Ads 468x60px

.

Jumat, 15 Maret 2013

PELAJARAN TARBAWI DARI PERANG TABUK JIHAD DAN INFAQ


            PELAJARAN TARBAWI DARI PERANG TABUK “JIHAD DAN INFAQ”


Rasulullah saw menyeru tahrid untuk membekali pasukan yang akan berangkat ke Tabuk “Bersedekahlah karena aku akan mengirim pasukan”. Segera Utsman bin afwan ra dengan harta kekayaannya dan beliau terus mengirim hartanya samapi Rasulullah bersabda: “Allahumma ridhalah Utsman karena aku telah ridha padanya”. “Tidak ada bahaya untuk Utsman setelah hari ini’.
Kemudian muncul Abdurrahman bin Auf : “Wahai Rasulullah aku mempunyai 4000, 2000 aku serahkan dan 2000 aku tinggalkan untuk keluargaku”. Rasulullah menjawab: “Barakalallah atas apa yang engkau berikan dan barakallah atas apa yang engkau simpan”.


Pelajaran-pelajaran tarbawi dalam gazawy nabi dapat dirngkumkan berikut:


1. Harta adalah benda yang sangat menarik perhatian manusia, dalam Islam harta yang paling halal ialah ghanimah. Seruan dan tahridh untuk infak sebagai dana pembiayaan perang yang dibebankan kepada mujahidin (dan itu tidak sedikit) merupakan tarbiyah pengorbanan harta. Mujahidin yang telah terlatih dengan cepat kehilangan harta sehingga ia merasakan dalam jiwanya bahwa harta hanya dikorbankan untuk jihad, maka ketika dia dihadapkan dengan ghanimah yang berceceran, hatinya tidak akan tergoda. Terlebih seorang mujahid tertarbiyah untuk siap mengorbankan nyawa dan jiwanya. Apakah arti sebuah harta sedang nyawanya pun siap ia serahkan.


Dalam artikel berjudul Taamul Tarbawiyah Fi Ghazawat Nubuwat yang disebarkan oleh Majalah Al-Fajr dikatakan: “Sesungguhnya keluarnya mujahid menuju kancah pertempuran dengan ruh ditangannya, dan mati fi sabilillah merupakan dambaan yang telah menggelora dalam jiwa tidak mungkin dapat dicegah dari ghanimah harta yang dibagikan secara haq. Dia akan terus menjamin berkibarnya panji Islam, meneruskan jihadnya dan menolong dakwah. Sampaipun dia mendapatkan ghanimah itu seorang diri, maka dia akan menyerahkanya untuk kepentingan jama’ah mujahidah dan penyebaran dakwah. Sesungguhnya ketidak bernafsunya mujahid pada ghanimah merupakan pelajaran tarbiyah dari infaq fil jihad”.



2. Rasa mencukupkan apa yang ada dan merasakan kekayaan diri yang Allah cukupkan serta izzah jihad menjadikan mujahid selalu bersegera dalam kebaikan (fastabiqul khirat), saling bantu membantu baik dalam masa sulit maupun mudah. Selalu melakukan i’dad fisik semampunya dan menyokong jihad.

“Hakekat ini merupakan suatu gamabaran akan kesempurnaan manhaj tarbawi rabbani dalam membangun jama’ah mujahidah, dalam membangkitkan jiwa untuk berlomba-lomba melaksanakan kebaikan, gotong royong secara sehat jauh dari unsur-unsur yang haram seperti riba”. 

“Dari pelajaran-pelajaran ini kita melihat suatu kumpulan masyarakat yang ideal saling tolong menolong dalam keimanan dan berlomba-lomba untuk mendanai perprangan-peperangan terlebih pada perang Tabuk”.


3. Menyatukan ruhul wahdah islamiyah (persatuan Islam)

“Tarbiyah apakah yang mampu menyatukan abaul Islam (msyatakat islam) kepada ruh wahdah islamiyah dengan segala komponen dan pengorbanan seperti mentarbiyah mereka untuk mengorbankan jiwa dan berlomba-lomba berangkat ke medan perang unttuk meninggikan kalimat Allah? Seungguhnya itu merupakan tarbiyah yang paling ideal untuk mencetak akhlak baik dan budi perkerti.Seorang muslim yang telah merasakan tarbiyah ini tidak akan kabur dari medan perang, dan tidak akan menolak panggilan saudaranya mujahid yang sangat memerlukan pertolongannya”. (Taamul Tarbawiyah Fi Ghazawat Nubuwat yang disebarkan oleh Majalah Al-Fajr)


BUAH TARBIYAH


Syeikh Islam Ibnu Taimiyah dalam Fikr Tarbawi mengungkap buah dari pelaksanaan dan keberhasilan tarbiyah yang tertanam pada muslim sebagai berikut:

1. Hidup dan mati untuk mengaplikasikan aqidah islamiyah.
2. Mentauladani prikehidupan nabi dalam seluruh perilakunya.


Syeikh Abdurrahman An-Nahlawi menambahkan:

1. Muncul seorang yang memiliki syakhsiyah (kepribadian) kokok kuat tidak mengenal atau tahan terhadap kegoncangan, depresi, stress.
2. Kuatnya iltizam dengan Islam
3. Hatinya selalu terikat kepada Allah.



PENUTUP

Sesungguhnya tarbiyah tidak dapat dilepaskan dari ilmu syar’i dan jihad, usaha pemisahan tersebut berarti berusaha membelokkan makna tarbiyah sebenarnya yang telah Allah gariskan, Bahkan Rasulullah saw sebagai murabi terbaik mencetak para sahabat dikancah-kancah pertempuran, mengajarkan fikih dan muamalat di antara pedang, darah, debu-debu dan kelelahan. Syeikh Al-Mujahid Abdullah Azzam berkata: “Sungguh daulah Islam dan hukum Islam sekali-kali tidak akan tegak kecuali dengan jihad dan jihad dapat tegak jika ada harokah Islam (para muharik) yang mendidik para pengikutnya dengan tarbiah yang benar.”
Berkata Sofwan bin Uyainah kepada Abdullah bin Mubarak: “Bila kamu melihat manusia telah berselisih pendapat, maka ikutilah para mujahidin dan ahli tsugur (ulama yang hidup di medan jihad)”.


Walhamdulillah shalawat dan salam bagi Rasulillah.


MURAJA’AH

Al-Qu’ran Al-Karim
Atsarul jihad Fil Bosnah karya Syeikh Ahmad bin Abdul Karim Najib
Al-Jihad wal Ijtihad Ta’amulat fil Manhaj Syeikh Umar Muhammad Abu Umar
I’dadul Qodat Fawaris Bi Hijri Fasadil Madaris Syeaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi
Idadul Umdah fi Jihad fi Sabilillah, Syeikh Abdul Aziz Abdul Qodir
Tafsir Ibnu Katsir, Ibnu katsir
Tarbiyah Jihadiyah terbitan Al-Alaq, Syeikh Al-Mujahid Abdullah azzam
Taamul Tarbawiyah Fi Ghazawat Nubuwat yang disebarkan oleh Majalah Al-Fajr
Risalah Tarbiyah wat Ta’lim karya Abu Hamidah Al-Harbi
Qoluu faqul Anil Jihad Syeikh Harist Abdus Salam

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...