Ads 468x60px

.

Selasa, 04 Maret 2014

Gibraltar Victory

~~ Wahai Para Pemimpin Bangsa Arab ~~



"Sesungguhnya aku, seorang tua yang lemah, tidak mampu memegang pena dan menyandang senjata dengan tanganku yang sudah mati (lumpuh). Aku bukan seorang penceramah yang lantang yang mampu menggemparkan semua tempat dengan suaraku (yang perlahan ini)


Aku tidak mampu untuk kemana-mana tempat untuk memenuhi hajatku kecuali jika mereka menggerakkan (kursi roda)-ku

Aku, yang sudah beruban putih dan berada di penghujung usia. Aku, yang diserang pelbagai penyakit dan ditimpa bermacam-macam penderitaan

Adakah segala macam penyakit dan kecacatan yang tertimpa ke atasku turut menimpa bangsa Arab hingga menjadikan mereka begitu lemah. Adakah kalian semua begitu, wahai Arab, kalian diam membisu dan lemah, ataukah kalian semua telah mati binasa

Adakah hati kalian tidak bergelora melihat kekejaman terhadap kami sehingga tiada satu kaumpun bangkit menyatakan kemarahan karena Allah. Tiada satu kaumpun (di kalangan kalian) yang bangkit menentang musuh-musuh Allah yang telah mengobarkan perang antarbangsa ke atas kami dan menukarkan kami daripada golongan mulia yang dianiaya dan dizhalimi kepada pembunuh dan pembantai yang ganas. (Tidak adakah yang mau bangkit menentang musuh-musuh) yang telah berjanji setia untuk menghancurkan dan menghukum kami?"



[Syekh Yasin, syahid tanggal 22 Maret 2004, di usia 66 tahun]

Pria yang hampir tak bisa menggerakkan bagian tubuhnya sendiri, oleh Allah diberi kemampuan menggerakkan jiwa raga jutaan orang. Ketakutan begitu dalam pada jiwa orang Israel tiap kali mendengar namanya, sehingga mereka membunuhnya dengan menembakkan 3 rudal ke atasnya.





~~ Dimana Kekuatan Umat Islam Kini~~

'“KETIKA Masjidil Aqsa dibakar aku tidak tidur semalam suntuk karena aku mengira bahwa bangsa Arab akan memasuki Palestina secara berbondong-bondong. Namun ketika sampai waktu subuh (tidak terjadi apa-apa), barulah aku sadar dan yakin bahwa kami (Israel) berada di hadapan umat yang sedang tidur" [Golda Meir;Perdana Menteri penjajah Israel keempat dan menjadi Perdana Menteri perempuan Israel pertama kalinya. Meir adalah salah satu dari ke-24 deklarator berdirinya negara Israel]



Itu adalah hari Kamis. Hari yang begitu bersejarah. Itulah hari ketika salah satu kiblat pertama umat Islam itu dibakar. Ketika mimbar kebanggaan Sang Penakluk al-Quds, Sultan Shalahuddin, tak sempat lagi diselamatkan. Hangus bersama kobaran api yang melahap Masjid Umar, mihrab Zakariya, Maqam Arbain, tiga koridor masjid, dan kubah kayu bagian dalam masjid. 48 unit jendela masjid pun hancur berkeping-keping bersama ambruknya atap masjid. Dinding dan mihrab masjid langsung menderit hebat.


Api pertama kali dikobarkan oleh seorang zionis berkebangsaan Australia, Michael Dennis Rohan, dengan dibantu oleh orang-orang Yahudi lainnya. Kobaran api pertama ini menandai proyek terpadu yahudisasi al-Aqsha dan Al Quds. Dari bawah digerogoti; puluhan galian dan terowongan Yahudi mengancam robohnya pondasi al-Aqsha.


Di atas, gelegar jet-jet tempur Zionis dengan intensitas dahsyat suara memekakkannya selalu siap menggedor kekokohan bangunan masjid. Sementara di darat, serbuan gerombolan-gerombolan Zionis-Israel tak pernah mengenal kata henti. Berbagai rupa penodaan, penistaan, dan makar untuk menghancurleburkan al-Aqsha bertubi-tubi terus dilancarkan.


  ~~ Sultan Abdul Hamid II ~~
 
Ketika utusan Yahudi mendatangi Sultan Abdul Hamid II untuk menyogok beliau agar melepaskan secuil tanah Palestina kepada mereka, Sultan menjawab:

''Yahudi silakan menyimpan harta mereka. Jika suatu saat kekhilafahan Turki Utsmani runtuh, kemungkinan besar mereka akan bisa mengambil Palestina tanpa membayar harganya. Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islamiyah. Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi. Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup.''

*Foto Sultan Abdul Hamid II
*3 Maret 1924, peringatan 90 tahun runtuhnya Khilafah Turki Usmani. 90 tahun umat Islam tak punya ibu.



0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...