Ads 468x60px

.

Minggu, 10 Mei 2015

Para Pahlawan dan Guru Kehidupan


"Lemahlah bagi yang ingin lemah, mundurlah bagi yang tidak kuat bertahan, silahkan bagi yang ingin mengalami kefuturan, sekiranya semua sepakat berhenti mengusung kemuliaan ini, aku akan tetap di sini bersama Rabbku hingga kemenangan menjadi nyata dan syahid memuliakanku."
[Sayyid Quthb]




"Wahai orang yang berazam banci, dimanakah kamu dari jalan para Nabi, jalan dimana Adam kelelahan, Nuh mengeluh, Ibrahim dilempar kedalam api, Isma'il dibentangkan untuk disembelih, Yusuf dijual dengan harga murah dan dipenjara selama beberapa tahun, Zakariyya digergaji, Yahya disembelih, Ayyub menderita sakit, Dawud menangis melebihi kadar semestinya, 'Isa berjalan

Sabtu, 09 Mei 2015

Turky Dalam Sejarah || Sahabat Erdogan




Sejarah

Baju perang Sultan Mustafa III (Kekhalifahan Turki Utsmani 1757-1774) yg saat ini masih tersimpan dengan baik di Istana Topkapi (Topkapi Palace), Istanbul.

‪#‎SejarahPeradabanIslam‬
‪#‎OttomanEmpire‬
‪#‎LintasanPikiran‬



Inilah Hagia Sophia (Turkish: Aya Sofya) pada tajun 1900-an saat masih berfungsi sebagai masjid.

‪#‎SejarahPeradabanIslam‬
‪#‎LintasanPikiran‬

Source pic : ottoman history archive picture

Jumat, 08 Mei 2015

Kuliah Peradaban_Angkatan #1

 Kuliah Peradaban_Angkatan #1


12 kali Pertemuan insya allah dilaksanakan di Mesjid Nurul Fallah Jl. Rajamantri Kidul No 6 Bandung
Kuliah setiap hari Sabtu Pukul 13.00 – 15.30 wib
Kuliah perdana insya allah dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2015

Info : 089660402079 (Kasumi) 081285731405 (Yuyun)


#‎Mentuntut ilmu perlu #‎Kesabaran, #‎Kebesaran #‎hati dan #‎Pengorbanan
semoga dari Kuliah peradaban ini Lahir para

#‎pejuang
#‎peradaban aamiin


Tata Tertib

Kuliah Peradaban _ KP _ Angkatan #1
Bissmillahirahmannirahim

1. Perkuliahan dimulai Pada pukul 13.00 – 15.30 WIB
2. Perkuliahan dikenakan biaya sebesar Rp100.000 untuk 12 x pertemuan

Pembayaran bisa dilakukan via transfer ke Bank BRI 020601052060507

Selasa, 05 Mei 2015

Perang Yom Kippur peperangan antara Dunia Arab dan Israel tahun 1967

 Dalam perang Yom Kippur, peperangan antara Dunia Arab dan Israel tahun 1967, Arab Saudi melakukan embargo terhadap Amerika dan negara-negara Eropa atas produksi minyaknya. Hal ini disebabkan karena Amerika Serikat dan Eropa membantu Israel dalam hal pemasokan senjata dan perlengkapan militer lainnya termasuk pasukannya.


Israel pada saat itu melawan Mujahidin Ikhwanul Muslimin dari Mesir, tentara Jordania dan juga Suriah. Perang Yom Kippur ini juga disebut dengan Perang Badar Modern, karena terjadi bertepatan pada bulan Ramadhan (Juni 1967) sebagaimana Perang Badar pada zaman Rasulullah Muhammad saw yg juga terjadi di bulan Ramadhan.


Akibat dari embargo tersebut mengakibatkan kondisi industri dan perekonomian Amerika Serikat mengalami krisis. Hingga di tahun 1973, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Henry Kissinger berkunjung ke Arab Saudi menemui Raja Faisal ibn Abdulaziz untuk melakukan lobi politiknya.


Tak dinyana, kedatangan Kissinger tidak disambut baik oleh Raja Faisal. Walaupun menemuinya, raut muka Raja Faisal selama bertemu dengan Kissinger tampak selalu cemberut (lihat foto di bawah). Bahkan, Raja Faisal menyatakan:

"Saya sudah tua. Bagi saya, bisa melaksanakan shalat dua rakaat di Masjidil Aqsha dengan aman dan damai adalah yg utama. Inilah keamanan yg sebenarnya bagi dunia Islam seluruhnya."

Kamis, 30 April 2015

Peranan ikhwanul dalam mendukung kemerdekaan NKRI




[22 Maret 1946, atas desakan Ikhwanul Muslimin akhirnya Mesir mengakui kemerdekaan Republik Indonesia]

Sebelum 22 Maret 1946, Indonesia selalu diklaim Belanda sebagai masalah dalam negeri negara penjajah itu. Belanda tetap mengklaim Indonesia sebagai wilayah jajahannya.

Sebelum 22 Maret 1946, belum lengkap syarat negara Indonesia secara de jure walaupun secara de facto Indonesia sudah berdiri sejak 17 Agustus 1945.

Sebelum 22 Maret 1946, negara-negara di luar Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mau ikut campur urusan Indonesia karena dianggap sebagai masalah dalam negeri Belanda.

Sebelum 22 Maret 1946, dunia internasional belum mau mengurusi masalah Indonesia walaupun terjadi peperangan di Indonesia dan banyak korban jiwa.

Sebelum 22 Maret 1946, delegasi Indonesia seperti Sutan Sjahrir, Haji Agus Salim, Soedjatmoko, LN Palar, tidak boleh masuk ke Sidang Majelis Umum PBB.

Apa yang terjadi pada 22 Maret 1946? Itu adalah tanggal ketika ada sebuah negara mengakui kemerdekaan Indonesia untuk pertama kalinya. Negara itu adalah Mesir.


Bahkan setahun sebelum kemerdekaan diproklamirkan, Palestina, melalui Mufti Besarnya, Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini sudah menyatakan dukungannya untuk Indonesia. Pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ dari Syaikh Amin Al-Husaini ke seluruh dunia Islam untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Bahkan, Muhammad Ali Taher (Pemimpin Palestina) menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia!”

