Ads 468x60px

.

Senin, 28 April 2014

Utang Barat terhadap Islam



“Utang Barat terhadap Islam” (The West’s Debt to Islam). Itulah tajuk satu bab dari sebuah buku
berjudul What Islam Did for Us: Understanding Islam’s Contribution to Western Civilization (London: Watkins Publishing, 2006), karya Tim Wallace-Murphy. Di tengah gencarnya berbagai serangan terhadap Islam melalui berbagi media di Barat saat ini, buku seperti ini sangat patut dibaca. Selain banyak menyajikan data sejarah hubungan Islam-Barat di masa lalu, buku ini memberikan arus lain dalam menilai Islam dari kacamata Barat. Berbeda dengan manusia-manusia Barat yang fobia dan antipati terhadap Islam—seperti sutradara film “Fitna”, Geert Wilders—penulis buku ini memberikan gambaran yang lumayan indah tentang sejarah Islam.

Bahkan, dia tidak segan-segan mengajak Barat untuk mengakui besarnya utang mereka terhadap Islam. “Utang Barat terhadap Islam,” kata, Tim Wallace-Murphy, “adalah hal yang tak ternilai harganya dan tidak akan pernah dapat terbayarkan sampai kapan pun. Katanya, “We in the West owe a debt to the muslim world that can be never fully repaid.”

Pengakuan Wallace-Murphy sebagai bagian dari komunitas Barat semacam itu sangatlah penting, baik bagi Barat maupun Islam. Di mana letak utang budi Barat terhadap Islam? Buku ini banyak memaparkan data tentang bagaimana transfer ilmu pengetahuan dari dunia Islam ke Barat pada zaman yang dikenal di Barat sebagai Zaman Pertengahan (The Middle Ages). Sejak beberapa bulan lalu, setiap hari, harian Republika, juga memuat rubrik khusus tentang khazanah peradaban Islam di masa lalu, yang memberi pengaruh besar terhadap para ilmuwan Barat.

Di zaman pertengahan itulah, tulis Wallace-Murphy, Andalusia yang dipimpin kaum muslimin menjadi pusat kebudayan terbesar, bukan hanya di daratan Eropa tetapi juga di seluruh kawasan Laut Tengah. Pada zaman itu, situasi kehidupan dunia Islam dan dunia Barat sangat kontras. Bagi mayoritas masyarat di dunia kristen Eropa, zaman itu, kehidupan adalah singkat, brutar, dan barbar, dibandingkan dengan kehidupan yang canggih, terpelajar, dan pemerintahan yang toleran di Spanyol-Islam.

Saat itu, Barat banyak sekali belajar pada dunia Islam. Para tokoh agama dan ilmuwan mereka berlomba-lomba memepelajari dan menerjemahkan karya-karya kaum muslim dan Yahudi yang hidup nyaman dalam perlindungan masyarakat muslim. Barat dapat menguasai ilmu pengetahuan modern seperti sekarang ini, karena mereka berhasil mentransfer dan mengembangkan sains dari para ilmuwan muslim.

Kamis, 24 April 2014

Berkarya [ DR Aidh Al Qarni ]

Yaitu anda memiliki posisi di alam ini, sehingga anda adalah sebuah angka yang memiliki nilai bukan sekedar angka nol yang terletak di kiri angka. Artinya, anda harus ikur berpartisipasi dan berperan dalam usaha memakmurkan bumi dan membangun kehidupan umat serta ikut mempersembahkan sebuah karya dan jasa yang sesuai dengan kemampuan anda, bukan sebaliknya, hanya menjadi beban umat.

 Sesungguhnya lebah yang mati akan dilempar ke luar sarang karena ia tidak berharga sama sekali, tidak bisa lagi menghasilkan madu. Pohon yang kering akan dicabut dan dibuang ke luar kebun, karena sudah tidak dapat diharapkan kebermanfaatannya.



Lantas kalau begitu apa balasan yang pantas bagi orang yang mendengar dan melihat, namun dia tidak bekerja, tidak berkarya dan tidak memiliki andil di dalam usaha membangun kehidupan umat. Seseorang pelajar yang tidak pergi ke sekolah tanpa ada alasan yang dibenarkan, akan tetapi dia malah duduk bersama ibunya di rumah, maka balasan yang pantas baginya tidak lain adalah cambukan keras agar dia langsung mau berdiri dan berlari secepatnya menuju sekolah. Seorang pekerja yang malas dan kerjanya hanya tidur, maka hukuman yang tepat tidak lain adalah teguran keras dan tidak diberi upah, agar dia kapok dan sadar dari kemalasannya tersebut.

