Ads 468x60px

.

Minggu, 31 Juli 2011

Komentar musuh-musuh Islam terhadap karakter Mujahidin



Ketika Heraklius (Kaisar Romawi) akan berangkat ke Konstantinopel,


tiba-tiba ia disusul seorang laki-laki Romawi yang pernah ditawan pasukan Islam.


“Ceritakan kepada tentang orang-orang Islam!” pinta Heraklius.


“Aku akan menceritakan mereka untuk Anda seolah-olah Anda melihatnya sendiri,” jawab lelaki itu.


“Mereka adalah prajurit berkuda di siang hari dan rahib dimalam hari.
 

Mereka tidak makan dari orang-orang kafir dzimmi kecuali dengan harga (membelinya).

Sabtu, 30 Juli 2011

Bukti kegigihan Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam menjaga Tauhid

بسم الله الرحمن الرحيم

 Rasulullah  صلى الله عليه وسلم sungguh bersemangat selama hidupnya sebagai Rasul untuk mengabadikan dua pokok tauhid itu: Laa ilaaha illallaah, Muhammadur Rasuulullaah. Agar keduanya tetap bersih lagi jernih, maka beliau sama sekali tidak membolehkkan pengotoran dua pokok tauhid ini., walaupun terhadap orang yang paling dicintai dan paling terkesan baginya.

    Bukti-buktinya;

  • A. Beliau pada suatu hari melihat di tangan Umar bin Khathab ra ada selembar kertas (waraqah) dari Taurat, dan Umar telah mengagumi apa yang ada di dalamnya, maka Rasulullah   صلى الله عليه وسلم marah dengan kemarahan yang keras, dan beliau berkata:

Rabu, 27 Juli 2011

Zuhud Terhadap Dunia : Obat Mujarab Penyembuh Wahn

oleh Fuad Al Hazimi pada 31 Mei 2011 jam 22:06

  • KEUTAMAAN ZUHUD TERHADAP DUNIA

Ulama salaf berkata :

إِنَّ الإِبْتِلاَءَ بِالنَّعِيْمِ أَشَدُّ وَأَقْصَي مِنَ الإِبْتِلاَءِ بِالضِّيْقِ وَالْفَقْرِ ِلأَنَّهُ يُلْهِي وَيُطْغِي

“Ujian yang ditimpakan oleh Allah kepada manusia dalam bentuk kenikmatan, adalah lebih dahsyat dan berat dibandingkan dalam bentuk kesusahan dan kesulitan, karena kenikmatan cenderung melenakan dan menyebabkan keingkaran” 


Sebagian ulama berkata : “Sifat zuhud adalah jika seseorang mendapatkan bagian dari dunia, ia tidak terlalu bergembira dan jika ia kehilangan sebagian dari nikmat dunianya ia tidak bersedih dengan berlebihan”

CARA "MUDAH" MERAIH JANNAH

oleh Fuad Al Hazimi pada 04 Juni 2011 jam 23:32
 
 
SOSOK ORANG BIASA CALON PENGHUNI SURGA
Dari Anas Bin Malik Radhiyallohu 'Anhu belia meriwayatkan :

Suatu ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah Shollallohu 'alaihi Wasallam tiba-tiba belia bersabda : “Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki ahli surga”. Tidak lama kemudian datanglah seseorang –yang tidak begitu dikenal- dari kalanagn Anshar, yang jenggotnya masih basah dengan air wudhu’ sambil menenteng sandal di tangan kirinya. Keesokan harinya kami duduk-duduk bersama Rasulullah Shollallohu 'alaihi Wasallam dan beliau mengatakan hal sama dan muncullah orang yang sama dengan melakukan hal yang sama pula. Demikian terjadi hingga tiga hari berturut-turut.

Ketika Rasulullah berdiri dari tempat duduk beliau –dan majlis tersebut bubar- Abdullah bin Amr  bin Ash mengikuti laki-laki tersebut seraya berkata : “Aku sedang bertengkar dengan ayahku dan aku bersumpah tidak akan pulang ke rumah sampai tiga hari ini. Bolehkah aku menginap di rumahmu wahai saudaraku ?” Orang itu ternyata mengijinkan.

Selasa, 26 Juli 2011

TAWADHU' : HIKMAH YANG HILANG DARI PARA PENUNTUT ILMU

oleh Fuad Al Hazimi pada 26 Juli 2011 jam 22:19
 
مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ

Rasulullah Shollallohu 'alaihi wa sallama  bersabda :

“Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat di atas Mizan (timbangan amal di akhirat nanti) dibandingkan akhlaq yang baik” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi,  dan beliau menyatakan bahwa Hadits ini Shahih)

" Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman". (QS Asy Syu'ara' 215)

Komentar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رِحمه الله Mengenai Keterasingan.

oleh Umar Faruq pada 26 Juli 2011 jam 19:46
 
بسم الله الر حمن الر حيم



Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رِحمه الله mengomentari hadits tentang keterasingan agama Islam. Beliau berkata :


"Jika Islam telah asing, bukan berarti boleh meninggalkannya -kami berlindung kepada Allah-! Akan tetapi harus tetap seperti apa yang difirmankan Allah سبحنحا و تعال,

IZHHARUD DIIN (MENAMPAKKAN AGAMA), KEWAJIBAN DI TENGAH KETERASINGAN.

oleh Umar Faruq pada 25 Juli 2011 jam 14:34
 
بسم الله الر حمن الر حيم



A. Muqoddimah.


Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

بدأ الإسلام غريبا وسيعود غريبا فطوبى للغرباء

"Awal mula kedatangan Islam itu asing, dan akan kembali asing sebagaimana semula. Maka beruntunglah orang-orang asing".


Saudaraku, engkau semua tahu bahwa kewajiban setelah tauhid dan haramnya syirik adalah mengamalkan al-wala' wal baro'. Seperti yang diungkapkan syaikh Hamd bin 'Atiq رِحمه الله :

" Di dalam Kitabullah ini tidak ada hukum yang dalil-dalilnya lebih banyak dan lebih jelas dibanding hukum al-wala' wal baro' ini, setelah kewajiban tauhid dan haramnya kemusyrikan". (Hilyah Al-Auliya', Abu Nu'aim. Jilid 1, hal. 175)


Di antara duri-duri penghalang jalan, engkau semua akan menemukan bahwa di antara musuh-musuh tauhid ini adalah sikap keras dan ketegasan mereka dalam memusuhi kita, bahkan tak segan-segan mereka mengusir kita. Hal ini wajar! Ya, hal ini wajar! Begitu pun apa yang dialami oleh para Rasul-Rasul Allah. Mereka mengalami pengusiran oleh kaumnya.

Allah سبحنحا و تعال berfirman :

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا

''Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-Rasul mereka, 'Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami' ''. (QS. Ibrohim : 13)

Dan Allah سبحنحا و تعال menceritakan tentang kaumnya Syu'aib,

لَنُخْرِجَنَّكَ يَاشُعَيْبُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا

''Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu`aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami''. (QS. Al-A'roof : 88)



Maka aku sampaikan perkataan Al-'Allamah Ibnu Qoyyim رِحمه الله untuk kalian yang tak faham Millah ini! Beliau رِحمه الله berkata :

مَن كَان هذا القدر مبلَغ علمه فليستتر بالصمت وَالكتمان

''Barangsiapa ilmunya hanya sebatas ini, hendaklah dia menutupi dirinya dengan diam".



 B. Sebuah Tauladan, Penuh Makna.


- Tauladan Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Allah تعال berfirman :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". (QS. Al-Ahzab [33] : 21)


Abdullah bin Ahmad bin Hanbal رِحمه الله mengatakan, bapakku telah bercerita kepadaku, Ya'kub berkata, bapakku telah bercerita kepadaku, dan juga Yahya bin Urwah bin Az-Zubair bercerita kepadaku, dia dari bapaknya yaitu Urwah, dia dari Abdullah bin Amr bin Al-'Ash, aku bertanya kepadanya,

ما أكثر ما رأيت قريشا أصابت من رسول الله - صلى الله عليه وسلم - فيما كانت تظهره من عداوته

'Sejauh mana gangguan orang-orang Quraisy terhadap Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang kamu lihat?'.

