Ads 468x60px

.

Senin, 26 Desember 2011

Renungan Fajar dan Seruan Adzan

 


Ketika Anda akan bepergian, mungkin berlibur atau urusan dinas dengan waktu keberangkatan kereta atau pesawat jam enam pagi, bisakah dengan potensi fisik Anda saat itu—yang mungkin kelelahan, kurang tidur atau apalah Anda—tiba di stasiun atau dibandara tepat pada waktunya? atau Anda tidak mampu?


Apakah ada kelonggaran waktu bagi Anda untuk datang terlambat ke stasiun atau bandara? Atau kelonggaran tidak berlaku sehingga Anda mampu datang tepat waktu agar tidak tertinggal?


Ketika Anda bekerja ditempat yang sangat jauh dari rumah dan pekerjaan dimulai jam tujuh pagi, apakah Anda bisa bangun pagi untuk berangkat bekerja? atau Anda akan selalu izin pada pimpinan Anda setiap hari karena kondisi Anda tidak memungkinkan untuk pergi pagi-pagi?

ILAAH BARU ITU BERNAMA “MASHLAHAT DAKWAH”



Masih segar dalam ingatan kita manuver para petinggi partai –yang mengaku- Islam yang  tanpa rasa malu mempertontonkan tingkah polah mereka yang lebih layak dilakukan oleh para badut politik. Berbagai pernyataan yang  membingungkan umat pun meluncur deras dari mulut-mulut mereka. Dari “Kekecilan baju kalau memakai atribut Islam, Isu syari’ah Islam sudah tidak menjual lagi, NKRI sudah final, Cuma selembar kain kok diributkan dan sebagainya”.


Kita mungkin heran, bagaimana bisa para figur panutan yang dulunya begitu  fasih menjelaskan makna Thoghut kepada para mad’u nya, begitu bersemangat mendakwahkan syari’ah Islam dan  menanamkan Aqidah Al Wala’ Wal Bara’ kepada umat, kini berubah 180 derajat, berkoalisi dengan partai sekuler yang sangat anti syari’ah Islam bahkan menjadi kepanjangan tangan musuh-musuh Islam.


Sebenarnya fenomena seperti ini sudah diingatkan oleh Asy Syahid –Insya Allah- Sayyid Quthub Rahimahullah yang nota bene adalah “guru spiritual” para tokoh politik itu. Bahwa setiap penyelewengan dari manhaj dakwah Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam walau sejengkal saja, pada akhirnya pasti akan menjadi penyimpangan yang luar biasa jauhnya.


Dalam surat wasiat [1] untuk adiknya, Aminah Quthub, Sayyid Quthub Rahimahullah menulis :

Jumat, 23 Desember 2011

Karena Fesbuk, Rusaklah Hafalannya, Pergaulannya, Iltizamnya dan Dakwahnya (True Story)





Ia seorang ikhwan yang iltizam terhadap din. Penghafal Al-Quran yang juga sangat bersemangat dalam mempelajari sunnah Nabi, mempraktekkannya dan mendakwahkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bolehlah sebut dia sebagai aktivis dakwah. Dengan cahaya ilmu dan amal yang menghiasi dirinya, maka tak bisa ditampik lagi, berbagai pujian pun mengalir untuknya. Keluarga, teman-teman dan orang yang mengenalnya memujinya. “Saleh” , “zuhud” , “alim” dan berbagai atribut sanjungan lainnya mereka sematkan untuknya.



Demikianlah keadaannya. Sampai ketika ia telah mengenal internet, di sinilah perubahan itu bermula. Ia yang walaupun latar belakangnya dari sekolah umum, namun sejak mengenal dakwah dan tarbiyah sudah mulai menjaga jarak dari lawan jenis, bahkan terputuslah komunikasi antaranya dengan lawan jenis, kecuali bila darurat atau ada hajat yang perlu ditunaikan. Tatkala ia membuka dan menjelajahi dunia maya, terkesiaplah ia. Ia melihat dunia baru yang belum pernah dikenalnya sebelumnya.

