Ads 468x60px

.

Kamis, 24 April 2014

Berkarya [ DR Aidh Al Qarni ]

Yaitu anda memiliki posisi di alam ini, sehingga anda adalah sebuah angka yang memiliki nilai bukan sekedar angka nol yang terletak di kiri angka. Artinya, anda harus ikur berpartisipasi dan berperan dalam usaha memakmurkan bumi dan membangun kehidupan umat serta ikut mempersembahkan sebuah karya dan jasa yang sesuai dengan kemampuan anda, bukan sebaliknya, hanya menjadi beban umat.

 Sesungguhnya lebah yang mati akan dilempar ke luar sarang karena ia tidak berharga sama sekali, tidak bisa lagi menghasilkan madu. Pohon yang kering akan dicabut dan dibuang ke luar kebun, karena sudah tidak dapat diharapkan kebermanfaatannya.



Lantas kalau begitu apa balasan yang pantas bagi orang yang mendengar dan melihat, namun dia tidak bekerja, tidak berkarya dan tidak memiliki andil di dalam usaha membangun kehidupan umat. Seseorang pelajar yang tidak pergi ke sekolah tanpa ada alasan yang dibenarkan, akan tetapi dia malah duduk bersama ibunya di rumah, maka balasan yang pantas baginya tidak lain adalah cambukan keras agar dia langsung mau berdiri dan berlari secepatnya menuju sekolah. Seorang pekerja yang malas dan kerjanya hanya tidur, maka hukuman yang tepat tidak lain adalah teguran keras dan tidak diberi upah, agar dia kapok dan sadar dari kemalasannya tersebut.


Seorang alim yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak mau memberikan kebermanfaatan kepada orang lain, maka dia berhak untuk dihapus dari buku catatan daftar orang-orang yang memiliki nama harum dan dikenang. Karena dia tidak mau berkorban dan tidak mau memberi contoh baik kepada orang lain.  


Wahai orang yang menginginkan kebaikan diri dan umat, jangan sampai anda menjadi orang yang tidak memiliki nilai sama sekali sehingga anda terlupakan, janganlah anda menjadi seperti barang yang tidak berharga,

“Seseorang tidak memiliki kebaikan sama sekali di dalam kehidupan ini, jika dia adalah orang yang dianggap sebagai sampah dan kotoran masyarakat.”

Wujud yang paling remeh dan hina di alam ini adalah manusia yang hanya makan, minum, dan tidur. Sumber kebermanfaatan dalam dirinya sudah tidak mengeluarkan air lagi, lembah kebaikannya telah kering, dan dia berhak untuk tidak dianggap lagi eksistensinya. Karena dia telah menghapus namanya dari daftar kehidupan, dia telah menghapus nomor urutannya dari papan pencatat karya dan pengorbanan.

 Dia sama saja telah berada di alam kematian, hanya dia masih makan dan minum. Dia sama saja telah berada di alam kubur, hanya saja dia masih tertawa dan tidur. Orang-orang yang seperti ini memiliki andil besar di dalam mengakibatkan terjadinya kenaikan harga kebutuhan pokok, karena begitu banyak makanan yang dia santap Dia memiliki andil besar dalam mengakibatkan terjadinya kekeringan, karena begitu banyak air yang diminumnya.
 
Orang-orang berjalan dan berlari maju ke depan, membangun dan berkarya, sedangkan dirinya justru sebaliknya, jalan mundur ke belakang karena dia adalah lawan perkembangan dan pembangunan, lawan bagi usaha memberi kebermanfaaatan dan mempersembahkan karya, serta musuh bagi kesuksesan dan prestasi.

Kafilah Kehidupan tidak akan mau menunggu orang-orang yang malas dan lambat. karena kafilah ini hanya diperuntukan bagi orang-orang yang aktif berkarya, seluruh kursi yang ada telah dipesan, waktu tidak akan menunggu siapa pun, dan di dalam kafilah kesuksesan dan prestasi tidak ada kursi bagi orang-orang rendahan dan tidak berguna.

Catatan ini dikutip dari Sebuah Buku yang berjudul “Cahaya Zaman” karya Dr. Aidh Al-Qarni, dengan beberapa penyesuaian bahasa.

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...