lain: ”kalau gak belajar, saya pukul pakai sapu”. Hal ini tentu membuat anak selalu merasa terancam jiwanya. Anak melakukan perintah ortu karena perasaan takutnya, bukan karena keinginan hendak menurut. Contoh lagi: ”makan ya nak, nanti kalau gak makan didatangi mak lampir lho!”. Sangat fatal kiranya jika masih kecil saja sudah terbiasa dibohongi. (”Allah menyuruh untuk berbuat kebaikan dan menahan yang salah” [QS Ali Imran: 104]).
2. Banyak menyuguhi mitos-mitos
Sangat riskan jika di era sekarang masih ada ortu yang menyuguhkan anak-anaknya dengan mitos-mitos yang sudah jelas tidak benar. Contohnya: ”kamu jangan suka makan kelapa (yang sudah diparut), nanti kamu cacingan (krawiten) lho”. Sudah jelas, ucapan ini sangat mengada-ada dan tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Selama ini tidak ada buku/berita yang mengabarkan bahwa makan parutan kelapa dapat menyebabkan cacingan. Tidak ada yang memberitakan bahwa dampak negatif makan parutan kelapa adalah cacingan. (secara ilmiah ada di Biologi SMA kelas X, silakan baca sendiri bab avertebrata tentang siklus hidup cacing kremi). 

Contoh lain: ”kalau ada kupu2 hinggap di sebuah rumah pertanda akan kedatangan tamu”. ”Kalau makan keselek/ kegigit, pertanda dirinya sedang dibicarakan orang lain” (secara ilmiah ada di Biologi kelas XI bab sistem pernapasan & pencernaan). ”Kalau matanya bergetar2 terus, jika yang bergetar sebelah kiri pertanda akan menyaksikan kesedihan kalau yang sebelah kanan akan menyaksikan kebahagiaan”. Alangkah baiknya jika pemikiran nyeleneh itu segera dibuang jauh2. (”Pergunakanlah akal dan ilmu” [QS. Yunus: Ar-Rum: 29, An-Nahl: 43, Az-Zumar: 9).
3.Terlalu banyak larangan dan perintah tanpa teladan
Kita tidak boleh melarang anak jika sekiranya sesuatu yang diperbuatnya itu positip (bukan negatip). Jika keinginan anak yang positip dilarang, berarti telah menghalang-halangi bakat mereka dan mematahkan semangatnya. Contoh: ”Sepulang sekolah harus di rumah, tidak boleh keluar, tidak boleh main sepak bola dengan teman2nya”. Kapan lagi mereka bisa bermain? Anak butuh beradaptasi dengan lingkungannya. Anak juga butuh merefresh otaknya setelah berjam2 disuguhi rumus2 matematika di sekolahnya, menghafal ayat-ayat pendek misalnya, anak juga butuh lebih banyak berinteraksi dengan teman2nya, butuh meluapkan keinginannya. Dengan sepak bola mungkin bisa belajar bagaimana bekerjasama dalam teamnya, bisa belajar bagaimana mengatur strategi untuk membobol gawang team lain. Dalam penelitian terhadap lebih dari 500 murid di Kanada, murid yang menghabiskan waktu tambahan setiap harinya di ruang olahraga mampu mengerjakan ujian lebih baik ketimbang mereka yang kurang aktif berolahraga. Di Scripps College California, murid-murid yang berolahraga selama 75 menit seminggu, ternyata bisa bereaksi lebih cepat, berpikir lebih baik dan mengingat lebih cermat (4).


Atau kadang juga ortu terlalu banyak perintah tanpa memberi teladan, misal: ”Tutup pintu”, ”Habiskan makan malammu”, ”Selesaikan PR-mu”, ”Pergilah tidur”. ”Jangan merokok!”, tapi ortu tanpa ada perasaan malu merokok di depan anaknya. Percakapan dalam keluarga cenderung berbentuk perintah dan bukan dialog bermakna. Kebutuhan akan keintiman, karenanya, tidak terpenuhi; dan anak-anak seperti ini bisa merasa terasing dan sendirian secara emosional diantara orang banyak kecuali jika mereka memiliki saudara kandung, teman sebaya atau guru yang menyediakan keintiman yang sangat didambakan (3). Seharusnya ortu harus mengisi dialog bermakna meskipun singkat sekaligus menemaninya, ”Mari kerjakan PR yuk, biar nanti bisa lebih mendalam/paham” dll.