Status FB mu " cerminan pribadi mu





Berbagai macam status bermunculan di dinding facebook, ribuan ungkapan dari ribuan hati dan akal manusia yang menyampaikan apa yang dirasakannya, sebagian dari mereka menggunakan facebook sebagai sarana untuk menyampaikan dakwah, saling menasihati dalam kebaikan dan menerbitkan catatan-catatan yang bermanfaat bagi kaum muslimin sehingga berada di lingkungan facebook bersama mereka terasa menyejukkan, dengan berusaha menghindari fitnah dalam dakwah di facebook beberapa ikhwah telah memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam menyebarkan dakwah sunnah di Indonesia ini.


Namun ibarat pedang bermata dua, facebook juga memiliki sisi negatif, bagi mereka yang tidak mampu memilih teman yang baik untuk menjadi teman “mudzakaroh”, facebook berubah menjadi sebuah “racun” yang membawa penggunanya memasuki pergaulan yang tidak sesuai dengan syari’at Islam, terlebih itu facebook bisa menjadi sarana yang bisa merusak akidah, akhlak dan jiwa seseorang dalam prosesnya, sekali lagi, facebook hanyalah benda mati yang tidak bisa dipersalahkan, namun yang harus diperhatikan adalah bagaimana dalam menggunakan facebook itu sendiri.

Kamis, 22 Desember 2011

Memperbaharui Komitmen Dakwah



بسم الله الرحمن الرحيم




Ketika begitu banyak tanggung jawab yang harus dipikul dan kesibukan yang harus dituntaskan, seorang da’I bisa saja lupa dengan hakikat komitmennya terhadap dakwah sehingga lalai dengan hak-hak dakwah yang harus ditunaikannya. Dia menzalimi diri sendiri dan tidak membersihkannya, tidak mendidiknya, tidak mengontrol dan mengevaluasi (muhasabah), dan tidak meluruskannya. Bisa saja dial alai dengan hak-hak saudara-saudara seperjuangan dan dakwahnya. Merasa keberatan untuk mengorbankan hartanya dan hanya memberikan sedikit waktu yang tersisa dari semua aktivitasnya di kampus, di rumah, atau pekerjaan dunia lainnya.



Dia menjadi sering terlambat menghadiri liqa jika tidak meninggalkannya, serta meninggalkan tuntutan-tuntutan tarbiyah dan dakwah lainnya seperti meninggalkan dauroh-dauroh, tatsqif, mabit, serta yang sejenisnya. Semua tugasnya dilakukan hanya berdasarkan kecenderungan dan kemauan dirinya.



Untuk itu, adalah penting untuk kembali mengemukakan kepada diri sendiri, pertanyaan-pertanyaan tentang komitmen kita kepada dakwah. Apakah cukup dengan sekedar mendukung dan mengagumi dakwah? Atau apakah cukup hanya dengan bergabung sebagai kadernya? Apakah bentuk peran aktif yang kita berikan terhadap harakah dakwah ini?

Mereka yang Amalannya Sia-sia.

Refleksi atas beberapa aktifis yang berbangga bangga diri atas banyaknya kerja dakwah yang mereka lakukan yang katanya untuk menegakkan Islam. Benarkah berbangga-bangga dalam beramal itu karakter pengemban dakwah? Apakah amalan itu untuk di bangga banggakan? Saya katakan: La tafroh innalloha la yuhibbul farihin...Janganlah hai kalian manusia berbangga-bangga atas amalan kalian, sesungguhnya aku (Allah) tida cinta dan menyukai kelompok atau orang yg bangga atas amalannya.


“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. Al Furqan : 23)


Mukadimah

Beramal adalah perintah agama, yaitu amal yang baik-baik. Amal itulah yang membedakan manusia satu dengan lainnya, bahkan yang membedakan kedudukannya di akhirat kelak. Lalu, semua  manusia akan ditagih tanggung jawabnya masing-masing sesuai amal mereka di dunia.

Allah Ta’ala berfirman tentang kewajiban beramal:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ 


Dan Katakanlah: “Ber-amalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. At Taubah (9): 105)

6 keriteria wanita yang harus di jauhi oleh Pria






Warning.. !!!

