Ads 468x60px

.

Sabtu, 19 Maret 2011

BERFIKIR



Apa yang dinilai dari seorang manusia?

Bila pertanyaan itu diajukan,maka sepintas akan ada yang menjawab dari bajunya,gayanya,pangkatnya,kekayaanya dll,namun sebenarnya yang di nilai dari manusia adalah perbuatannya...Kita akan senang bila berteman dengan orang yang baik akhlak dan pekertinya...Kitapun akan benci dengan orang yang buruk perangainya...Masalah gaya rambut,pakaian ,postur tubuhnya menjadi tidak penting lagi,dan manusia akan selalu melakukan perbuatan selama dia masih bernafas


Lalu apa yang mendorong manusia melakukan aktifitas yang benama “perbuatan” itu?...Adalah kebutuhan jasmani dan kebutuhan nalurinya

* Kebutuhan jasmani bila tidak terpenuhi maka manusia akan mati,seperti makan,tidur atau bahkan buang hajat,semua adalah kebutuhan jasmani
* Kebutuhan naluri bila tidak terpenuhi manusia tidak akan mati tapi hidupnya menjadi sengsara.Dan kebutuhan naluri ini bisa dibagi menjadi tiga:

1.Naluri mempertahankan diri.
Wujudnya bisa berupa reaksi pembelaan bila eksistensinya terancam,seperti di hina dan lainnya...bila ini tidak terpenuhi manusia tidak akan mati tapi hidupnya sengsara...bisa kita banyangkan saudara kita yg hidup di daerah konflik macam,afganistan,irak atau palestina,pasti hidupnya tertekan dan tidak akan bisa menikmati bagusnya film naruto shippuuden atau lucunya spongebob/the simpson,etc...Karena memang situasinya mengancam existensinya dan tidak memungkinkan untuk melakukan aktifitas remeh temeh spt itu

2. Naluri melanjutkan keturunan.
Wujudnya bisa berupa rasa cinta kasih,ketertarikan pada lawan jenis dll...Bila ini tidak terpenuhi manusia tidak mati tapi hidupnya akan sengsara...Para biarawan yang ingin memberangus naluri ini walaupun sekilas bisa,namun fakta dilapangan banyak menunjukan terjadinya penyimpangan orientasi seksual

3.Naluri ber-Tuhan.
Walau kadang dari para kaum atheis mengingkari hal ini,namun bukti menunjukkan jika manusia dalam keadaan sakaratul maut/mendekati mati,mereka akan menyadari adanya naluri ber Tuhan ini,seperti kisah Firaun ketika tenggelam.

Dalam lingkup kecil mengidolakan suatu tokoh juga merupakan naluri ini,bahkan sampai ada fans yang rela melakukan apa saja demi idolanya,atau mengagungkan tokoh spt membuat patungnya adalah wujud dari naluri ber-Tuhan...Namun 2 dorongan yang mengakibatkan manusia melakukan perbuatan ,yakni dorongan jasmani dan dorongan naluri tadi,adalah paket yang sudah diberikan oleh sang pencipta,adalah fitrah manusia yang tidak bisa dirubah...

Lalu bagaimana jika ingin merubah perbuatan manusia?

Ternyata ada faktor lain yang juga mendorong manusia melakukan perbuatan,selain ke2 faktor alamiah tadi,yakni perasaan dan pemikiran...Dan sebenarnya pemikiranlah yang membentuk perasaan...Misal : bagi masyarakat suatu kampung yang sudah ada rumor yang berkambang bahwa di pojokan desa adalah tempat yang angker...Karena pemikiran ini sdh tertanam dalam kepala masyarakat ,maka ketika mereka lewat tempat itu akan timbul perasaan yang takut,dan ngeri.

Sebaliknya orang asing yang tidak tahu menahu tentang kabar tsb,dia akan biasa saja melenggang tanpa ada rasa was was melewati pojokan desa tadi...Jadi ini adalah bukti bahwa pemikiranlah yang membentuk perasaan...Jadi jika ingin merubah perbuatan,rubahlah dulu pemikirannya...Karena beda pemikiran akan menimbulkan perbedaan dalam perbuatannya

Misal,kebutuhan naluri melanjutkan keturunan,yang wujudnya bisa berupa hubungan pria dan wanita...Bagi kaum liberal bisa saja mereka jajan di tempat prostitusi,tapi bagi orang muslim yang pemikirannya sudah terikat kuat oleh syariatnya pemuasan naluri ini akan di tempuh lewat jalur yg dinamakan pernikahan,jadi beda cara berfikir beda juga hasil perbuatannya

Atau misal : pemenuhan kebutuhan jasmani spt makan,bagi orang non muslim mereka tidak masalah memakan daging babi,tapi bagi seorang muslim yang kuat dia akan memilih sate ayam atau sate kambing,walaupun katanya daging babi adalah paling enak

Lalu apakah sebenarnya aktifitas yang dinamakan berfikir itu?

