Ads 468x60px

.

Jumat, 20 Mei 2011

Penyebab Kemusyrikan

HAL-HAL YANG MENYEBABKAN KEMUSYRIKAN DAN FAKTOR KESESATANNYA

KULTUS

وَقَالُوا لا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلا سُوَاعًا وَلا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa', yaghuts, ya'uq dan nasr".(QS.Nuh:23)


“Ini adalah nama orang-orang yang shalih dari kaum Nabi Nuh Alaihi Salaam ketika mereka meningggal, setan membisiki kaumnya supaya dibuatkan monument di tempat duduk mereka. Pada mulanya monument di tempat duduk mereka itu tidak di sembah, tetapi setelah lama waktu berselang dan ilmu agama mulai dilupakan, maka monument-monumen itu kemudian disembah.” (Shahih Al-Bukhari, Kitab At-Tafsir, 8/667)

A.Larangan Kultus dalam Agama    
    

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلالَةُ فَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ


Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).(QS.An-Nahl:36)

Ibnul Qoyyim berkata: “Thoghut adalah segala sesuatu yang mana seorang hamba itu melampaui batas padanya, baik berupa sesuatu yang diibadahi atau diikuti atau ditaati. Maka thoghut adalah segala sesuatu yang dijadikan pemutus perkara oleh suatu kaum, selain Alloh dan rosulNya, atau mereka ibadahi selain Alloh, atau mereka ikuti tanpa berdasarkan petunjuk dari Alloh, atau mereka taati pada perkara yang merekatidak tahu bahwa itu ketaatan kepada Alloh. Inilah thoghut didunia ini, apabila engkau renungkan keadaan manusia bersama thoghut ini engkau akan melihat mereka kebanyakan berpaling dari berhukum kepada Alloh dan RosulNya lalu berhukum kepada thoghut, dan berpaling dari mentaati Alloh dan mengikuti rosulNya lalu mentaati dan mengikuti thoghut.” (A’lamul Muwaqqi’in I/50)

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلا تَقُولُوا ثَلاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (QS.An Nisaa : 171)

“Jauhilah sikap ghuluw (melebihi batas, sikap kebangetan, ekstrim) karena yang mencelakakan umat sebelum kalian adalah sikap ghuluw.”(HR. Al-Bukhari)

B.Larangan Mengkultuskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam


عَنْ عُبَيْدِاللهِ بْنِ عَبْدِاللهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ سَمِعَ عُمَرَ رَضِي اللهُ عَنْهُمْ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لاَ تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ

Dari 'Ubaidillah bin Abdillah dari Ibnu 'Abbas, ia mendengan 'Umar radhiyallahu 'anhum berkata di atas mimbar : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Janganlah kalian mengkultuskan aku seperti orang-orang Nasrani mengkultuskan terhadap putra Maryam. Sesungguhnya aku adalah hamba Allah, maka katakanlah 'Abdullah (hamba Allah) dan Rasul-Nya” (HR. Al-Bukhari)


Taqlid dan mengikuti Tradisi Nenek Moyang


وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ

 Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?"(QS.Al Baqarah:170)

Ucapan Para Imam Menanggapi Taqlid dan Kultus

  • “Jika aku mengatakan suatu perkataan yang  bertentangan dengan kitab Allah dan kabar Rosulullah, maka tinggalkanlah perkataanku.” (Imam Abu Hanifah)

  • “Sesungguhnya saya hanyalah seorang manusia yang bisa salah dan bisa benar. Maka perhatikanlah pendapatku. setiap pendapat yang sesuai dengan Al-Kitab dan As-Sunnah, ambillah, dan yang tidak sesuai dengan Al-Kitab dan As-Sunnah, maka tinggalkanlah.” (Imam Malik Bin Anas)

  • “Apapun yang aku katakan, kemudian terdapat hadist shahih dari Nabi yang bertentangan dengan perkataanku, maka hadist Nabi adalah lebih utama. Olehnya, Janganlah kalian taqlid padaku.” (Imam Syafi’i)

  • “Janganlah engkau taqlid kepadaku. Jangan pula kepada Malik, Asy-Syafi’i, Al-Auza’i, maupun Ats-Tsauri. Tetapi ambillah dari mana mereka mengambil.” (Imam Ahmad bin Hanbal)


 Hal-Hal yang Dikultuskan

 1.Pemimpin

Pemimpin sesat menimbulkan kesesatan dan bahkan dikultuskan. Akibatnya mereka di akhirat dikutuk oleh peara pengikutnya, namun pengiukut itu pun tidak bias selamat dari siksa akibat mengikuti bujukan sesat pemimpinnya. ALLAH menjelaskan dalam Al-Qur’an:

وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلا
رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا

Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar".(QS.Al Ahzab:67-68)


“Dari Tsauban Radhiyallahu Anhu:



