Ads 468x60px

.

Jumat, 25 November 2011

"Skak"

oleh Hardi Ansyah pada 13 November 2011 jam 8:51


1. Ibrahim 'alaihissalam VS Namruz la'natullohi 'alaiih

Ibrohim adalah seorang nabi yang tegas di dalam berdakwah dan ketegasannya didukung oleh kekuatan hujahnya sehingga tidak ada satupun argumen orang kafir kecuali dengan mudah dipatahkannya.

Di hadapan raja Namruz, Ibrohim dengan berani berargumen :

ألَمْ تَرَ إلَى الَّذِي حاَجَّ إبْرَاهِيْمَ فِى رَبِّهِ أنْ ءَاتاَهُ الله الْمُلْك إذْ قاَلَ إبْرَاهِيْمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيْتُ قاَلَ أنَا أحْيِى وَأمِيْتُ قاَلَ إبْرَاهِيْمُ فَإِنَّ الله يَأْتِى بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهاَ مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ والله لاَ يَهْدِى الْقَوْمَ الظَّالِمِيْنَ

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). ketika Ibrahim mengatakan : Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan, orang itu berkata : Saya dapat menghidupkan dan mematikan. Ibrahim berkata : Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah Dia dari barat, lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim [albaqoroh : 257]

قاَلُوْا ءَأنْتَ فَعَلْتَ هذَا بِألِهَتِناَ يَاإبْرَاهِيْمُ قاَلَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيْرُهُمْ هذَا فَاسْئَلُوْهُمْ إنْ كاَنُوْا يَنْطِقُوْنَ فَرَجَعُوْا إلَى أنْفُسِهِمْ فَقَالُوْا إنَّكُمْ أنْتُمْ الظَّالِمُوْنَ ثُمَّ نُكِسُوْا عَلَى رُءُوْسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ ماَهؤلاَءِ يَنْطِقُوْنَ

62. Mereka bertanya : Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan Kami, Hai Ibrahim ?
63. Ibrahim menjawab : Sebenarnya patung yang besar Itulah yang melakukannya, Maka Tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara
64. Maka mereka telah kembali kepada kesadaran dan lalu berkata : Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang Menganiaya (diri sendiri)
65. Kemudian kepala mereka Jadi tertunduk (lalu berkata) : Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara. [al anbiya’ : 62-65]

Di Akherat pun Masih Bertengkar


1. Pertengkaran orang musyrik dengan sesembahannya


وبرّزت الجحيم للغاوين.... وقيل لهم أين ما كنتم تعبدون..... من دون الله هل ينصرونكم أوينتصرون..... فكبكبوا فيها هم والغاوون..... وجنود إبليس أجمعون..... قالوا وهم فيها يختصمون...... تالله إن كنّا لفى ضلال مبين..... إذ نسوّيكم بربّ العالمين وما أضلّنا إلاّ المجرمون


91. Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat",
92. Dan dikatakan kepada mereka: "Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya)
93. Selain dari Allah? dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"
94. Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,
95. Dan bala tentara iblis semuanya.
96. Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka:
97. "Demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,
98. Karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam".
99. Dan Tiadalah yang menyesatkan Kami kecuali orang-orang yang berdosa.[asy syuaro : 91-99]


ويوم يحشرهم جميعا ثمّ يقول للملائكة أهؤلاء إيّاكم كانوا يعبدون...... قالوا سبحانك أنت وليّنا من دونهم بل كانوا يعبدون الجنّ أكثرهم بهم مؤمنون


40. Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada Malaikat: "Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?".
41. Malaikat-malaikat itu menjawab: "Maha suci Engkau. Engkaulah pelindung Kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu". [saba’ : 40-41]

Rukhshoh Edisi 10 dan 11 " selesai ALHAMDULILLAH"

