Ads 468x60px

.

Jumat, 20 Desember 2013

|| VIDEO || NEWS || Pemuda ini dengan gagah berani mengajak Ratu Belanda Ke dalam agama ISLAM




SUBHANALLAH !!

seorang Pemuda dengan gagah berani mengajak Ratu Belanda Ke dalam agama ISLAM saat berada di panggung konser


Raih amal sholeh & Sebarkan !!

||VIDEO|| Penolakan Mujahidin dan Tentara Islam Terhadap ajakan Pertemuan Dengan Amerika




Share this videos







Selasa, 08 Oktober 2013

Hancurnya Otak, Jiwa, & Fisik Akibat Nonton Porno

“Percayalah pornografi adalah suatu bencana yang kami, orang Amerika kesulitan menghadapinya. Negara kami dapat mempersiapkan perang,  senjata, dan tentara. Negara kami juga mampu menemukan obat-obatan mutakhir untuk menyembuhkan berbagai penyakit modern. Tapi untuk pornografi…believe me…. pada awalnya kami tidak siap dan tidak tahu cara apa yang harus dilakukan untuk melawannya. Kami bingung!” (Dr. Randall F. Hyde, Ph.D ) 

 
BERBEDA dengan 20-an tahun yang lalu, mengakses pornografi sekarang ini mudah sekali. Sama mudahnya dengan mengakses facebook dan twitter. Ya, lewat HP sudah bisa.


Kebiasaan seseorang menonton film porno tak ubahnya seperti seseorang perempuan pergi belanja atau nyalon. Ibaratnya, akan dilakukan kapan pun ada waktu senggang. Dan seperti kita tahu bahwa pornografi mempunyai efek yang membahayakan otak, jiwa, dan fisik kita. Bahaya apa saja?


  • 1. Pornografi Merusak Jiwa

Kerusakan yang dapat ditimbulkan pornografi bagi pecandunya dari sisi kejiwaan tidak terlepas dari bekerjanya 4 jenis hormon tubuh, yaitu dopamin, neuroepinefrin, serotonin, dan oksitosin.

a. Dopamin

Dopamin bekerja untuk menimbulkan sensasi puas, senang, lega, gembira dalam dada. Namun, dopamine juga bekerja menuntut peningkatan level kenikmatan.

Contoh dalam kasus pornografi, misal seorang remaja pertama kali merasa senang bisa melihat gambar syur, berikutnya dopamin akan menuntut peningkatan kepuasan. Remaja tadi menjadi rasa ingin mengulang dan menambah, ganti gambar dan suara, terus gambar suara dan gerak, lagi…lagi…dan lagi. Seperti orang bermain game, ia akan merasa puas jika berhasil naik ke level permainan berikutnya.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Baca Al - Qur'an Yuuuk (^_^)


  • Keutamaan Mengkhatamkan Al-Qur’an

Dari Ibnu Abbas r.a., beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw.


“Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi)




Generasi sahabat dapat menjadi generasi terbaik (baca; khairul qurun) adalah karena mereka memiliki ihtimam yang sangat besar terhadap Al-Qur’an. Sayid Qutub dalam bukunya Ma’alim Fii Ath-Thariq menyebutkan tiga faktor yang menjadi rahasia mereka mencapai generasi terbaik seperti itu.


Pertama,
karena mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber pegangan hidup, sekaligus membuang jauh-jauh berbagai sumber-sumber kehidupan lainnya.




Kedua, ketika membacanya mereka tidak memiliki tujuan-tujuan untuk tsaqafah, pengetahuan, menikmati keindahan ataupun tujuan-tujuan lainnya. Namun tujuan mereka hanya semata-mata untuk mengimplementasikan apa yang diinginkan Allah dalam kehidupan mereka.



Ketiga,
mereka membuang jauh-jauh segala hal yang berhubungan dengan masa lalu ketika jahiliyah. Mereka memandang bahwa Islam merupakan titik tolak perubahan, yang sama sekali terpisah dengan masa lalu, baik yang bersifat pemikiran ataupun kebudayaan.



Tilawatul qur’an; itulah kunci utama kesuksesan mereka. Imam Syahid Hasan Al-Banna mengatakan, “Usahakan agar Anda memiliki wirid harian yang diambil dari kitabullah minimal satu juz per hari dan berusahalah agar jangan mengkhatamkan Al-Qur’an lebih dari sebulan dan jangan kurang dari tiga hari.”


  • Keutamaan Membaca al-Qur’an


Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi memaparkan hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan membaca Al-Qur’an. Di antaranya:


1. Akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat.
Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim)


2. Mendapatkan predikat insan terbaik.
Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Tirmidzi)


3. Mendapatkan pahala akan bersama malaikat di akhirat, bagi yang mahir mambacanya.
Dari Aisyah ra, berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.” (HR. Bukhari Muslim)


4. Mendapatkan pahala dua kali lipat, bagi yang belum lancar.“Dan orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari Muslim)


5. Akan diangkat derajatnya oleh Allah
Dari Umar bin Khatab ra. Rasulullah saw. bersabda,: “Sesungguhnya Allahswt. akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dengan dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain.” (HR. Muslim)



6. Mendapatkan sakinah, rahmat, dikelilingi malaikat, dan dipuji Allah di hadapan makhluk-Nya. 

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketengangan, akan dilingkupi pada diri mereka dengan rahmat, akan dilingkari oleh para malaikat, dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya.” (HR. Muslim)

  • Keutamaan mengkhatamkan al-Qur’an


a. Merupakan amalan yang paling dicintai Allah


Dari Ibnu Abbas ra, beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi)


b. Orang yang mengikuti khataman Al-Qur’an, seperti mengikuti pembagian ghanimah


Dari Abu Qilabah, Rasulullah saw. mengatakan, “Barangsiapa yang menyaksikan (mengikuti) bacaan Al-Qur’an ketika dibuka (dimulai), maka seakan-akan ia mengikuti kemenangan (futuh) fi sabilillah. Dan barangsiapa yang mengikuti pengkhataman Al-Qur’an maka seakan-akan ia mengikuti pembagian ghanimah.” (HR. Addarimi)



c. Mendapatkan doa/shalawat dari malaikat


Dari Mus’ab bin Sa’d, dari Sa’d bin Abi Waqas, beliau mengatakan, “Apabila Al-Qur’an dikhatamkan bertepatan pada permulaan malam, maka malaikat akan bersalawat (berdoa) untuknya hingga subuh. Dan apabila khatam bertepatan pada akhir malam, maka malaikat akan bershalawat/ berdoa untuknya hingga sore hati.” (HR. Addarimi.)



d. Mengikuti sunnah Rasulullah saw.