6 keriteria wanita yang harus di jauhi oleh Pria, dan jangan jadikan sebagai istrinya..

1. Wanita "Ananah" : wanita yang banyak mengeluh. Apa yang diberi atau dilakukan suami untuk rumah tangganya semua tidak suka dan tidak berpuas hati.

2. Wanita "Mananah" : wanita yang suka meniadakan usaha dan jasa suami, akan tetapi sebaliknya menepuk dada dialah yang banyak berkorban untuk membangun rumah tangga. Dia suka mengungkit-ungkit apa yang dilakukan untuk kebaikan rumah tangga. Biasanya wanita ini bekerja atau berkedudukan tinggi dan bergaji besar.

3. Wanita "Hananah" : Menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain (bekas suaminya dahulu)yang dikawininya sebelum sekarang, atau kepada anak dari suaminya yang lain, dan wanita ini berangan-angan mendapatkan suami yang lebih baik dari suami yang ada. Dalam kata lain wanita sebegini tidak bersyukur dengan jodohnya itu. Wanita sebegini yang mengkufuri nikmat perkahwinan. Dia juga merendahkan kebolehan dan kemampuan suaminya.

Heboh !!! Akan Ada Bencana Besar di Pertengahan Bulan Ramadhan 2012 . . . ?!!



Heboh mengenai peristiwa huru-hara, bencana besar, atau hari kiamat yang akan terjadi pada hari Jum’at pertengahan bulan Ramadhan 1433H (Ramadhan tahun 2012 Masehi). Berita atau kabar ini banyak diperbincangkan orang, baik di Fb, twitter, dlsb beberapa waktu lalu karena berasal dari sebuah hadist.


Salah satu berita yang beredar adalah kurang lebih sebagai berikut:


Coba lihat kalendar tahun 2012. Tanggal 1 Ramadhan pada tahun 2012 jatuh pada tanggal 20 Juli yaitu hari Jum’at, jadi tanggal 3 Agustus 2012 bertepatan dengan 15 Ramadhan yang juga pada hari Jum’at.


Sama dengan satu hadis Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tentang huru hara besar yang akan terjadi pada tengah malam pertengahan Ramadhan yaitu hari Jum’at, 15 Ramadhan di bumi ini. Huru hara yang akan mengejutkan semua orang yang sedang tidur. Satu suara yang amat dahsyat akan kita dengar dari langit, bukan kiamat tetapi huru hara tersebut akan melenyapkan umat manusia di atas muka bumi ini sebanyak 2/3-nya, yang tersisa hanya 1/3 saja. ( Menurut kajian NASA, pada 21-12-2012 satu planet yg yang dikenali planet X akan melintasi bumi ) Adakah kita semua tergolong dalam 1/3 itu? Adakah peristiwa itu akan berlaku pada 2012? Hanya ALLAH yang Maha Mengetahui..

Selasa, 20 Desember 2011

Tanda - Tanda Kekuasaan ALLAH

  • SURAT 2. AL BAQARAH  : (212)
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ


Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.


  • SURAT 10. YUNUS

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأنْعَامُ حَتَّى إِذَا أَخَذَتِ الأرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالأمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir.(24)

Kaidah-kaidah alam dan Syariat di Dalam Melihat Musibah


  •         Kaidah pertama, Hukum Perubahan dan Pergantian Keadaan.


Hal ini disebabkan ALLAH سبحانه و تعالى . Memang telah menakdirkan adanya dua hal yang bersifat pertentangan, jika satu hal telah mencapai batas puncaknya, maka akan muncul kebaliknya. Malam, jika telah habis masa keberadaannya dan telah menyelesaikan perjalanannya, maka akan di ganti dengan datangnya fajar, ini adalah hukum yang telah berlaku dan akan tetap berlaku. Karena siang dan malam masing-masing telah memiliki jangka waktu yang telah di tetapkan.