Selasa, 21 April 2015

Cara Order Kaos Islamic Tees Indonesia





Sms/WA Dengan Format:
Kirim SMS/WA berisi Order Form dengan format dibawah ini ke nomor: 082117490115


Nama Barang :
Size :
Nama Lengkap :
Alamat Penerima (Harus Menyertakan Kode Pos) :
Nomor Telepon :


Contoh :
Nama Barang : ITI 01
Size : L
Nama Lengkap : Abdullah
Alamat Penerima :
Jl. Urip Sumiharjo no. 88 RT 03 RW 02 Jakarta, 886988
Nomor Telepon : 081456276876

Senin, 20 April 2015

Pemimpin Idaman


PEMIMPIN

Dari 'Auf Ibn Malik, berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

خِيَارُ أَئمَتكُمْ الَّذينَ تُحِبُّونهُم ويُحبُّونكُم، وتُصَلُّونَ علَيْهِم ويُصَلُّونَ علَيْكُمْ، وشِرَارُ أَئمَّتِكُم الَّذينَ تُبْغِضُونهُم ويُبْغِضُونَكُمْ ،وتَلْعُنونَهُمْ ويلعَنْونكم

"Sebaik-baiknya pemimpin kalian ialah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian, juga yang kalian mendoakan kebaikan untuk mereka dan mereka pun mendoakan kebaikan untuk kalian. Sedangkan seburuk-buruk pemimpin kalian ialah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga yang kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian."

Kamis, 16 April 2015

Donasi Pembangunan Islamic Center Belgia (Eropa)

Join Us
Bangun Masjid Indonesia Pertama / Indonesian Islamic Cultural Center di Brussel, Belgia

Tersedia 100 gepok kupon.
1 Gepok 100 lembar
1 lembar senilai 5 Ribu Rupiah


Bank Syariah Mandiri 7066471823 a.n. Relawan Siaga

masukkan kode 333 di akhir nominal transfer
contoh Rp500.000,- menjadi Rp500.333,-

"Siapa yang membangun masjid karena Allaah, maka Allaah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga (HR. Tirmizi)
 

___________________________
 

Sejak tahun 2012, Masyarakat Muslim Indonesia di Belgia (KPMI) memulai inisiatif untuk mewujudkan cita-cita yang telah terpatri selama 30 tahun terakhir, mendirikan Masjid Indonesia pertama atau Indonesian Islamic Cultural Center (IICC) DI Brusel, Belgia. 


Langkah pertama ditandai dengan pendirian lembaga Nirlaba Yayasan KPMI Belgia (Keluarga Pengajian Muslim Indonesia) yang kepengurusannya dijabat oleh warga masyarakat Indonesia, salah satu penanggungjawabnya adalah Pak Baktiar Hasan yang sudah tinggal 8 tahun di Brussel dan keseharian beliau adalah researcher untuk bidang cancer profesi biostatistician.



Saat ini KPMI sedang negosiasi sebuah bangunan yang berlokasi di Sterrebeek/Zaventem (Brussel, lebih kurang 1 km dari Wisma Indonesai Brussel) yang insya Allah memenuhi syarat sebag ai masjid dengan luas bangunan/tanah lk 440/570 m2 termasuk 1 buah apartemen duplex (luas lk 200m2). 

Selasa, 07 April 2015

Flashdiksk (Audio & Video Edukatif Islami)




Tanpa Perlu Susah payah download. Semuanya sudah ada disini

Order now ;-)

kontent :

1.Sejarah peradaban ISLAM
2.Sejarah Ideologi Liberal
3.Film Dokumneter Palestina & Syria
4.Bahaya Gerakan Syiah
5.DR.Zakir Naik
a.(Debat Islam  & Kristen
b.(Jihad & Terorisme)
c.(Islam & Media)

Jumat, 03 April 2015

JIKA_DATANG_PRIA_MELAMARMU

JIKA_DATANG_PRIA_MELAMARMU …

Jangan katakan: Hartanya dan ketampanannya …Jangan pula katakan: Profesinya,
rumahnya, dan gelarnya …Namun katakanlah : Agamanya dan akhlaqnya!
 

~*~*~*~*~*~*~*~*~

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“(wahai par  Ayah) Jika datang kepada kalian (untuk melamar), seseorang yang kalian ridhai agamanya dan akhlaqnya, maka maka nikahkanlah dia, jika tidak, maka akan terjadi cobaan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”(Hadits dihasankan oleh Syaikh Al-Albaany)

~*~*~*~*~*~*~*~*~

Kamis, 02 April 2015

ciri ciri pemikiran Liberal

1. pemikiran liberal ciri-cirinya | mendewakan apa yang mereka anggap sebagai 'isi' dan menyepelekan apa yang mereka anggap 'kulit'
2. liberalis menjauhkan Muslim dengan menyepelekan 'kulit' dan menekankan 'isi' | sekilas terlihat masuk akal, sejatinya sesat
3. "nggak penting kerudung-jilbabnya (kulitnya), yang penting baik (isinya)" | ini contoh pemikiran liberal
4. "nggak penting syariatnya (kulitnya), yang penting hasilnya (isinya) | ini pun contoh pemikiran liberal
5. "nggak penting shalat (kulitnya), yang penting ingat Allah (isinya)" | sama, inipun pemikiran liberal
6. "nggak masalah apapun agamanya (kulitnya), semua agama ajarin baik kok (isinya)" | contoh lagi pemikiran liberal
7. "syariat nggak perlu harus sesuai Rasulullah (kulitnya), zaman sudah berubah harus sesuaikan fakta (isinya)" | ini pun sama liberalnya
8. pemikiran liberal tanpa sadar menyusup dalam darah kita | mengalir deras seolah-olah itu adalah ide-ide Islam

Bersiaplah untuk bangkit!

Alaisash shubhu biqoriib?

Ustadz Bachtiar Nasir


Bersiaplah untuk bangkit!
Apa yang dilakukan CIA hampir mirip temuannya dengan Rusia; bahwa tahun 2020 akan hadir sebuah peradaban baru, yang terbentang dari sebelah timur Cina sampai sebelah barat Samudera Atlantik. Peradaban baru itu bernama Khilafah Islamiyah”

Umat sedang dalam keguncangan yang sangat. Fitnah menyeruak, dada berdebar tidak tahu musibah apa lagi yang akan datang. Pandangan manusia sedunia tertuju pada media-media bohong yang membuat kebenaran menjadi penjahat, dan menggelari kejahatan sebagai pahlawan.

Kita sedang hidup dalam salah satu siklus sejarah. Kita sebagai umat Islam hari ini sedang berada di titik jenuh keterpurukan, lalu akan terbitlah dari kegelisahan intelektual umat ini,didukung dengan tekanan dari segala lini, yang mengakibatkan Umat Islam ini bangun dari tidurnya dan bergerak menuju kedewasaan cara berpikir.


Musuh Islam takut dengan bangunnya kekuatan Umat Islam sedunia secara kolektif. Seperti dikatakan oleh tokoh Israel David Ben Gurion, “Kami tidak takut atas sosialis, kami tidak takut revolusi-revolusi, ataupun demokrasi di wilayah Arab ini, kita hanya takut Islam sebagai rakasa yang tidur lama bangun kembali dari tidurnya dan mulai gelisah.”