Mengkhatamkan Al-Qur’an merupakan sunnah Rasulullah saw. Hal ini tergambar dari hadits berikut: Dari Abdullah bin Amru bin Ash, beliau berkata, “Wahai Rasulullah saw., berapa lama aku sebaiknya membaca Al-Qur’an?” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam satu bulan.” Aku berkata lagi, “Sungguh aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam dua puluh hari.” Aku berkata lagi, “Aku masih mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah.” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam lima belas hari.” “Aku masih lebih mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah.” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam sepuluh hari.” Aku menjawab, “Aku masih lebih mampu lagi, wahai Rasulullah.” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam lima hari.” Aku menjawab, “Aku masih lebih mampu lagi, wahai Rasulullah.” Namun beliau tidak memberikan izin bagiku. (HR. Tirmidzi)


  • Waktu mengkhatamkan Al-Qur’an


a. Keutamaan waktu yang dibutuhkan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an

Dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah saw., beliau berkata, “Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah.” Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus malarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari)


Hadits ini menunjukkan batasan waktu paling minimal dalam membaca Al-Qur’an. Karena dalam hadits lain terkadang beliau membatasi hanya boleh dalam 5 hari, dan dalam hadits yang lain dalam tujuh hari. Maka dari sini dapat disimpulkan, batasan paling cepat dalam mengkhatamkan Al-qur’an adalah tiga hari.



b. Larangan untuk mengkhatamkan kurang dari tiga hari

Hadits di atas juga mengisyaratkan larangan Rasulullah saw. untuk mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari. Hikmah di balik larangan tersebut, Rasulullah saw. katakan dalam hadits lain sebagai berikut:



Dari Abdullah bin Amru, beliau mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan dapat memahami/menghayati Al-Qur’an, orang yang membacanya kurang dari tiga hari.” (HR. Abu Daud)



c. Rasulullah saw. tidak pernah mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu malam


Dari Aisyah ra, beliau mengatakan, “Aku tidak pernah tahu Rasulullah saw. mengkhatamkan Al-Qur’an secara keseluruhan pada malam hingga fajar.” (HR. Ibnu Majah)


  • Sunnah dalam teknis mengkhatamkan Al-Qur’an

Adalah Anas bin Malik, beliau memiliki kebiasaan apabila telah mendekati kekhataman dalam membaca Al-Qur’an, beliau menyisakan beberapa ayat untuk mengajak keluarganya guna mengkhatamkan bersama.


Dari Tsabit al-Bunnani, beliau mengatakan bahwa Anas bin Malik jika sudah mendekati dalam mengkhatamkan Al-Qur’an pada malam hari, beliau menyisakan sedikit dari Al-Qur’an, hingga ketika subuh hari beliau mengumpulkan keluarganya dan mengkhatamkannya bersama mereka. (HR. Darimi)


Hikmah yang dapat dipetik dari hadits Anas di atas, adalah bahwa ketika khatam Al-Qur’an merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah. Dengan mengumpulkan seluruh anggota keluarga, akan dapat memberikan berkah kepada seluruh anggota keluarga. Karena, semuanya berdoa secara bersamaan kepada Allah mengharapkan rahmat dan berkah dari-Nya.


  • Kiat-Kiat Agar Senantiasa Dapat Mengkhatamkan Al-Qur’an


Ada beberapa kiat yang barangkali dapat membantu dalam mengkhatamkan Al-Qur’an, di antaranya adalah:



1. Memiliki ‘azam’ yang kuat untuk dapat mengkhatamkannya dalam satu bulan. Atau dengan kata lain memiliki azam untuk membacanya satu juz dalam satu hari.

2. Melatih diri dengan bertahap untuk dapat tilawah satu juz dalam satu hari. Misalnya untuk sekali membaca (tanpa berhenti) ditargetkan setengah juz, baik pada waktu pagi ataupun petang hari. Jika sudah dapat memenuhi target, diupayakan ditingkatkan lagi menjadi satu juz untuk sekali membaca.


3. Mengkhususkan waktu tertentu untuk membaca Al-Qur’an yang tidak dapat diganggu gugat, kecuali jika terdapat sebuah urusan yang teramat sangat penting. Hal ini dapat membantu kita untuk senantiasa komitmen membacanya setiap hari. Waktu yang terbaik menurut penulis adalah ba’da subuh.

4. Menikmati bacaan yang sedang dilantunkan oleh lisan kita. Lebih baik lagi jika kita memiliki lagu tersendiri yang stabil, yang meringankan lisan kita untuk melantunkannya. Kondisi seperti ini membantu menghilangkan kejenuhan ketika membacanya.

5. Usahakan untuk senantiasa membersihkan diri (baca: berwudhu’) terlebih dahulu sebelum kita membaca Al-Qur’an. Karena kondisi berwudhu’, sedikit banyak akan membantu menenangkan hati yang tentunya membantu dalam keistiqamahan membaca Al-Qur’an.


6. Membaca-baca kembali mengenai interaksi generasi awal umat Islam, dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik dari segi tilawah, pemahaman ataupun pengaplikasiannya.


7. Memberikan iqab atau hukuman secara pribadi, jika tidak dapat memenuhi target membaca Al-Qur’an. Misalnya dengan kewajiban infaq, menghafal surat tertentu, dan lain sebagainya, yang disesuaikan dengan kondisi pribadi kita.


8. Diberikan motivasi dalam lingkungan keluarga jika ada salah seorang anggota keluarganya yang mengkhatamkan al-Qur’an, dengan bertasyakuran atau dengan memberikan ucapan selamat dan hadiah.

Mengkhatamkan Al-Qur’an merupakan sifat Rasulullah, para sahabat, salafuna shaleh, dan orang-orang mukmin yang memiliki ketakwaan kepada Allah. Seyogyanya, kita juga dapat memposisikan Al-Qur’an sebagaimana mereka memiliki semangat, meskipun kita jauh dari mereka.


“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (An-Ankabut: 69).

Jumat, 09 Agustus 2013

Ustadz Abdullah Sungkar, Guru Para Dai Mujahid





Shoutussalam.com - Abdullah bin Ahmad bin Ali Sungkar lahir di Solo tahun 1937. Sang bapak, Ahmad Sungkar merupakan imigran dari Hadramaut. Sebelum kepindahanya ke Indonesia ia pernah menikah dengan wanita arab dan sempat dikaruniai seorang anak. Setelah berada di Indonesia, Ahmad Sungkar menikah dengan seorang wanita Jawa asal Jombang. Dari pernikahan inilah lahir Ustadz Abdullah Sungkar. Abdullah Sungkar merupakan anak tunggal dari pasangan Arab-Jawa tersebut, karena itulah Ustadz Abdullah Sungkar di Indonesia tidak memiliki saudara, akan tetapi di Arab Saudi dia memiliki saudara seayah.

