Ads 468x60px

.

Jumat, 15 Maret 2013

TEMPAT PEMBINAAN TARBIYAH YANG PALING IDEAL



TEMPAT PEMBINAAN TARBIYAH YANG PALING IDEAL


Pelaksanaan tarbiyah ternyata tidak cukup dan tidak mampu membentuk syaksiyah rabbani dengan seluruh aspek-aspeknya secara sempurna kecuali di sebuah tempat denagan sarana penunjang komplit, yaitu front-front pertempuran. Yang kami maksud bukan hanya front-front pertempuran konvensional karena peperangan dalam dunia militer terbagi menjadi beberapa bentuk diantaranya adalah perang dalam bentuk khusus seperti harbu urban (perang kota) ataupun perang intelejen. Termasuk dalam memahami makna ribath tidak hanya terbatas pada perbatasan-perbatasan wilayah konflik namun lebih dari itu menurut Syeikh Abdul Aziz Abdul Qodir ; ribath adalah semua tempat yang menakutkan musuh.


Syeikh Abdul Aziz Abdul Qodir dalam kitab Idadul Umdah fi Jihad fi Sabilillah berkata: “Kamp pelatihan dan medan-medan jihad bila baik pengaturannya merupakan sebaik-baik tempat untuk mentarbiyah seseorang yang akan menyingkap kebiasaan serta kelakuan harian disebabkan oleh lamanya pergaulan, perselisihan yang terjadi dan jauhnya perjalanan”.

Syeikh Harist Abdus Salam berkata: “Sedangkan perkataan orang yang meluncurkan pengakuan ‘tarbiyah dulu sebelum jihad’, maka perkataan ini seperti ‘tarbiyah dulu sebelum shalat’. Jawabannya satu; sesungguhnya shalat itu sendiri merupakan tarbiyah, setiap urusan dari pada urusan dien menimbulkan suatu pengaruh. Pengaruh shalat tidak sama dengan puasa, begitu pula zdikir berbeda dengan zakat. Jihad adalah tempat pembinaan tarbiyah yang paling ideal. Tarbiyah bukan lah suatu amal yang mempunyai batas waktu tamat (selesai) dan dimulai ketika akan perang. Tidak ada seorang berakal berpendapat demikian. Sejarah telah mencatat, tarbiyah dilaksanakan sebelum, setelah dan ketika perang, tarbiyah akan terhenti sampai orang itu mati dalam melaksanakan fardhu ain”. (Qoluu faqul Anil Jihad 43)

Terlebih untuk memahami tauhid, untuk membentuk seseorang meyakini dengan seyakin yakinnya kalimat la illaha illallah tidak mungkin dapat dilakukan kecuali di medan-medan jihad. Syeikh Abdullah Azam berkata: “Aqidah la illaha illallah tidak akan mungkin bisa kamu pahami bila tidak melalui jihad. Dan tauhid uluhiyah tidak akan mungkin bisa dipahami bila tidak melalui jihad”. (TJ 5/161)

“Tauhid Rububiyah bisa kita hapal dalam lima menit, namun bukan itu yang kita kehendaki. Kita tidak menghendaki tauhid yang sifatnya toritis, yang kita kehendaki adalah tauhid amali (praktis), yakni tauhid uluhiyah. Mentransformasikan aqidah bahwa Allah adalah sang Pencipta, yang Memberi Rizki dari benak kedalam kehidupan nyata. Mentransformasikan aqidah bahwa Allah Yang Menghidupkan dan mematikan dari dalam dada ke dalam perilaku akhlak dan sikap” (5/162)

“Pemimpinmu adalah seorang fajir dan fasik. Setiap hari mencaci Islam, sementara tak sekalipun kamu pernah menentangnya, karena mengkhawatirkan gaji tahunanmu (tidak dinaikkan), dan mengkawatirkan pekerjaanmu (akan hilang). Maka mana gerangan keyakinan bahwa Allah adalah yang Menciptakan dan yang Memberi Rizki?’ (5/163)

“Tauhid uluhiyah...Inilah tauhid yang taruhannya adalah darah, taruhannya adalah jiwa, taruhannya adalah harta. Ibumu disembelih dihadapanmu....anakmu dibakar hidup-hidup didepan matamu...rumahmu dihancurkan sehingga menimpa semua orang yang ada di dalamnya. Namun demikian kamu tetap sabar dan ikhlas, serta menyakini bahwa semuanya itu sudah menjadi takdir Allah...Inilah tauhid uluhiyah. Maka barangsiapa hendak mempelajari tauhid ini, silahkan dia datang ke Afghanistan”. (5/164)

“Syafi’ullah Afdhali selama delapan tahun berada di front terdepan dalam pertempuran. Maka para sahabatnya mengatakan kepadanya: ‘Shafiyullah, kami sangat membutuhkanmu, karena kamu adalah komandan. Jika kamu gugur, maka yang rugi adalah kami semua’. Namun apa jawabannya? Dia hanya membaca firman Allah: Tiada akan mati suatu jiwa melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah tertentu waktunya’. Inilah tauhid uluhiyah. Adakah kamu berpikir tauhid uluhiyah adalah kalimat-kalimat yang bisa kamu hafalkan melalui kitab? Tidak, sekali-kali tidak demikian”. (5/164)
“Tauhid uluhiyah tidak bisa dipahami apabila tidak melalui jihad. Merubah teori dan konsep menjadi perilaku, akhlak, sikap dan tindakan nyata dalam hidup, membuat sejarah dengan pengorbanan jiwa, raga dan darah. Inilah tauhid uluhiyah.