Contoh lain: ”kamu harus masuk jurusan kedokteran, kalau ga itu mending ga usah kuliah”. Ortu tidak boleh memaksa anaknya harus kuliah di kedokteran kalau IQ atau daya ingat si anak di bawah standar, karena di jurusan kedokteran akan dijumpai ratusan bahasa ilmiah dari strukutur organ tubuh manusia. Akan sangat merepotkan si anak nantinya. Jangan memaksakan anak untuk kuliah di Teknik Mesin sementara dia lebih menyukai dan merasa nyaman di bidang seni. 

(”Assya’bi meriwayatkan dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah akan merakhmati kepada aba yang membantu anaknya untuk berbakti taat kepadanya. Yakni tidak menyuruh sesuatu yang dikuatirkan anak itu tak dapat melaksanakannya” (1)).
4. Membicarakan tabiat anak di hadapan orang lain/ membanding2kannya dengan anak lain
Seorang anak akan merasa ”terhina” jika mengetahui bahwa kesalahan-kesalahannya disiarkan kepada orang lain. Sebaliknya, jika anak mengetahui bahwa kebaikan-kebaikannya dipamerkan kepada orang lain maka anak akan menjadi sombong. Alangkah baiknya, panggilah si anak untuk membicarakan kekurangan-kekurangannya tanpa kehadiran orang lain. Dengan kekurangannya maka sekaligus dicarikan solusi dari ortu kepada anak. Ortu tidak boleh terlalu ambisius memamerkan kebaikan-kebaikan anaknya di hadapan orang lain apalagi dalam suatu majelis/ orang banyak, karena hal ini akan menyebabkan orang lain yang diajak bicara merasa sangat bosan alias boring!. Kadang bahkan seringkali kita dapati ortu yang selalu membanding2kan anaknya dengan anak lain. 

Misalnya: ”si A itu kok piala/tropinya banyak, tidak seperti kamu kerjaannya cuma nangis”. Ucapan-ucapan ini bukannya menjadikan anak bersemangat untuk memperbaiki, tetapi justru sangat mematahkan semangat si anak dan anak menganggap bahwa ortu lebih sayang pada anak orang lain, seolah si anak sungguh sangat tidak berarti bagi ortu. Sebaiknya ortu bisa membangun kepercayaan anaknya serta menganjurkan supaya berusaha lebih gigih.
5.Mencacimaki anak
Jikalau anak mendengar ibu bapaknya mengatakan ”kamu jahat”, maka anak tersebut akan merasa kesal dan cenderung pada perlakuan seorang jahat. Sebaiknya, dikatakan pada anak itu ”kau anak yang baik” dan anak baik itu kan tidak suka marah, tidak pernah berkelahi, rajin mengaji, dll. Alangkah baiknya ortu tidak mengucapkan perkataan2 kotor seperti ini. ”Kamu anak tidak benar, (tambeng, mbeling, nakal), bejat, dsb”. Kadang juga ada yang bilang kepada anaknya: ”kamu itu mau jadi apa si?”. Tepis jauh kata2 kotor itu. Ganti dengan kata2 yang lembut, dan lebih baik lagi jika kata itu bisa menyentuh hati anak. Misalnya: orang baik itu dikasihi Allah lho nak, jadi adik yang baik ya. Adik itu anak yang baik kok, jadi ga boleh marah2 lagi ya, ga boleh suka nangis lagi. (”Sesungguhnya manusia itu adalah makhluk etis. Jiwa (nafs) seorang itu memberinya kemampuan untuk membedakan mana yang buruk (fujur) dan mana yang baik” [QS. As-Syams: 8]).
6.Berbicara terlalu banyak dan suara terlalu lantang
Hindarilah berbicara terlalu panjang lebar kepada si anak. Sedikit perkataan tapi jelas dan tepat lebih berpengaruh bagi anak daripada nasihat yang terlalu panjang lebar/ nonstop. Janganlah menyuruh atau melarang anak dengan perkataan yang terlalu banyak sehingga membosankan anak. Dalam rumah tangga juga sebaiknya jangan ada kata-kata yang bernada tinggi. Ucapkanlah perkataan yang lembut yang bisa mendatangkan berkah kepada pendengarnya. Jangan biarkan anak menyaksikan kemarahan, kebengisan, amukan ortu. Anak-anak lebih mengingat nasihat atau kata-kata yang diucapkan tenang dan manis daripada ucapan yang membentak-bentak. Anak yang selalu mendengar suara lantang akan kebal dengannya sehingga suara mengguntur pun tak berarti lagi baginya. 