Dari segi ekonomi orang tuanya hidup dalam kesederhanaan, tetapi aspek pendidikan agama sangat diperhatikan. Abdullah Sungkar kecil sangat beruntung, karena selain tinggal di lingkungan religius (kampung Arab), orang tuanya sangat menekankan masalah agama. Itulah sebabnya Ustadz Abdullah Sungkar belajar formal mulai Taman Kanak-Kanak sampai SLTA selalu di lembaga pendidikan Islam. TK dan SD sekolah di Al irsyad, SMP dilangsungkan di Modern Islamic School, adapun SMA di Muhammadiyah.


Satau kelebihan yang dimiliki Ustadz Abdullah Sungkar adalah, ia sangat cerdas dan tekun dalam belajar. Dengan kelebihan itu, beliau dapat menguasai bahasa Arab dan Inggris dengan sangat baik. Karenanya walaupun setelah SMA tidak sempat melanjutkan ke perguruan tinggi, Ustadz Abdullah Sungkar dapat belajar agama secara otodidak.


Musuh Utama Rezim Orde Baru

Minggu, 04 Agustus 2013

Sikap Al-Azhar Mesir tentang ‘Taqrib’ Sunni-Syiah

Syaikh Qaradhawi dalam fatwanya juga meluruskan makna ‘Taqrib’ agar tidak menjadi bias dan kamuflase terhadap upaya penyebaran ajaran Syiah. Baca juga sikap Qaradhawi soal Risalah Amman

Oleh: Fahmi Salim

BARU-BARU ini seiring pemberitaan kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Konferensi Islam (OKI) ke-12 yang dilaksanakan di Kairo ibukota Mesir dan turut dihadiri Presiden SBY, hasil pertemuan Grand Syeikh Al-Azhar Mesir dengan Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad, menjadi pusat perhatian umat Islam tak hanya di Mesir tetapi juga di dunia Islam. Apalagi ditengah situasi yang menghangat soal relasi Sunni – Syiah pasca Arab-Spring (revolusi dunia Arab), dan imbasnya sampai ke Indonesia dengan kasus penodaan agama oleh Tajul Muluk, pemimpin Syiah di Sampang.


Dalam sebuah pernyataan resmi ketika menerima kunjungan Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad, di Masyikhatul Azhar pada hari Rabu 6 Februari 2013, Grand Syeikh Al-Azhar Cairo, Prof. Dr. Ahmad Al-Tayyib mengatakan, “Meski para ulama besar Al-Azhar terdahulu pernah terlibat di dalam berbagai konferensi persatuan Islam antara Sunni dan Syiah guna melenyapkan fitnah yang memecah belah umat Islam, penting saya garis bawahi bahwa seluruh konferensi itu nyatanya hanya ingin memenangkan kepentingan kalangan Syiah (Imamiyah) dan mengorbankan kepentingan, akidah dan simbol-simbol Ahlus Sunnah, sehingga upaya taqrib itu kehilangan kepercayaan dan kredibilitasnya seperti yang kami harapkan. Kami juga sangat menyesalkan celaan dan pelecehan terhadap para sahabat dan istri Nabi SAW yang terus menerus kami dengar dari kalangan Syiah, yang tentu saja hal itu sangat kami tolak. Perkara serius lainnya yang kami tolak adalah upaya penyusupan penyebaran Syiah di tengah masyarakat Muslim di Negara-negara Sunni.”

Sabtu, 03 Agustus 2013

SIAPA PENCETUS PERTAMA ISTILAH WAHHABI?

Oleh :Al-Ustadz Jalâl Abŭ Alrŭb



Suatu hal yang jelas bahwa Inggris merupakan negara barat pertama yang cukup interest menggelari dakwah ini dengan “Wahhabisme”, alasannya karena dakwah ini mencapai wilayah koloni Inggris yang paling berharga, yaitu India. Banyak ‘ulamâ` di India yang memeluk dan menyokong dakwah Imâm Ibn ‘Abdil Wahhâb. Juga, Inggris menyaksikan bahwa dakwah ini tumbuh subur berkembang dimana para pengikutnya telah mencakup sekelompok ‘ulamâ` ternama di penjuru dunia Islâm. Selama masa itu, Inggris juga mengasuh sekte Qâdhiyânî dalam rangka untuk mengganti mainstream ideologi Islam. [Lihat : Dr. Muhammâd ibn Sa’d asy-Syuwai’ir, Tashhîh Khathâ’ Târîkhî Haula`l Wahhâbiyyah, Riyâdh : Dârul Habîb : 2000; hal. 55]. 


 Mereka berhasrat untuk memperluas wilayah kekuasaan mereka di India dengan mengandalkan sebuah sekte ciptaan mereka sendiri, Qâdhiyânî, yaitu sekte yang diciptakan, diasuh dan dilindungi oleh Inggris. Sekte yang tidak menyeru jihad untuk mengusir kolonial Inggris yang berdiam di India. Oleh karena itulah, ketika dakwah Imâm Ibn ‘Abdil Wahhâb mulai menyebar di India, dan dengannya datanglah slogan jihad melawan penjajah asing, Inggris menjadi semakin resah. Mereka pun menggelari dakwah ini dan para pengikutnya sebagai ‘Wahhâbi’ dalam rangka untuk mengecilkan hati kaum muslimin di India yang ingin turut bergabung dengannya, dengan harapan perlawanan terhadap penjajah Inggris tidak akan menguat kembali.* Banyak ‘Ulamâ` yang mendukung dakwah ini ditindas, beberapa dibunuh dan lainnya dipenjara.**

Senin, 29 Juli 2013

Pernyataan Resmi Ikhwan Menjawab Seruan Jenderal As Sisi

SINAIOnline- Menanggapi pidato As-Sisi yang meminta agar rakyat Mesir turun kejalan dan memberikan mandat kepada militer dan kepolisian untuk menindak aksi kekerasan, Ikhwanul Muslimun menyatakan bahwa pidato itu menegaskan:
  • As-Sisi adalah penguasa sesungguhnya di negeri ini. Karena dia yang meminta rakyat untuk turun ke jalan agar memberi mandat kepada militer dan polisi untuk menghabisi terorisme. Dengan otoritas apakah dia mengatur kepolisian? Kalau bukan karena dia penguasa sesungguhnya?
  • Pidato ini juga membuktikan bahwa apa yang dilakukannya benar-benar kudeta militer murni. Kudeta yang akan mengembalikan kita ke negara polisi, diktator, dan fasis. Negara yang selalu merampas kebebasan dan kemuliaan rakyatnya.
  • As-Sisi menuntut dan menyerang pihak lain yang dia culik dan saat ini masih dia sekap. Presiden Mursi yang sah secara demokratis. Seakan Mursi menjadi Sandra seperti yang dilakukan para mafia. Bukankah yang adil kalau rakyat mendengar dari kedua belah pihak? Presiden Mursi diberi kesempatan berbicara?
  • As-Sisi bersikeras untuk mengkhianati sumpah, dan mengkudeta segala sesuatu yang sah. Dia membiarkan semua bawahan untuk mengkudeta atasannya. Ini adalah ajakan untuk masuk ke dunia yang penuh kekacauan.
  • As-Sisi mengajak kita kepada pemilu yang baru, setelah dia menarik mundur kita ke titik nol. Padahal sudah berapa kali kita ikuti pemilu, dan selalu saja tim pendukung As-Sisi kalah dalam pertarungan? Apakah pemilu yang diinginkannya adalah legitimasi memenangkan kelompok kecil yang akan mengalahkan kelompok besar pilihan rakyat?