Akibat jihad Afghan melawan komunis, ma’ahid dan madaris tiba-tiba menjamur sampai mempu mendirikan universitas jihad antar bangsa dengan dosen-dosen yang memiliki kapasitas sangat mumpuni. Sedangkan tarbiyah di medan, setelah dilaksanakannya jihad, Syeikh Abdullah Azzam mampu mengumpulkan ratusan jimat milik penduduk Afghan hanya dalam tempo 1 jam saja.
Dalam Kitab Atsarul jihad Fil Bosnah karya Syeikh Ahmad bin Abdul Karim Najib menceritakan betapa besar dan hebat pengaruh jihad Bosnia Herzegovina dalam penyadaran dan pelaksanaan tarbiyah muslimin Lembah Balkan. Dalam waktu singkat setelah berlangsungnya jihad madaris dan ma’ahid sampai universitas menjamur bahkan beliau sendiri menjadi salah seorang pengajarnya. Hal yang sama tidak jauh berbeda terjadi di Checnya.


Salah satu hal yang ditakutkan Amerika selain syareat Islam yang ditegakkan di Afghanistan semasa Imarah Thaliban adalah cepatnya pertumbuhan madaris dan universitas berbasis kamp militer. Padahal Imarah Thaliban membangun tanpa bantuan dunia internasioanal sedikitpun. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu empat atau lima setengah tahun dengan tarbiyah shahihah Thaliban berhasil mencetak kader-kader ulama mujahid tangguh, dalam perekonomian Thaliban dalam tempoh itu berhasil menuntaskan program swasembada pangan. Salah satu LSM Inggris melaporkan bahwa Thaliban berhasil menekan 40% peredaran ganja internasional.


Moro al-mubarokah, bumi jihad yang masih konsisten menegakkan jihad selama 300 tahun. Dimulai dari kedatangan salibis Spanyol, kemudian Amerika lalu katolik Filipin dan hari ini menghadapi persekutuan begundal Amerika dan Filipina. Bagaimanakah mereka dapat bertahan selama rentan waktu tiga abad? Baru-baru ini pasukan Amerika dengan peralatan tempur canggih turun langsung menyokong tentara Filipana terkusus dalam menghadapi tandhim Abu Sayyaf. Siapakah Abu Sayyaf? Anda lihat dikoran-koran dan media, mereka hanyalah manusia desa bersandal jepit (benar-benar dalam foto-foto mereka memakai sandal jepit!) namun menenteng M 16. Konon jumlah mereka tidak lebih dari 300 personal. Subhanallah, Amerika datang untuk membawa sandal jepit mereka. Peristiwa aneh ini menarik para pejabat-pejabat negara lain untuk mendatanganinya dan melihat langsung sistem tarbiyah mereka yang memberikan efek luar biasa. Mereka rela berkutat lumpur menempuh hutan belantara demi melihat sistem tarbiyah mujahidin.


Mari sekarang kita menuju Indonesia, jihad Ambon Maluku hanya dalam selang waktu satu setengah sampai dua tahun mampu menyadarkan mereka akan hekekat dienul Islam. Tercatat dalam sejarah, masyarakat muslim akan berhenti melakukan kegiatan bila azan telah memanggil dan berduyun-duyun kemasjid di Ternate. Poso pun tidak jauh dari itu; jihad telah menyadarkan mereka dari jahiliyah, premanisme, perang antar kampung, khamr, zina adalah bagian dari kehidupan mereka yang dianggap biasa. Akan mudah ditemukan pemuda-pemuda yang pernah berzina, tidak sulit mencari khmr dan jahiliyah lain. Itu sebelum adanya jihad. Namun setelah jihad tegak, orang aman meninggalkan motornya tanpa terkunci di jalan raya, masjid sangatlah makmur, tidak ada perselisihan antara golongan ormas islam. Bahkan dalam masalah jimat dan ilmu kebal, mereka dengan sadar membuangnya sendiri karena ternyata mereka telah membuktikan bahwa jimat-jimat tersebut dan ilmu kebal mereka tidak ampuh melindungi dari peluru. Lautan jilbab merupakan pemandangan biasa yang menarik agen-agen PBB untuk mencari penyebabnya.


Anda akan melihat di kawasan-kawasan jihad diseluruh tempat di bumi ini. Kaum yang sangat keras dalam amar maruf nahi mungkar. Namun kejahiliyahan akan nampak dan langsung terlihat manakala jihad terhenti.

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...