Jadi, jangan heran jika suatu saat ada anak yang membalas membentak dari bentakan ortunya, karena rupanya bentakan ortu yang telah disuguhkan kepadanya telah melenyapkan sikap lemah lembut si anak. Jangan sampai ada alasan bahwa dengan dibentak anak akan nurut, dengan dipukul anak akan kapok, karena pada hakikatnya kekerasan/kekasaran tidak akan menyelesaikan masalah dan bukan solusi terbaik. (”Kecenderungan manusia untuk memandang musuh kepada sesamanya, sebenarnya dapat diatasi dengan ”saling menasihati agar bersabar dan saling menasihati agar saling berbelas kasihan” [QS. Al-Balad: 17]).

Demikian beberapa kekeliruan ortu dalam mendidik anaknya. Tentu masih banyak kekeliruan2 lainnya yang bisa dijadikan bahan koreksi bagi kita bersama. Tapi ini cukup bisa dijadikan bahan pelajaran untuk kita sehingga bisa memperbaiki jika ada kesalahan/kekurangan, bisa melakukan jika belum sempat dilakukan. Sebaiknya kita juga harus berpikir jernih, kita tidak boleh beranggapan bahwa ”Ah itu kan hanya sekadar teori/ hanya buku yang bilang, tapi kan faktanya tidak/lain!”. 

Kebetulan referensi yang dipakai adalah referensi yang disertai penelitian2 yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan tentang kejadian2 di masyarakat baik di Indonesia maupun di luar negeri.

REFERENSI:

(1)  Assamarqandi, A. 1977. Tanbihul Ghafilin. Jakarta. hlm 169.
(2)  Chatib, M. 2009. Sekolahnya Manusia: Sekolah Berbasis Multiple Intelligences di Indonesia (Menjadikan guru kreatif!). Penerbit Kaifa. Bandung. hlm 1-12.
(3)  Given, B.K. 2007. Brain-Based Teaching. Kaifa Publishing. Bandung. 424 hlm.
(4)  Rakhmat, J. 2009. Belajar Cerdas: Belajar Berbasiskan Otak. Kaifa Publishing. Bandung. 288 hlm.
(5)  Sarumpaet, R.I. (tanpa tahun). Rahasia Mendidik Anak. Majalah Rumah Tangga dan Kesehatan.
(6) Utomo, M.S. 1983. 13 Langkah Orang Tua yang Keliru dalam Mendidik Anak. Volume 75. Buletin Anda. Jakarta. hlm 24-27.
Paesan, 11 Agustus 2011
Oleh :Ahkamy

Selasa, 13 September 2011

Ingat Tragedi Ambon, Saudaraku!


Bismillahirrahmaanirrahiim.

Tragedi Ambon terjadi saat Idul Fithri, tanggal 19 Januari 1999. Saat artikel ini ditulis bulan Mei, bukan Januari. Saat ini masih jauh dari momen Idul Fithri, mengapa harus bicara Tragedi Ambon? Apa hubungannya dengan kondisi saat ini? Mengapa tiba-tiba kita harus bicara tragedi berdarah yang sangat memilukan itu? Bukankah seperti menguak luka lama yang mulai kering?

Peristiwa Tragedi Ambon terjadi sekitar 12 tahun lalu. Ketika itu Ummat Islam mendapat serangan hebat dari kufar Nashrani. Banyak Muslim dibantai, rumah dibakar, anak-anak dan kaum wanita dibunuh; begitu pula masjid-masjid dihancurkan. Perkampungan Muslim di Ambon ketika itu seperti porak-poranda. Yang tersisa hanyalah Masjid Al Fatah yang berdiri tegak dan menjadi benteng terakhir Ummat.


Hampir Sempurna Kondisi Menuju Suatu Tragedi. 
Na'udzubillah.

Kami perlu mengingatkan Ummat Islam akan kekejaman yang terjadi di Ambon, sekitar 12 tahun lalu. Kekejaman semisal itu sangat mungkin akan terjadi lagi, di daerah-daerah lain.