Jumat, 05 Juli 2013

Allahu Akbar! Ulama Ahlus Sunnah Dunia Serukan Jihad ke Suriah

KAIRO (voa-islam.com) – Sejumlah ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah terkemuka dunia meyampaikan pernyataan sikapnya dalam muktamar Internasional Islamic Coordination Council (IICC) bertajuk “Sikap Ulama Umat Terhadap Konflik Suriah.”


Acara yang berlangsung di Kairo Mesir ini, diselenggarakan pada 4 Sya’ban 1434 H/13 Juni 2013 M dan dihadiri oleh lebih dari 500 tokoh dan ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah dari 50 negara yang masing-masing berafiliasi kepada 65 organisasi dan yayasan Islam di dunia, seperti: IUMS (Persatuan Ulama Sedunia) dibawah pimpinan Dr. Yusuf Qarhdwi, Ittihad ‘Alami Lidhuat (Ikatan Dai Internasional) yang diketuai oleh Dr. Muhammad Al-‘Arifi, Rhabitah Ulama Muslimin (Ikatan Ulama Muslimin) yang diketuai oleh Syaikh Al-Amin Al-Hajj, Rhabitah ‘Alam Islamy, Persatuan Internasional Ulama Al-Azhar, Ikatan Ulama Muslim Suriah dan lain sebagainya.


Berikut ini reportase ustadz Harman Tajang dari Wahdah Islamiyah sebagai salah satu dari tiga ulama Ahlus Sunnah yang mewakili Indonesia di forum tersebut.

Resolusi Ulama Sunni Dunia: Perang di Suriah Perang terhadap Islam!

KAIRO (voa-islam.com) - Muktamar ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah dunia dalam Internasional Islamic Coordination Council (IICC) dengan pembahasan “Sikap Ulama Umat Terhadap Konflik Suriah”  akhirnya mengeluarkan sebelas poin resolusi yang mereka sepakati.



Acara yang berlangsung di Kairo Mesir ini, diselenggarakan pada 4 Sya’ban 1434 H/13 Juni 2013 M dan dihadiri oleh lebih dari 500 tokoh dan ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah dari 50 negara yang masing-masing berafiliasi kepada 65 organisasi dan yayasan Islam di dunia, seperti: IUMS (Persatuan Ulama Sedunia) dibawah pimpinan Dr. Yusuf Qarhdwi,  Ittihad ‘Alami Lidhuat (Ikatan Dai Internasional) yang diketuai oleh Dr. Muhammad Al-‘Arifi, Rhabitah Ulama Muslimin (Ikatan Ulama Muslimin) yang diketuai oleh Syaikh Al-Amin Al-Hajj, Rhabitah ‘Alam Islamy, Persatuan Internasional Ulama Al-Azhar, Ikatan Ulama Muslim Suriah dan lain sebagainya.


Berikut ini catatan ustadz Harman Tajang dari Wahdah Islamiyah sebagai salah satu dari tiga ulama Ahlus Sunnah yang mewakili Indonesia di forum ulama dunia tersebut.

Minggu, 30 Juni 2013

10 Ciri-ciri Pribadi Muslim




1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih). Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuanNya.

2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar). Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: “Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh). Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah SWT maupun dengan makhluk-makhlukNya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat.

4. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani). Qowiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.

Senin, 24 Juni 2013

RASULULLAH = Teladan seorang Murobi yang ideal, sempurna dan paripurna

Berikut beberapa contoh sikap dakwah Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menghadapi objek dakwah yang wajib kita teladani ;

  • 1. Sikap lemah lembut = ketika Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam terhadap orang yang kencing di Masjid.

 

Riwayat dari Anas Radhiallohu'anhu,ia berkata : "Ketika kami sedang berada di masjid bersama Rosululloh tiba-tiba datang seorang Arab Badui, kemudian masuk masjid dan kencing didalamnya, seketika itu para sahabat menghardiknya seraya berkata : "Biarkan ia jangan kalian putus kencingnya !", akhirnya mereka membiarkan orang tersebut menyelesaikan kencingnya, setelah itu Rosululloh memanggilnya dan bersabda kepadanya, "Sesungguhnya masjid ini tidak layak sedikitpun dikencingi dan dikotori, sesungguhnya masjid ini hanya untuk dzikir kepada Alloh, sholat, dan untuk membaca Al-Qur'an." Kemudian Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menyuruh salah seorang sahabatnya mengambil seember air dan menyiramnya ke tempat kencing orang tersebut." (HR. Al Bukhari)


  • 2. Kesabaran = ketika Beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menghadapi penduduk Thoif.

Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam tinggal di Thoif selama sepuluh hari, Beliau tidak meninggalkan seorang pun dari toko dan pembesar negeri itu kecuali didakwahinya kepada islam, tetapi mereka menjawab : "Keluarlah dari negeri kami !", bahkan mereka menyuruh anak-anak dan orang-orang yang bodoh diantara mereka agar menghina dan mencaci maki Beliau. Ketika Beliau hendak keluar dari negeri itu, Beliau diikuti oleh orang-orang dungu penduduk negeri itu, mereka mengelilingi Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dalam dua barisan, kemudian mereka melempari Beliau dengan batu dan mencemoohnya dengan kata-kata yang tidak sopan dan menyakitkan, mereka melempari kedua urat di atas tumitnya dengan batu hingga kedua sandalnya terlumuri oleh darah. Zaid bin Haritsah melindungi Beliau dengan dirinya hingga kepalanya terluka oleh lemparan batu mereka. Kemudian Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam kembali ke Mekkah dengan kesedihan yang dalam dan hati yang berkeping-keping. Di tengah jalan yang menuju Mekkah, ALLAH TA'ALA mengutus Jibril bersama malaikat gunung yang menawarkan kepada Beliau agar diizinkan mengangkat dua gunung yang mengapit negeri Thoif kemudian melemparkannya ke negeri Thoif yang menyiksa dan menganiyayanya. (Lihat : Rahiqul Mahtum hal, 122)


KEBOHONGAN WEBSITE SUARA MUSLIM SUDAH TRBONGKAR !!!!!


untuk penggemar teori konspirasi


setiap MUSLIM harus cerdas dalam menerima informasi, jadilah muslim intelektual bukan muslim pengekor sehingga menelan informasi bulat-bulat

<><><><><><><><><><><><><>

KEBOHONGAN WEBSITE SUARA MUSLIM SUDAH TRBONGKAR !!!!!