"...dan sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku hanyalah para pemimpin yang sesat dan jka jatuh ke tangan mereka pedang (prahara karena pertentangan) tidak akan hilang sampai hari kiamat dan tidak akan terjadi kiamat sampai suatu kelompok dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan (bahkan) sampai ada dari umatku yang menyembah berhala dan sesungguhnya akan ada ditengah umatku tiga puluh orang pendusta semuanya mengaku nabi dan (padahal) akulah nabi terakhir, tidak ada nabi setelahku, dan akan ada sekelompok dari umatku yang berada diatas kebenaran, senantiasa mendapat pertolongan, siapapun yang menghina dan menyalahi mereka tidak memudharatkan mereka sampai datang perintah ALLAH Subhanahu wa Ta'ala."(HR.Al Barqani dalam kitab Shahihnya)

2.Guru, Ulama, Syaikh, Guru mursyid. Kyai dan orang alim


اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.(QS.At-Taubah:31)

Di dalam atsar yang Hasan dari ‘Addiy ibnu Hatim (dia asalnya Nasrani kemudian masuk Islam), Rasulullah membacakan ayat itu di hadapan ‘Addiy, maka dia berkata: “Wahai Rasulullah, kami dahulu tidak pernah ibadah dan sujud kepada mereka (ahli ilmu dan para Rahib)”, maka Rasulullah berkata, “Bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan dan kalian ikut-ikutan menghalalkannya, bukankah mereka itu mengharamkan apa yang telah Allah halalkan, lalu kalian ikut-ikutan mengharamkannya?” ‘Addiy berkata, “Ya betul,” Rasulullah berkata lagi: “Itulah bentuk peribadatan orang-prang Nasrani kepada mereka itu.”


3.Hawa Nafsu


Bila manusia menjadi budak hawa nafsu maka sesatlah ia. Orang yang diperbudak hawa nafsu perut maka tidak lagi memperdulikan halal atau haram apa-apa yang masuk ke perutnya.. Orang yang diperbudak hawa nafsu seks maka tidak mau menjaga kemaluannya dari dosa bear zina. Orang yang diperbudak hawa nafsu ambisi kedudukan dan jabatan maka ia bisa menghalalkan segala cara untuk meraih jabatan atau kedudukan yang diinginkannya. Orang yang diperbudak hawa nafsu 'GILA KEMASYURAN" maka ia akan mencari jalan apapun agar terkenal. Bahkan orang yang beramal tapi mengikuti hawa nafsu riya' dan sum'ah (agar dilihat dan didengar orang), maka musnalah amalnya, bahkan dia berdosa.

Lebih tidak menguntungkan lagi bila orang yang diperbudak oleh hawa nafsu itu justru menjadi pemimpin. Akibatnya, terhadap harta dan kedudukan ia serakah. Terhadap seks ia tidak menjaga kehormatan dan kemaluannya. Terhadap kepentingan orang banyak, ia lebih mementingkan dirinya sendiri atau keluarganya atau golongannya. seingga rakyat hidupnya kembang kempis, tetapi pejabat yang model ini sibuk dan asyik dengan keserakahan hawa nafsunya.


أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلا تَذَكَّرُونَ

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?(QS.Al-Jatsiah:23)


4.Tradisi dan Paham yang Bertentangan dengan Hukum ALLAH

Orang-orang yang mempertahankan tradisi dan paham sesat yang bertentangan dengan hukum ALLAH, biasanya dipimpin oleh orang-orang elit yang hidupnya mewah. Mereka itulah musuh agama dan musuh setiap Rasul. Itu berarti musuh ALLAH sejati. Hingga ALLAh menghancurkan mereka akibat yang mereka pertahankan dan pendustaan terhadap agama ALLAH.

Ummah artinya cara hidup dan mahzab. Berkata Abu Ubaid, Qatadah dan yang lainnnya, Ummah adalah jalan hidup dan agama.(Fath Al-Qafir, Asy-Syaukani, Dar Al-Fikr, 5/551)

Imam Ath-Thabari menjelaskan: ALLAH tidak memberi kitab kepada mereka (orang-orang kafir), tetapi mereka mengatakan: Kami telah mendapati bapak-bapak kami yang dahulu sebelum kami, diatas agama dan kepercayaan)

Katakanlah whai Muhammad kepada orang2 musyrik. Apakah (kalian akan mengikuti mereka juga) walaupun aku membawa untuk kalian jalan yang lebih selamat dan aku tunjuki kalian ke jalan kebenaran, dibanding apa yang kalian dapati agama dan kepercayaan bapak2 kalian? Mereka menjawabnya dengan berkata: Sesungguhnya kami terhadap agama yangh kalian diutus padanya itu kami membanyah dan mengingkari. Maka ALLAH membinasakan bangsa2 yang kafir kepada Tuhannya, dengan menghalalkan adzab pada merelka. Maka lihatlah wahai Muhammad, bagaimana dulu akhir perkara mereka. Apakah tidak (kamu perhatikan bahwa) kami hancurkan mereka itu lalu kami jadikan mereka sebagai pelajaran bagi lainnya? (Mukhtashar Tafsir Ath-Thabari, juz 2, hlm 328)

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...