Tahun 2015 ini menjadi saksi adanya rentetan kegelisahan intelektual Umat Islam yang ditandai dengan konferensi-konferensi berskala internasional, maraknya Islam menjadi bahan perbincangan semua kalangan sebagai solusi keterpurukan ekonomi, sosial bahkan sistem bernegara. Dengan munculnya Turki sebagai Negara maju yang demokratis, modern dan sejahtera membuka pemahaman baru bagi masyarakat dunia bahwa Umat Islam sedang on the way menuju kebangkitannya.
Al-Aqsha Sebagai Simbol Kemenangan

Sabtu, 28 Februari 2015

Lembaga Pemerintahan Pusat



Lembaga pemerintah ditingkat pusat berarti sebuah lembaga yangmempunyai kekuasaan untuk mengatur negara kita ini. Susunan lembaga negara kita yang dulu dengan sekarang berbeda. Hal ini dikarenakan adanya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. UUD1945 telah diamandemen sebanyak empat kali. Setelah mengalami empat kali perubahan, negara Indonesia mengenal ada beberapa lembaga Negara di antaranya :

  1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
  2. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
  3. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
  4. Presiden
  5. Mahkamah Agung (MA)
  6. Mahkamah Konstitusi (MK)
  7. Komisi Yudisial (KY)
  8. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
Lembaga di atas menjalankan tiga kekuasaan, yaitu legislatif, eksekutif,dan yudikatif. MPR, DPR, dan DPD disebut lembaga legislatif. Presiden danwakilnya disebut lembaga eksekutif. MA, MK, dan KY disebut lembaga yudikatif.BPK merupakan lembaga yang mandiri.



  • 1.Lembaga Legislatif


Lembaga legislatif merupakan lembaga negara yang mempunyai kekuasaan untuk membuat undang-undang. Lembaga legislatif terdiri dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).


  • Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)


Anggota MPR terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang dipilih melalui pemilihan umum. MPR bersidang paling sedikit sekali dalam lima tahun. Sidang tersebut diadakan di ibu kota negara. Akan tetapi, bila terjadi situasi-situasi yang penting dan mengharuskanadanya pembahasan bersama, mereka dapat mengadakan sidang. Sidang tersebut disebut sidang istimewa.


Berikut ini tugas-tugas MPR.

  1. Mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.
  2. Melantik presiden dan wakil presiden berdasarkan hasil pemilihan umum.
  3. Memberhentikan presiden atau wakil presiden dalam masa jabatannyamenurut UUD.

  • Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)


Menurut UUD 1945, anggota DPR dipilih melalui pemilihan umum. DPR merupakan wakil rakyat yang mewakili seluruh rakyat Indonesia. Jadi, DPR harus membela rakyat, menyampaikan pikiran, kehendak, dan kepentingan rakyat.DPR merupakan lembaga tinggi negara yang kedudukannya setara dengan presiden dan lembaga tinggi negara yang lain.
Berikut ini fungsi DPR.

  1. Fungsi legislasi artinya DPR mempunyai kewenangan membentuk undang-undang dengan presiden untuk mendapat persetujuan bersama.
  2. Fungsi anggaran, artinya DPR menyusun dan menetapkan APBN(Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) bersama pemerintah.
  3. Fungsi pengawasan, artinya DPR melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan UUD 1945 dan undang-undang lainnya.


Dalam melaksanakan fungsinya, DPR mempunyai hak interpelasi, hak angket, hak menyatakan pendapat, hak mengajukan pertanyaan, hak menyampaikan usul dan pendapat, serta hak imunitas. Dewan PerwakilanRakyat bersidang sedikitnya sekali dalam setahun. Anggota DPR dipilih melalui pemilihan umum. Pada periode 2004-2009,anggota DPR berjumlah 550 orang.

Urgensi Beramal Dalam Jama'ah



Walaupun satu keluarga kami tak saling mengenal
Himpunlah daun-daun yang berhamburan ini
Hidupkan lagi ajaran saling mencintai
Ajari lagi kami berkhidmat seperti dulu
-M. Iqbal


Itulah beberapa bait dari sajak doa iqbal. Mungkin batinnya menjerit pada kesaksiannya atas zamannya: umat ini seperti daun daun yang berhamburan. Seperti daun daun yang gugur diterpa angin, tak ada lagi kekuatan yang dapat menghimpunnya kembali, menatanya seperti ketika ia masih menggayut pada pohonnya.

Begitulah kenyataan umat ini: mungkin banyak orang salih diantara mereka, tapi semuanya seperti daun-daun yang berhamburan, tidak terhimpun dalam sebuah wadah bernama jamaah, mereka hilang diterpa angin zaman. Mungkin banyak potensi yang tersimpan pada individu-individu diantara mereka, tapi semuanya berserakan di sana sini, tak terhimpun.


Maka, jamaah adalah alat yang diberikan islam bagi umatnya untuk menghimpun daun-daun yang berhamburan itu, supaya padu dengan kekuatan setiap orang shalih, orang hebat atau satu potensi bertemu pada dengan kekuatan saudaranya yang lain, yang sama shalihnya, yang sama hebatnya, yang sama potensialnya.


Jamaah juga merupakan cara yang paling tepat untuk menyederhanakan perbedaan-perbedaan individu. Di dalam satu jamaah, individu-individu yang mempunyai kemiripan disatukan dalam sebuah simpul. Maka, meskipun ada banya jamaah, itu tetap lebih baik daripada tidak sama sekali. Bagaimanapun, jauh lebih mudah memetakan orang banyak melalui pengelompokan atau simpul simpulnya, ketimbang harus memetakan mereka sebagai individu.

Maka jalan panjang menuju kebangkitan umat ini harus dimulai dari menghimpun daun-daun yang berhamburan itu, merajut kembali jalinan cinta diantara mereka, menyatukan potensi dan kekuatan mereka, kemudian meledakkannya pada momentum sejarahnya, menjadi pohon peradaban yang teduh, yang menaungi kemanusiaan.

Kamis, 26 Februari 2015

"Manakah kelompok yang lebih baik diantara umat Islam? Salafy, HTI, PKS?"

Teman saya pernah ditanya oleh seorang aktivis MMI (Majelis Mujahidin Indonesia), Ustad Abdullah namanya.


"Manakah kelompok yang lebih baik diantara umat Islam, Salafy yang berjuang dengan fokus Tholabul Ilmi, atau Jamaah Tabligh yang menyeru orang untuk sholat di Masjid, atau Hizbut Tahrir yang memperjuangkan Kekhalifahan, atau PKS yang berjuang di Parlemen, atau NU yang Islam kultural, atau Muhammadyah yang berjuang di sektor pendidikan"? begitu tanyanya kepada kawan saya.



Kawan saya menjawab, "Akhi kalo antum bertanya seperti itu pada saya, maka sama saja antum menanyakan manakah yang lebih baik, apakah tangan lebih baik dari kaki, apakah mata lebih baik dari pada mulut, apakah telinga lebih baik dari pada hidung?"