Dia menjawab,

لقد رأيتهم وقد اجتمع أشرافهم يوما في الحجر ، فذكروا رسول الله - صلى الله عليه وسلم - فقالوا : ما رأينا مثل ما صبرنا عليه من هذا الرجل قط ، سفه أحلامنا ، وشتم آباءنا ، وعاب ديننا ، وفرق جماعتنا ، وسب آلهتنا وصبرنا منه على أمر عظيم ، أو كما قالوا

''Saya pernah hadir bersama mereka ketika pembesar-pembesar mereka berkumpul di Hijr, lalu mereka membicarakan Rasulullahصلى الله عليه وسلم dan mengatakan, 'Kita sama-sekali belum pernah melihat sesuatu seperti apa yang kita sabarkan dari orang ini. Dia telah membodoh-bodohkan akal kita, mencaci bapak-bapak kita, menghina diin kita, memecah-belah persatuan kita, dan mencela ilah-ilah kita. Sungguh, kita telah bersabar terhadap permasalahan yang besar!'. Atau kata-kata semacam itu.

Ketika dalam keadaan seperti itu tiba-tiba Rasulullah صلى الله عليه وسلم datang ke arah mereka dengan berjalan. Sampai beliau menyentuh rukun Ka'bah. Lalu beliau melewati mereka ketika berthowaf di Ka'bah. Maka ketika beliau melewati mereka, mereka mencibir beliau lantaran kata-kata yang beliau ucapkan. Maka saya melihat wajah beliau berubah, kemudian beliau berlalu. Lalu beliau melewati mereka yang kedua kalinya. Maka mereka mencibir beliau sebagaimana sebelumnya. Maka saya melihat wajah beliau berubah, kemudian beliau berlalu. Lalu beliau melewati mereka yang ketiga kalinya. Maka mereka mencibir beliau sebagaimana sebelumnya. Maka beliau bersabda,

أتسمعون يا معشر قريش ، أما والذي نفسي محمد بيده لقد جئتكم بالذبح

'Dengarlah wahai orang-orang Quraisy! Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangannya, sesungguhnya aku datang kepada kalian untuk menyembelih kalian!'.

Maka kata-kata beliau ini memukul mereka sampai-sampai tidak ada seorang pun di antara mereka, kecuali seolah-olah ada seekor burung yang hinggap di atas kepalanya (diam tertegun, -pen). Sehingga orang yang sebelumnya paling keras diantara mereka, dia berusaha menenangkan beliau dengan perkataan yang paling baik.

Dia mengatakan,

انصرف أبا القاسم راشدا ، فما كنت بجهول 

'Pergilah Abu Qosim, engkau orang yang benar. Engkau bukan orang yang bodoh'. Lalu Rasulullah pun pergi.

Sampai keesokan harinya mereka berkumpul di Hijr dan ketika itu saya bersama dengan mereka. Lalu sebagian mereka mengatakan kepada sebagian yang lain,

ذكرتم ما بلغ منكم وما بلغكم عنه حتى إذا بادأكم بما تكرهون تركتموه 

'Kalian ingat apa yang telah kalian katakan kepadanya, dan apa yang telah kalian dengar darinya, sehingga ketika dia mengejutkan kalian dengan sesuatu yang tidak kalian sukai, kalian tinggalkan dia?!'.

Lalu ketika mereka sedang seperti itu, tiba-tiba muncul Rasulullah صلى الله عليه وسلم, lalu mereka mengerumuni dan mengepung beliau. Mereka mengatakan,

أنت الذي تقول كذا وكذا 

'Kamukah yang mengatakan begini dan begini?'. Yaitu perkataan beliau yang mereka dengar bahwa beliau mencela ilah-ilah dan diin mereka. Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

نعم ، أنا الذي أقول ذلك

'Ya, akulah yang mengatakan hal itu'.

Lalu aku lihat salah seorang di antara mereka memegang tempat pertemuan sorban beliau. Dan Abu Bakr Ash-Shiddiq berdiri menghalangi beliau seraya berkata sambil menangis,

ويلكم أتقتلون رجلا أن يقول ربي الله

'Apakah kalian akan membunuh orang hanya karena dia mengatakan Allah Rabb-ku?'. Kemudian mereka meninggalkan beliau.

Dan sungguh hal itu adalah sesuatu yang paling keras apa yang didengar oleh orang-orang Quraisy dari beliau yang pernah aku lihat". (HR. Ahmad, dalam Al-Musnad hal. 7036. Di tahqiq oleh syaikh Ahmad Syakir, dengan sanad shohih)


Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه berkata :

"Aku bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم pergi menuju Ka'bah. Lalu Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda kepadaku,

أجلس

'Duduklah'.

Kemudian beliau naik di atas pundakku, lalu aku berusaha untuk bangkit mengangkat beliau. Lalu Rasulullah melihat aku lemah, maka beliau pun turun dan duduk untukku. Lalu beliau bersabda,

أصعد عل منكبى

'Naiklah ke atas pundakku'.

Maka aku pun naik ke atas pundak beliau, lalu beliau bangkit mengangkat diriku. Lalu beliau memberi isyarat kepadaku agar kalau bisa supaya aku menggapai atap. Sehingga saya naik ke atas Ka'bah, yang di atasnya terdapat patung dari kuningan atau tembaga. Lalu saya berusaha menggoyangnya ke kanan dan ke kiri, ke depan dan ke belakang. Ketika aku telah berhasil, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda kepadaku,

أقذف به

'Lemparkanlah ia!'.

Maka aku pun melemparkannya sehingga pecah seperti kaca. Kemudian aku turun. Lalu aku dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم cepat-cepat pergi sehingga kami berlindung di antara rumah-rumah karena takut ada orang yang memergoki kami". (HR. Ahmad, Abu Ya'la, Al-Bazzar, dengan sanad tsiqoh)


-Tauladan Nabi Ibrohim.

Allah سبحنحا و تعال :

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

''Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka, 'Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja' ''. (QS. Al-Mumtahanah [60] : 4)

Allah سبحنحا و تعال :

قَالَ أَفَرَأَيْتُم مَّا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ أَنتُمْ وَآبَاؤُكُمُ الْأَقْدَمُونَ فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّي إِلَّا رَبَّ الْعَالَمِينَ

''Berkata (Ibrohim), 'Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu? Karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Rabb Semesta Alam' ". (QS. Asy-Syu'aro [26] : 75-77)

Allah سبحنحا و تعال :

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاء مِّمَّا تَعْبُدُونَ إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ

''Dan ingatlah ketika Ibrohim berkata kepada bapaknya dan kaumnya, 'Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Rabb Yang menjadikanku, karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku' ". (QS. Az-Zukruf [43] : 26-27)

Allah سبحنحا و تعال :

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلاَّ عَن مَّوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لأوَّاهٌ حَلِيمٌ   

''Dan permintaan ampun dari Ibrohim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrohim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrohim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrohim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun''. (QS. At-Taubah [9] : 114)



C. Perkataan Para 'Ulama.


Ibnu Abbas رضي الله عنه berkata :

"Barangsiapa cinta karena Allah dan benci karena Allah, loyal karena Allah dan memusuhi karena Allah; sesungguhnya dengan itulah pengayoman Allah akan diterima. Seorang hamba tidak akan dapat merasakan nikmatnya iman, betapa pun banyak sholat dan puasanya, sebelum ia demikian. Persaudaraan sesama manusia telah berubah menjadi hanya berdasar kepentingan duniawi, padahal itu tidak akan memberi manfaat kepada pelakunya sedikitpun". (Hilyatul Auliya', jilid 1 hal.312. Al-Jami' Al-Ulum wal Hikam 3/30).


Syaikh Sulaiman bin Abdullah bin Abdul Wahhab رِحمه الله berkata :

"Pernyataan beliau (Ibnu Abbas), 'Dan loyal karena Allah', menjelaskan sesuatu yang harus ada dalam cinta karena Allah, yaitu loyalitas karena Allah. Sebuah isyarat bahwa dalam hal ini cinta saja tidak cukup. Ia harus disertai dengan loyalitas yang merupakan konsekuensi cinta. Yaitu pembelaan, pemuliaan, penghormatan, dan selalu bersama orang-orang yang dicintai secara lahir dan bathin. Sedang pernyataan, 'Dan memusuhi karena Allah', ini menjelaskan keharusan benci karena Allah. Yakni menyatakan sikap permusuhan dengan secara nyata, seperti jihad melawan musuh-musuh Allah, berlepas diri dari mereka, serta menjauhi mereka secara lahir dan bathin. Ini menunjukkan bahwa kebencian hati saja tidak cukup. Ia harus disertai dengan konsekuensinya, sebagaimana Allah سبحنحا و تعال firmankan,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

 'Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka : "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari [kekafiran]-mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja'. [QS. Al-Mumtahanah : 4]. (Taisir Al-Aziz Al-Hamid, hal. 422).