Kalau menyaksikan kondisi kaum Muslimin saat ini, termasuk yang berada di Pulau Jawa, ada tanda-tanda mengarah kepada situasi seperti yang kemudian menjadi latar-belakang terjadinya Tragedi Ambon tersebut.
Perhatikan indikasi-indikasi di bawah ini:

Pertama, kaum Muslimin semakin jauh dari komitmen kepada agamanya. Di sisi lain, kehidupan sekuler semakin erat dipeluk oleh Ummat. Tragedi Ambon tidak akan terjadi, melainkan karena kondisi keislaman Ummat Islam disana ketika itu memang buruk.


Kedua, secara akidah sebenarnya kaum kufar -siapapun itu- selalu menyimpan dendam kesumat, kebencian, dan permusuhan total terhadap kaum Muslimin. Jika ada yang bersikap baik, hanya sedikit saja. Mereka tidak bisa hidup tenang dengan melihat Ummat Islam hidup damai. Hati mereka selalu diprovokasi oleh syaitan untuk menghancurkan kehidupan Ummat. Hal itu seperti ketika syaitan memprovokasi hati orang-orang musyrik Makkah untuk memerangi kaum Muslimin di jaman Rasulullah Saw.

Ketiga, peranan negara dalam melindungi, mengayomi, dan memberdayakan rakyatnya semakin jauh merosot. Masyarakat seperti disuruh bertanggung-jawab sendiri dengan kehidupan mereka. Saat Tragedi Ambon terjadi, kontrol negara sangat lemah. Negara seperti tidak bisa mencegah terjadinya tragedi itu.

Keempat, problem kemiskinan, pengangguran, kesenjangan sosial, rendahnya taraf pendidikan, korupsi, kemunafikan politik, amoralitas, dll. semakin meluas di tengah masyarakat. Semua itu sangat potensial memantik terjadi konflik, kerusuhan, atau kekacauan sosial. Situasi di Ambon ketika itu dipicu oleh bentrok antar preman yang baru datang dari Jakarta. Namanya preman, jelas mereka bukan orang yang memiliki aktivitas sosial mapan dan produktif. Umumnya pengangguran.

Kelima, kondisi Ummat Islam secara umum semakin hedonis. Memuja kesenangan, hiburan, dan materi. Media TV sangat berperan besar dalam urusan ini. Kalau Ummat sudah sangat terlena seperti itu, mereka “akan dipanen” oleh orang-orang kufar. Hanya tinggal menanti momentumnya saja. Kufar tak akan berani menyerang Ummat, kalau keimanannya kuat. Kaum Muslim di Ambon sebelum kejadian tahun 1999 juga cenderung hedonis.

Keenam, penghujatan terhadap nilai-nilai Islam atau simbol Islam, semakin terang-terangan. Lihat betapa beraninya pembela Zionis berencana memperingati HUT Israel di Jakarta; lihat bagaimana Hanung Bramantyo menyerang Islam melalui film “?”; lihat ucapan Kepala BNPT atau pejabat Mabes Polri yang seenaknya mengaitkan ajaran Islam dengan terorisme; lihat opini di TVOne dan MetroTV yang selalu memojokkan Islam dalam isu terorisme; lihat keberanian Ahmadiyyah dalam menampakkan kesesatannya; lihat ucapan orang-orang JIL, ucapan Abdurrahman Wahid, dan lain-lain. Dulu sebelum kasus Ambon, wakil-wakil rakyat Nashrani dari PDIP juga kencang dalam melakukan serangan-serangan opini. Ucapan atau serangan opini ini sangat membahayakan kedamaian hidup ke depan.

Kami ingin mengingatkan kaum Muslimin agar hati-hati dengan kondisi saat ini. Janganlah kita egois, hanya memikirkan diri sendiri; memburu karier, profesi, hobi, dan aneka kesenangan duniawi. Kita harus selalu cermat, waspada, dan melihat kondisi sosial dengan perspektif yang peka.

Dalam kondisi seperti Indonesia saat ini, ia adalah LAHAN SUBUR bagi munculnya tragedi-tragedi kemanusiaan memilukan. Di negeri ini: Kepemimpinan tak berwibawa, ekonomi morat-marit, korupsi merajalela, hukum tidak tegak, aparat keamanan punya bisnis sendiri, hedonisme luar biasa berkembang, media-media massa hanya mengejar duit, aliran dan paham sesat tumbuh subur, kesenjangan sosial sangat lebar, dll.