Bukankah Rasulullah SAW mengatakan bahwa umat islam itu sepertt satu tubuh. Bila satu anggota tubuh merasakan sakit maka yang lain juga ikut merasakan sakit.

Selasa, 24 Februari 2015

Munafik dan pergeseran makna



Belakangan sebutan munafik kerap disalahgunakan oleh anak2 muda,

"Udah ga usah munafik, deh. Kalo suka minum, minum aja"


"Gw sih ga munafik ya, kalo emank pengin pacaran ya pacaran aja"
Mereka mengira, seorang beriman yg menahan diri dari syahwat dunia adalah munafik, krn dianggap lain di hati dan lain yg nampak.
Mereka tak mampu fahami bhw setiap org, sememangnya memiliki hasrat thd hal2 duniawi, namun seorang yg memiliki iman akan menahan diri darinya.

Pun, Mari kita fahami, semua org pernah berbuat salah, tak ada manusia yg sempurna. Setiap org pasti punya sisi gelap yg ia sembunyikan, dg berbagai latar belakangnya. Bulan nan indah tak hanya punya sisi benderang, ia punya sisi gelap yg ia sembunyikan.


Seorang beriman yg menyembunyikan aib atau dosa artinya ia masih punya iman, krn secara fitrah dosa itu memang harus ditutupi. Itu bukan munafik, tapi lebih kpd rasa malu atas dosa yg ia lakukan. "Dosa itu apa yg mengganjal di hatimu dan engkau malu bila diketahui orang lain"

Senin, 23 Februari 2015

Bisnis dan Infaq



Bisnis dan Infaq

Oleh: M. Anis Matta


Rajinlah berinfaq walaupun kita miskin. Gunanya apa? Supaya antum tetap mengganggap uang itu kecil dan supaya tidak ada angka besar dalam fikiran kita.


Misalnya kita punya tabungan 10 juta, infaqkan. Supaya antum meneguhkan, mesti ada yang lebih besar dari ini. Jadi angka itu terus bertambah di kepala kita, walaupun dalam kenyataannya belum.

Tetapi dengan berinfaq seperti itu, kita memperbaiki cita rasa kita tentang angka. Bukan sekadar dapat pahala tetapi efek tarbawinya bagi kita akan bertambah terus.

Kita belum pernah merasakan bagaimana menginfaqkan mobil, sekali waktu kita berusaha untuk menginfaqkan mobil. Begitu antum punya uang sedikit terus berinfaq, terus seperti itu kita latih sambil menjaga jarak. Kita membuat sirkulasi jadi bagus.

Kemudian mulailah melakukan bisnis real. Terjun ke dalam bisnis secara langsung. Karena Rasulullah SAW mengatakan 9 per 10 rezeki itu ada dalam perdagangan.

Saya juga ingin menasehati ikhwah-ikhwah yang sudah jadi anggota DPR dan DPRD, jangan mengandalkan mata pencaharian dari gaji DPR dan DPRD. Itu bahaya. Sebab belum tentu kader-kader di Riau ini nanti masih menginginkan Pak Khairul untuk periode selanjutnya.

Jumat, 20 Februari 2015

Kesiapan Negara Bersyari'ah


Oleh: Anis Matta


alhikmah.ac.id - Apakah persisnya yang kita maksud dengan penerapan syari’ah? Apakah salah satu dari tiga pengertian ini: Mengakomodasi satuan-satuan hukum-perdata dan pidana-Islam dalam konstitusi dan undang-undang serta berbagai penjabaran hukumnya? Atau mengisi segenap ruang konstitusi dan undang-undang serta berbagai penjabaran hukumnya, di negeri kita, dengan ajaran Islam? Atau mengatur Negara ini, pada semua aspeknya, dengan cara Islam dan oleh orang-orang Islam?


Pengertian pertama memandang Islam sebagai “salah satu” referensi perundang-undangan nasional, dan secara praktis telah dilakukan sejak masa orde baru, khususnya pada aspek hukum perdata.


Yang kedua memandang Islam sebagai referensi utama yang mewarnai seluruh aspek perundang-undangan nasional. Kenyataan ini ada di Mesir. Di negeri itu, Islam diletakkan sebagai dasar Negara. Tapi para penguasa negeri itu, sepanjang sejarah kemerdekaan mereka, selalu sekuler; maka Islam tidak pernah lebih dari sekedar simbol, bahwa negeri itu dihuni mayoritas muslim.


Yang ketiga memandang Islam sebagai referensi utama sekaligus penguasa mayoritas. Dalam pandangan ini, Islam menjadi ruh yang mewarnai konstitusi negara dengan segala derivasi (penjabaran) hukumnya, sekaligus mempunyai “kekuatan eksekusi” yang memungkinkannya mengarahkan segenap kehidupan berbangsa dan bernegara.


  • Apapun pengertian kita tentang penerapan syariat Islam, kita tetap perlu menyepakati kerangka logika ini;


Pertama,
bahwa Islam adalah sistem kehidupan yang integral dan komprehensif, yang karenanya memiliki semua kelayakan untuk dijadikan sebagai referensi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Kedua,
bahwa berkah sistem kehidupan Islam hanya dapat dirasakan masyarakat apabila ia benar-benar diterapkan dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara kita.


Ketiga,
bahwa dapat diterapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka diperlukan dua bentuk kekuatan; kekuatan legalitas dan kekuatan eksekusi.


Keempat,
bahwa untuk dapat memiliki kekuatan legalitas dan kekuatan eksekusi, diperlukan

kekuasaan yang besar dan sangat berwibawa, yang diakui secara de facto maupun de jure.

Atas dasar kerangka logika tersebut, maka urutan persyaratan yang harus kita penuhi adalah meraih kekuasaan, memiliki kompetensi eksekusi dan bekerja dengan keabsahan konstitusi. Dalam perspektif politik praktis, keabsahan konstitusi adalah bagian akhir dari seluruh rangkaian proses penerapan syari’ah Islam, bukan syarat pertama. Sebab apalah arti sebuah konstitusi yang agung, jika tidak ada tangan-tangan kuat yang memiliki “political will” dan “execution competence”.

Selain itu, ada pelajaran lain dari sejarah. Tidak pernah ada sebuah negara yang menyatakan Islam sebagai ideologinya, melainkan ia pasti memasuki hari-hari panjang yang penuh keringat, air mata dan darah. Sejak Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam pindah ke Madinah, beliau harus menghadapi 68 kali pertempuran dan memimpin 28 diantaranya.



Di zaman kita, setidaknya kita belajar dari Iran (1979) dan Sudan (1987). Begitu kedua Negara itu menyatakan diri sebagai Negara Islam, dunia segera bertindak; embargo. Sudan bahkan masih merasakannya hingga saat ini.