Atau lebih tepatnya komponen apa saja yg diperlukan dalam proses berfikir...Ternyata ada 4 komponen,yaitu :

1. Objek yang di pikirkan.
Ini mutlak harus ada karena bagaimana mau memikirkan sesuatu yang objek bentuknya tidak ada

2. Alat pengindera.
Lebih tepatnya mata yg didukung panca indera lainnya,walaupun ada gelas di depan kita kalau mata kita buta ,jelas kita tidak akan bisa memikirkan bentuk gelas itu spt apa...Baru setelah kita melihat,memegang,mendengar kita akan tahu bentuk gelas itu spt apa,jadi alat pengindera dalam proses berfikir adalah mutlak

3. Otak.
Walau objek ada,alat pengidera ada jika otak error,maka proses berfikir ini tidak jalan,pernah berbincang dgn orang gila? Pasti tidak akan nyambung,jadi otak adalah komponen ketiga dlm proses berfikir

4. Adanya informasi sebelumnya.
Namun untuk syarat ke 4 ini kembali kaum atheis tdk sependapat,akan kita jelaskan alasan mereka menolak syarat ke 4 ini di bahasan belakang..

Adanya informasi sebelumnya adalah mutlak diperlukan...Misal : saia kasih anda buku bertuliskan bahasa Russia...Walau buku itu anda bolak balik jika memang kita tdk pernah belajar bahasa russia kita tidak akan tahu apa isi buku tsb,karena memang kita tidak ada informasi sebelumnya tentang bahasa russia...Atau misal : kita pikirkan “qarubita”,kita pasti blank tidak tahu itu wujud apa,benda ,atau manusia,makanan kah? Karena memang belum pernah ada informasi sebelumnya tentang qarubita...Maka adanya informasi sebelumnya adalah syarat agar proses berfikir itu bisa jalan

Seorang anak SD dia tidak akan tahu perkalian ,4 x 2 = 8,sebelum dia di ajari proses penjumlahan 1 + 1 = 2 ... Seorang anak kecil juga tidak akan mampu berkomunikasi jika orang tuannya tidak mengajarinya bicara sejak kecil...Lalu siapakah yang mengajari manusia nama benda di seluruh kehidupannya? Jawaban yg simpel adalah manusia memang sudah diajari oleh orang tuanya sejak kecil...Lalu siapa yg mengajari orang tuanya? Kakek neneknya?Lalu siapa yg mengajari kakek neneknya? Buyut2nya?Lalu siapa yg mengajari buyut2nya?Bila pertanyaan ini terus dirunut dan di kerucutkan maka akan kita dapati bahwa manusia yg mula 2 di muka bumi ini adalah sedikit...Lalu siapa yang mengajari manusia yg pertama kali ada di muka bumi?

Inilah kenapa orang atheis menolak keharusan adanya informasi sebelumnya dalam proses berfikir...Karena bila dirunut ,maka mengharuskan adanya Zat Yang Maha Tahu yg memberikan informasi awal tentang nama benda kepada manusia...Jadi mereka mau tidak mau harus mengakui keberadaan zat Yang Maha Tahu tsb,jika syarat ini mereka terima maka runtuhlah landasan dasar yg menjadi ideologi atheis mereka

Jadi ke 4 komponen tadi adalah syarat untuk melakukan proses berfikir...Lalu berfikir itu sendiri bisa dibagi dalam 3 kategori,yaitu :

1.Berfikir dangkal,
2.Berfikir dalam
3.Berfikir cemerlang /komprehensif

Bila tiba tiba di depan kita ada gelas berisi air,maka :

-Orang yang berfikir dangkal akan langsung meminumnya tanpa cek dulu,itu air apa,panas atau dingin,bersih atau kotor,mentah atau masak...

-Orang yang berfikir dalam akan terlebih dahulu meneliti dgn seksama air itu,bahkan sampai tingkat detilnya,apakah air ini panas atau dingin,mentah atau masak,beracun atau tidak,komponen air itu terdiri dari apa saja,apakah H2O dll,berapakah kandungan proton dan neutronnya,mendidih dalam suhu berapa,etc...Orang yang berfikir dalam akan terus mengekplorasi objek surveinya dgn sangat teliti,namun sebatas objek itu saja...Mungkin pemkiran orang2 atheis hanya terbatas sampai dalam proses berfikir dalam ini...Misal : seorang scientist atheis dia meneliti air,dia begitu detailnya meneliti setiap komponen partikel air,apa saja kandungan air tsb,lalu diadakan riset ,air itu didihkan,menjadi uap,uap lalu menjadi air lagi,begitu terus eksperimen itu di ulang2,dalam siklus yang di ulang2 itu...Akhirnya sampai kepada kesimpulan ini hanyalah siklus yang alamiah,tidak ada dan tidak saya temukan Tuhan di sana...Bahkan pernah ada seorang astronot yang menjelajah angkasa,dia berkata saia telah melihat tata surya ,tapi saia tidak melihat Tuhan ada disana...Kenapa? Karena orang yg berfikir dalam hanya focus pada objek nya saja ,otaknya hanya terpaku pada seputar objek surveinya atau yang mampu tertangkap oleh indera...Bahkan jika ia begitu cermatnya melakukan eksperimen ia hanya terpaku pada keberadaan objek tsbt