<><><><><><><><><><><><><>

Berikut ini wawancara langsung dengan Manajer Rodja yaitu yaitu :

1. itu Fithnah bahwa Logo rodja di RUBAH2 agar MENJADI logo mata satu, Sebenarny padahal hakikatnya logo di bulatan tersebut hanya kombinasi antara huruf “ r '’ dan huruf “ro” bahasa arab, ga ada maksud apapun.

2. Frekwensi 756 khz adalah frekwensi yg ditentukan oleh ISR (izin Siaran Radio ) dan IPP yang dikeluarkan oleh pemerintah.

3. Tidak ada keinginan dari Radio Rodja secara khusus menduduki freekwensi 756 khz agar cocok dgn kode-kode tertentu, Sebagaimana yg diotak-atik dlm situs tersebut,sebelum mendapat frekwensi 756 khz Radio Rodja AM dalam proses pendiriannya pernah memakai frekwensi lain.

situs penyebar kebohongan dari web suara-muslim.com

Mungkin kalau modalnya dirubah2, maka kandang ayam pun tidak lepas dari konspirasi yahudi juga,. silahkan baca ulasannya disini :http://cirebon-cyber4rt.blogspot.com/2012/08/kandang-ayam-mempunyai-simbol-zionis.html?m=1

Banyak orang yang mengikuti website – website Islam, mereka belajar dan mengambil faidah dari nya, baik berupa berita maupun yang lain nya. Sayang nya, tinggi nya semangat dan kurang nya ilmu yang dimiliki, membuat seseorang menyerap seluruh apa yang dia baca tanpa penyaringan terlebih dahulu.

Mereka menyebarkan berita dari satu website ke website lain nya, tanpa bertanya kepada pihak yang terkait lain nya.

||SYUBHAT JOSERIZAL MER-C: Catatan Fauzan Al Anshari||

||Seorang Muslim berteman hanya karna cinta kepada ALLAH|| inilah persahabatan sesungguhnya |

||SYUBHAT JOSERIZAL MER-C: Catatan Fauzan Al Anshari||

SALAM-ONLINE: Saya mengenal Joserizal MER-C sejak MER-C berdiri dan sama-sama membela Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan korban kezaliman densus 88. Tetapi seiring berjalannya waktu utamanya sejak 2007 saya tidak pernah bertemu kecuali lewat SMS dan imel.

Namun perubahan signifikan terjadi saat revolusi Suriah meletus dan pengungsi meluas. Saya heran kenapa MER-C, sebagai lembaga medis & kemanusiaan yang selalu konsen pada korban pembantaian, baik di Poso, Ambon, sampai Irak, di Palestina bahkan bangun rumah sakit Indonesia yang saya juga ikut menggalamg dana sampai ke Sintang Kalbar, ternyata MER-C tidak turun ke Suriah yang korbannya lebih ganas dari tempat lainnya.

Maka saya pun mencoba kirim SMS menanyakan hal itu, tetapi saya sungguh kaget ketika saya menerangkan kesesatan Syiah Nushoiriyah Basyar Asad laknatullah, dia mulai membela mati-matian.

Bahkan ketika saya jelaskan bagaimana Hasan Nasrallah hizbullata laknatullah membantu Asad karena kesamaan akidah Syiah, Joserizal membantah habis dan membela Syiah, bahwa Syiah itu Muslim dan tidak sesat.

TERIMAKASIH IBUNDA- Antara Kenakalan dan Doa Ibu

TERIMAKASIH IBUNDA- Antara Kenakalan dan Doa Ibu

Kisah Ibunda Syaikh Abdurrahman as Sudais.


Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah di luar rumah. Sementara didalam sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan oleh Suami tercintanya. Dengan susah payah sang ibu berusaha seorang diri menghidangkan makanan yang terbaik, ia sama sekali tidak ingin mengecewakan suami terlebih tamu kerabatnya yang sebentar lagi hampir tiba. Siapa sangka tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu, ia masuk ke dalam rumah mendekati hidangan lalu dengan riang menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji.

Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, ia begitu terkejut dan panik sontak beliau marah dan berkata, “idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain,” Pergi kamu…! Biar kamu jadi imam di Haramain…!”

Hari yang berat itu pun telah berlalu masih tergambar jelas peristiwa itu di dalam kepala beliau namun, amarahnya telah lenyap sama sekali. Kalimat yang ia ucapkan tatkala ia marah mengkristal di dalam dada ibu ini, hampir setiap hari dalam kesendirian bersama bocah kecil tercintanya dengan penuh kelembutan ia mengatakan 


  • “Wahai ‘Anaku, hafalkanlah qur’an...Wahai ‘Anaku, hafalkanlah qur’an....Wahai ‘Anaku, hafalkanlah qur’an... Insya Allah engkau akan menjadi imam masjidil Harom.”

Bersama dengan ibunda setiap bocah kecil itu datang ke Masjidil Harom, mereka melihat lebih dekat bagaimanakah tingkah laku imam di sana. Kadangkala di pikirannya terbayang, apakah mungkin dia akan seperti itu (menjadi imam Masjidil Harom) ?. Namun disaat itu pulalah Sang Ibu selalu berada di sampingnya memelihara semangat saat ia jenuh, meyakinkannya saat ia ragu dan sesekali mendekap bocah itu lalu mengusap kepalanya sembari mendoakannya agar menjadi imam Masjidil Harom suatu saat nanti. Tanpa kenal lelah Sang ibu senantiasa memuliakan bocah yang bandel ini dengan satu harapan agar kelak anaknya bermetamorfosis menjadi manusia yang mulia.

Jumat, 31 Mei 2013

JIKA HATIMU TAK ADA DI TIGA TEMPAT INI, MAKA ENGKAU MANUSIA TANPA HATI


Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata :

اطلب قلبك في ثلاثة مواطن عند سماع القرآن وفي مجالس الذكر وفي أوقات الخلوة فان لم تجده في هذه المواطن فسل الله أن يمن عليك بقلب فانه لا قلب لك

“Carilah hatimu di tiga tempat ini ; di saat engkau mendengarkan Al Qur’an, di saat engkau berada di majlis dzikir (majlis ilmu) dan di saat engkau menyendiri bermunajat kepada Allah. Jika engkau tidak temukan hatimu di sana, maka mintalah kepada Allah agar Memberimu hati karena sesungguhnya engkau sudah tak punya hati lagi” (Al Fawaid 1/148)

Allah Jalla fie ‘Ulaahu berfirman :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ


“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal”. (QS Al Anfal 2)

Mengapa Kebutuhan Ilmu Melebihi Butuhnya Makan dan Minum




Keutamaan Ilmu Menurut Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah
Oleh: Ustadz Fuad Al-Hazimi

Ilmu adalah pemberi petunjuk (hidayah) dan merupakan kondisi (keadaan) yang benar yang dengannya seseorang akan mendapatkan hidayah. Ilmu merupakan peninggalan para Nabi dan warisan mereka, sedangkan ahlul ilmi (ulama) adalah ashabah dan ahli warisnya.

