Ads 468x60px

.

Senin, 24 Juni 2013

RASULULLAH = Teladan seorang Murobi yang ideal, sempurna dan paripurna

Berikut beberapa contoh sikap dakwah Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menghadapi objek dakwah yang wajib kita teladani ;

  • 1. Sikap lemah lembut = ketika Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam terhadap orang yang kencing di Masjid.

 

Riwayat dari Anas Radhiallohu'anhu,ia berkata : "Ketika kami sedang berada di masjid bersama Rosululloh tiba-tiba datang seorang Arab Badui, kemudian masuk masjid dan kencing didalamnya, seketika itu para sahabat menghardiknya seraya berkata : "Biarkan ia jangan kalian putus kencingnya !", akhirnya mereka membiarkan orang tersebut menyelesaikan kencingnya, setelah itu Rosululloh memanggilnya dan bersabda kepadanya, "Sesungguhnya masjid ini tidak layak sedikitpun dikencingi dan dikotori, sesungguhnya masjid ini hanya untuk dzikir kepada Alloh, sholat, dan untuk membaca Al-Qur'an." Kemudian Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menyuruh salah seorang sahabatnya mengambil seember air dan menyiramnya ke tempat kencing orang tersebut." (HR. Al Bukhari)


  • 2. Kesabaran = ketika Beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menghadapi penduduk Thoif.

Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam tinggal di Thoif selama sepuluh hari, Beliau tidak meninggalkan seorang pun dari toko dan pembesar negeri itu kecuali didakwahinya kepada islam, tetapi mereka menjawab : "Keluarlah dari negeri kami !", bahkan mereka menyuruh anak-anak dan orang-orang yang bodoh diantara mereka agar menghina dan mencaci maki Beliau. Ketika Beliau hendak keluar dari negeri itu, Beliau diikuti oleh orang-orang dungu penduduk negeri itu, mereka mengelilingi Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dalam dua barisan, kemudian mereka melempari Beliau dengan batu dan mencemoohnya dengan kata-kata yang tidak sopan dan menyakitkan, mereka melempari kedua urat di atas tumitnya dengan batu hingga kedua sandalnya terlumuri oleh darah. Zaid bin Haritsah melindungi Beliau dengan dirinya hingga kepalanya terluka oleh lemparan batu mereka. Kemudian Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam kembali ke Mekkah dengan kesedihan yang dalam dan hati yang berkeping-keping. Di tengah jalan yang menuju Mekkah, ALLAH TA'ALA mengutus Jibril bersama malaikat gunung yang menawarkan kepada Beliau agar diizinkan mengangkat dua gunung yang mengapit negeri Thoif kemudian melemparkannya ke negeri Thoif yang menyiksa dan menganiyayanya. (Lihat : Rahiqul Mahtum hal, 122)




Malaikat berkata : “Wahai muhammad, terserah kepada engkau, jika engkau mnghendaki aku menghimpitkan kedua bukit itu kepada mereka”Tapi apa yang keluar dari lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Doa kepada penduduk Thoif. Beliau berdoa, “Bahkan aku berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang akan menyembah Allah semata, tidak disekutukanNya dengan apa pun” [kisah yang panjang bisa dilihat di shahih Bukhari no. 3231]

Dan terbukti doa beliau mustajab. Penduduk Thoif tidak lama menjadi salah satu pembela islam dan mengikuti peperangan jihad membela islam.


  • 3. Sikap bijak = ketika Beliau terhadap seseorang yang minta izin untuk zina.

Diriwayatkan dari Abu Umamah Radhiallahu'anhu, ia berkata : Ada seorang pemuda menemui Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam seraya berkata, "Wahai Rosululloh, izinkan aku melakukan zina, seketika itu kaum yang ada di sisi Rosululloh menghardiknya seraya berkata : "Enyahlah kamu dari sini, kemudian Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : "Dekatkanlah dia kepadaku, kemudian pemuda itu lebih mendekat kepada Rosul, kemudian beliau bersabda kepadanya : "Apakah kamu senang jika orang lain melakukannya kepada ibumu?", dia menjawab : "Demi Alloh, tidak, semoga Alloh menjadikanku sebagai tebusanmu ya Rosul, kemudian Beliau bersaba lagi : "Apakah kamu senang jika orang lain melakukannya pada anak perempuanmu?", dia menjawab : "Demi Alloh, tidak, semoga Alloh menjadikanku tebusanmu." Beliau bersabda : "Demikian juga orang lain tidak senang kalau anak perempuannya dizinahi." Beliau bersabda lagi : "Apakah kamu senang jika orang lain melakukannya terhadap saudarimu?", dia menjawab : "Demi Alloh, tidak, semoga Alloh menjadikanku sebagai tebusanmu." Beliau bersabda : "Demikian juga orang lain tidak rela kalau saudarinya dizinahi." Beliau bersabda lagi : "Apakah kamu senang jika orang lain melakukannya terhadap bibimu?", dia menjawab : "Demi Alloh, tidak, semoga Alloh menjadikanku sebagai tebusanmu." Beliau bersabda : :Demikian juga orang lain tidak rela jika bibinya dizinahi." (HR. Ahmad)

Demikian tiga contoh Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menghadapi objek dakwah yang harus kita jadikan sebagai pedoman. Tantunya masih banyak sekali bagaimana sikap Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menghadapi objek dakwah. Galilah dan pahamilah sepak terjang dakwah Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa Sallam niscaya kita akan menuai kesuksesan dalam berdakwah.

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...