-Orang yang berfikir cemerlang /komprehensif...Selain dia meneliti dgn seksama air yang ada di depannya, dia pun menghubungkan objek tersebut dengan segala hal diluar yang mungkin terkait dengan keberadaan segelas air tsb,apakah bila saya minum air ini ada yang marah?...Untuk siapa air ini disiapkan?...Kenapa air ini harus mendidih pada suhu 100 derajat c?siapa yg membatasahi suhu didih tsbt?dll ,jadi berfikir cemerlang dalah mengaitkan suatu objek dgn objek lain yg mungkin terkait dgnnya

Seorang astronot yg atheis tidak akan menemukan Tuhan,walaupun dia telah melihat agungnya tata surya,krn ia hanya sebatas memandang planet2 tsb sebagai objek tidak lebih...Dia tidak meneruskan siapa yang mengatur di balik sistem tata surya itu...Kenapa semua planet berputar pada rotasinya dgn kecepatan tertentu?Kenapa rotasi matahari harus berkecepatan sedemikian rupa?Kenapa matahari harus mempunyai suhu yg begitu panasnya,sehingga dengannya mampu menerangi planet lainnya?Kenapa bumi harus ada dalam urutan ke 3 dalam tata surya kita,sehingga dgnnya segala makluk hidup dapan survive dan berkembang,tanpa kedinginan dan kepanasan?Kenapa bumi harus berputar pada porosnya sehingga terjadi keteraturan siang dan malam?Atau mungkin hal yg lebih simpel siapa yang membatasi kenapa titik didih air harus 100 derajat C?Apakah ini adalah suatu proses yang alamiah saja?Apakah suatu kebetulan belaka jika alam semesta ini sudah memilki keteraturan sejak awal keberadaannya?Apakah tidak menutup kemungkinan ada zat yang Maha mengatur itu semua?

Analogi yg mudah adalah spt ini : Jika kita duduk di dalam rumah dan pintu di tutup,tiba2 ada suara tok tok tok,pintu berbunyi...Tentu dalam pikiran kita akan langsung tahu bahwa ada sesuatu yang menyebabkan pintu itu berbunyi? Apakah ada tamu,atau anak kecil memukulnya dgn kayu,atau mungkin kucing sedang mengejar tikus,dll ? ... Yang jelas diluar pintu itu pasti ada sesuatu yg menyebabkan bunyi tsb

Atau ketika Nabi bertanya pada seorang Arab Badui,kenapa anda percaya dgn Sang Maha Pencipta?Diapun menjawab,ya Nabi anda lihatkan bekas jejak di padang pasir itu,pasti tadi ada sesuatu yang telah lewat disini,begitu juga keberadaan alam semesta ini,jika alam semesta ini ada, tentu ada yg Menciptakannya

Jadi salah dalam berfikir akan salah dalam berbuat,masih untung jika salah meminum air panas dikira dingin ,paling mulut kita sakit sebentar...Namun jika salah dalam memandang hidup karena salah sejak berfikirnya ,maka segala perbuatan hidup kita akan mengikuti proses berfikir kita yang sudah salah sejak awal ,ini sungguh tragis,karena setelah manusia itu mati ia tidak akan lagi punya kesempatan untuk memperbaiki hidupnya

Bagi orang atheis,mereka memandang Tuhan itu tidak ada,jadi hidup ini ya hanya di dunia ini...Karena pola dasar berfikir mereka spt itu ,maka dalam hidupnya mereka akan berupaya sekuat tenaga untuk mencapai kesuksesan,dan mengumpulkan materi sebanyaknya ,demi memperoleh kenikmatan dunia...Karena jika mereka mati selesai sudahlah hidupnya...Maka bisa kita dapati mengapa orang atheis dalam bekerja mereka terkadang lebih giat dan keras dibandingkan dgn orang yg beragama,krn memang tujuan mereka adalah hidup itu sendiri,selain itu tidak ada

Bagi orang sekuler,mereka memandang hiduppun dgn pola pikir yg berbeda pula...Mereka mempercayai Tuhan,mempercayai kehidupan setelah mati,namun mereka menolak menerapkan hukum Tuhan dalam kehidupannya...Sebenarnya cara pandang sekulerisme ini amat lucu,kalo tidak mau dibilang salah kaprah.

Maka akan kita dapati bahwa dalam beragamapun orang sekuler ini setengah setengah,mengambil hukum agama setengah setengah...Mereka takut dosa tapi juga melakukan korupsi,maka cermin nyata dari masyarakat sekuler ini adalah wajah masyarakat yg Hypokrit,agama di jadikan budaya dan budaya di jadikan agama...Inilah rupa kehidupan masyarakat kita saat ini !

Wallahu'alam

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...