Di atas kondisi morat-marit ini, kalau kaum kufar memiliki kuasa politik dan didukung oleh logistik persenjataan, maka sangat mudah bagi mereka untuk mewujudkan mimpi-mimpinya, yaitu membuat horor dalam kehidupan kaum Muslimin. “Wa laa yazaluna yuqatilunakum hatta yaruddukum ‘anid dinikum, inistatha’uu” (mereka tak henti-hentinya memerangi kalian, sampai mereka bisa membuat kalian murtad dari agama kalian, jika mereka sanggup melakukan semua itu). Al Baqarah: 217.

Mohonlah kita selalu waspada. Senantiasa bergandeng-tangan dengan sesama Muslim. Komitmen dengan agama Allah. Saling bantu-membantu dalam kebajikan dan takwa. Serta mengingatkan Ummat agar tidak lalai oleh acara-acara TV yang semakin hedonis dan merusak akal sehat.

Kami mengingatkanmu akan sesuatu yang sangat jauh dari indahnya mimpi-mimpi; kami mengingatkan akan bahaya yang selalu mengintai. Kalian merasa aman, tenang, dan biasa-biasa saja. Padahal hati-hati musuh kalian selalu bergemuruh, ingin menelan kalian, seperti ingin menelan hidangan di atas meja. Apalagi syaitan yang tidak tampak, mereka terus memprovokasi hati-hati kufar itu agar meluluh-lantakkan kehidupan kalian sehancur-hancurnya.

Para agamawan, ahli-ahli Islam, para sarjana, para master, para doktor di bidang Islam; para dai, para muballigh, para ustadz, para kyai, dan sebagainya; mohon Anda bimbing baik-baik Ummat ini. Mohon beri peringatan ke mereka agar tidak lalai, agar tidak melemah keimanan dan komitmennya. Jangan terlalu banyak basa-basi, sehingga kelak Anda dianggap ikut andil dalam melemahkan kehidupan Ummat ini. Sudahi basa-basi itu, sebab kondisi saat ini membutuhkan ketegasan, sehingga bisa memberikan arah yang jelas. Era basa-basi adalah era tahun 70-an. Kini sudah abad 21, jadi beda tantangannya.

Inilah setitik kerisauan yang ingin diutarakan. Mungkin akan ada yang menuduh, “Ini paranoid.” Tetapi kalau Anda teliti melihat situasi riil yang melingkupi kehidupan Ummat saat ini, niscaya akan Anda tarik kembali tuduhan itu.

Semoga Allah menganugerahkan keselamatan lahir-bathin, dunia-Akhirat, kepada kita semua. Allahumma aamiin.

Abi Syakir.

Jumat, 09 September 2011

Anda Ingin Bermaksiat ??? Penuhi dulu Syarat-Syarat nya !!

oleh Azzam Al Intifadha pada 09 September 2011 jam 14:13

ذهب رجل إلى إبراهيم أين أدهم وقال له : يا أبا اسحق أنى مسرف على نفسي في ارتكاب المعاصي فاعرض علي ما يكون لها زاجرا ومستنقذ قال : أن قبلت خمس خصال وقدرت عليها لم تضرك المعصية ولم توبقك لذة ، قال : هات يا أبا اسحق قال : أما الأولى فإذا أردت أن تعصى الله عز وجل فلا تأكل من رزقه قال فمن أين آكل وكل ما في الأرض من رزقه ؟ قال : يأخذا أفيحسن بك أن تأكل رزقه وتعصيه ؟ قال : لا هات الثانية : قال وإذا أردت أن تعصيه فلا تسكن شيئا من بلاده قال : هذه اعظم من الأولى يأخذا إذا كان المشرق والمغرب وما بينهما ملك له فأين أسكن ؟ قال يأخذا أفيحسن بك أن تأكل رزقه وتسكن بلاده وتعصيه ؟ قال : هات الثالثة : قال وإذا أردت أن تعصيه وأنت تحت رزقه وبلاده فانظر موضعا لا يراك فيه فاعصه فيه قال يا إبراهيم ما هذا وهو يعلم السر و أخفي قال : يا هذا أفيحسن بك أن تأكل رزقه وتسكن بلاده وتعصيه وهو يراك ويعلم ما تجاهر به ؟ قال : لا هات الرابعة قال : فإذا جاءك ملك الموت ليقبض روحك فقل له أخرني حتى أتوب توبة نصوحا وأعمل لله صالحا ، قال : لا يقبل مني قال : يأخذا أفأنت إذا لم تقدر أن تدفع عنك الموت لتتوب وتعلم أنه إذا جاءك لم يكن له تأخير فكيف ترجو وجه الخلاص ؟ قال : هات الخامسة قال : إذا جاءك الزبانية يوم القيامة ليأخذوك إلى النار فلا تذهب معهم قال : انهم لا يدعونني ولا يقبلون مني قال : فكيف ترجو النجاة أذن ؟ قال له يا إبراهيم حسبي حسبي ، أنا أستغفر الله وأتوب إليه ولزم العبادة والأدب مع الله حتى فارق الدنيا