Al-'Allamah Ibnul Qoyyim رِحمه الله berkata :

"Ketika Allah ta'ala melarang orang-orang beriman untuk berwala' kepada orang-orang kafir, hal itu mengandung konsekuensi untuk memusuhi dan baro' kepada mereka serta menyatakan permusuhan pada setiap keadaan". (Bada'i Al-Fawaid, juz. 3 hal. 69)


Syaikh Hamd bin 'Atiq رِحمه الله juga berkata :

"Izhharud diin adalah mengkafirkan mereka, menghina diin mereka, mencela mereka, baro' kepada mereka, menjaga diri agar tidak mengasihi mereka, dan agar tidak rukuun (condong) kepada mereka, serta memisahkan diri dari mereka. Bahwasanya sekedar bisa melaksanakan sholat itu tidak bisa disebut sebagai izhharud diin". (Ad-Duror As-Saniyyah, Juz Jihad, hal. 196).


Syaikh Abdul Lathif bin Abdurrahman رِحمه الله berkata :

"Tidak bisa dibayangkan! Ada orang yang memahami dan mengamalkan tauhid, namun dia tidak memusuhi orang-orang musyrik. Dan orang yang tidak memusuhi mereka tidak bisa dikatakan dia telah memahami dan mengamalkan tauhid". (Ad-Duror As-Saniyyah, juz jihad hal. 167).


Syaikh Abdullathif bin Abdurrahman رِحمه الله mengatakan :

"Inilah yang dimaksud izhharud diin, bukan sebagaimana yang dikira oleh orang-orang bodoh yang mengira bahwasanya jika orang-orang kafir membiarkannya sholat, membaca Al-Qur'an, dan menyibukkan diri dengan amalan-amalan sunnah yang dia inginkan, berarti dia telah melaksanakan izhharud diin. Ini salah besar. Karena sesungguhnya orang yang menyatakan permusuhannya kepada orang-orang musyrik dan baro' kepada mereka, tidak akan mereka biarkan tinggal di tengah-tengah mereka, akan tetapi mereka akan membunuh atau mengusirnya jika mereka mempunyai kesempatan sebagaimana yang diterangkan dalam firman Allah سبحنحا و تعال mengenai orang-orang kafir, yang berbunyi,

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا

'Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-Rasul mereka, 'Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami'. (QS. Ibrohim : 13)

Dan Allah سبحنحا و تعال menceritakan tentang kaumnya Syu'aib,

لَنُخْرِجَنَّكَ يَاشُعَيْبُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا

'Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu`aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami'. (QS. Al-A'roof : 88)

Allah سبحنحا و تعال menceritakan tentang kisah ashhaabul kahfi, sesungguhnya mereka mengatakan,

إِنَّهُمْ إِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ يَرْجُمُوكُمْ أَوْ يُعِيدُوكُمْ فِي مِلَّتِهِمْ وَلَنْ تُفْلِحُوا إِذًا أَبَدًا

'Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama lamanya'. (QS. Al-Kahfi : 20)

Bukankah permusuhan mereka terhadap para Rasul itu memuncak hanya setelah para Rasul itu mencaci diin mereka, membodoh-bodohkan akal mereka dan mencela ilah-ilah mereka?". (Ad-Duror As-Saniyyah, Juz Jihad, hal. 208).


Syaikh Hamd bin 'Atiq رِحمه الله berkata :

"Hendaknya orang yang berakal, berpikir, dan orang yang ingin menasihati dirinya sendiri, mencari penyebab yang mendorong orang-orang Quroisy mengusir Nabi صلى الله عليه وسلم dan para sahabatnya dari Makkah yang merupakan daerah yang paling mulia. Sesungguhnya telah kita ketahui bersama bahwasanya orang-orang Quroisy tidaklah mengusir Nabi صلى الله عليه وسلم dan para sahabat, kecuali setelah mereka mencela diin orang-orang Quroisy dan menyesat-nyesatkan bapak-bapak mereka secara terang-terangan. Mereka menginginkan supaya beliau صلى الله عليه وسلم menghentikan hal itu dan mereka mengancam akan mengusir beliau dan para sahabat beliau. Para sahabat pun mengeluh kepada beliau akan kerasnya siksaan orang-orang Quraisy kepada mereka. Maka beliau pun menyuruh mereka untuk bersabar dan meneladani orang-orang sebelum mereka yang mendapatkan siksaan. Dan beliau tidak menyuruh mereka untuk tidak lagi mencela diin orang-orang musyrik dan membodoh-bodohkan akal mereka. Maka beliau pun memilih untuk meninggalkan negeri bersama para sahabat beliau, padahal Makkah adalah tempat yang paling mulia di muka bumi.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ اْلآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا

'Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah'. [QS. Al-Ahzab : 21]". (Ad-Duror As-Saniyyah Juz Jihad, hal. 199).


Syaikh Hamd bin 'Atiq رِحمه الله mengatakan :

"Firman Allah سبحنحا و تعال yang berbunyi; وَبَدَا (dan telah nampak), maksudnya adalah ظهرِ (nampak) dan بَانَ (jelas). Perhatikanlah! Didahulukannya al-'adawah (permusuhan) daripada al-baghdho' (kebencian) karena yang pertama lebih utama daripada yang kedua. Karena sesungguhnya, terkadang orang benci kepada orang-orang musyrik, namun dia tidak memusuhi mereka, sehingga dia belum melaksanakan kewajibannya sampai dia merealisasikan permusuhan dan kebencian. Selain itu permusuhan dan kebencian itu harus nampak jelas dan nyata. Dan ketahuilah, meskipun kebencian itu adalah amalan hati, namun kebencian itu tidak ada gunanya sampai nampak tanda-tandanya dan timbul dampak-dampaknya, dan ini tidak akan terealisasi kecuali dengan permusuhan dan memutuskan hubungan, Maka ketika itulah permusuhan dan kebencian nampak". (Sabiilun Najaat Wal Fikaak min Muwalaalaatil Mutaddiin wa Ahlil Isyraak).


Abu Wafa' bin Uqoil رِحمه الله bertutur :

"Apabila engka ingin mengetahui kondisi Islamnya manusia pada suatu masa, janganlah engkau melihat berjubelnya mereka di pintu-pintu masjid atau gema labbaika mereka. Tetapi lihatlah pemufakatan mereka dengan musuh-musuh syari'at. Maka berlindunglah ke dalam benteng diin, berpeganglah dengan tali Allah yang sangat kuat dan bergabunglah dengan wali-wali-Nya yang beriman. Waspadalah terhadap musuh-musuh-Nya yang menyeleweng. Karena ibadah kepada Allah yang paling utama itu adalah membenci orang-orang yang menentang Allah سبحنحا و تعال dan Rasul-Nya, serta jihad terhadapnya dengan tangan, lidah, dan hati sesuai dengan kemampuan". (Ad-Duror As-Saniyyah, Juz Jihad, hal. 238).


