Ads 468x60px

.

Selasa, 04 Maret 2014

CIIA: Ghuluw Fi Takfir Bisa Dimanfaatkan Proyek “Terorisme” di Indonesia




JAMAAH Kofar Kafir Indonesia (JKKI), tiba-tiba menjadi istilah ngetrend di sebagian umat muslim Indonesia dalam melihat kelompok maupun individu tertentu yang berlebihan dalam takfir (
ghuluw fi takfir).

Kalangan dengan pemahaman yang berlebihan dalam perkara takfir inipun pernah memberikan cap jihadis murjiah kepada salah seorang Ustadz dari Jama’ah dengan gerakan tauhid dan jihad karena enggan mengkafirkan presiden Mursi karena bersikap tawaqquf.

Gibraltar Victory

~~ Wahai Para Pemimpin Bangsa Arab ~~



"Sesungguhnya aku, seorang tua yang lemah, tidak mampu memegang pena dan menyandang senjata dengan tanganku yang sudah mati (lumpuh). Aku bukan seorang penceramah yang lantang yang mampu menggemparkan semua tempat dengan suaraku (yang perlahan ini)


Aku tidak mampu untuk kemana-mana tempat untuk memenuhi hajatku kecuali jika mereka menggerakkan (kursi roda)-ku

Aku, yang sudah beruban putih dan berada di penghujung usia. Aku, yang diserang pelbagai penyakit dan ditimpa bermacam-macam penderitaan

Adakah segala macam penyakit dan kecacatan yang tertimpa ke atasku turut menimpa bangsa Arab hingga menjadikan mereka begitu lemah. Adakah kalian semua begitu, wahai Arab, kalian diam membisu dan lemah, ataukah kalian semua telah mati binasa

Adakah hati kalian tidak bergelora melihat kekejaman terhadap kami sehingga tiada satu kaumpun bangkit menyatakan kemarahan karena Allah. Tiada satu kaumpun (di kalangan kalian) yang bangkit menentang musuh-musuh Allah yang telah mengobarkan perang antarbangsa ke atas kami dan menukarkan kami daripada golongan mulia yang dianiaya dan dizhalimi kepada pembunuh dan pembantai yang ganas. (Tidak adakah yang mau bangkit menentang musuh-musuh) yang telah berjanji setia untuk menghancurkan dan menghukum kami?"

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...