Artinya:


Seseorang menemui Ibrohim bin Adham lalu berkata, “Wahai Abu Ishaq, sungguh aku orang yang berlebihan pada diriku dalam melakukan ma’shiyat. Maka sampaikanlah padaku sesuatu yang dapat membuatku jera dan menyelamatkanku.”

Sabtu, 03 September 2011

JAUHILAH MAKSIAT WAHAI MUJAHID

  • DIENUL ISLAM ADALAH NASEHAT 
Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam bersabda :

 “Dienul Islam adalah Nasehat”. kami bertanya : “Milik (bagi) siapakah ya Rasulullah ?” Rasulullah menjawab : “Milik Allah, Kitab-Nya (Al Qur’an), Rasul-Nya dan juga kaum muslimin, baik  para  pemimpinnya maupun orang-orang awam”. (HR Bukhari Muslim)

Inilah yang diajarkan oleh Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam suri teladan kita, agar kita saling memberi nasehat  menuju ketaqwaan dan kebajikan  dan ini pula yang mendorong penulis untuk menyusun nasehat ini.

Semoga Allah mengampuni kelemahan penulis dan kekurangannya dalam memadukan antara ilmu dan amal, antara tulisan dan tindakan. Semoga nasehat ini bermanfaat bagi penulis dan keluarga khususnya, dan juga bagi kaum muslimin seluruhnya. Amien.

إِلَهِى لاَ تُعَذِّبْنىِ فإَِنِّى              مُقِرّاً بِالَّذِى قَدْ كاَنَ مِنِّى
يَظُنُّ النّاَسُ بِى خَيْراً فَإِنِّى    لَشَرُّ الْخَلْقِ لَوْ لَمْ تَعْفُ عَنِّى
فَماَ لِي حِيْلَةٌ إِلاَّ رَجاَئِيْ    وَعَفْوَكَ إِنْ عَفَوْتَ وَحُسْنَ ظَنِّي


Ya Allah....  janganlah Engkau siksa diriku  
karena aku telah mengakui segala dosa-dosaku
Manusia menyangka diriku adalah orang baik,
Padahal akulah se buruk-buruk makhluk-Mu,
 Jika Engkau tak  sudi Mengampuniku
Tak ada lagi dayaku selain mengharap rahmat dan ampunan-Mu
Serta husnudzdzon akan belas kasih-Mu

Kamis, 25 Agustus 2011

KORUPSI, SUAP DAN RIBA DALAM PANDANGAN SYARI'AH ISLAM

  • HUKUM SYARI’AH TENTANG KORUPSI

Diriwayatkan dari Abu Humaid As Sa’idi beliau berkata : “Suatu hari Rasulullah menyuruh seseorang bernama Ibnu Utabiyyah untuk mengumpulkan zakat dari Bani Asad.  Sesampainya di hadapan Rasulullah, Ibnu Utabiyyah berkata : “Ya Rasulullah, ini zakat untukmu dari  Bani Asad sedangkan ini hadiah buat saya”. Seketika itu Rasulullah berdiri ke atas mimbar, dan setelah membaca tahmid kemudian beliau berpidato : “Apa yang terjadi dengan utusan yang aku kirim ke Bani Asad, ia mengatakan ini untukmu dan ini hadiah buatku ? Lihatlah !!! Seandainya dia hanya duduk-duduk di rumahnya atau rumah orangtuanya apa mungkin ada orang yang datang memberinya hadiah seperti ini ? Demi Dzat yang jiwaku di Tangan-Nya, tidak lah ia membawa apapun walau hanya sedikit kecuali kelak di hari kiamat akan dipikulkan ke atas pundaknya, walaupun itu hanya seekor unta, sapi atau seekor kambing”. Kemudian Rasulullah mengangkat tangannya sampai kelihatan ketiak beliau seraya berkata : “Ya Allah… bukankah telah aku sampaikan ? Ya Allah.. saksikanlah .. !!  (HR. Bukhari & Muslim)

