Ads 468x60px

.

Jumat, 15 Maret 2013

Tarbiyah : Definisi danFungsi



·         DEFINISI

Secara bahasa : raba-yarubu artinya bertamabah dan berkembang. rabiya-yarbi artinya : membentuk. 

Secara istilah:

Nuhammad Yunus dan Qasim Bakr berkata : Tarbiyah yaitu memberikan suatu pengaruh dari seluruh kebutuhan yang diperlukan yang telah dipilih untuk membantu anak agar membentuk jasmani, akal dan akhlak dengan betingkat dan berterusan sampai memenuhi suatu target kesempurnaan yang dimampui agar dia dapat hidup bahagia di kehidupan individualnya serta social dan jadilah amal anak itu bermanfaat bagi masyarakat. (At-Tarbiyah wa Ta’lim karya Muhammad Yunus dan Qasim Bakar)



Menurut Syeikh Nasiruddin Al-Bani menyimpulkan definisi yang diberikan oleh Imam Baidhawi dan Al-Asfahani, bahwa tarbiyah mengandung pengertian-pengertian sebagai berikut :


1. Menjaga dan memelihara fitrah manusia .
2. Pengembangan dan persiapan lengkap untuk memelihara fitrah
3. Mengarahkan fitrah tersebut untuk mengaplikasikan amalan dalam rangka menegakkan khilafah islamiyah.
4. Semunya itu dilakukan dengan bertingkat, level demi level, jenjang demi jenjang

(Minhaj Tadris Ulum Syariyah dinukil dalam Risalah Tarbiyah wat Ta’lim karya Abu Hamidah Al-Harbi)

Dr. A. Madkur  menjelaskan bahwa pengertian tarbiyah mengandung beberapa unsur, yaitu:

1. Ialah suatu aktifitas terencana dan terprogram bertujuan untuk membumikan Islam berserta tujuan-tujuannya di tengah-tengah masyarakat.

2. Secara itlaq, murabbi al-haq adalah Allah Sang Pencipta, Pencipta fitrah dan penentu yang telah menggariskan peraturan dan perundang-undaangan serta syareat agar manusia hidup sejahtera.
3. Tarbiyah merupakan pembentukan iman kepada Allah.
4. Tarbiyah merupakan usaha yang terus menerus dan pemupukan yang konsisten.(Risalah Tarbiyah wat Ta’lim karya Abu Hamidah Al-Harbi)

Syeikh Umar Muhammad Abu Umar berkata mengenai definisi tarbiyah : “Ialah aplikasi perintah-perintah Allah”. (Al-Jihad wal Ijtihad Ta’amulat fil Manhaj 82). “Maknanya seluruh muslim adalah orang yang tertarbiyah dan mendapatkan tazkiyah dengan mengamalkan perintah-perintah Allah ta’ala. Dengan kata lain barang siapa yang ingin mentarbiyah dirinya maka dia harus mengaplikasikan perintah-perintah Allah. Sudah dimaklumi, bahwa setiap amalan ibadah masing-masing mengandung atsar (efek) khusus. Atsar shalat berbeda dengan siyam sebagaimana siyam juga memiliki atsar tarbiyah yang berbeda dengan shalat, serta zakat memiliki efek khusus yang berlainan dengan shalat dan siyam”. (Al-Jihad wal Ijtihad Ta’amulat fil Manhaj 82)

·         FUNGSI TARBIYAH

Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (at Tahrim : 6).

Mufasir Qotadah berkata: “Perintah bagi mukminin untuk menyuruh keluarganya agar mentaati Allah dan melarang dari bermaksiat pada-Nya juga menegakkan hukum diantara mereka dengan apa yang telah diperintahkan Allah serta mendorongnya untuk mematuhinya. Jika kamu melihat mereka melakukan maksiat maka kamu tegur dan luruskan dia”. (I’dadul Qodat Fawaris Bi Hijri Fasadil Madaris 6)

Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi berkata : “Allah menerangkan pada hambanya bahwa kerugian yang besar bukan kerugian Bani Adam dalam dunia mereka seperti perdagangan, uang atau harta benda, Namun kerugian yang hakiki dan nyata yaitu kerugian diri dan keluarga dari memurnikan hak-hak Allah yang tidak di terapkan pada anak-anak, meliputi hak ketaatan, tauhid, istiqomah pada syareat-Nya, pengajaran agama, tarbiyah keluarga dan pembinaan adab Islam. Allah berfirman:  

"Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang lalim itu berada dalam azab yang kekal. Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidaklah ada baginya sesuatu jalan pun (untuk mendapat petunjuk). Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu)”. (asy-Syura 45-47)

“Katakanlah: Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hambahambaNya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepadaKu hai hambahambaKu.” (Az-Zumar 15-16) . (I’dadul Qodat Fawaris Bi Hijri Fasadil Madaris 6)

Ada dua hal yang dapat diambil dari keterangan diatas bahwa fungsi tarbiyah merupakan upaya untuk menyelamatkan umat dari fitnatusyubhat dan fitnatusyahwat mengembalikan umat kepada pemurnian tauhid. Pelaksanaan tarbiyah yang baik membuahkan suatu kebahagian di dunia dan diakerat, 

Syeikh Abu Muhammad Al-Maqdisi berkata:

“Orang mukmin yang memenuhi dunia mereka dengan ketaatan dan pencapaian ridha Allah baik mereka menyuruh pada diri mereka sendiri dan menggalakkannya pada keturunannya dengan suatu tarbiyah shalihah serta berkonsisten dengan kalimat taqwa, maka hasil dari seua ini adalah manfaat di kehidupan dunia dan kehidupan setelah kematiannya. Mereka akan berkumpul di hari kiamat dalam jannah yang penuh kenikmatan, mereka tidak bersedih dan tidak takut. Allah berfirman: 

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. [52.22] Dan Kami beri mereka tambahan dengan buahbuahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini. [52.23] Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) katakata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa. [52.24] Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.

[52.25] Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling Tanya menanya. [52.26] Mereka berkata: "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)". [52.27] Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. [52.28] Sesungguhnya kami dahulu menyembahNya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.”. (At-thur 21-28)

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...