Ilmu adalah pemberi kehidupan hati, cahaya nurani (bashirah), penyembuh (penyakit di dalam) dada, latihan bagi otak, pemberi kelezatan bagi jiwa, yang melembutkan mereka yang hatinya keras dan buas. Pemberi petunjuk bagi mereka yang kebingungan.

Ilmu adalah tolak ukur yang dengannya segala ucapan, perbuatan dan keadaan diukur dan ditimbang. Ia juga penetap hukum yang akan membedakan antara keraguan dan keyakinan, antara jalan yang melenceng dan yang lurus serta antara hidayah dan kesesatan.

Jumat, 22 Maret 2013

Refleksi Kader Tarbiyah: Mengingat Siapa Kita Dahulu?

dakwatuna.com - Muhasabah adalah sarana untuk menghisab diri di dunia. Generasi sahabat biasa melakukan muhasabah diri di waktu-waktu yang mereka punya, di kala bangun tidur, di kala mau tidur, setelah shalat, setelah makan dan kesempatan lainnya. Salah satu cara sahabat melakukan muhasabah ialah merasakan kenikmatan Islam dengan mengingat diri mereka yang dahulu berada di kejahiliyahan. Umar bin Khattab RA pernah tersenyum-senyum sendiri di saat sedang melakukan muhasabah karena Umar bin Khattab pernah memakan patung Tuhannya dulu di masa kejahiliyahan. Umar bin Khattab RA tersenyum karena begitu jahilnya dia dahulu sebelum masuk Islam, kita sendiri bisa bayangkan betapa “lucunya” sebuah “Tuhan” bisa dibuat dan bisa dimakan oleh diri kita sendiri, begitulah Umar bin Khattab RA dia yang membuat Tuhan dari tepung gandum, di saat dia lapar dia sendiri yang memakan “Tuhannya”.


Generasi sahabat melakukan muhasabah dengan mengingat kejahiliyahan ialah dengan maksud betapa luar biasa nikmat, karunia, rahmat yang Allah berikan kepada mereka yaitu Islam. Islam telah menunjukkan kesadaran yang mendalam bagi sahabat Umar bin Khattab RA akan Tuhan semesta alam ialah Allah SWT. Islam pula yang telah menjadikan generasi sahabat yang tak hanya Umar bin Khattab menjadi generasi terbaik sepanjang masa yang tidak ada penggantinya.

Saudaraku, tulisan di atas adalah pengantar untuk mengajak diri kita bersama, kader tarbiyah sebagai aktivis dakwah untuk merefleksikan diri tentang “siapa diri kita dahulu”? Sebenarnya tulisan ini adalah hasil pengamatan dari fenomena berjalannya dakwah di kampus oleh kader tarbiyah.

Jumat, 15 Maret 2013

PELAJARAN TARBAWI DARI PERANG TABUK JIHAD DAN INFAQ


            PELAJARAN TARBAWI DARI PERANG TABUK “JIHAD DAN INFAQ”


Rasulullah saw menyeru tahrid untuk membekali pasukan yang akan berangkat ke Tabuk “Bersedekahlah karena aku akan mengirim pasukan”. Segera Utsman bin afwan ra dengan harta kekayaannya dan beliau terus mengirim hartanya samapi Rasulullah bersabda: “Allahumma ridhalah Utsman karena aku telah ridha padanya”. “Tidak ada bahaya untuk Utsman setelah hari ini’.
Kemudian muncul Abdurrahman bin Auf : “Wahai Rasulullah aku mempunyai 4000, 2000 aku serahkan dan 2000 aku tinggalkan untuk keluargaku”. Rasulullah menjawab: “Barakalallah atas apa yang engkau berikan dan barakallah atas apa yang engkau simpan”.


Pelajaran-pelajaran tarbawi dalam gazawy nabi dapat dirngkumkan berikut:


1. Harta adalah benda yang sangat menarik perhatian manusia, dalam Islam harta yang paling halal ialah ghanimah. Seruan dan tahridh untuk infak sebagai dana pembiayaan perang yang dibebankan kepada mujahidin (dan itu tidak sedikit) merupakan tarbiyah pengorbanan harta. Mujahidin yang telah terlatih dengan cepat kehilangan harta sehingga ia merasakan dalam jiwanya bahwa harta hanya dikorbankan untuk jihad, maka ketika dia dihadapkan dengan ghanimah yang berceceran, hatinya tidak akan tergoda. Terlebih seorang mujahid tertarbiyah untuk siap mengorbankan nyawa dan jiwanya. Apakah arti sebuah harta sedang nyawanya pun siap ia serahkan.

TARBIYAH ISLAMIYAH; TAHAPAN MENUJU DZIRWAH TSANAMIL ISLAM

TARBIYAH ISLAMIYAH; TAHAPAN MENUJU DZIRWAH TSANAMIL ISLAM

Riwayat dari Ibnu Haban dan Hakim secara shahih menyebutkan hadit: “Seorang mujahid yaitu orang yang bersungguh-sungguh melaksanakan ketaatan Allah, dan muhajir (orang yang berhijrah) yaitu orang yang membuang dosa dan kesalahan”.


Syeikh Abu Muhammad Al-Maqdisi berkata: “Jika mereka belum melakukan jihad atas diri mereka dan anak-anak mereka , belum berhijrah sebagai kewajiban pertama kali bagi setiap muslim di setiap zaman dan masa....Maka bagaimana mungkin mereka akan berjihad melawan kufar dan para thagut, bagaimana caranya mereka akan menyabetkan pedang dan menumpahkan darah....atau menarik pelatuk meluncurkan peluru....
 