Kamis, 04 Agustus 2011

KUFUR SETELAH BERIMAN




Dr. Khalid bin Abdurrahman al-Juraysi ditanya, “Apakah garis pemisah di antara kufur dan islam? Apakah orang yang mengucapkan dua kalimah syahadat kemudian melakukan perbuatan yang bertentangan dengannya masuk dalam golongan kaum muslimin, sekalipun ia tetap shalat dan puasa?”
Maka beliau menjawab, “Garis pemisah di antara kufur dan islam adalah: mengucapkan dua kalimah syahadat dengan benar dan ikhlas dan mengamalkan tuntutan keduanya.

Maka barangsiapa yang terealisasi hal itu padanya maka dia seorang muslim yang beriman. Adapun orang yang munafik, maka dia tidak jujur dan tidak ikhlas maka dia bukanlah seorang mukmin. Demikian pula orang yang mengucapkan dua kalimah syahadat dan melakukan perbuatan syirik yang bertentangan dengan keduanya, seperti orang yang meminta tolong kepada orang yang sudah meninggal di saat susah atau senang, orang yang lebih mengutamakan hukum-hukum positif (buatan manusia) di atas hukum yang diturunkan Allah, orang yang mengolok-olok al-Qur`an atau yang shahih dari sunnah Rasulullah maka dia adalah kafir, sekalipun ia mengucapkan dua kalimah syahadat, shalat dan puasa.”

Kedudukan dan Peranan DZIKRULLAH di masa fitnah menjelang hadirnya Ad-Dajjal




بسم الله الرحمن الرحيم

Di dalam bukunya yang berjudul “Kisah Dajjal dan Turunnya Nabi Isa ‘alahissalam Untuk Membunuhnya”, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah menulis sebagai berikut:

“Asma’ berkata: “Akan tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa sehingga aku khawatir terkena musibah kelaparan, dan apa yang bisa dimakan oleh kaum mukmin pada waktu itu?” Jawab Nabi صلى الله عليه و سلم :

يَجْزِيهِمْ مَا يَجْزِي أَهْلَ السَّمَاءِ

“Allah سبحانه و تعالى mencukupkan kepada mereka dengan makanan yang diberikan kepada penduduk langit (Malaikat).” (HR Ahmad 26298)

Era Badai Fitnah Ancaman Dosa Riddah



Dalam sebuah hadits shahih Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم menggambarkan bakal tibanya suatu masa di Akhir Zaman dimana fitnah datang secara massif sehingga dunia digambarkan menjadi laksana malam yang gelap gulita. Selanjutnya Nabi صلى الله عليه و سلم menerangkan betapa di masa itu jenis pelanggaran yang dilakukan kaum muslimin tidak lagi dapat digolongkan sebagai dosa kecil, bahkan tidak juga dosa besar. Sebab betapapun besarnya dosa seseorang, namun jika ia masih memiliki iman-tauhid yang benar dan ia bertaubat dengan sungguh-sungguh, niscaya Allah سبحانه و تعالى akan mengampuninya. Di era badai fitnah, kata Nabi صلى الله عليه و سلم , ancaman terbesar ialah kaum muslimin bakal melakukan pelanggaran yang tergolong nawaqidh al-iman (pembatal keislaman) alias terjangkiti virus MTS (Murtad Tanpa Sadar).

Pagi hari seorang lelaki masih beriman, tiba-tiba sore harinya ia telah menjadi kafir. Atau sore hari seseorang masih beriman, tiba-tiba pagi harinya ia telah menjadi kafir. Nabi صلى الله عليه و سلم tidak mengatakan “seseorang di pagi hari berbuat kebaikan, lalu di sore harinya berbuat kejahatan”. Tidak..! Tapi secara eksplisit Nabi صلى الله عليه و سلم mengatakan “pagi beriman, sore kafir.” Perbandingannya bukan antara berbuat baik dengan berbuat jahat, tetapi antara beriman dan kafir.

