Ads 468x60px

.

Rabu, 16 Maret 2011

Kepada Mereka Yang Mendukung Life Style Ala Barat

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Kepada mereka yang mengatakan ini hal lumrah
Kepada mereka yang mengatakan ini adalah budaya
Kepada mereka yang mengatakan ini adalah hal yang biasa
Kepada mereka yang mengatakan ini kehidupan kami
Kepada mereka yang mengatakan ini kesalahan kecil
Kepada mereka yang mengatakan ini adalah yang lainnya


perhatikan ini wahai manusia yang mengumbar aurat
perhatikan ini wahai manusia yang membeberkan aib
perhatikan ini wahai manusia yang menyalahkan yang benar
perhatikan ini wahai manusia yang membenarkan yang salah
perhatikan ini wahai manusia yang gemar perzinaan

Berani kah kalian melakukan hal2 dibawah ini duhai para Pengusung Seni.....!!!


وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنَّ شَرَّ اَلنَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اَللَّهِ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ ; اَلرَّجُلُ يُفْضِي إِلَى اِمْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ , ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا ) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Said al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullaah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Orang yang paling jelek derajatnya di sisi ALLAH pada hari kiamat ialah orang yang bersetubuh dengan istrinya, kemudian ia membuka rahasianya. Dengan menceritakannya " Riwayat Muslim. َ Rasulullaah shallallaahu alaihi wasallam mengingatkan kriteria orang yang paling hina di sisi ALLAH pada hari kiamat ketika pasangan suami istri melakukan hubungan badan yang syah karena didikat dengan pernikahan lalu menceritakan hubungan badannya kepada orang lain dengan mulutnya, lalu bagaimana dengan pasangan yang melakukan hubungan badan yang tidak syah karena tidak diikat dengan tali pernikahan sementara pengalamannya disebarluaskan tidak hanya dengan mulut akan tetapi lewat rekaman gambar ? Kalau toh yang bersangkutan dengan tangisannya meminta maaf kepada masyarakat akan tetapi tidak ada satupun ucapannya yang keluar beristighfar memohon ampun kepada ALLAH.

Bedakan sikap artis tersebut dengan pengakuan tulus dari seorang lelaki pada jaman rasulullaah shallallaahu alaihi wasallam dan seorang wanita dari Juhainah, pengakuan jujur tanpa dipaksa dan didesak oleh masyarakat sebelumnya meskipun pengakuannya harus berujung kepada kematian yang menyakitkan sebelumnya sebagaimana tersebut dalam sebuah riwayat :

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: ( أَتَى رَجُلٌ مِنْ اَلْمُسْلِمِينَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم -وَهُوَ فِي اَلْمَسْجِدِ- فَنَادَاهُ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! إِنِّي زَنَيْتُ, فَأَعْرَضَ عَنْهُ, فَتَنَحَّى تِلْقَاءَ وَجْهِهِ, فَقَالَ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! إِنِّي زَنَيْتُ, فَأَعْرَضَ عَنْهُ, حَتَّى ثَنَّى ذَلِكَ عَلَيْهِ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ, فَلَمَّا شَهِدَ عَلَى. نَفْسِهِ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ. دَعَاهُ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ أَبِكَ جُنُونٌ? قَالَ لَا قَالَ: فَهَلْ أَحْصَنْتَ? قَالَ: نَعَمْ فَقَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اِذْهَبُوا بِهِ فَارْجُمُوهُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu berkata: Ada seorang dari kaum muslimin menemui Rasulullaah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ketika beliau sedang berada di masjid. Ia menyeru beliau dan berkata: wahai Rasulullaah, sungguh aku telah berzina. Beliau berpaling darinya dan orang itu berputar menghadap wajah beliau, lalu berkata: Wahai Rasulullaah, sungguh aku telah berzina. Beliau memalingkan muka lagi, hingga orang itu mengulangi ucapannya empat kali. Setelah ia bersaksi dengan kesalahannya sendiri empat kali, Rasulullaah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memanggilnya dan bersabda: "Apakah engkau gila?". Ia menjawab: Tidak. Beliau bertanya: "Apakah engkau sudah kawin?". Ia menjawab: Ya. Lalu Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "bawalah dia dan rajamlah." (Muttafaq Alaihi)

وَعَنْ عِمْرَانَ بْنِ حَصِينٍ رضي الله عنه ( أَنَّ اِمْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ أَتَتْ نَبِيَّ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم -وَهِيَ حُبْلَى مِنْ اَلزِّنَا-فَقَالَتْ: يَا نَبِيَّ اَللَّهِ! أَصَبْتُ حَدًّا, فَأَقِمْهُ عَلَيَّ, فَدَعَا نَبِيُّ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَلِيَّهَا. فَقَالَ: أَحْسِنْ إِلَيْهَا فَإِذَا وَضَعَتْ فَائْتِنِي بِهَا فَفَعَلَ فَأَمَرَ بِهَا فَشُكَّتْ عَلَيْهَا ثِيَابُهَا, ثُمَّ أَمَرَ بِهَا فَرُجِمَتْ, ثُمَّ صَلَّى عَلَيْهَا, فَقَالَ عُمَرُ: أَتُصَلِّي عَلَيْهَا يَا نَبِيَّ اَللَّهِ وَقَدْ زَنَتْ? فَقَالَ: لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ قُسِّمَتْ بَيْنَ سَبْعِينَ مِنْ أَهْلِ اَلْمَدِينَةِ لَوَسِعَتْهُمْ, وَهَلْ وَجَدَتْ أَفَضَلَ مِنْ أَنْ جَادَتْ بِنَفْسِهَا لِلَّهِ? ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

َ Dari Imran Ibnu Hushoin Radliyallaahu 'anhu bahwa ada seorang perempuan dari Juhainah menemui Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam -dia sedang hamil karena zina- dan berkata: Wahai Nabi ALLAH, aku harus dihukum, lakukanlah hukuman itu padaku. Lalu Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memanggil walinya dan bersabda: "Berbuat baiklah padanya, apabila ia melahirkan, bawalah bayi itu kepadaku." Kemudian beliau menyolatkannya. Berkatalah Umar: Apakah baginda menyolatkannya wahai Nabi ALLAH, padahal ia telah berzina? Beliau menjawab: "Ia benar-benar telah bertaubat yang sekiranya taubatnya dibagi antara tujuh puluh penduduk Madinah, niscaya cukup buat mereka. Apakah engkau mendapatkan seseorang yang lebih utama daripada ia menyerahkan dirinya karena ALLAH ?". (HR.Muslim)

Nastagfirullaah...

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...