Ads 468x60px

.

Jumat, 15 Maret 2013

KORELASI TARBIYAH AL-QIYADAH: ULAMA DAN JIHAD



·         KORELASI TARBIYAH AL-QIYADAH: ULAMA DAN JIHAD

Suatu kesamaan yang tidak terbantahkan dalam potret para sahabat ra sebagai umat terbaik adalah keterikatan dan keterlibatan mereka dalam jihad fi sabililah. Bahkan kuatnya keterikatan tersebut sampai-sampai pengajaran-pengajaran fikih dan muamalat pun mereka dapatkan dalam ma’rakah. Fikih tayamum karena janabah diajarkan ketika dalam suatu peprangan, hukum nikah mut’ah penghalalan dan pengharamannya ketika ghazwah (perang). 

Bahkan nasehat Rasulullah kepada Jabir untuk menikahi gadis ketika gazwah: “Nikahilah gadis karena dia dapat mencumbuimu dan engkau mencumbuinya”. Subhanallah, dalam peperangan Rasulullah masih sempat memberi pengajaran tentang nikah!!

Tidak heran bila mereka kelak menjadi qiyadah (pemimpin, komandan) bagi ummat, yang fakih dalam ilmu dien dan fakih dalam ilmu askari (militer). Seluruh jabatan Khalifah yang dikendalikan oleh sahabat adalah sahabat-sahabat yang selalu terjun dalam kancah pertempuran. 


Abu Bakar Ash-Shidiq dengan kefakihan diennya memurtadkan orang-orang yang menolak membayar zakat dan dengan kemampuan askarinya berhasil meredam gelombang pemurtadan yang telah meluas.

Umar bin Khathab dengan kefakihannya menelurkan berbagai macam ijtihad hukum yang kita kenal dengan fikih Umar, dan dengan kemampuan intellegence yang sangat matang, Umar ra mengatur dan memberikan intruksi strategi dan taktik perang jitu dari Madinah disela-sela beliau menjalankan pemerintahannya.

Utsman ra seorang ulama dan hufadz pemersatu Al-Qur’an dengan daya intellegence askarinya mampu membaca bahwa dirinya akan digulingkan bila tidak menjalankan strategi ofensif , namun beliau tidak melakukannya karena sutau pertimbangan.

Ali ra, kealiman dan kefakihannya dalam dien mampu memelihara kekhalifahan ditengah badai pemberontakan dan demo bahkan dengan kematangan kemiletarannya beliau mampu membaca peta provokasi dan adu domba pada perang Jamal atau Shiffin, lalu beliau menghentikan peperangan tersebut ketika berkecamuk dasyat dan mendinginkan suasana.

Hasan bin Ali dan Jabir juga seorang khalifah yang fakih dan prajurit handal. Begitu pula

Muawiyah ra mengirim ekspedisi armada laut ke negara yang sangat jauh bagi menaklukkan Konstantinopel.

Khalifah-khalifah berikutnya bukan dari kalangan sahabat juga matang dalam dien dan askari. Harun Ar-Rasyid, seorang khalifah yang diterca ratusan penghinaan dan pemutar balikkan fakta oleh para orientalis. Siapakah sesungguhnya beliau?

Syeikh Umar Muhammad Umar menceritakan: “Harun Ar-rasyid, satu tahun pergi berperang tahun berikutnya berhaji bagitu seterusnya. Tidur beliau diatas kuda tempurnya sampai-sampai kaki beliau (betis) bengkak karena selalu berada diatas kuda. Beliau meninggal di perang Ash-Shoif wilayah Masyriq, beliau adalah seorang mujahid fi sabilillah. Bila ada yang berkata: Dia itu banyak mengumpulkan harta, disisinya permata-permata mengkilap, emas dan simpanan yang melimpah. Maka katakan padanya: Engkau benar, beginilah kondisi ummat, kaya raya yang diperoleh dari kebaikan bukan diperoleh dari kehinaan, semua ini berasal dari fadhilah Allah karena menghidupkan jihad fi sabilillah. Allah telah mewariskan negeri-negri yang terkalahkan kepada mujahidin sebagaimana sabda nabi: Dan dijadikan rizkiku dibawah bayangan tombakku”. (Jihad wal Ijtihad 56)

Shalahudin Al-Ayubi, siapa yang tidak mengenal Saladin? Hidupnya diantara ilmu dien dan pertempuran, tempat tinggalnya bukan di istana berkasur empuk bahkan beliau memilih kemah ditengah dingin padang pasir sebagai persinggahan yang paling diminatinya.

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...