Nih yang ke 10 nya...Pengguguran kewajiban

Prinsip perintah dilaksanakan sesuai dengan kemampuan. Demikianlah Alloh memaafkan orang-orang karena udzur yang ia hadapi sehingga menyebabkan gugurnya kewajiban. Di antaranya :

1. Gugurnya jihad bagi orang lemah

لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلاَ عَلَى الْمَرْضَى وَلاَ عَلَى الَّذِيْنَ لاَ يَجِدُوْنَ ماَ يُنْفِقُوْنَ حَرَجٌ إذَا نَصَحُوْا لله وَرَسُوْلِهِ

Berdasarkan ayat ini maka Syaikh Abdurrohman Nashir Assa’di membagi tiga kelompok yang digugurkan kewajibannya untuk berjihad :

• Dlu’afa (orang-orang lemah) baik karena badannya karena sudah tua atau pandangan matanya

• Mardlo (orang sakit) meliputi semua penyakit yang menyebabkan dirinya tidak mampu berangkat berperang

• Orang yang tidak cukup bekal untuk berangkat

2. Gugurnya haji bagi yang tidak memiliki isthitho’ah (kemampuan)

ولله عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطاَعَ إلَيْهِ سَبِيْلاً

mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah [ali imron : 97]

RUKHSHOH EDISI 9......"Tidak 100%"

Ibadah dilaksanakan tidak utuh 

Ada beberapa ibadah yang pelaksanaannya diperbolehkan dilaksanakan tidak maksimal sesuai dengan ketentuan apabila kondisi menyulitkannya untuk melakukannya dengan sempurna. Tentunya pembolehan ini harus dilewati dengan usaha maksimal sebelumnya. Di antara contoh-contohnya adalah :

1. Sisa noda darah haidh pada kain setelah dicuci
Darah haidh sering mengenai kain atau pakaian dalam wanita. Terkadang sulit untuk dibersihkan meskipun sudah diupayakan dengan penghilang noda. Maka islam memberikan keringanan kepada kaum wanita untuk memakainya setelah upaya maksimal sudah diupayakan sebagaimana yang disabdakan oleh nabi shollallohu alaihi wasallam :

َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَتْ خَوْلَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ يَذْهَبْ الدَّمُ ؟ قَالَ : يَكْفِيك الْمَاءُ وَلَا يَضُرُّك أَثَرُهُ

Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu berkata : Khaulah bertanya, wahai Rasulullah, meskipun darah itu tidak hilang? Beliau menjawab: "Engkau cukup membersihkannya dengan air dan bekasnya tidak mengapa bagimu." [HR Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi]

RUKHSHOH Edisi DELAPAN..... "BARTER"

Pelaksanaan hukuman dengan hukuman lain yang lebih ringan

Pelanggaran-pelanggaran dalam islam terkadang menyebabkan pelakunya harus melaksanakan kifarot. Dengan kasih sayang Alloh kepada hambaNya, hukuman Alloh subhaanahuu wa ta'alaa tetapkan dengan berbagai pilihan sehingga bisa saja hukuman yang begitu berat bisa berubah menjadi hukuman yang lebih ringan. Diantaranya :

1. Kifarot bersetubuh di siang hari bulan romadlon
Persetubuhan di siang hari bulan romadlon adalah pelanggaran yang teramat berat. Sehingga hukumannyapun sebanding dengan kesalahannya. Dua bulan shoum secara berturut-turut harus dilakukan sebagai penebus dosa. Manakala hal ini tidak mampu dilaksanakan maka dapat diganti dengan membebaskan budak. Di saat harga budak sangat tinggi atau budak sulit didapatkan bahkan sama sekali tidak ada seperti jaman sekarang maka memberi makan sejumlah 60 fakir miskin adalah hukuman yang paling ringan. Akan tetapi bila ternyata yang bersangkutan adalah orang miskin, sungguh Alloh Maha Pengampun sehingga membebaskan dari semua tuntutan sebagaimana hadits di bawah ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...