Al-'Allamah Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh رِحمه الله berkata -dalam menafsirkan surat Al-Mumtahanah ayat 4- :

"Maka barangsiapa erenungkan ayat tersebut, tentu dia memahami tauhid yang Allah سبحنحا و تعال turunkan melalui para Rasul dan kitab-kitab-Nya, dan tentu dia memahami sikap orang-orang yang menentang ajaran para Rasul dan pengikut-pengikut mereka, yaitu orang-orang bodoh yang tertipu lagi merugi. Syaikh kita [syaikh Muhammad, -ed] ketika menerangkan da'wah Nabi صلى الله عليه وسلم kepada orang-orang Quroisy untuk bertauhid, dan apa yang beliau dapatkan dari mereka ketika beliau menyinggung ilah-ilah mereka, bahwasanya mereka itu tidak dapat mendatangkan manfaat dan madhorot, mereka menganggap hal itu sebagai cacian. Beliau [syaikh Muhammad] mengatakan,

'Maka apabila engkau telah memahami hal ini, tentu engkau memahami bahwasanya manusia itu tidak akan lurus Islamnya, meskipun dia telah mentauhidkan Allah dan meninggalkan syirik, kecuali dengan memusuhi orang-orang musyrik dan menyatakan permusuhan dan kebencian kepada mereka sebagaimana firman Allah سبحنحا و تعال,

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

'Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya'. (QS. Al-Mujadalah ; 22)

Apabila engkau telah memahami hal ini dengan baik, tentu engkau mengetahui bahwasanya banyak orang yang mengaku beragama, namun tidak memahaminya. Sebab, apakah yang menyebabkan kaum muslimiin harus bersabar menanggung siksaan, penawanan, dan beban-beban hijrah ke Habasyah, padahal beliau adalah manusia yang paling penyayang, sehingga seandainya ada rukhshoh tentu beliau memberikan rukhshoh kepada mereka. Bagaimana mungkin, sedangkan Allah telah menurunkan kepada beliau ayat,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ ءَامَنَّا بِاللَّهِ فَإِذَا أُوذِيَ فِي اللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللَّهِ

'Dan di antara manusia ada orang yang berkata: 'Kami beriman kepada Allah', maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah'. (QS.Al-Ankabut : 10)

Dalam ayat ini, orang yang menyetujui dengan lisannya saja dikatakan seperti ini, lalu bagaimana dengan yang lainnya?'.

Maksudnya dengan orang yang menyetujui mereka dengan perkataan dan perbuatan, dengan tanpa mendapatkan gangguan. Dia membantu m ereka, membela mereka dan orang yang setuju dengan emreka serta mengingkari orang yang tidak sependapat dengan mereka sebagaimana terjadi sekarang". (Ad-Duror As-Saniyyah, Juz Jihad, hal. 93).


Mengenai surat Al-Mumtahanah ayat 4, syaikh Sulaiman bin Sahman رِحمه الله berkata :

"Inilah Millah Ibrohim yang Allah سبحنحا و تعال maksudkan dalam  firman-Nya yang berbunyi,
وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ

'Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri'. [QS. Al-Baqoroh : 130].

Maka orang muslim harus memusuhi musuh-musuh Allah سبحنحا و تعال, menampakkan permusuhan kepada mereka, menjauhkan diri dari mereka sejauh-jauhnya, dan tidak boleh ber-wala' kepada mereka atau bergaul dengan mereka, atau berbaur dengan mereka". (Ad-Duror As-Saniyyah, Juz Jihad, hal. 221).


Al-'Allamah Abdurahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh رِحمه الله berkata :

"Allah سبحنحا و تعال telah mewajibkan baro' terhadap kesyirikan dan orang-orang yang berbuat syirik, serta mengkufuri, memusuhi, membenci, dan jihad terhadap mereka.

فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ

'Lalu orang-orang yang zholim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka'. [QS. Al-Baqoroh : 59].

Maka mereka pun ber-wala', membantu dan menolong orang-orang musyrik itu. Dan orang-orang musyrik itu pun meminta bantuan kepada mereka untuk memusuhi orang-orang beriman. Sehingga dalam rangka itu mereka membenci dan mencela  orang-orang beriman. Dan perbuatan-perbuatan ini semuanya membatalkan Islam sebagaimana yang diterangkan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah pada beberapa tempat". (MILLAH IBROHIM).


Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab رِحمه الله berkata :

"Seorang muslim harus menyatakan bahwa dirinya adalah termasuk kelompok orang beriman, sehingga dia menguatkan kelompok tersebut dan kelompok tersebut menguatkan dirinya, serta mengentarkan thoghut, yang mana mereka tidak akan memusuhinya dengan keras sampai dia menyatakan permusuhannya tersebut kepada mereka, dan bahwasanya dia termasuk kelompok yang memerangi mereka". (Majmu'ah At-Tauhid).

Jumat, 22 Juli 2011

RUKHSHOH edisi Tujuh....."GANTI BUS"

oleh Hardi Ansyah pada 21 Juli 2011 jam 21:37

Nah, Kalau yang kemarin "GANTI SUPIR" (subjek) nya, kalau skarang Ganti Bus (predikatnya) silahkan dibaca semoga bermanfaat.

Pelaksanaan Ibadah dengan diganti ibadah lain

Ciye.Tayamum ( orang sakit, tidak menemukan air dan jenazah wanita di sekeliling kaum laki-laki yang bukan mahromnya)

وَ إنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أوْ علَى سَفَرٍ أوْجاَءَ أحَدٌ مِنْكُمْ منَ الْغاَئِطِ أوْ لاَمَسْتُمُ النِّساَءَ فَلَمْ تَجِدُوْا ماَءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْداً طَيِّباً

Jika kalian sakit atau dalam perjalanan atau seorang di antara kalian pulang dari buang air atau bersetubuh dengan wanita lalu tidak mendapatkan air maka bertayamumlah dengan tanah yang baik

RUKHSHOH...Edisi Ke enam " GANTI SUPIR"

oleh Hardi Ansyah pada 18 Juli 2011 jam 21:04
 
Pelaksanaan ibadah dengan cara diganti oleh orang lain

1. Manasik haji

وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; قَالَ: ( كَانَ اَلْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ رَدِيفَ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَجَاءَتِ اِمْرَأَةٌ مَنْ خَثْعَمَ، فَجَعَلَ اَلْفَضْلُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا وَتَنْظُرُ إِلَيْهِ، وَجَعَلَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَصْرِفُ وَجْهَ اَلْفَضْلِ إِلَى اَلشِّقِّ اَلْآخَرِ. فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ, إِنَّ فَرِيضَةَ اَللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ فِي اَلْحَجِّ أَدْرَكَتْ أَبِي شَيْخًا كَبِيرًا, لَا يَثْبُتُ عَلَى اَلرَّاحِلَةِ, أَفَأَحُجُّ عَنْهُ ? قَالَ: نَعَمْ وَذَلِكَ فِي حَجَّةِ اَلْوَدَاعِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Adalah al-Fadl Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu duduk di belakang Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, lalu seorang perempuan dari Kats'am datang. Kemudian mereka saling pandang. Lalu Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memalingkan muka al-Fadl ini ke arah lain. Perempuan itu kemudian berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya haji yang diwajibkan Allah atas hamba-Nya itu turun ketika ayahku sudah tua bangka, tidak mampu duduk di atas kendaraan. Bolehkah aku berhaji untuknya? Beliau menjawab: "Ya Boleh." Ini terjadi pada waktu haji wada'. [Muttafaq Alaihi]

RUKHSHOH ......... Edisi Ke LIMA "yang boleh dipending"

oleh  Hardi Ansyah pada 07 Juli 2011 jam 22:52
 
                                                                      PENUNDAAN PELAKSANAA IBADAH

1. Menunda sholat karena lapar atau sakit

عَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- قَالَتْ : سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : ( لَا صَلَاةَ بِحَضْرَةِ طَعَامٍ وَلَا هُوَ يُدَافِعُهُ الْأَخْبَثَانِ
)
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Tidak diperbolehkan sholat di depan hidangan makanan dan tidak diperbolehkan pula sholat orang yang menahan dua kotoran (muka dan belakang. [HR Muslim]

Syaikh Abdulloh Abdurrohman Albassam berkata : menahan perut sakit akibat ingin buang air atau lapar akan menghilangkan kekhusyuan dan hadirnya hati saat sholat. Padahal hadirnya hati adalah inti dari sholat, bila itu tidak ada maka itu adalah sekedar gerakan yang mendapat pahala akan tetapi pelakunya tidak mendapatkan kedudukan seorang mukmin yang beruntung dimana di dalam sholatnya senantiasa khusyu’

Rukhshoh .. Edisi Ke Empat

oleh Hardi Ansyah pada 05 Juli 2011 jam 8:52
 
Mengajukan Pelaksanaan Ibadah

Ibadah dibangun di atas maslahat. Tidak ada satupun perintah dalam islam, demikian juga larangannya diberikan kecuali demi terwujudnya kebaikan bagi umatnya. Pelaksanaannyapun demikian. Perintah dilaksanakan dan larangan dihindari tentu dengan mempertimbangkan maslahat dan madlorotnya. Terkadang perintah bila dijalankan dengan segera atau ditunda, hasilnya lebih baik maka mewujudkannya adalah suatu kemestian.