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: “Siapa saja yang belum berjihad dengan dirinya untuk melepaskan hawa nafsu yang mengekang agar dapat melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi larangan kemudain dia maju berperang, maka tidak mungkin dia mampu melawan musuh-musuhnya di medan””. (Idadul qodat)

TEMPAT PEMBINAAN TARBIYAH YANG PALING IDEAL



TEMPAT PEMBINAAN TARBIYAH YANG PALING IDEAL


Pelaksanaan tarbiyah ternyata tidak cukup dan tidak mampu membentuk syaksiyah rabbani dengan seluruh aspek-aspeknya secara sempurna kecuali di sebuah tempat denagan sarana penunjang komplit, yaitu front-front pertempuran. Yang kami maksud bukan hanya front-front pertempuran konvensional karena peperangan dalam dunia militer terbagi menjadi beberapa bentuk diantaranya adalah perang dalam bentuk khusus seperti harbu urban (perang kota) ataupun perang intelejen. Termasuk dalam memahami makna ribath tidak hanya terbatas pada perbatasan-perbatasan wilayah konflik namun lebih dari itu menurut Syeikh Abdul Aziz Abdul Qodir ; ribath adalah semua tempat yang menakutkan musuh.


Syeikh Abdul Aziz Abdul Qodir dalam kitab Idadul Umdah fi Jihad fi Sabilillah berkata: “Kamp pelatihan dan medan-medan jihad bila baik pengaturannya merupakan sebaik-baik tempat untuk mentarbiyah seseorang yang akan menyingkap kebiasaan serta kelakuan harian disebabkan oleh lamanya pergaulan, perselisihan yang terjadi dan jauhnya perjalanan”.

PELAKSANAAN TARBIYAH



·         PELAKSANAAN TARBIYAH

Para pakar tarbiyah telah memikirkan dan melakukan berbagai percobaan, analisa berbagai macam teknik tarbiyah yang baik. Begitu pula harakah-harakah islamiyah telah mencoba mempraktekkan bentuk-bentuk tarbiyah untuk mencetak umat agar mampu mengangkat kezdaliman yang menimpa islam wal muslimun. Namun sejauh ini ternyata tidak banyak harakah-harakah yang sukses dalam pelaksanaan tarbiyah mereka. 


Salah satu contoh; Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar (tentunya memiliki anggota hrakah terbesar juga) belum mampu hingga saat ini mengembalikan izzah muslimin. Bahkan semakin hari harakah-harakah tersebut semakin kehilangan arah dan kendali dari asas yang telah dicanangkan semula. Adapun harakah yang terlihat kemajuan dan besar dengan aksi-aksi show of powernya ternyata hanyalah kekuatan buih, bertubuh gempal namun rapuh dalamnya. Ditinggalkan anggotanya bila mana para tentara murtadin mencabik-cabiknya. Adakah yang salah dalam tarbiyah ini? Padahal halaqoh-halaoqh tersebar disetiap sudut jalan karena masjid sudah tidak mampu lagi menampung mereka, seminar dan konggres bersifat nasional maupun internasional tak sepi digelar. Lalu manakah kesalahan tersebut?

KORELASI TARBIYAH AL-QIYADAH: ULAMA DAN JIHAD



·         KORELASI TARBIYAH AL-QIYADAH: ULAMA DAN JIHAD

Suatu kesamaan yang tidak terbantahkan dalam potret para sahabat ra sebagai umat terbaik adalah keterikatan dan keterlibatan mereka dalam jihad fi sabililah. Bahkan kuatnya keterikatan tersebut sampai-sampai pengajaran-pengajaran fikih dan muamalat pun mereka dapatkan dalam ma’rakah. Fikih tayamum karena janabah diajarkan ketika dalam suatu peprangan, hukum nikah mut’ah penghalalan dan pengharamannya ketika ghazwah (perang). 

Bahkan nasehat Rasulullah kepada Jabir untuk menikahi gadis ketika gazwah: “Nikahilah gadis karena dia dapat mencumbuimu dan engkau mencumbuinya”. Subhanallah, dalam peperangan Rasulullah masih sempat memberi pengajaran tentang nikah!!

Tidak heran bila mereka kelak menjadi qiyadah (pemimpin, komandan) bagi ummat, yang fakih dalam ilmu dien dan fakih dalam ilmu askari (militer). Seluruh jabatan Khalifah yang dikendalikan oleh sahabat adalah sahabat-sahabat yang selalu terjun dalam kancah pertempuran. 

CAKUPAN BIDANG ILMU DALAM TARBIYAH



·         CAKUPAN BIDANG ILMU DALAM TARBIYAH

Manusia Rabbani tidak mungkin terbentuk kecuali dalam jihad atau ijtihad seperti telah dijelaskan di atas. Definisi Jihad menurut kesepakatan ulama madzhab empat adalah qital (perang). Artinya syareat ini membutuhkan suatu bidang ilmu yang disebut fanul harbiyah (Ilmu seni perang). Sedangkan ijtihad merupakan suatu kedudukan seseorang dari hasil jerih payahnya dia menuntu ilmu syar’i sehingga menaikkan derajatnya menjadi seorang fuqoha. Wal hasil, Ilmu syar’i diniyah dan ilmu harbi askariyah merupakan cakupan bidang ilmu dalam tarbiyah islamiyah. Allah berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasulNya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al-hadid: 25)

Artinya: “Sunguh Kami telah utus para rasul Kami dengan hujah yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab yang berisi hukum-hukum serta syareat dan Kami turunkan mizan agar menagtur manusia dengan adil. Dan Kami turunkan bagi mereka besi, padanya terdapat kekuatan yang hebat serta manfaat yang manyak supaya allah menegtahui siapa saja yang menolong dien-Nya dan rasul-Nya pdahal Allah tidak dilihatnya”. (Tafsir Meisir)

TUJUAN TARBIYAH & ASPEK-ASPEK TARBIYAH



·         TUJUAN TARBIYAH

Allah berfirman: “Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya” (Ali-Imran: 79).

Imam Ibnu Katsir berkata: Tidak patut bagi seseorang yang telah Allah berikan padanya Al-Kitab, hikmah dan nubuwah menyeru pada manusia sembahlah aku dan sembahlah Allah. (Tafsir Ibnu Katsir)

Dalam tafsir Muyasar : Tetapi katakanlah: jadilah kamu semua ahli hikmah, fuqoha, ulama atas apa yang kamu pelajari dari orang-orang sekitarmu mengenai wahyu Allah.

Tarbiyah : Definisi danFungsi



·         DEFINISI

Secara bahasa : raba-yarubu artinya bertamabah dan berkembang. rabiya-yarbi artinya : membentuk. 

Secara istilah:

Nuhammad Yunus dan Qasim Bakr berkata : Tarbiyah yaitu memberikan suatu pengaruh dari seluruh kebutuhan yang diperlukan yang telah dipilih untuk membantu anak agar membentuk jasmani, akal dan akhlak dengan betingkat dan berterusan sampai memenuhi suatu target kesempurnaan yang dimampui agar dia dapat hidup bahagia di kehidupan individualnya serta social dan jadilah amal anak itu bermanfaat bagi masyarakat. (At-Tarbiyah wa Ta’lim karya Muhammad Yunus dan Qasim Bakar)

Kamis, 07 Maret 2013

Aktivis Dakwah itu "PENIPU" !!!