Sejarah itu mengajarkan kepada kita, bahwa ada risiko yang harus ditanggung begitu sebuah negara menyatakan Islam sebagai jati dirinya. Risiko itu tidak hanya ditanggung oleh para pemimpinnya, tapi juga rakyat ikut menanggung – bahkan mungkin sebagian besar – risiko tersebut. Jika rakyat tidak benar-benar siap menghadapi risiko itu, boleh jadi merekalah yang akan menjadi musuh utama penerapan syariat Islam. Logika mereka sederhana;”karena Islamlah mereka menderita”.



Dalam kerangka itu semua, penerapan syariat Islam tidak dapat dipandang sebagai sebuah proses perundang-undangan an sich. Ia merupakan sebuah proses yang menyeluruh, yang menandai terjadinya peralihan besar-besaran pada struktur ideologi, budaya dan kekuasaan dalam sebuah masyarakat. Tentu saja peralihan itu mempunyai implikasi sangat besar dalam kehidupan masyarakat, sebab yang berubah adalah keseluruhan tatanan kehidupan mereka.


Penyederhanaan yang berlebihan terhadap proses penerapan syariat Islam hanya akan membuat kita bekerja di tengah kejutan-kejutan. Terlalu banyak fakta tidak terduga yang akan kita hadapi. Kita akan kesulitan mengantisipasinya. Dalam keadaan begitu, peluang gagal kita lebih besar.


  • Siapkan Dulu Landasannya


Itu sebabnya kita perlu memenuhi syarat-syarat kesiapan menuju syariat Islam yang paripurna. Itulah landasan yang kokoh bagi sebuah masa depan yang tidak akan mudah tercabut oleh badai dalam semua bentuknya. Tingkat kesiapan itu dapat kita ukur melalui standar berikut;



Pertama,
adanya komimen dan kekuatan aqidah pada sebagian besar kalangan kaum muslimin. Yaitu komitmen aqidah yang menandai kesiapan ideologi masyarakat Muslim untuk hidup dengan sistem Islam pada seluruh tatanan kehidupannya. Serta kekuatan aqidah untuk menampilkannya dalam kehidupan di lingkungan secara mempesona.



Kedua,
supremasi pemikiran Islam di tengah masyarakat sehingga muncul kepercayaan umum bahwa secara konseptual Islamlah yang paling siap menyelamatkan bangsa dan negara. Dengan begitu Islam menjadi arah yang membentuk arus pemikiran nasional..



Ketiga,
sebaran kultural yang luas dimana Islam menjadi faktor pembentuk opini publik dan – untuk sebagiannya – tersimbolkan dalam tampilan-tampilan budaya, seperti pakaian, produk kesenian, etika sosial, istilah-istilah umum dalam pergaulan dan seterusnya.



Keempat,
keterampilan akademis yang handal untuk dapat mentransformasikan (legal drafting) ajaran-ajaran Islam kedalam format konstitusi, undang-undang dan derivasi hukum lainnya.



Kelima,
kompetensi eksekusi yang kuat dimana ada sekelompok tenaga leadership di tingkat negara, yang visioner dan memiliki kemampuan teknis untuk mengelola negara. Merekalah yang menentukan – di tingkat aplikasi – seperti apa wajah Islam dalam kenyataan, dan karenanya menentukan berhasil tidaknya proyek Islamisasi tersebut.



Keenam,
kemandirian material yang memungkinkan bangsa kita tetap survive begitu kita menghadapi isolasi atau embargo. Apabila siklus perekonomian tetap dapat berjalan di dalam negeri, maka itu sudah merupakan tanda kesiapan untuk lebih independen.



Ketujuh,
kapasitas pertahanan yang tangguh, sebab tantangan eksternal yang mungkin kita hadapi tidak terbatas pada gangguan ekonomi, tapi juga gangguan pertahanan. Lihatlah Iraq, misalnya. Begitu ia memiliki sedikit kemampuan militer ia harus menghadapi serangan Amerika sebelum kekuatannya menjadi ancaman.


Kedelapan,
koneksi internasional yang akan memungkinkan kita tetap eksis dalam percaturan internasional, atau tetap memiliki akses keluar begitu kita menghadapi embargo atau invasi.


Kesembilan, tuntutan politik yang ditandai dengan adanya partai-partai politik – bersama publik – yang secara resmi meminta penerapan syariat Islam di tingkat konstitusi. Partai-partai politik itu harus menjadikan Islam sebagai proposal politiknya. indikator ini perlu disebutkan terutama karena kita berbicara dalam konteks demokrasi. Tapi di luar konteks demokrasi, delapan indikator sebelumnya adalah cukup, ditambah dengan tuntutan publik tanpa partai politik.


  • Pertanyaan Besar


Sekarang, pertanyaan besarnya adalah berapakah indikator kesiapan yang sudah tersedia? Semangat perjuangan haruslah senantiasa mendorong kita untuk bekerja keras dan lebih keras lagi. Tapi rasionalitas dan objektivitas haruslah mewarnai keseluruhan cara kerja kita, baik dalam menilai kemampuan internal ummat kita, maupun dalam menaksir kekuatan eksternal musuh-musuh umat.


Sumber : Buku "Dari Gerakan Ke Negara - Sebuah Rekontruksi Negara Madinah Yang Dibangun Dari Bahan Dasar Sebuah Gerakan" karya Anis Matta (Presiden PKS & Mantan Wakil Ketua DPR RI)

Rabu, 18 Februari 2015

Mari Berdonasi || Relawan Siaga



Bismillaahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillah..Relawan Siaga kembali membukakan jalan kebaikan utk sahabat melalui program2 Relawan Siaga 2015:


  • 1. SinariNTT


Program donaSI makaN santRI Pesantren Yatim dan Dhuafa di Pulau Lembata, NTT.

Donasi berupa Kencleng SinariNTT yg akan ditarik dr donatur stp akhir bulan dan disalurkan ke NTT stp awal bulan.
Kencleng bisa didapat di
Wilayah Bandung 082117490115 dan Wil Jakarta 081932224595.

Daftar Donatur Tetap :
Nama_no hp_twitter/fb_email_SinariNTT

Donasi jg bs ditransfer ke :
Bank Syariah Mandiri 7066471823 a.n. RelawanSiaga.
Masukkan kode 111 di akhir nominal transfer (cth.Rp100.000,00 menjadi Rp100.111,00)
Konfirmasi transfer 082114790115 (wa)disertai bukti transfer dan nama donatur.


  • 2. MENTARI


MEmbantu peNderita kusTA RIngankan duka adalah Program bantuan kebutuhan hidup sehari2 Tiga Penderita Kusta di Ds. Tuwokona, Halmahera Selatan.

Daftar Donasi Tetap Mentari:
Nama_no hp_twitter/fb_email_Mentari.

Selasa, 17 Februari 2015

Konflik, Konspirasi, Jarak dan Mindset | Taujih Anis Matta


Assalamu'alaikum wr. wb.
Saya yakin Antum semua di bulan Ramadhan kemarin telah mengkhatamkan Alquran. Tinggal masalahnya, berapa kali khatam?