Dalam fiqh ibadah maupun muamalah ada beberapa perintah yang islam memberikan kelonggaran dilaksanakannya sebelum waktu yang sudah ditentukan oleh syariat, di antaranya :

RUKHSHOH ...Edisi KETIGA

oleh Hardi Ansyah pada 27 Juni 2011 jam 22:12

1. Jangan Mempermainkan Rukhshoh 

Rukhshoh adalah kemurahan Alloh subhanahuu wa ta'alaa  sebagai bukti akan kasih sayangNya kepada hambaNya. Akan tetapi mempermainkan rukhshoh dengan cara memanfaatkannya tidak sesuai aturan berarti satu pengkhianatan kepada Alloh subhanahuu wa ta'alaa Yang Maha Kasih Sayang. Di bawah ini beberapa contoh pengambilan rukhshoh yang salah :

1. Menjamak sholat dan mengqoshornya serta meninggalkan shoum dalam safar untuk tujuan maksiat.

2. Memakan makanan yang haram melebihi porsi dari yang dibutuhkan.

3. Tidak sholat di masjid berjamaah karena merasa mulut bau.

RUKHSHOH .... Edisi Kedua

oleh Hardi Ansyah pada 27 Juni 2011 jam 9:04

1. Makna Rukhshoh

Secara bahasa : التّسهيل فى الأمر
(mempermudah urusan)

Secara Syar’i : ما ثبت على خلاف دليل شرعىّ لمعارض راجح

Apa saja yang ditetapkan oleh sesuatu yang berbeda dengan hukum syar’i dikarenakan oleh sesuatu yang kuat

Misalnya : idealnya sholat dikerjakan dengan berdiri, tiba-tiba dikerjakan dengan duduk (padahal sholat dengan duduk menyelesihi dalil syar’i), akan tetapi karena sakit yang menyebabkan ia tidak mampu berdiri maka sholat dengan duduk diperbolehkan.

RUKHSHOH.... EDISI SATU

oleh Hardi Ansyah pada 26 Juni 2011 jam 9:51

1. Islam agama yang mudah

Islam adalah agama yang mudah bukan sulit, memberikan kelapangan bukan kesempitan, penuh dengan toleransi jauh dari pemaksaan, sebagai bukti akan kasih sayang Alloh kepada hambaNya. Beberapa ayat di bawah ini memberi bukti kepada kita akan keindahan syariat islam :

يُرِيْدُ الله أنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الإِنْساَنُ ضَعِيْفاً

Allah hendak memberikan keringanan kepada kamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah [annisa : 28]

Minggu, 17 Juli 2011

Dahsyatnya Gelombang Penghancur Iman dan Akhlaq


بسم الله الرحمن الرحيم

Ada gelombang dahsyat yang menimpa ummat Islam sedunia, yaitu gelombang budaya jahiliyah yang merusak akhlaq dan aqidah manusia yang disebarkan lewat televisi dan media lainnya. Gelombang itu pada hakekatnya lebih ganas dibanding senjata-senjata nuklir yang sering dipersoalkan secara internasional. Hanya saja gelombang dahsyat itu karena sasarannya merusak akhlaq dan aqidah, sedang yang paling menjunjung tinggi akhlaq dan aqidah itu adalah Islam, maka yang paling prihatin dan menjadi sasaran adalah  ummat Islam. Hingga, sekalipun  gelombang dahsyat itu telah melanda seluruh dunia, namun pembicaraan hanya sampai pada tarap keluhan para ulama dan Muslimin yang teguh imannya, serta sebagian ilmuwan yang obyektif.

Sabtu, 16 Juli 2011

Siapa Radikal, Siapa Teroris?: Dimanakah Yahudi Berlindung Saat Dikejar Musuh? (5-Habis)


Sekalipun Islam dituduh sebagai agama anti semit oleh Yahudi. Sekalipun Islam dituduh sebagi penteror nomor satu bagi Yahudi. Alangkah baiknya, mereka harus kembali membuka lembaran hitam sejarah ketertindasan mereka. Sejarah “hitam” ketika mereka justru diselamatkan oleh kaum muslim saat dikejar-kejar oleh NAZI. Islam lah yang dengan berbesar hati membuka pintu rumahnya untuk dijadikan tempat bersembunyi oleh NAZI.

Kisah ini bukanlah roman picisan belaka, atau rekayasa. Fakta ini benar-benar terjadi di sebuah Negara bernama Albania. Sebuah Negara berbasis muslim yang ditandai ketika Khalifah Usmaniyah menguasai negara itu antara tahun 1385-1912.

Siapa Radikal, Siapa Teroris?: Pembantaian Muslim ASEAN Yang Tak Kunjung Usai (4)

Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN yang berakhir hari Minggu menghasilkan beberapa kesepakatan penting. Salah satu butir kesepakatan itu adalah tantangan bersama ASEAN untuk ikut andil menghadapi isu terorisme demi menciptakan perdamaian. Hal ini sebelumnya juga sempat ditegaskan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa yang menilai selepas kematian Usamah bin Ladin, isu kejahatan lintas negara termasuk terorisme bakal menjadi salah satu fokus Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN.


Alangkah naifnya hasil KTT ASEAN itu jika menyatakan ingin memberantas terorisme. Sebab sampai detik ini beberapa Negara pembesar lah yang memiliki rekam jejak menindas umat Islam di negaranya sendiri. Kisah umat muslim sebagai minoritas sangatlah menyedihkan di benua kecil Asia ini. Mereka hidup bagai anak kehilangan induknya yang dipermainkan musuh. Mereka tumbuh dalam bayang-bayang teror dan kematian. Masjid mereka dibakar, Al Qur’an mereka dirampas, bahkan istri mereka diperkosa di depan suami mereka sendiri. Sedangkan para pembesar-pembesar di negaranya berkumpul di Jakarta demi menciptakan perdamaian di ASEAN.

Siapa Radikal, Siapa Teroris?: Ketika Kekejaman Kristen Tidak Disebut Teroris (3)

Dalam kasus terorisme, media memang terkenal tidak adil dalam memberitakan Islam. Islam menjadi agama yang paling banyak disudutkan dalam aksi kekerasan. Jika pada kasus pemboman Bali, Gerakan Amrozi Cs dicari sampai ke akar-akarnya, bahkan ditumpas tak bersisa, menjadi lain ceritanya jika Kristen yang melakukan tindakan sama. Seakan media menjadi bungkam seketika.
 


Dalam kasus kerusuhan Poso misalnya, pengadilan hanya berhenti pada nama tiga orang terdakwa Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu, dan tidak pernah diteruskan kepada siapa dibalik mereka sampai ke anggota-anggotanya.




Padahal jelas Tibo cs bertindak atas nama gerakan.Begitu juga dalam peberitaan internasional. Bush dan serdadunya -yang dikorbankan semangat Fundamentalisme Kristen-yang membunuh jutaan umat muslim di Timur Tengah, seakan-akan lenyap tanpa dosa. Media-media pun tidak ada yang memanggil Bush dengan sapaan teroris. Berbeda jika Usamah Bin Ladin yang diberitakan, baik media cetak maupun televisi ramai-ramai mencapnya teroris tanpa mendudukan kronologis dan pra asumsi yang berkembang.

Siapa Radikal, Siapa Teroris?: Rancunya Istilah Islam Fundamentalis (2)

Gerakan Islam sering kali dikait-katikan dengan istilah fundamentalisme. Organisasi-orgnisasi yang mengusung ide kembali kepada syariat Islam mendapatkan sebuah stigma negatif berupa Islam Fundamentalis. [1]

Media-media di Indonesia pun pasca pemberitaan (yang masih simpang siur) akan syahidnya Usamah Bin Laden, langsung mengusung kembali jargon-jargon Islam Fundamentalis lenngkap dengan distorsinya kepada gerakan-gerakan yang terkait Al Qaida.

Di Barat kasusnya hampir ironi. Karen Amstrong yang digadang-gadang sebagai penengah antara Islam dan Barat, masih melekatkan stigma fundamentalis kepada orang seperti Sayyid Quthb hanya karena gagasan Sayyid Quthb yang menolak Demokrasi. [2]

Pun Amerika mereka gemar menyudutkan nama-nama mujahid sebagai gembong yang mengusung Ideologi Islam yang kuat seperti Abul Al Al Maududi, Abdullah Azzam, Syekh Ahmad Yassin hingga Abu Bakar Ba’asyir sebagai gembong Islam fundamentalis.

