Ads 468x60px

.

Sabtu, 14 Mei 2011

WALA’ DAN BARA’ DALAM ISLAM (Bag.2)

Beberapa Fenomena Yang Tampak Dari Sikap Wala' Terhadap Kaum Muslimin

1.Hijrah ke negeri kaum muslimin dan meninggalkan negeri kaum kafir.


Hijrah adalah berpindah dari negeri kafir ke negeri muslim dengan maksud untuk menyelamatkan agama. Hijrah dengan pengertian dan tujuan seperti ini adalah wajib dan tetap ada sampai matahati terbit dari barat pada saat datangnya hari kiamat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlepas diri dari setiap muslim yang menetap di tengah-tengah kaum musyrikin, oleh karena itu diharamkan atas setiap muslim menetap di negeri kaum kafir, kecualli bila dia tidak mampu hijrah meninggalkan tanah air orang kafir atau keberadaannya di sana membawa manfaat bagi agama, seperti untuk berda’wah ke jalan Allah dan menyebarkan Islam.


Allah–subhaanahu wa ta’ala-berfirman :

 “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab : "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah)". Para malaikat berkata : "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki, atau wanita, ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah). Mereka itu mudah-mudahan Allah mema'afkannya. Dan adalah Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.” (Q.S; An-Nisa’ : 97-99).

2.Berusaha menolong dan membantu kaum muslimin dengan jiwa, harta dan lisan, dalam segala hal yang mereka butuhkan, baik dalam urusan agama maupun dunia.


Allah –subhaanahu wa ta’ala- berfirman :
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.” (Q.S; At-Taubah :71).

“(Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan) pembelaan agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka.” (Q.S; Al-Anfal : 72).

3.Turut merasakan sakit yang mereka rasakan dan ikut bergembira dengan kegembiraan mereka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda :

 “Perumpamaan kaum muslimin di dalam kasih sanyangnya, belas kasihnya dan sayang-menyayanginya bagaikan satu tubuh, apabila satu bagian tubuh merasa sakit (menderita) maka seluruh tubuh menjadi demam dan tidak bisa tidur karenanya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda :

 “Seorang mukmin yang satu dengan mukmin yang lainnya bagaikan bangunan yang kuat, menguatkan sebagian yang satu atas sebahagian yang lainnya.” Dan Nabi r merapatkan jari-jarinya (memberi perumpamaan).

4.Memberikan nasehat kepada mereka, menyukai kebaikan bagi mereka, tidak berkhianat dan tidak menipunya.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

 “Orang muslim adalah saudara muslim yang lain, tidak mengolok-oloknya, tidak merendahkannya dan tidak pula menyerahkanya (kepada bahaya). Cukuplah sebagai kejahatan seorang muslim yang mengolok-olok saudaranya yang lain. Setiap muslim atas muslim lainnya adalah haram, darahnya, hartanya dan kehormatannya.”

 “Janganlah kalian saling membenci, saling membelakangi, saling menawar dagangan dengan harga yang tinggi untuk menipu orang lain agar ia membeli dengan harga yang tinggi dan jangan menjual (dagangan) atas transaksi jual beli muslim lainnya. Jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara.”

5.Menghormati dan memuliakan kaum muslimin serta tidak merendahkan dan mencela mereka.


Allah –subhaanahu wa ta’ala- berfirman :

 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita (yang diolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok). Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri, dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk (panggilan) ialah panggilan yang buruk sesudah iman, dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S; Al-Hujurat: 11-12).

6.Senantiasa bersama-sama dengan mereka, baik dalam keadaan sempit (miskin) maupun lapang (kaya), dan dalam keadaan susah maupun senang.


Berbeda dengan orang-orang munafik yang hanya bersama dengan kaum muslimin pada saat lapang dan senang, dan mereka meninggalkan kaum muslimin ketika dalam keadaan sempit dan susah.

Allah–subhaanahu wa ta’ala-berfirman :

 “(Yaitu) orang-orang yang menunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mu'min), maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah, mereka berkata,"Bukankah kami turut berperang bersama kamu?’ Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata,"Bukankah kami turut memenangkanmu dan membela kamu dari orang-orang mu'min’.Maka Allah akan memberi keputusan diantara kamu dihari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (Q.S; An-Nisa’ :141).

7.Mengunjungi kaum muslimin, senang bertemu dan berkumpul bersama mereka.
Di dalam hadits qudsi disebutkan :


 “Aku pasti mencintai orang-orang yang saling kunjung-mengunjungi karena-Ku.”
Di dalam hadits lain Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

“Bahwasanya ada seseorang yang akan mengunjungi saudaranya karena Allah, maka Allah mengirimkan malaikat (berupa manusia) yang menghadangnya di jalan, dan bertanya,"Hendak ke mana engkau?’, dia menjawab,"Saya akan pergi berkunjung kepada seorang saudaraku di jalan Allah." Dia bertanya,"Apakah kamu punya hajat yang engkau harapkan darinya?’ dia menjawab ,"Tidak, hanya aku mencintainya karena Allah.’ Malaikat berkata,"Saya adalah utusan Allah kepadamu untuk menyampaikan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu itu karena Allah.”

8.Menghargai hak-hak orang mu'minin.


Ia tidak mau menjual atas penjualan kaum mu'minin (tidak berebut pembeli), tidak menawar barang yang telah ditawar, tidak meminang wanita yang telah dipinang, dan tidak merebut apa yang telah mereka dahului dalam perkara yang mubah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

 “Ketahuilah, tidak boleh bagi seseorang untuk menjual atas penjualan saudaranya, dan tidak boleh meminang (wanita) yang telah dipinang saudaranya.”

Dalam riwayat lain ditambahkan:
“Dan tidak boleh menawar barang yang telah ditawar oleh saudaranya.”

9.Bersikap lemah lembut terhadap kaum yang lemah diantara kaum muslimin.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:
“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tidak mengasihi orang yang lebih muda.”

Di dalam hadits lain:
 “Bukankah kalian tidak diberikan kemenangan dan rizki terkecuali disebabkan karena orang-orang yang lemah diantara kalian?”

Allah  –subhaanahu wa ta’ala-  berfirman :

 “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan senja hari dengan mengharap keridha'an-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia.” (Q.S; Al-Kahfi : 28).

10.Mendo'akan kaum muslimin dan memintakan ampunan buat mereka.


Allah –subhaanahu wa ta’ala- berfirman:

 “Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan.” (Q.S; Muhammad : 19).

Dan juga Firman Allah –subhaanahu wa ta’ala- :

 “Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami.” (Q.S; Al-Hasyr : 10).

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...