Hukum ini berlaku pada semua masa yang ada, hari, bulan, tahun, musim-musim yang ada, masa-masa berbuah, masa-masa panen, masa-masa mengandung, masa-masa sakit, masa-masa berkuasa, masa-masak kaya dan miskin, masa-masa sulit dan mudah, masa-masa bahagia dan sedih, masa-masa bertemu dan berpisah, masa-masa jaya dan terpuruk, kalah dan menang, berhasil dan gagal serta kondisi dan sifat-sifat yang lainya. Memang hal inilah yang di tetapkan oleh-NYA bagi penduduk bumi, yaitu pergantian dan perbuatan roda dunia sepanjang masa.

Saya Percaya Bahwa Cinta Adalah Buta


Saya memang percaya hal ini ketika saya menyasikan dan membuktikan sendiri. Kita sering melihat orang yang mencintai salah seorang alim, dia menerima semua yang dikatakan oleh orang alim tersebut, dia selalu membenarkan kesalahan-kesalahannya dan mencari-cari alasan untuk hal tersebut. Seolah-olah, di matanya orang alim tersebut adalah sosok uang ma’shum (terjaga dari kesalahan) dan tiadalah yang di ucapkan itu menurut kemauan hawa nafsunya

Sering kita melihat seseorang yang terlanjur senang terhadap salah seorang penyair, dia benar-benar terpesona dengan setiap karya syairnya. Kasidah-kasidah yang di hasilkan oleh penyair walaupun hanya dari butiran-butiran  embun, namun di matanya seolah-olah dikelilingi butiran-butiran permata dan mutiara. Sering kita menyaksikan seseorang yang sedang jatuh cinta kepada seorang perempuan, dia seolah-olah berubah menjadi seperti seorang penyembah berhala, bahkan ada orang yang mati gara-gara cintanya kepada seorang peremuan.

Rabu, 14 Desember 2011

" Penjelasan Hakikat Jahiliyah, Kefasikan, Kesesatan, Riddah, Macam-macam dan hukumnya "

 

Bismillahirrahmanirrahim



Penjelasan Hakikat Jahiliyah, Kefasikan, Kesesatan, Riddah, Macam-macam dan hukumnya


A. JAHILIYAH

Keadaan yang ada pada bangsa Arab sebelum Islam, yakni kebodohan tentang Alloh, para RasulNya dan syari’at agama berasal dari kata Al-Jahl (kebodohan) = ketiadaan ilmu.
Jahiliyah terbagi menjadi 2:
  1. Jahiliyah ‘Ammah (jahiliyah umum)
Terjadi sebelum diutusnya Rasululloh SAW, dan ia telah berakhir dengan diutusnya Rasululloh.
  1. Jahiliyah Khashshah (jahiliyah khusus)
Terjadi pada sebagian negara, sebagian daerah, dan sebagian orang

B. KEFASIKAN
  • Menurut bahasa: alfisqu = alkhuruj (keluar)
  • Menurut syara : keluar dari keta’atan kepada Alloh
Kefasikan ada 2 macam:

a) Kefasikan yang membuatnya keluar dari agama, yakni kufur, karena itu orang kafir juga disebut orang fasik


Artinya: “Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti bagi orang-orang yang zalim.”QS Al-Kahfi (18):50

Not Action Talk Only !!!



Sering banget ketika kita mempromosikan Khilafah dan Syariah lantas ada beberapa orang sirik dan panas kupingnya lalu bilang "Mas, jangan NATO dong, Not Action Talk Only" katanya "Ngomong doang, apa aksi nyatanya?!"


Maka ada beberapa yang harus diluruskan:




1. Seinget saya, dulu guru Bahasa Indonesia ngajarin kalo "Ngomong" itu adalah aktivitas, termasuk kata kerja kayaknya deh, jadi talks = action, bahasa arabnya FI'IL (baru belajar kemaren) heheh...  



2. Namanya dakwah itu ya ngomong, asal katanya aja da'a-yad'uu-dakwatan artinya menyeru, berarti ya ngomong, bukan gebukin orang hehehe...  

