Ads 468x60px

.

Jumat, 22 Juli 2011

RUKHSHOH.... EDISI SATU

oleh Hardi Ansyah pada 26 Juni 2011 jam 9:51

1. Islam agama yang mudah

Islam adalah agama yang mudah bukan sulit, memberikan kelapangan bukan kesempitan, penuh dengan toleransi jauh dari pemaksaan, sebagai bukti akan kasih sayang Alloh kepada hambaNya. Beberapa ayat di bawah ini memberi bukti kepada kita akan keindahan syariat islam :

يُرِيْدُ الله أنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الإِنْساَنُ ضَعِيْفاً

Allah hendak memberikan keringanan kepada kamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah [annisa : 28]

Syaikh Abdurrohman Nashir Assa’di berkata : Alloh memberi kemudahan di saat menurunkan perintah dan larangan kepada kalian, lalu dengan munculnya masyaqqoh (kesulitan) dalam beberapa syariat, Alloh membolehkan pemenuhan kebutuhan kalian seperti makan darah dan bangkai di saat kondisi mendesak dan pembolehan menikahi budak wanita dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Yang demikian itu merupakan bukti kasih sayangNya yang sempurna, kebaikanNya yang menyeluruh dan luasNya ilmu akan lemahnya hamba dari berbagai segi. Lemah susunan tubuhnya, lemah irodah (kehendak), lemah ‘azimah, lemah iman, lemah kesabaran sehingga Alloh menyesuaikannya dengan memberikan keringanan akan ketidak mampuan iman, kesabaran dan kekuatannya

وَماَ جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِّنْ حَرَجٍ

Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesulitan [alhaj : 78]

Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi berkata : inilah karunia yang Alloh ingatkan kepada orang beriman agar bersyukur kepadaNya, dimana Alloh tidak mempersulit kalian dalam menjalankan perintahNya. Justru Alloh member keleluasaan sehingga Alloh jadikan taubat sebagai penebus dosa demikian juga dengan kifarot dan rukshoh untuk menqoshor sholat dan meninggalkan sholat serta tayamum bagi siapa yang tidak mendapatkan air

يُرِيْدُ الله بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

Alloh menginginkan kemudahan bagi kalian dan tidak menginginkan kesulitan bagi kalian [albaqoroh : 185]

Syaikh Muhammad Sholih Ustaimin berkata : segala puji bagi Alloh, inilah din islam, ia adalah din samaahah (toleransi), kemudahan, kebaikan dan kelapangan.

Oleh karena itulah Alloh Subhaanahuu wa ta'alaa memberikan banyak rukhshoh kepada kita demi kemudahan ketika melaksanakan ketaatan dan keterpaksaan untuk menempuh sedikit dari larangan.

2. Mempersulit diri adalah sikap tercela

Menempuh jalan sulit sementara kemudahan ada di depan mata adalah sikap yang aneh. Ia bertentangan dengan fitroh. Oleh karena itu beberapa kali nabi shollallohu alaihi wasallam memberi teguran kepada para sahabat yang terlalu memaksa diri dalam melaksanakan ketaatan. Imam Nawawi merangkumnya dalam kitab riyadlush sholihin dalam bab al iqtishod fith tho’ah ( sikap sederhana dalam melaksanakan ketaatan) di antaranya :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا حَبْلٌ مَمْدُودٌ بَيْنَ السَّارِيَتَيْنِ فَقَالَ مَا هَذَا الْحَبْلُ قَالُوا هَذَا حَبْلٌ لِزَيْنَبَ فَإِذَا فَتَرَتْ تَعَلَّقَتْ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا حُلُّوهُ لِيُصَلِّ أَحَدُكُمْ نَشَاطَهُ فَإِذَا فَتَرَ فَلْيَقْعُدْ

Dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata : "Pada suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk (ke masjid), kemudian Beliau mendapati tali yang diikatkan dua tiang. Kemudian Beliau berkata : "Apa ini ? " Orang-orang menjawab : "Tali ini milik Zainab, bila dia shalat dengan berdiri lalu merasa letih, dia berpegangan tali tersebut". Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Jangan ia lakukan sedemikian itu. Hendaklah seseorang dari kalian tekun dalam ibadah shalatnya dan apabila dia merasa letih, shalatlah sambil duduk [HR Bukhori Muslim]

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَتْ عِنْدِي امْرَأَةٌ مِنْ بَنِي أَسَدٍ فَدَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ هَذِهِ قُلْتُ فُلَانَةُ لَا تَنَامُ بِاللَّيْلِ فَذُكِرَ مِنْ صَلَاتِهَا فَقَالَ مَهْ عَلَيْكُمْ مَا تُطِيقُونَ مِنْ الْأَعْمَالِ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا

Dari 'Aisyah radliallahu 'anhu berkata : Suatu hari seorang wanita dari Bani Asad bersamaku saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendatangiku. Lalu Beliau bertanya : "Siapa dia ? " Aku jawab : Si anu, orang yang tidak tidur di waktu malam. Lantas diberitakan kepada Beliau tentang shalat wanita tersebut. Kemudian Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Celakalah kalian, mengapa kalian memaksakan amalan yang kalian tidak mampu ? Sungguh Allah tidak bosan (memberi ganjaran) hingga kalian merasa bosan sendiri (jika terlalu memaksakan diri).[HR Bukhori Muslim]

عَنْ أَنَس بْن مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا فَقَالُوا وَأَيْنَ نَحْنُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَحَدُهُمْ أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

Dari nas bin Malik radliallahu 'anhu berkata; Ada tiga orang mendatangi rumah isteri-isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan setelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang ? " Salah seorang dari mereka berkata, Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya. " Kemudian yang lain berkata, "Kalau aku, maka sungguh, aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka. " Dan yang lain lagi berkata, Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya. Kemudian datanglah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada mereka seraya bertanya : Kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku [HR Bukhori Muslim]


عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ سَمِعْتُ عَطَاءً أَنَّ أَبَا الْعَبَّاسِ الشَّاعِرَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا بَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي أَسْرُدُ الصَّوْمَ وَأُصَلِّي اللَّيْلَ فَإِمَّا أَرْسَلَ إِلَيَّ وَإِمَّا لَقِيتُهُ فَقَالَ أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ تَصُومُ وَلَا تُفْطِرُ وَتُصَلِّي فَصُمْ وَأَفْطِرْ وَقُمْ وَنَمْ فَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَظًّا وَإِنَّ لِنَفْسِكَ وَأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَظًّا قَالَ إِنِّي لَأَقْوَى لِذَلِكَ قَالَ فَصُمْ صِيَامَ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ وَكَيْفَ قَالَ كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا وَلَا يَفِرُّ إِذَا لَاقَى قَالَ مَنْ لِي بِهَذِهِ يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ عَطَاءٌ لَا أَدْرِي كَيْفَ ذَكَرَ صِيَامَ الْأَبَدِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صَامَ مَنْ صَامَ الْأَبَدَ مَرَّتَيْنِ

Dari Abu Juraij aku mendengar 'Atho' bahwa Abu Al 'Abbas Asy-Sya'ir mengabarkan kepadanya bahwa dia mendengar 'Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhuma (berkata,); Telah sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berita tentang aku bahwa aku akan terus berpuasa dan shalat malam. Aku tak ingat lagi, apakah kemudian beliau mengutus utusan atau aku menemui beliau, dan Beliau berkata : "Apakah benar kabar bahwa kamu akan berpuasa tidak akan berbuka dan shalat malam (tanpa tidur) ? Puasa dan berbukalah, shalat dan juga tidurlah. Karena bagi matamu ada bagian hak atasmu dan bagi dirimu dan keluargamu ada bagian hak atasmu". 'Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhuma berkata : "Sungguh aku lebih kuat dari (amal amal) itu". Beliau berkata : "Kalau begitu puasalah dengan puasanya Nabi Daud Alaihissalam". Dia bertanya : "Bagaimana caranya". Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menawab : "Nabi Daud 'Alaihissalam berpuasa sehari dan berbuka sehari sehingga dia tidak akan kabur ketika berjumpa dengan musuh". Dia berkata : "Lalu Siapa teladan bagi diriku dalam masalah puasa sepanjang jaman ini wahai Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Allah ? 'Atho' berkata : Aku tidak tahu bagaimana dia menyebutkan puasa abadi (sepanjang hidup), karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Tidak dianggap puasa bagi siapa yang puasa abadi". Beliau mengucapkannya dua kali. [HR Bukhori]

Syaikh Mushthofa Albugho (merangkum hadits di atas) berkata :

1. Dimakruhkan memperbanyak ibadah yang dikhawatirkan akan menimbulkan kebosanan

2. Sikap keseimbangan dalam menunaikan ibadah

3. Amal yang paling banyak pahalanya adalah yang kontinyu meski sedikit

4. Perintah untuk kontinyu dalam ibadah yang sedikit dengan berdzikir, muroqobah (merasa diawasi), ikhlas dan menghadap Alloh.

5. Sedikit yang kontinyu lebih baik dari banyak yang akhirnya terputus

6. Memenuhi kebutuhan pribadi yang bersifat mubah akan menghasilkan pahala bila diniatkan untuk menopang kekuatan dalam beribadah

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...