Minggu, 31 Juli 2011

Komentar musuh-musuh Islam terhadap karakter Mujahidin



Ketika Heraklius (Kaisar Romawi) akan berangkat ke Konstantinopel,


tiba-tiba ia disusul seorang laki-laki Romawi yang pernah ditawan pasukan Islam.


“Ceritakan kepada tentang orang-orang Islam!” pinta Heraklius.


“Aku akan menceritakan mereka untuk Anda seolah-olah Anda melihatnya sendiri,” jawab lelaki itu.


“Mereka adalah prajurit berkuda di siang hari dan rahib dimalam hari.
 

Mereka tidak makan dari orang-orang kafir dzimmi kecuali dengan harga (membelinya).

Sabtu, 30 Juli 2011

Bukti kegigihan Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam menjaga Tauhid

بسم الله الرحمن الرحيم

 Rasulullah  صلى الله عليه وسلم sungguh bersemangat selama hidupnya sebagai Rasul untuk mengabadikan dua pokok tauhid itu: Laa ilaaha illallaah, Muhammadur Rasuulullaah. Agar keduanya tetap bersih lagi jernih, maka beliau sama sekali tidak membolehkkan pengotoran dua pokok tauhid ini., walaupun terhadap orang yang paling dicintai dan paling terkesan baginya.

    Bukti-buktinya;

  • A. Beliau pada suatu hari melihat di tangan Umar bin Khathab ra ada selembar kertas (waraqah) dari Taurat, dan Umar telah mengagumi apa yang ada di dalamnya, maka Rasulullah   صلى الله عليه وسلم marah dengan kemarahan yang keras, dan beliau berkata:

Rabu, 27 Juli 2011

Zuhud Terhadap Dunia : Obat Mujarab Penyembuh Wahn

oleh Fuad Al Hazimi pada 31 Mei 2011 jam 22:06

  • KEUTAMAAN ZUHUD TERHADAP DUNIA

Ulama salaf berkata :

إِنَّ الإِبْتِلاَءَ بِالنَّعِيْمِ أَشَدُّ وَأَقْصَي مِنَ الإِبْتِلاَءِ بِالضِّيْقِ وَالْفَقْرِ ِلأَنَّهُ يُلْهِي وَيُطْغِي

“Ujian yang ditimpakan oleh Allah kepada manusia dalam bentuk kenikmatan, adalah lebih dahsyat dan berat dibandingkan dalam bentuk kesusahan dan kesulitan, karena kenikmatan cenderung melenakan dan menyebabkan keingkaran” 


Sebagian ulama berkata : “Sifat zuhud adalah jika seseorang mendapatkan bagian dari dunia, ia tidak terlalu bergembira dan jika ia kehilangan sebagian dari nikmat dunianya ia tidak bersedih dengan berlebihan”

CARA "MUDAH" MERAIH JANNAH

oleh Fuad Al Hazimi pada 04 Juni 2011 jam 23:32
 
 
SOSOK ORANG BIASA CALON PENGHUNI SURGA
Dari Anas Bin Malik Radhiyallohu 'Anhu belia meriwayatkan :

Suatu ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah Shollallohu 'alaihi Wasallam tiba-tiba belia bersabda : “Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki ahli surga”. Tidak lama kemudian datanglah seseorang –yang tidak begitu dikenal- dari kalanagn Anshar, yang jenggotnya masih basah dengan air wudhu’ sambil menenteng sandal di tangan kirinya. Keesokan harinya kami duduk-duduk bersama Rasulullah Shollallohu 'alaihi Wasallam dan beliau mengatakan hal sama dan muncullah orang yang sama dengan melakukan hal yang sama pula. Demikian terjadi hingga tiga hari berturut-turut.

Ketika Rasulullah berdiri dari tempat duduk beliau –dan majlis tersebut bubar- Abdullah bin Amr  bin Ash mengikuti laki-laki tersebut seraya berkata : “Aku sedang bertengkar dengan ayahku dan aku bersumpah tidak akan pulang ke rumah sampai tiga hari ini. Bolehkah aku menginap di rumahmu wahai saudaraku ?” Orang itu ternyata mengijinkan.
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...