Palestina dan kemerdekaan Republik Indonesia

 Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap negara tersebut. Hari ini ketika Palestina diserang, mengapa kita (bangsa Indonesia) ikut sibuk?
 “Ngapain juga kita bantuin Palestina, di negeri sendiri aja masih banyak yang miskin. Pengangguran bejibun, belum lagi anak-anak terlantar dan putus sekolah. Warga aja masih banyak yang punya rumah ilegal. Utang negara juga masih numpuk mau sok-sok ngebantu warga Palestina. Warga sendiri tuh urusin!!!”

Apalah arti proklamasi kemerdekaan suatu negara tanpa pengakuan dari negara lain ... hanya akan dianggap sebagai suatu pemberontakan dan masalah dalam negeri suatu negara ...

Selasa, 13 Desember 2011

FATWA 10 ULAMA BESAR SAUDI TENTANG PENGUASA YANG BERHUKUM DENGAN SELAIN SYARI’AH ISLAM

FATWA 10 ULAMA BESAR SAUDI TENTANG PENGUASA YANG BERHUKUM DENGAN SELAIN SYARI’AH ISLAM

 

oleh Fuad Al Hazimi pada 9 November 2011 pukul 14:45




1.       SYAIKHUL ISLAM  MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB

Makna Thoghut menurut Syaikhul Islam  Muhammad Bin Abdul Wahhab adalah :
 “Segala sesuatu yang diibadahi selain Allah, diikuti dan ditaati dalam perkara‐perkara yang bukan ketaatan kepada Allah dan Rasul‐Nya , sedang ia ridha dengan peribadatan tersebut”.

Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab menjelaskan : “Thaghut itu sangat banyak, akan tetapi para pembesarnya ada lima, yaitu :
  • Setan yang mengajak untuk beribadah kepada selain Allah.
  • Penguasa  dzalim yang merubah hukum‐hukum Allah.
  • Orang‐orang yang berhukum dengan selain hukum yang diturunkan Allah.
  • Sesuatu selain Allah yang mengaku mengetahui ilmu ghaib.
  • Sesuatu selain Allah yang diibadahi  dan dia ridha dengan peribadatan tersebut.

2.      FATWA SYAIKH AL ALLAMAH IMAM MUHAMMAD AL AMIN ASY SYANGGITI –RAHIMAHULLAH- , SYAIKH NYA PARA MASYAYIKH DAN MUFTI KERAJAAN SAUDI :


وبهذه النصوص السماوية التي ذكرنا يظهر غاية الظهور أن الذين يتّبعون القوانين الوضعية التي شرعها الشيطان على لسان أوليائه مخالفة لما شرعه الله جل وعلا على ألسنة رسله [عليهم الصلاة والسلام] أنه لا يشك في كفرهم وشركهم إلاّ من طمس الله بصيرته وأعماه عن نور الوحي... فتحكيم هذا النظام في أنفس المجتمع وأموالهم وأعراضهم وأنسابهم وعقولهم وأديانهم، كفر بخالق السموات والأرض وتمرّد على نظام السماء الذي وضعه من خلق الخلائق كلها وهو أعلم بمصالحها سبحانه وتعالى  (أضواء البيان جـ4 صـ 83- 84)


“Berdasar nash-nash yang diwahyukan Allah dari langit yg telah kami sebutkan di atas, telah nyata senyata-nyatanya bahwasanya orang-orang yang mengikuti undang-undang buatan manusia yang disyari’atkan oleh setan melalui mulut para pengikutnya yang bertentangan dengan syari’ah Allah Azza Wa Jalla yang  diturunkan melalui lisan para Rasul-Nya –alaihimus sholaatu wat tasliem- BAHWA SESUNGGUHNYA TIDAK DIRAGUKAN LAGI TENTANG TELAH KAFIR DAN SYIRIK NYA ORANG-ORANG ITU, kecuali bagi orang yang mata hatinya telah tertutup dan buta dari cahaya wahyu Allah.