Ikhwah fillah. Interaksi kita dengan Alquran baru akan terwujud ketika kita merasa dibimbing Alquran dalam setiap interaksi kita, termasuk pengalaman-pengalaman hidup kita. Pola interaksi kita dengan Alquran itulah yang harus kita tingkatkan, agar Alquran benar-benar memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita.



Ikhwah fillah. Salah satu kandungan Alquran adalah sejarah yang berisi fakta-fakta kemudian ditafsirkan. Tujuan utamanya bukan menguasai fakta-fakta itu, tetapi bagaimana kita mengambil pelajaran dari fakta-fakta sejarah tersebut.



Kisah Alquran yang erat kaitannya dengan kehidupan bernegara, di antaranya adalah kisah Nabi Yusuf, Nabi Sulaiman, dan Nabi Musa vs Penguasa kala itu.



Nabi Musa mengajarkan kepada kita tentang bagaimana memposisikan diri sebagai oposisi. Nabi Yusuf mengajarkan kepada kita konsep dan aplikasi tentang "musyarakah" sehingga kisahnya yang berawal di penjara dapat berujung di istana. Berbeda lagi kisah tentang Nabi Sulaiman, yang bercerita tentang bagaimana jika agama telah mampu menguasai negara.



Ketiga cerita tersebut meskipun berbeda, tetapi mempunyai persamaan:


  • (1) Konflik


Baik ketika beroposisi, bermusyarokah, maupun menguasai negara, konflik itu selalu ada. Bahkan (cikal bakal) konflik antara Nabi Musa dan Fir'aun telah ada jauh sebelum Nabi Musa lahir, yaitu keinginan Fir'aun melenyapkan setiap bayi laki-laki karena dikhawatirkan akan menyingkirkan kekuasaannya.


Konflik adalah salah satu bentuk cobaan Allah kepada manusia. Manusia yang paling keras cobaannya adalah para nabi dan orang-orang yang paling "mirip" dengan para nabi itu (orang-orang shalih).



Konflik itu biasa, bahkan konflik antara Yusuf dan Benyamin (satu ibu-satu bapak) dengan saudara-saudaranya yang juga anak-anak keturunan Nabi (keluarga Yusuf, 4 generasi ke atas adalah Nabi semua) hingga berujung pada skenario pembunuhan. Apalagi hanya dalam sebuah organisasi atau negara. Kata Sayid Qutb: kita tidak bisa memilih untuk tidak berkonflik, yang bisa kita pilih adalah di kubu mana kita berada.

Minggu, 15 Februari 2015

Goresan Tentang Pemikiran



  •  MEDIA & PERTARUNGAN ABADI

Ibarat pertandingan tinju, jaman dahulu umat Islam adalah petinju yang disuruh bertarung dengan satu tangan diikat, menghadapi lawan yang bergerak bebas dengan kedua tangannya, bahkan pihak lawan juga menguasai wasit dan juri yang akan memberikan penilaian.
Maka sekarang dengan adanya internet, kita telah dianugerahi ALLAH ring tinju yang fair, dengan wasit dan juri yang adil, kedua tangan kitapun bebas untuk melontarkan pukulan.



Musuh-musuh Islam bisa saja menyebarkan informasi melalui media massa mereka, yang selama ini mendominasi dunia, bebas melontarkan serangan untuk menggoyahkan umat Islam, namun dunia internet menjadi faktor penyeimbang dari informasi yang masuk.

Minggu, 08 Februari 2015

Jangan engkau Jual Agamamu



 
Di Perancis. Setelah mengambil belanjaan, seorang wanita berhijab dan berniqab mengantri di kasir.


Beberapa saat kemudian, tibalah gilirannya untuk membayar semua belanjaannya. Seorang gadis keturunan Arab yg tidak berhijab melayaninya. Di-scan-lah barang-barang yg dibeli oleh wanita berhijab dan berniqab itu.


Nampak sambil men-scan, si kasir wanita melihat dan memperhatikan wanita di hadapannya dengan arogan. Kemudian kasir wanita tersebut berkata kepada wanita berhijab dan berniqab itu:



"Kita (para imigran) punya banyak masalah yg dihadapi di negara ini (Perancis). Salah satunya adalah hijab dan niqabmu. Kita, para imigran, hidup di sini untuk mencari pekerjaan. Berbisnis. Bukan untuk memperlihatkan agama kita (Islam) atau sejarahnya", katanya dengan ketus.

Walikota Terbaik di Dunia || Bu Risma & Nenshi



|| Walikota Terbaik di Dunia || Bu Risma & Nenshi ||


WALI Kota Calgari-Kanada, Naheed Nenshi terpilih sebagai Wali Kota Terbaik di Dunia. Wali kota Muslim pertama di Kanada itu mengalahkan 29 nominasi Wali Kota terbaik dunia lainnya di ajang 2014 World Mayor Prize.


“Penghargaan yang tidak disangka-sangka dari Proyek Wali Kota Dunia. Terima kasih kepada warga Calgary dan warga seluruh dunia yang telah memilih saya untuk mendapatkan penghargaan ini,” kata Nenshi seperti dilansir onislam.net Kamis, (5/2/2015).

Nenshi merupakan wali kota Muslim pertama di Kanada. Pria kelahiran Toronto, besar di Calgari, dan orangtua asal Tanzania ini adalah lulusan Harvard

Semenjak pemboman Charlie Hebdo, Angka penjualan qur’an meledak




Sejak pemboman yang terjadi pada 7 Januari 2015, buku-buku mengenai islam sangat diminati. Pernyataan dari Francois Maillot, direktur umum Toko buku La Procure. Kami juga mendapati khususnya Qur’an yg diterjemahkan (ke dalam bahasa prancis) oleh Malek Chebel masuk ke dalam Top 100 penjualan terbaik di Amazon (toko buku online).


“Sejak pemboman, angka penjualan Qur’an meledak. Masyarakat yang menginginkan sumber informasi dan mendapatkan sumber informasi meminta kepada toko-toko kami apa saja terjemahan yang terbaik.” Demikian dinyatakan oleh Francois Maillot, direktur umum Toko buku La Procure, sebuah jaringan besar toko buku umum dan agama.


Sebuah obsevarsi menyatakan klasifikasi oleh Amazon: Qur’an terjemahan oleh Malek chebel, masuk ke dalam Top 100 penjualan terbaik di Amazon (toko buku online) sejak 26 hari, yang artinya sejak hari pemboman. Di toko buku Procure, terjemahan yang paling dicari adalah kitab suci islam yang diterjemahkan oleh Denise Masson (penerbit Folio), Jacques Berque (penerbit Albin Michel) dan Malek Chebel (penerbit Livre de Poche).

Jadilah Kitab Walau tanpa Judul


Jadilah Kitab Walau tanpa Judul || Sebuah Eksistensi Perjuangan Menanggalkan Identitas Diri dan Cinta Dunia ||


oleh: Akhi Sauqi Zhaahir

Bismillaahirrahmaanirrahiiim...... 


