Ads 468x60px

.

Rabu, 12 Oktober 2011

STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan)

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS Al-Ankabut (29) : 45


Sedikit ingin membahas ayat diatas dan semoga Allah menjaga saya dari pemahaman yang salah. Dari ayat diatas dikatakan bahwa fungsi sholat adalah untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar. Namun banyak pertanyaan dan kenyataan yang ada bahwa begitu banyak orang yang sholat tapi ternyata tetap saja melakukan kekejian dan kemungkaran. Istilah kerennya STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan), apa ada yang salah dengan sholatnya?? Mari kita membahasnya dengan sedikit analogi.



Ketika ada orang yang menjadi tersangka dalam suatu kasus dan orang tersebut tidak ditahan, maka orang tersebut pasti dikenakan wajib lapor yang waktunya ditentukan oleh pihak kepolisian. Wajib lapor ini bertujuan agar tersangka tidak lari dan sekaligus mengkontrol tersangka agar tidak lagi berbuat kejahatan yang serupa atau kejahatan lainnya. Tersangka yang tidak ingin dan takut ditahan dalam masa penyidikan tentu saja akan mematuhi perintah wajib lapor ini karena bila perintah wajib lapor ini tidak dilakukan maka konsekuensianya adalah tentu saja tersangka akan mengalami penahanan. Adanya pihak kepolisian yang selalu memantau melalui perintah wajib lapor tersebut membuat tersangka takut untuk lari dan takut untuk melakukan kembali kejahatannya.


Sholat sebagai perintah “wajib lapor” yang diberikan Allah kepada manusia pada dasarnya adalah juga untuk memberi kontrol kepada manusia agar selalu ingat kepada Allah dan selalu mengingatkan manusia bahwa setiap saat ada Allah yang selalu mengawasi gerak-gerik mereka.

  • Namun banyak orang yang melakukan sholat dengan motif-motif yang lain, ada yang hanya ingin menggugurkan kewajiban, karena faktor kebiasaan, jadi kalo tidak dilakukan serasa ada yang hilang, atau bahkan hanya karena ingin riya.

Motif-motif yang lain inilah yang membuat sholat tidak berfungsi sebagai alat kontrol untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar sehingga orang yang melakukan sholat walau dengan “khusyu” sekalipun maka mereka tetap suka melakukan perbuatan keji dan mungkar.

Maka marilah kita sholat dengan motif takut kepada Allah, bila kita takut kepada Allah maka sholat bisa menjadi alat pengingat dan kontrol diri dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Kontrol wajib yang 5 kali dalam sehari tentu akan selalu menjaga kita.

Ya Allah, jadikan hati hamba agar selalu takut kepadaMu. aamiin ….

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...