Senin, 12 Desember 2011

SELAMAT DARI SIKSA KUBUR

Oleh : Ibnu Mukhtar

عَنْ هَانِئٍ - مَوْلَى عُثْمَانَ – قَالَ كَانَ عُثْمَانُ إِذَا وَقَفَ عَلَى قَبْرٍ بَكَى حَتَّى يَبُلَّ لِحْيَتَهُ فَقِيلَ لَهُ تُذْكَرُ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَلاَ تَبْكِى وَتَبْكِى مِنْ هَذَا فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ ». قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلاَّ وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ »

Dari Hani’ –mantan budak ‘Utsman bin Affan rodhiyallohu ‘anhu-“Adalah Utsman apabila berhenti di kuburan beliau menangis sampai jenggotnya basah. Maka beliau ditanya : “Engkau tidak menangis ketika disebut Surga dan Neraka, tetapi engkau menangis karena melihat kuburan ini.” Beliau menjawab : “Sesungguhnya aku mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :’Sesungguhnya alam kubur itu merupakan tempat persinggahan pertama di antara tempat-tempat persinggahan akhirat, maka jika  ia selamat di persinggahan pertama itu ( alam kubur ) maka kejadian dan segala peristiwa sesudahnya adalah lebih mudah. Dan jika ia tidak selamat, maka kejadian-kejadian sesudahnya adalah lebih sulit.’ Ustman berkata lagi ; ‘Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku belum pernah melihat pemandangan yang mengerikan sebelumnya selain adzab kubur.” ( HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dalam musnadnya dishohihkan Syaikh Syu’aib al-Arna’ut dan Syaikh Al Albani rohimahulloh menghasankannya dalam Shohiehut Targhieb wat Tarhieb no. 3550 )

Saudaraku, hadits yang mulia ini memberikan banyak faedah yang berharga bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran darinya. Dan tidak ada yang dapat memetiknya melainkan oleh mereka yang dikehendaki Alloh Subhaanahu wa Ta’aala kebaikan bagi urusan dunia dan akhiratnya.

Kaedah-kaedah umum mengenali sosok ulama panutan

[1]- Standar kebenaran adalah Al-Qur’an, Al-Sunah dan ijma’ ulama. Al-Qur’an dan Al-Sunah dipahami dan diamalkan sesuai pemahaman dan pengamalan para al-salaf al-shalih (generasi shahabat, tabi’in, tabi’u tabi’in) dan para ulama tsiqah yang mengikuti jejak mereka. Barang siapa berpegangan kepada ketiga sumber ajaran Islam ini, ia adalah seorang ahlu sunah wal jama’ah.


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ (تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِي وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتىَّ يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ).


Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,” Telah kutinggalkan di antara kalian dua hal. Kalian tidak akan pernah tersesat sesudah keduanya, yaitu kitabullah dan sunahku. Keduanya tak akan pernah berpisah sampai datang kepadaku di haudh nanti.”[1]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :

فَمَنْ قَالَ بِالْكِتَابِ وَ السُّنَّةِ وَ ْالإِجْمَاعِ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ السُّنَّةِ وَ اْلجَمَاعَةِ
” Barang siapa berpendapat berdasar Al-Qur’an, Al-Sunah dan ijma’, ia adalah seorang ahlu sunah wal jama’ah.”[2]

Beliau juga mengatakan :

فَدِيْنُ اْلمُسْلِمِيْنَ مَبْنِيٌّ عَلَى اِتِّبَاعِ كِتَابِ اللهِ وَ سُنَّةِ نَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا اتَّفَقَتْ عَلَيْهِ اْلأُمَّةُ. فَهَذِهِ الثَّلاَثَةُ أُصُوْلٌ مَعْصُوْمَةٌ . وَمَا تَنَازَعَتْ فِيْهِ اْلأُمَّةُ رُدَّ بِهِ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. 


” Dien (agama) umat Islam dibangun di atas dasar mengikuti (iitiba’) Kitabullah, Sunah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa salam dan apa yang disepakati oleh ummat (ijma’ ulama mujtahidin). Ketiga hal ini adalah dasar-dasar yang ma’shum (terjaga dan bebas dari kesalahan). Adapun persoalan yang diperselisihkan oleh umat, harus dikembalikan kepada Allah dan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa salam.”[3]
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...