Padahal, dalam sejarahnya, istilah fundamentalisme sama sekali tidak berkaitan dengan Islam. Sejarah fundamentalisme berawal pada ajaran agama Kristen yang mengembangkan kepercayaan mutlak terhadap wahyu, ketuhanan Al-Masih, mukjizat Maryam yang melahirkan ketika masih perawan, serta kepercayaan lain yang masih diyakini oleh golongan fundamentalis Kristen sampai sekarang. [3]

Siapa Radikal, Siapa Teroris?: Rancunya Istilah Islam Radikal (1)

“Bangsa Indonesia saat ini menghadapi ancaman serius terkait dengan terorisme, kekerasan horizontal, dan radikalisasi yang terus terjadi di sejumlah tempat. Jika tak ditanggulangi secara serius, kondisi ini bisa berdampak pada harmoni kehidupan bangsa ke depan.” [1]

Ucapan ini penulis ambil ketika SBY berhadapan dengan seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, para Gubernur, dan walikota seluruh Indonesia saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Jakarta, hari kamis kemarin. Ucapan ini tentu tidak lain adalah respon dari pemerintah terkait isu terorisme yang kini marak. Oleh karenanya dalam kesempatan itu pula, Presiden SBY juga berharap kepada pemuka agama untuk berperan aktif dalam mencegah gerakan yang menodai dan merusak ajaran agama.

Namun sayangnya, dalam kesempatan itu, SBY tidak merinci lebih jauh definisi sebenarnya dari radikalisme. Sebab, kita sekarang berada pada suatu masa, dimana kebenaran dan kekeliruan menjadi kabur. Istilah radikal dikonstruk sedemikian negatif dan kemudian dilekatkan kepada seluruh gerakan Islam yang memiliki visi pemurnian akidah, penegakkan syariat dan negara Islam, serta tidak lagi tersekat hanya pada organisasi sesat seperti NII KW IX saja. [2]
Walhasil, klaim-klaim radikal dan Islam seakan menjadi dua kutub yang tidak terpisahkan. Stigmatisasi Barat terhadap Timur menjadi genderang yang wajib didengarkan ketimbang umat Islam itu sendiri. Implikasinya, ajaran Islam menjadi redusi.

Masjid Qubbatus Shakra yang Disangka Masjid Al Aqsha


Melihat pada gambar di atas, tentunya ramai yang menyangka bahawa masjid di atas adalah Masjid Al-Aqsa. Jika diperhatikan denga teliti, kita akan dapat melihat sebuah lagi kubah berwarna hijau yang kelihatan agak samar-samar. Percayalah, kubah yang berwarna hijau itulah Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya. 
 
Masjidil Aqsa merupakan kiblat pertama bagi Umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka'bah dengan perintah Allah سبحنحا و تعال. Kini ia berada di dalam kawasan jajahan Yahudi. Dalam keadaan yang demikian, pihak Yahudi telah mengambil kesempatan untuk mengelirukan Umat Islam dengan mengedarkan gambar Dome of The Rock sebagai Masjidil Aqsa. Tujuan mereka hanyalah satu, yaitu untuk meruntuhkan Masjidil Aqsa yang sebenarnya. Apabila Umat Islam sendiri sudah terkeliru dan sukar untuk membedakan Masjidil Aqsa yang sebenarnya. Maka semakin mudahlah tugas mereka untuk melaksanakan perancangan tersebut.

Formalisasi Thaghut yang berbahaya

بسم الله الرحمن الرحيم

 Belum pernah terdengar ungkapan bahwa pemerintahan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan penggantinya, para khalifah, yang menerapkan syari’at Islam, baik untuk Muslimin maupun untuk non Muslim (kafir dzimmi) itu berbahaya. Jangan dianggap Islam memaksa non Muslim untuk memeluk Islam. Dalam Islam, orang non Muslim ada hak-hak dan kewajiban yang berkaitan antara jaminan pemerintahan yang menerapkan syari’at Islam dengan diri para warga non Muslim, tanpa didhalimi sama sekali. Maka diterapkannya syari’at Islam oleh negara sama sekali sangat bermanfaat dan bermaslahat bagi orang yang akalnya bisa memikir secara obyektif, bukan berbahaya seperti ungkapan orang-orang yang asal omong tanpa bukti. Justru yang berbahaya itu adalah pemerintahan yang tidak menerapkan syari’ah Islam, baik itu bahaya terhadap ummat Islam maupun terhadap lainnya. Misalnya, bisa kita ajukan pertanyaan kepada bangsa kita sendiri: Atas nama aturan thaghut, sudah berapa ribu manusia Indonesia yang dibantai. 

Selasa, 12 Juli 2011

Tsunami Aceh dan HAARP


 

Perahu yang dianggap sebagai Noahs Ark nyungsep di atas rumah pasca Tsunami

بسم الله الرحمن الرحيم

Seandainya Cut Nya Dien masih ada, entah air mata apa yang akan dijatuhkan ke atas tanah Aceh. Saudara-saudara kita di sana sejak 1970-an tidak pernah merasakan kebahagiaan yang sama dengan apa yang telah dinikmati oleh propinsi lain di seluruh Indonesia, akibat rekayasa politik pertikaian GAM dengan tentara-tentara Soeharto, pembunuhan, pemerkosaan, hingga munculnya tsunami yang menghancurkan tanah Aceh dan membunuh ratusan ribu rakyat tak berdosa.

Senin, 11 Juli 2011

Studi Kritis Atas Kesesatan Buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”



Penulis Al-Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi
 
Telah sampai kepada kami beberapa usulan pembaca agar kami mengkritik sebuah buku yang beredar akhir-akhir ini yang dipublikasikan secara gencar dan mendapatkan sanjungan serta kata pengantar dari para tokoh. Oleh karenanya, untuk menunaikan kewajiban kami dalam menasihati umat, kami ingin memberikan studi kritis terhadap buku ini, sekalipun secara global saja sebab tidak mungkin kita mengomentari seluruh isi buku rang penuh dengan syubhat tersebut dalam majalah kita yang terbatas ini. Semoga Alloh menampakkan kebenaran bagi kita dan melapangkan hati kita untuk menerimanya.

Bahaya Besar di Balik Buku 'Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi'





بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du.

Membongkar Kebohongan & Penyesatan Buku ''Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi''

Waspadai buku “SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI: Mereka Membunuh Semuanya Termasuk Para Ulama.” Buku yang diberi Kata Pengantar oleh Ketua PBNU, Prof KH Said Agil Siraj ini penuh dengan kesesatan, antara lain: menebar provokasi kebencian dan permusuhan sesama Muslim, mengajarkan rasisme, penuh kecurangan dan kebohongan, mempromosikan ajaran Syi’ah, memicu pertikaian besar sesama kaum Muslimin, terang-terangan mengajarkan prinsip-prinsip kesesatan, mengajarkan sikap kurang ajar kepada para Ulama, memakai metode intelijen untuk mengadu-domba umat Islam, dan mendukung serangan kaum Islamophobia terhadap dakwah.

Oleh: AM. Waskito

Di tahun 2011 ini muncul sebuah kejutan khususnya di lapangan dakwah Islam di Tanah Air, yaitu dengan terbitnya sebuah buku berjudul: “SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI: Mereka Membunuh Semuanya Termasuk Para Ulama”. Buku ini karya orang Indonesia, tetapi disamarkan seolah penulisnya adalah orang Arab. Si penulis menyebut dirinya sebagai Syaikh Idahram, sebuah nama yang terasa asing di kancah dakwah.


Buku ini selain memakai judul yang sangat kasar, semodel buku-buku karya orang PKI atau kaum atheis lainnya, di dalamnya juga pekat berisi fitnah, kebohongan, penyesatan opini, penyebaran akidah Syiah, upaya adu-domba antar Ummat Islam, dll. Banyak fakta-fakta bisa diungkap tentang kebohongan dan kecurangan Syaikh Idahram. Sangat ironisnya, buku itu justru diberi kata pengantar oleh Ketua PBNU, Said Agil Siraj. Said Agil ini sepertinya sudah tidak sabar untuk memanfaatkan posisinya —sebagai Ketua PBNU— untuk menyerang para aktivis Islam. Belum juga lama dia menjadi Ketua PBNU, langsung terlibat menjadi promotor utama terbitnya buku adu-domba ini. Seharusnya Said Agil bermain cantik, sehingga ambisi permusuhannya kepada aktivis Islam tidak cepat kelihatan.

