Ads 468x60px

.

Senin, 04 Juli 2011

Belajar Berhitung Yuk

ALLAH سبحنحا و تعال berfirman :

 فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى  يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الإنْسَانُ مَا سَعَى    
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَى فَأَمَّا مَنْ طَغَى   وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا   فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى  وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا  فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا  إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا  إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا  كَأَنَّهُمْ يَوْمَ  يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا                                                 

Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, Dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya). (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya? Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit). Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.”(QS. AN NAAZI'AAT [79]:34-46)


ALLAH سبحنحا و تعال berfirman :

يُدَبِّرُ الأمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الأرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu."(QS.AS SAJDAH [32]:5)

ALLAH سبحنحا و تعال berfirman :

تَعْرُجُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun "(QS.AL MA'AARIJ[70]:4)

Mari kita analisis ayat di atas.

Di sisi Allah 1 hari          setara dengan 1000 tahun di sisi manusia 
Jika 1 hari = "24 jam"    setara dengan 1000 tahun di sisi manusia

Maka   24/1000            setara dengan 1 tahun di sisi manusia

Misal usia rata2 manusia 63 tahun maka

24/1000 * 63                setara dengan 63 tahun di sisi manusia atau

63 tahun umur manusia setara dengan 24/1000 * 63 atau 1.512 jam atau

90.72 menit di sisi Allah!

SUBHANALLAH


Jika usia hidup rata-rata manusia jaman sekarang adalah 63 tahun (waktu manusia), maka sebenarnya setara dengan lebih kurang 90.72 menit waktu Allah. Jadi benar kata Rasulullah orang yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian. Ya terang saja kalau umur manusia hanya sesingkat itu lalu disambung dengan kehidupan setelahnya nanti yg diukur dengan waktu di sisi Allah, namun ditentukan oleh 90.72 menit waktu yang diberikan Allah di dunia ini. Subhanallah.

Kelak manusia akan tinggal di akhirat, bisa di surga atau di neraka, dengan menggunakan kadar (ukuran) waktu di sisi Allah, maka umur rata2 manusia di sisi Allah saat di dunia yang sekitar 90 menit itu (atau 90.72 menit), haruslah dimanfaatkan sebaik mungkin dengan diisi oleh ibadah yang diterima Allah yakni yang

1. Diniatkan karena Allah, dan
2. Sesuai petunjuk Rasulullah.

Karenanya Allah berfirman (lanjutan surat QS. 70 Al Maarij di atas) agar kita harus bersabar dalam kurun waktu hidup ini. Bersabar dalam beribadah, menjalankan perintah-Nya dengan benar dan sebaik mungkin, bersabar dalam tidak melakukan maksiat dan dosa-dosa baik yang disadari atau tidak, bersabar saat diuji keimanan kita pada qada dan qadar Allah yang baik dan yang buruk, dan bersabar berdakwah di jalan Allah.

ALLAH سبحنحا و تعال berfirman :

فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلا  إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا  وَنَرَاهُ قَرِيبًا

"Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil).Sedangkan Kami memandangnya dekat (mungkin terjadi)."(QS.AL MA'AARIJ [70] : 5-7)

Maka sungguh mulia definisi Rasulullah berikut ini mengenai siapa mukmin (bukan sekadar muslim, tapi mukmin) yang paling cerdas berkaitan dengan usia manusia yang sangat singkat ini.

Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : hadits hasan)

ALLAH سبحنحا و تعال berfirman :

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلا يَتَسَاءَلُونَ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ أَلَمْ تَكُنْ آيَاتِي تُتْلَى عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ قَالُوا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَالِّينَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلا تُكَلِّمُونِ نَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّى أَنْسَوْكُمْ ذِكْرِي وَكُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَ إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوا أَنَّهُمْ هُمُ الْفَائِزُونَ

Apabila sangkakala ditiup Maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maka mereka Itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka jahannam. Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat. Bukankah ayat-ayat-Ku Telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya? Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, kami Telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), Maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia): “Ya Tuhan kami, kami Telah beriman, Maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik”. Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka, Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, Karena kesabaran mereka; Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang menang.”

ALLAH سبحنحا و تعال berfirman :

قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الأرْضِ عَدَدَ سِنِينَ  قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ  قَالَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلا قَلِيلا لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

ALLAH bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?" Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung." Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui "(QS.AL MU'MINUUN [23] : 112-114)

ALLAH سبحنحا و تعال berfirman :

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ

"Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)." (QS. Al Anbiya' [21]: 1)

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...