"Kun kitaaban mufiidan bila 'unwaanan, wa laa takun 'unwaanan bila kitaaban." Jadilah kitab yang bermanfaat walaupun tanpa judul. Namun, jangan menjadi judul tanpa kitab.


Pepatah dalam bahasa Arab itu menyiratkan makna yang dalam, terutama menyangkut kondisi bangsa saat ini yang sarat konflik perebutan kekuasaan dan pengabaian amanah oleh pemimpin-pemimpin yang tidak menebar manfaat dengan jabatan dan otoritas yang dimilikinya. Bangsa ini telah kehilangan ruuhul jundiyah, yakni jiwa kesatria atau jiwa keprajutritan. Jundiyah adalah karakter keprajuritan yang di dalamnya terkandung jiwa kesatria sebagaimana diwariskan pejuang dan ulama bangsa ini saat perjuangan kemerdekaan melawan tirani penjajah.


Semangat perjuangan (hamasah jundiyah) adalah semangat untuk berperan dan bukan semangat untuk mengejar jabatan, posisi, tahta dan gelar-gelar duniawi lainnya (hamasah manshabiyah). Saat ini, jiwa kesatria itu makin menghilang dari dada seluruh kaum muslimin.

Sebaliknya, muncul jiwa-jiwa kerdil, pengecut dan hina yang menginginkan otoritas, kekuasaan, dan jabatan, tetapi tidak mau bertanggung jawab, apalagi berkorban dan memanfaatkan serta mengendalikan dibawah pedang kesholehan, tombak ketaqwaan dan jubah keimanan yang berbalut dengan sorban dan selendang ketawadhuan dan keberanian atas dasar Iman dan Kebenaran. namun kini yang terjadi adalah perebutan jabatan, baik di partai politik, ormas, LSM, komunitas maupun pemerintahan.


Orang berlomba-lomba mengikuti persaingan untuk mendapatkan jabatan, bahkan dengan menghalalkan segala cara. Akibatnya, di negeri ini banyak orang memiliki "judul", baik judul akademis, judul keagamaan, judul kemiliteran, maupun judul birokratis, yang tanpa makna. Ada judulnya, tetapi tanpa substansi, tanpa isi, tanpa makna dan tanpa roh diibaratkan bagai patung yang rapuh dan dimakan rayap tidak bisa dijadikan hiasan apalagi untuk menyimpan tanaman dan bunga yang indah.

Selasa, 03 Februari 2015

Keluarga sebagai basis peradaban

|| Keluarga sebagai basis peradaban ||


oleh : Anis Matta

Kita seringkali menganggap pernikahan itu adalah peristiwa hati. Padahal sesungguhnya pernikahan adalah peristiwa peradaban.


Ini bukan cuma tentang 2 manusia yg saling mencinta lalu mengucap akad. Tetapi bahkan ini merupakan peristiwa peradaban yg mengubah demografi manusia

Pernikahan adalah sayap kehidupan. Rumah adalah benteng jiwa. Jika di rumah kita mendapat energi memadai, di luar rumah kita akan produktif

'Sakinah' bukan cuma 'tenang'. Ia berasal dari kata 'sakan' yang artinya 'diam/tetap/stabil'. Maka ia menjadikan tenang karena stabil, bukan tenang yang melalaikan


Sakinah adalah perasaan tenang yang lahir dari kemantapan hati. Manusia menjadi tenang saat kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi secara komprehensif

Al Quran menjelaskan: 'Kami jadikan air sebagai sumber kehidupannya'. Air (mani) merupakan: sumber (simbol) stabilitas (psikis saat diatur volumenya dalam tubuh) dan produktifitas (kualitas semangat & kuantitas keturunan)

Hakikat pernikahan tidak bisa dipelajari dari manapun. Learning by doing. Islam mengarahkan menikah muda agar rasa penasaran itu cepat terjawab.

Agar setelah 'rasa penasaran' itu terjawab, perhatian seseorang bisa lebih banyak tercurah dari urusan biologis ke intelektualitas-spiritualitas.

Tidak perlu takut terhadap beban hidup, yang perlu dilakukan hanya mengelolanya. Sebab pelaut ulung pun lahir setelah melewati gelombang-gelombang samudera

Yang bisa membuat kita melewati gelombang itu adalah persepsi awal yang benar tentang cinta. Yaitu cinta sebagai dorongan untuk terus memberi pada yang kita cintai

Sabtu, 31 Januari 2015

Bagaimana ya cara memilih calon suami yang terpercaya kebaikannya


 
[Bagaimana ya cara memilih calon suami yang terpercaya kebaikannya?]


Ada seorang Ayah yang memiliki cara unik dan bijak. Berikut kisahnya..


Ada seorang pemuda..

Ketika beliau masih berstatus mahasiswa di al-Qoshim, beliau mendatangi majelis Syaikh al-`Utsaimin yang hendak pulang ke rumah, karena Syaikh selalu berjalan kaki dari rumah ke tempat kajian, begitu pula sebaliknya.



Di tengah jalan pemuda itu nekat memberanikan diri untuk bertanya, "Syaikh apakah antum mempunyai anak perempuan?"

 

Ketika mendengar pertanyaan pemuda tersebut, Syaikh berubah mimik mukanya dan bertanya, "Ada apa akh?"


Pemuda itu menjawab, "Kalau ada, ana berminat meminangnya, bolehkah ana meminangnya?"



Lalu apa yang dilakukan Syaikh al-`Utsaimin? Apakah beliau bertanya usaha bapak kamu apa? Kamu sudah hafal hadits berapa? Sebelumnya kamu lulusan apa? Gaji kamu berapa? Tabungan kamu berapa?


Bahkan Syaikh al-`Utsaimin tidak memberikan sebuah pertanyaan pun kepada pemuda ini, Syaikh `Utsaimin hanya berkata, "Tunggulah kabar dariku, in syaa Allaah akan aku telepon.."


Lalu dalam berhari-hari penantian kabar tersebut, pemuda ini mengalami kegelisahan juga, satu hari berlalu, dua hari berlalu, hingga sepekan berlalu, beliau bertanya dalam hati, "Apakah Syaikh lupa ya, perlukah saya mengingatkannya?" Namun pemuda ini teringat perkataan Syaikh yang menyuruhnya menunggu.


Hingga akhirnya sebulan setelah peristiwa itu ada telepon yang dialamatkan ke asrama, namun kebetulan pemuda ini sedang kuliah. Akhirnya dari pihak asrama menyampaikan ke pemuda ini bahwa beliau dicari oleh Syaikh `Utsaimin.