Tanda-Tanda Kiamat Di Masjidil Haram

بسم الله الرحمن الرحيم
"Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan bangunan-bangunan yang megah. " (HR. Bukhari)

Liputan Lengkap Dari Masjidil Haram
 

Assalamualaikum, sahabat yang dicintai Allah. Ana (saya) punya sajian mengejutkan yang insya Allah akan menghangatkan jiwa kita.

Sebelumnya, izinkan ana membawa antum bertamasya di utopia dunia khayal tingkat tinggi yang satu persatu telah terbukti ini, di sisi lain menakjubkan dan di sisi lain menakutkan. Bagi orang beriman tentunya ini adalah hal yang sangat menggetarkan hati dan akan menambah keimanan dan rasa takut dan tunduk terhadap Allah Subhanahuwwatala.

Sabtu, 09 Juli 2011

Ghashab (merampas hak orang lain)

بسم الله الرحمن الرحيم

1.    PENGERTIAN GHASHAB
 
Ghashab ialah mengambil hak orang lain dengan cara yang tidak benar.


2.    HUKUM GHASHAB


Ghashab, merampas hak orang lain adalah perbuatan zhalim, sedangkan perbuatan zhalim termasuk kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.

Allah  berfirman:

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedangkan mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.” (QS Ibrahim: 42-43).


Firman-Nya lagi:

“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil.” (QS al-Baqarah: 188).

Dalam khuthbah (haji) wada’, Rasulullah  صلى الله عليه وسلم bersabda : “Sesungguhnya darahmu, harta bendamu, dan kehormatanmu adalah haram atasmu, seperti haramnya pada harimu ini pada bulanmu ini, (dan) di negerimu ini.” (Shahihul Jami’us Shaghir no: 2068).

Senin, 04 Juli 2011

Belajar Berhitung Yuk

ALLAH سبحنحا و تعال berfirman :

 فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى  يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الإنْسَانُ مَا سَعَى    
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَى فَأَمَّا مَنْ طَغَى   وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا   فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى  وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا  فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا  إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا  إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا  كَأَنَّهُمْ يَوْمَ  يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا                                                 

Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, Dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya). (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya? Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit). Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.”(QS. AN NAAZI'AAT [79]:34-46)

Sabtu, 02 Juli 2011

MANGA NARUTO & AKHIR ZAMAN

Pesan dan simbol 666 dalam manga NARUTO

Sekilas tentang manga Naruto

Naruto adalah manga dan anime karya Masashi Kishimoto. Manga Naruto bercerita seputar kehidupan tokoh utamanya, Naruto Uzumaki, seorang ninja remaja yang berisik, hiperaktif, dan ambisius; dan petualangannya dalam mewujudkan keinginan untuk mendapatkan gelar Hokage, ninja terkuat di desanya.

Manga Naruto pertama kali diterbitkan di Jepang oleh Shueisha pada tahun 1999 dalam edisi ke 43 majalah Shonen Jump. Di Indonesia, manga ini diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Popularitas dan panjang seri Naruto sendiri (terutama di Jepang) menyaingi Dragon Ball karya Akira Toriyama, sedangkan serial anime Naruto, diproduksi oleh Studio Pierrot dan Aniplex, disiarkan secara perdana di Jepang oleh jaringan TV Tokyo dan juga oleh jaringan televisi satelit khusus anime, Animax, pada 3 Oktober 2002 sampai sekarang. Seri pertama terdiri atas 9 musim. Musim pertama dari seri kedua mulai ditayangkan pada tanggal 15 Februari 2007.

Jumat, 01 Juli 2011

WANITA : MAYORITAS PENGHUNI NERAKA



بسم الله الرحمن الرحيم


  • SIKAP SEORANG MUKMINAH TERHADAP PERINTAH ALLAH DAN RASUL-NYA 


إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (51) وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ [النور/51، 52]


“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menetapkan aturan hukum di antara mereka ialah ucapan "Kami mendengar, dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan” (QS An Nuur 51 – 52)  

WAHAI AHLI IBADAH DI DUA TANAH HARAM, IBADAHMU HANYA MAIN-MAIN


بسم الله الرحمن الرحيم
  • WAHAI AHLI IBADAH DI DUA TANAH HARAM, IBADAHMU HANYA MAIN-MAIN
Diriwayatkan dari Al Hafidz Ibnu Asakir dalam biografi Ibnul Mubarak, beliau mengatakan : “Suatu hari Ibnul Mubarak menulis beberapa bait syair sebelum beliau berangkat berjihad, (Ibnul Mubarak adalah seorang ulama yang termasyhur di zamannya sekaligus seorang panglima perang yang sangat disegani) saat itu tahun 170 Hijriyah. Syair tersebut akan beliau kirimkan kepada Imamul Haramain Al Fudhoil  Bin Iyadh


يا عابدَ الحرمين لَوْ أبْصَرْتَنا ... لَعَلمْتَ أنكَ في العبادِة تلعبُ
من كان يخضب خدَّه بدموعِه ... فَنُحورنا بدمائنا تَتَخضَّب
أو كان يُتْعِبُ خَيْلَه في باطلٍ ... فخُيولنا يومَ الصبِيحة تَتْعبُ
ريحُ العبيرِ لكم ونحنُ عبيرُنا ... وَهجُ السنابِك والغبارُ الأطيبُ
ولَقَد أتانا من مَقَالِ نبينا ... قول صَحيح صادق لا يَكْذبُ
لا يستوي وَغُبَارَ خيل الله في ... أنف امرئ ودخانَ نار تَلْهَبُ
هذا كتاب الله يَنْطق بيننا ... ليس الشهيدُ بمَيِّت لا يَكْذبُ

"Wahai orang yang tak pernah putus beribadah di Haramain
Andai engkau saksikan kami, engkau pasti ‘kan tahu
betapa engkau hanya bermain-main dengan ibadahmu
Jika orang-orang membasahi pipi mereka dengan airmata,
kami basahi tengkuk kami dengan cucuran darah kami.
Atau  kuda-kuda mereka kelelahan dalam hal-hal yang bathil,
sedang kuda-kuda kami telah lelah lunglai semenjak pagi (dlm Jihad)
Debu jalanan yang mengotori kalian,
sedang kami kotor oleh debu suci dan  abu bekas pertempuran" 


Ibnu 'Asakir mengatakan : "Lalu aku segera menjumpai Imam Haramain, Al Fudhail Ibnu Iyadh,aku lihat matanya berlinangan dan beliau menangis tersedu-sedu. Lalu beliau berkata : "Abu Abdurrahman (Ibnul Mubarak) benar. Wahai saudaraku, tulislah hadits ini sebagai jawaban surat beliau". lalu Imam Haramain mendiktekan kepadaku sebuah hadits Rasulullah -Shollallohu 'alaihi wa sallam- :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قِيلَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- مَا يَعْدِلُ الْجِهَادَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ « لاَ تَسْتَطِيعُونَهُ ». قَالَ فَأَعَادُوا عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا كُلُّ ذَلِكَ يَقُولُ « لاَ تَسْتَطِيعُونَهُ ». وَقَالَ فِى الثَّالِثَةِ « مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ الْقَانِتِ بِآيَاتِ اللَّهِ لاَ يَفْتُرُ مِنْ صِيَامٍ وَلاَ صَلاَةٍ حَتَّى يَرْجِعَ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ تَعَالَى

Dan dari Abû Huroiroh Radhiyallohu 'Anhu  berkata : Seseorang bertanya : “Wahai Rosululloh, apa yang bisa menyamai jihad di jalan Alloh?” beliau menjawab: “Kalian tidak akan sanggup melakukannya.” Para sahabat terus mengulangi pertanyaan itu sebanyak dua atau tiga kali, tetapi semuanya beliau jawab: “Kalian tidak akan sanggup melakukannya.” Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya perumpamaan orang yang berjihad di jalan Alloh itu seperti orang yang berpuasa dan sholat dan selalu patuh dengan ayat-ayat Alloh, ia tidak membatalkan puasanya dan menghentikan sholat sampai orang yang berjihad di jalan Alloh itu pulang.”  (Muttafaq ‘Alaih, dan ini lafadz Muslim, lihat Tafsir Ibnu Katsir Juz 2 hal 203)

  • DUHAI ANDAI KAKIKU TERSENTUH DEBU JIHAD
Tatkala hendak wafat, Yunus bin Ubaid rahimahullah, tabi’in yang agung, memandangi kedua kakinya, lalu menangis tersedu-sedu. Ketika ditanya, “Wahai Abu Abdillah, apa yang menyebabkan engkau menangis ?” beliau menjawab: “Kedua telapak kakiku ini belum pernah tersentuh debu jihad di jalan Allah. Kalau saja kedua kakiku pernah tersentuh debu jihad di jalan Allah, tentulah aku merasa aman dari azab Allah.”