[ Sale ] DVD & Buku Palestina @For Dakwah





~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

@For Palestina @For Dakwah Media

ALHAMDULILLAH sudah banyak orang yang mempercayakan kepada kami. Yang Order mulai dari jakarta lampung medan Riau Sulawesi hingga Papua

Bismillahirrohmaanirrohiim

Ingin memberikan bantuan ke palestina sekaligus mendapatkan buku ????

hanya dengan membeli buku ini, itu artinya kita telah ikut serta membebaskan tanah palestine dari penjajah zionist

Sabtu, 12 April 2014

Kuliah Agama

Oleh : Dr Hamid Fahmy Zarkasyi  (Direktur INSISTS) 
Kamis 18 Juli 2013
Jurnal Pemikiran ISLAM Republika

Ketika bertemu dengan Menteri Pendidikan Prof Nor Muhammad Nuh, saya menyampaikan masa­lah rendahnya kualitas mata kuliah agama Islam di perguruan tinggi negeri. Bukan hanya materinya. melainkan juga kualitas dosennya. Kanan di Gajah Mada. pada 80- an dosen agama Islam di sebuah fakultas diganti oleh guru agama. Kini. di Unair banyak dosen agama Islam yang tidak berlatar belakang studi Islam. Masih banyak lagi kasus serupa.

Saya berharap pak menteri membe­ berkan rencana perbaikannya. Namun. beliau malah bercerita "waktu beliau di ITS dulu" katanya. mata kuliah agama Islam masih kalah mutu dibandingkan mata pelajaran agama di madrasah dulu. Kini, beliau bingung soal teknis bagaimana ke­pangkatan dosen agama difakultas umum.

Padahal. jika kita menoleh ke bela­ kang. akan kita temui sesuatu yang luar biasa. TAP MPR REPUBLIK INDONESIA No XXVI /MPR/1966 Bab '. Pasal 1. ber­bunyi. "menetapkan pendidikan agama menjadi mata pelajaran di sekolah­ sekolah mulai dari sekolah dasar sampai dengan universitas-universitas negeri". lsi pelajaran itu kemudian dijelaskan pada Bab II. pasal4. bahwa isi pendidikan ada­lah untuk "Mempertinggi mental modal budi pekerti dan memperkuat keyakinan beragama.

Jumat, 04 April 2014

Ini Program Saya Yang Menyusahkan, Maka Jangan Pilih Saya !!




“JANGAN PILIH SAYA!” Itulah slogan kampanye saya dimana-mana! Itu andaikan saya jadi caleg, calon anggota Majelis Merasa Wakil Rakyat. InsyaAllah, itu kampanye ampuh. Sebab, itu unik. Saat ini, menurut saya,  terlalu banyak  caleg berkampanye dengan slogan yang monoton: “Pilihlah saya! Sebab, saya akan buat hidup rakyat senang dan sejahtera!”

Saya ingin beda; lain dari pada caleg lainnya. Program-program saya justru membuat pejabat dan rakyat susah! Maka, wahai pejabat dan rakyat Indonesia, saatnya Anda mendengarkan suara saya, “Jangan pilih saya!  Karena saya tidak butuh suara Anda! Saya tidak akan merayu apalagi membayar Anda, agar mau mencoblos partai atau gambar saya! Tidak! Sebab, program saya, ibarat obat dari dokter spesialis penyakit hati  – meskipun pahit dan menyusahkan – akan menyelamatkan Anda semua, sehingga harusnya Anda yang meminta saya menjadi wakil Anda. Bukan saya yang menyodor-nyodorkan diri sebagai wakil Anda semua!”

Selasa, 01 April 2014

BERBAGAI MACAM KARAKTER AKTIVIS DA'WAH







Klo kita nyebut Aktivis Da'wah, mungkin akan identik dengan Aktivis2 Harokah tertentu.  Aktivis Da'wah itu Umum untuk siapa saja yang aktif di Bidang Da'wah. Naah, ngomong2 tentang aktivis Da'wah, aktivis Da'wah itu kan bermacam-macam karakternya masing2. berikut ini adalah macam-macam Aktivis Da'wah berdasarkan karakternya masing2:


1.      Aktivis TULEN ( betul- betul Kereeeeen )

Nah, aktivis yang satu ini yang patut di contoh. dia nih Getol banget Ngaji & Da'wahnya. setiap waktu kosong langsung Tilawah. setiap ada waktu Liqo, Ya langsung tancap Gas Meskipun harus Naik Taksi Getar ( BAJAJ ). Klo lagi gak bisa dateng ya Ngirim SMS Tausiyah ke tmn2 atau kirim Notes lewat FB.

Meskipun ni orang sering bikin Inbox Hp Atau Fb kita penuh, tapi ya kita ambil aja manfaatnya aja, jarang2 orang kayak gini lhoo !

Jempol GEDE buat AKTIVIS DAKWAH satu ini !!!!!!

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...