Aktivis Dakwah itu "PENIPU" !!!

--------------------------------

“Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad” (Alm Ust Rahmat Abdullah)

  

Setiap manusia, selama ia hidup, pasti mempunyai masalah. Manusia juga kadang suka merasa ke-geer-an, bahwa masalahnya (jauh) lebih berat daripada yang lain. Begitu juga dengan kader dakwah, tak lepas dari masalah-masalah. Dulu sewaktu saya jadi objek dakwah, saya selalu tertipu oleh wajah-wajah mereka (kader dakwah) yang seolah tak memiliki masalah. Wajah teduh, selalu memperlihatkan kecerahan yang mampu menyinari kegelapan masalah-masalah si pemandangnya. “Oh mungkin karena mereka memang tidak memiliki masalah sama sekali, makanya bisa berwajah teduh seperti itu” gumam saya. Wajah-wajah teduh itu mampu membuat saya yang sangat kurang ajar ini mau belajar Islam dengan baik.

Senin, 18 Februari 2013

Fakta Tentang Jilbab Yang Harus Anda Ketahui


Sejarah Fashion sejak 4000 tahun yang lalu telah menempatkan Jilbab dan kerudung sebagai busana yang mampu bertahan dari masa ke masa.

Pada zaman Mesir Kuno sekitar tahun 3000-1000 SM, kaum bangsawan perempuan menggunakan headdress untuk menutup rambut. meskipun tidak serta merta mendukung hakikat jilbab, namun penutup rambut ini menjadi simbol yg membedakan kaum bangsawan dan rakyat jelata.

Pada masa Yunani Kuno sekitar tahun 1000-31 SM, kaum bangsawan dan perempuan yang keluar rumah menggunakan busana panjang bernama chiton dan kerudung yang disebut himation, atau syal yg dinamakan kaluptra atau sakkos. Kaum perempuan Yunani menggunakan penutup rambut di luar rumah sbg ekspresi untuk mendapatkan penghormatan kaum lelaki, karena pada masa tersebut perempuan yang membuka rambutnya di tempat umum dianggap sebagai prostitut.



Pada masa Yahudi sekitar tahun 1000SM, baik Yahudi Taurat Musa maupun Zionis Yahudi, keduanya secara jelas memiliki aturan yang ketat mengenai busana kaum perempuan. Talmud kaum zionis mengatakan bahwa wanita yang keluar ke tempat umum, berbicara dengan laki-laki tanpa mengenakan penutup kepala (kerudung) maka suaminya boleh menceraikannya tanpa membayar mahar. Sementara dalam Kitab Perjanjian Lama Zephaniah atau Zafanya 1:8 diterangkan, “Pada hari perjamuan korban Tuhan itu, Aku akan menghukum para pemuka, para anak-anak raja dan semua orang yang memakai pakaian asing.” Pakaian asing yang dimaksud adalah yang melenceng dari syariat Yahudi, yaitu pakaian besar yang menutup rambut hingga seluruh tubuh yang disebut tiche atau snood, sesuai dengan aturan kesopanan tzniot




 Pada masa Romawi Kuno sekitar tahun 500SM, kaum perempuan menggunakan busana yang disebut stola dengan panjang sekitar lima meter berwarna pastel, yang dikenakan melapisi tunik dililitkan pada tubuh dan dijepit di pundak dengan penjepit yang disebut fibulae. Sekali lagi busana yang longgar ini disertai dengan penutup rambut yang disebut suffibulum.






Pada masa Gupta dan Post Gupta 200-1300an, (meskipun peradaban Hindu telah mengakar sejak zaman Vedic sekitar tahun 1500SM) ditemukan sejumlah koin yang menggambarkan perempuan Hindu yang mengenakan kerudung. Sebagai salah satu agama tertua, Hindu telah menjelaskan dalam Kitab Rig Veda, Book 8, Hymn 33 ayat 19 tentang sikap seorang perempuan ketika berhadapan dengan Brahma, agar mereka tidak memperlihatkan pergelangannya, menundukkan pandangan serta menjaga kepalanya dengan kerudung. Menutup kepala dengan kerudung adalah simbol kesantunan kaum perempuan Hindu. Tata busana yg sesuai dengan ajaran Hindu melahirkan busana yang disebut Sari dengan kerudung yang dinamakan dupatta, digunakan oleh sebagian besar kaum perempuan Hindu di India, Pakistan, Bangladesh dan negara-negara di Asia Selatan.

Masa Kristen (CE atau Christian Era) menjelaskan dalam Kitab korintus 11 ayat 5-15 yang berbunyi, ‘tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya...'

Dalam ayat yang lain digambarkan, Kitab Kejadian 24 ayat 63-65 sebagai berikut, ‘Menjelang senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangnya, maka dilihatnyalah ada unta-unta datang. Ribka juga melayangkan pandangnya dan ketika dilihatnya Ishak, turunlah ia dari untanya. Katanya kepada hamba itu, “Siapakah laki-laki itu yang berjalan di padang ke arah kita?” Jawab hamba itu, “Dialah tuanku itu.” Lalu Ribka mengambil telekungnya dan bertelekunglah ia.’ Ayat ini menerangkan bagaimana Ribka menudungi kepalanya ketika Ishak berjalan ke arahnya. Perempuan diharuskan mengenakan penutup rambut bila berhadapan dengan laki-laki atau seseorang yang bukan muhrimnya.



Hingga akhirnya, Islam hadir di muka bumi untuk menyempurnakan perintah berkerudung bagi kaum wanita dengan syariat berjilbab. Surah Al-Ahzab 59 menjelaskan, ‘Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak
diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’”



 

Selama berabad-abad fashion telah memberikan tempat yang sangat terhormat kepada jilbab. Dimulai dari kain kerudung sebagai penutup rambut yang digunakan kaum perempuan sebagai wadah dalam mengekspresikan penghargaan diri mereka kepada kaum lelaki, hingga Islam menyempurnakannya dengan jilbab. Empat ribu tahun lamanya tren fashion tumbuh dan berkembang di tengah2 masyarakat dunia. Model pakaian berganti, gaya busana berubah setiap masa, namun jilbab takzim bertahan.

Novel Rambut Annisa tidak hanya berbicara mengenai sejarah dan hakikat jilbab, namun juga semangat untuk meluruskan hidup, inspirasi setiap orang bahwa di mana pun engkau berada maka lingkungan di sekitarmulah yang akan menentukan duniamu. Karena itu memilih lingkungan dan teman-temanmu adalah salah satu keputusan terpenting dalam hidup.


Insya Allah diterbitkan Maret 2013, tersedia di stand Pustaka Alkautsar Islamic Book Fair, Istora Senayan :)
Please tag yourself and share if u willing to...


Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...