Sedemikian tingginya tingkat wara’ dan cita-cita para salaf shalih. Mereka berangan-angan untuk mampu meraih puncak kebaikan supaya tidak terlewat satu pun pintu kebaikan. Inilah Yunus bin Ubaid, pemilik motto, “Bersegera dalam ketaatan di setiap saat dan menunaikan kewajiban di setiap kesempatan.”

Demikian hebatnya keimanan dan ketaatan beliau, sampai-sampai orang berkata, “Tiada datang hak-hak Allah melainkan Yunus bin Ubaid telah menunaikannya.”

Namun demikian, beliau masih menyesali dirinya tatkala menjelang wafat, karena belum terbuka kesempatan bagi beliau untuk berjihad fi sabilillah yang beliau isyaratkan dengan istilah “debu jihad di jalan Allah…!!!!

  • KEUTAMAAN DEBU DI JALAN ALLOH
Dari Abu Abbas, Abdurrahhman bin Jabr Radhiyallohu 'Anhu berkata : Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam  bersabda :  “Tidaklah dua kaki seorang hamba berdebu jalan Alloh, kemudian keduanya akan tersentuh api neraka.” (HR. Bukhari)


Dan dari Abu Huroiroh Radhiyallohu 'Anhu  berkata : Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam bersabda : “Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Alloh, hingga air susu kembali kepada putingnya. Dan tidak akan berkumpul menjadi satu pada diri seorang hamba debu Jihad Fi Sabilillah  dan asap neraka Jahannam.” (HR. Tirmizi)


  • TIDAK SHODAQOH DAN TIDAK JIHAD, LALU DENGAN APA ENGKAU AKAN MASUK SURGA ?


عَنْ بَشِيْرِ بْنَ الْخَصَاصِيَةِ t قاَلَ : أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ  eلأُبَايِعَهُ عَلَى الإِسْلاَمِ فَاشْتَرَطَ عَلَىَّ :«تَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَتُصَلِّى الْخَمْسَ وَتَصُومُ رَمَضَانَ وَتُؤَدِّى الزَّكَاةَ وَتَحُجُّ الْبَيْتَ وَتُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ». قَالَ قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَّا اثْنَتَانِ فَلاَ أُطِيقُهُمَا أَمَّا الزَّكَاةُ فَمَا لِى إِلاَّ عَشْرُ ذَوْدٍ هُنَّ رِسْلُ أَهْلِى وَحَمُولَتُهُمْ وَأَمَّا الْجِهَادُ فَيَزْعُمُونَ أَنَّهُ مَنْ وَلَّى فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنْ اللَّهِ فَأَخَافُ إِذَا حَضَرَنِى قِتَالٌ كَرِهْتُ الْمَوْتَ وَجَشِعَتْ نَفْسِى قَالَ فَقَبَضَ رَسُولُ اللَّهِ e يَدَهُ ثُمَّ حَرَّكَهَا ثُمَّ قَالَ :« لاَ صَدَقَةَ وَلاَ جِهَادَ فَبِمَ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ ؟ ». قَالَ ثُمَّ قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أُبَايِعُكَ فَبَايَعَنِى عَلَيْهِنَّ كُلِّهِنَّ  ﴿رَوَاهُ البيهقي والطبراني والحاكم في المستدرك على الصحيحين وقال «هذا حديث صحيح الإسناد ولم يخرجاه  


Dari Basyir bin al-Khoshoshiyyah Radhiyallohu ‘anhu  berkata, : "Aku datang kepada Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam  untuk berbai'at masuk Islam. Maka beliau mensyaratkan kepadaku agar bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rosul-Nya, sholat lima waktu, puasa Romadhon menunaikan zakat, haji ke Baitullah dan berjihad di jalan Allah”.

Basyir melanjutkan, "Lalu aku berkata : “Wahai Rasulullah, ada dua hal yang aku tidak mampu, yaitu zakat karena aku tidak memiliki sesuatu pun kecuali beberapa ekor unta yang merupakan titipan dan kendaraan bagi keluargaku. Sedangkan jihad, orang-orang yakin bahwa mereka yang lari (ketika perang) akan mendapat kemurkaan dan adzab dari Allah, sedangkan aku khawatir  jika ikut perang lalu aku takut mati dan ingin lari (menyelamatkan) jiwaku.

Rasulullah menggenggam tangannya kemudian menggerakkannya lalu berkata, "Tidak shadaqah dan tidak jihad ? Dengan apa engkau akan masuk surga?"

Maka aku pun  berkata : “Ya Rasulullah aku akan berbai’at kepadamu maka baiatlah aku atas semua itu”

(Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, Imam Ath Thabrani dan Imam al-Hakim dalam Al Mustadrok dengan sanad shahih, juga dinyatakan  shohih oleh Imam adz-Dzahaby).

KALAU TEPUK TANGAN DAN SIULAN SAJA DISEBUT IBADAH, APALAGI HORMAT BENDERA



بسم الله الرحمن الرحيم

Allah Azza Wa Jalla Berfirman :
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

"Tidaklah sholat (ibadah) mereka (kaum musyrik) di sekitar Baitullah itu, kecuali hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu". (QS Al Anfal 35)

Rasulullah Shollallohu 'alaihi Wasallam Bersabda

 لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا إِلَى عَصَبِيَّةٍ

“Bukanlah golongan kami, mereka yang mengajak kepada Nasionalisme",. (HR Abu Dawud)

« مَنْ قُتِلَ تَحْتَ رَايَةٍ عُمِّيَّةٍ يَدْعُو عَصَبِيَّةً أَوْ يَنْصُرُ عَصَبِيَّةً فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ »

"Barangsiapa yang berperang dengan slogan primordialisme, mendakwahkan (mengajak & menyerukan) nasionalisme atau membantu menegakkan nasinalisme, lalu ia mati MAKA IA MATI DALAM KEADAAN JAHILIYYAH". (HR. Muslim)

JANGAN MIMPI BERJIHAD, SEBELUM MAMPU RIBATH YG INI !!!

بسم الله الرحمن الرحيم

  • KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMA’AH DI MASJID SEBANDING DENGAN RIBATH (BERJAGA-JAGA) FI SABILILLAH

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ t رَسُولَ اللَّهِ  قَالَ  أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ ». قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ.

Dari Abu Hurairah  beliau berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian suatu amal yang karenanya Allah akan menghapuskan dosa-dosa kalian dan mengangkat derajat kalian ?” Para Shahabat menjawab : “Mau Ya Rasulullah”. Rasulullah  bersabda : “(yaitu) menyempurnakan wudhu’ di saat kalian dalam kondisi kesulitan, memperbanyak langkah menuju masjid-masjid Allah dan menunggu datangnya waktu sholat sehabis kalian selesai melaksakanan sholat (berjama’ah). Itulah yang dimaksud dengan ribath (berjaga-jaga)”. (HR Muslim)

Manajemen Waktu Ulama Salaf



Ibnul Qayyim berkata,” Tahun adalah batang pohon, bulan-bulan adalah dahannya. Hari-hari adalah ranting rantingnya. Jam-jam adalah daun-daunnya. Dan nafas nafas adalah buah buahnya. Barangsiapa nafas-nafasnya untuk ketaatan, maka buah pohonnya adalah baik. Dan barangsiapa nafas-nafasnya untuk kemaksiatan, maka buahnya adalah hanzhal (buah terpahit). Musim panennya adalah hari pembalasan. Pada saat panen itulah akan jelas mana buah yang manis dan mana buah yang pahit. Kira kira bagaimana buah dari umur kita manis atau pahit?”
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...