Sabtu, 24 Januari 2015

Pidato Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Konferensi PUIC




Pidato Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Konferensi PUIC (Parliamentary Union of Islamic Countries) 2015 yang ditwit live oleh @fahrihamzah :

#youngislamicleaders

1. Tradisi diskusi dan konfrensi adalah tradisi Islam karena banyak ayat tentang Musyawarah

2. Marilah berdiskusi tanpa prejudis dan tanpa sibuk menilai latar belakang

3. Apapun sekte dan mazhab Anda marilah kita diskusi sebab kita orang Islam punya masalah sama

4. Masalahnya adalah, kenapa orang Islam saling membunuh dan kita seperti tidak sadar?

5. Sadarkah kita bahwa yang membunuh dan yang dibunuh ini adalah semua muslim?

6. Sebagian besar adalah mereka yang tidak berdaya di antaranya ibu2 dan anak2 dan orang tua

7. Dan yang membunuh ini atas nama apapun mereka mengaku muslim dan bahkan merasa lebih muslim dari orang lain

KAPAN KITA MENGENAL SESEORANG ?


KAPAN KITA MENGENAL SESEORANG ?

Ada seorang laki-laki berkata kepada Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'Anhu : "Sesungguhnya si fulan itu orangnya baik".

Umar: "Apakah kamu pernah bersafar bersamanya ?"
Lelaki: "Belum pernah".
Umar: "Apakah kamu pernah bermu'amalah dengannya ?"
Lelaki: "Belum pernah".
Umar: "Apakah kamu pernah memberinya amanah ?"
Lelaki: "Belum pernah".
Umar: "Kalau begitu kamu tidak punya ilmu tentangnya. Barangkali kamu hanya melihat dia sholat di masjid".  (Mawa'idz shohabah hal. 65).

Mengapa Umar mempertanyakan tiga perkara ini ya akhi ?
Karena dengan safar, kita dapat mengetahui karakter dan watak seseorang sesungguhnya..

Reformasi Ekonomi Umar Bin Abdul Aziz Dan Mengapa Kita Gagal?

Umar Bin Abdul Aziz muncul di persimpangan sejarah umat Islam di bawah kepemimpinan dinasti Bani Umayyah. Pada penghujung abad pertama hijriyah, dinasti ini memasuki usianya yang keenam puluh, atau dua pertiga dari usianya, dan telah mengalami pembusukan internal yang serius. Umar sendiri adalah bagian dari dinasti ini, hampir dalam segala hal. Walaupun pada dasarnya ia seorang ulama yang telah menguasai seluruh ilmu ulama-ulama Madinah, tapi secara pribadi ia juga merupakan simbol dari gaya hidup dinasti Bani Umayyah yang korup, mewah dan boros.

Itu membuatnya tidak cukup percaya diri untuk memimpin ketika keluarga kerajaan memintanya menggantikan posisi Abdul Malik Bin Marwan setelah beliau wafat. Bukan saja karena persoalan internal kerajaan yang kompleks, tapi juga karena ia sendiri merupakan bagian dari persoalan tersebut. Ia adalah bagian dari masa lalu. Tapi pilihan atas dirinya, bagi keluarga kerajaan, adalah sebuah keharusan. Karena Umar adalah tokoh yang paling layak untuk posisi ini.


Ketika akhirnya Umar menerima jabatan ini, ia mengatakan kepada seorang ulama yang duduk di sampingnya, Al-Zuhri, "Aku benar-benar takut pada neraka." Dan sebuah rangkaian cerita kepahlawanan telah dimulai dari sini, dari ketakutan pada neraka, saat beliau berumur 37 tahun, dan berakhir dua tahun lima bulan kemudian, atau ketika beliau berumur 39 tahun, dengan sebuah fakta: reformasi total telah dilaksanakan, keadilan telah ditegakkan dan kemakmuran telah diraih. Ulama-ulama kita bahkan menyebut Umar Bin Abdul Aziz sebagai pembaharu abad pertama hijriyah, bahkan juga disebut sebagai khulafa rasyidin kelima.


Mungkin indikator kemakmuran yang ada ketika itu tidak akan pernah terulang kembali, yaitu ketika para amil zakat berkeliling di perkampungan-perkampungan Afrika, tapi mereka tidak menemukan seseorang pun yang mau menerima zakat. Negara benar-benar mengalami surplus, bahkan sampai ke tingkat dimana utang-utang pribadi dan biaya pernikahan warga pun ditanggung oleh negara.

Kamis, 15 Januari 2015

Erdogan : Soal Serangan Charlie Hebdo, Negara Barat itu Munafik


AntiLiberalNews - Presiden Turki menuduh Barat munafik dalam sikap menghadapi serangan ke majalah satire Charlie Hebdo dan penyanderaan di swalayan Yahudi di Paris, tetapi tidak mengecam aksi anti-muslim di Eropa.


Tayyip Erdogan, yang berbicara di samping Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang sedang berkunjung ke negaranya, juga mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena menghadiri pawai di Paris.

“Bagaimana bisa seseorang yang telah membunuh 25 ribu orang di Gaza melalui terorisme negara melambaikan tangan di Paris, sepertinya orang gembira melihat dia? Berani-beraninya dia ada di sana?” ujarnya, Selasa (13/1/2014) seperti dilansir CNN dikutip Islampos.


“Pertama, anda harus bertanggungjaab atas anak-anak dan perempuan yang anda bunuh,” tambah Erdogan, yang sejak lama merupakan pengkritik serangan Israel terhadap Hamas di Jalur Gaza meski Turki dan Israel memiliki hubungan dagang yang erat.

Kebijakan Sultan Abdul Hamid Terhadap Para Penghina Rasulullah SAW


Pemimpin adalah perisai (junnah), umat berperang di belakang serta berlindung dengannya. Demikianlah sabda baginda Rasulullah SAW menggambarkan tugas keberadaan pemimpin bagi umat. Ia adalah pelindung umat dari segala bahaya (dharar) yang menimpa harta, jiwa, kehormatan, akal, dan agamanya. Dialah seorang khalifah yang dibaiat untuk menerapkan syariah, yang dengannya fungsi-fungsi ini bisa terwujud. Tak heran ketika perisai ini lenyap, bukan hanya harta, jiwa dan kehormatan umat yang terbaikan tanpa pelindung, namun kehormatan Rasulullah SAW pun  berulangkali dihina dan dinistakan.


Hal ini berbeda ketika Daulah Khilafah masih ada. Seterpuruk apapun kondisi umat saat itu, setiap upaya dan tindakan yang menistai Islam dan umatnya, tetap bisa  ditindak tegas.  Inilah yang ditunjukkan Sultan Abdul Hamid Ats-Tsani. Pada akhir abad ke-19, tahun 1890, ketika seorang penulis Prancis, Henri de Bornier, membuat pentas drama komedi berisi penghinaan kepada Rasulullah SAW, Sultan Abdul Hamid mengirim surat kepada Prancis agar melarang pementasan drama itu di seluruh Prancis. Prancis pun memenuhi permintaan itu dan mengambil keputusan melarang pementasan drama itu.
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...