Ads 468x60px

.

Selasa, 24 Februari 2015

Munafik dan pergeseran makna



Belakangan sebutan munafik kerap disalahgunakan oleh anak2 muda,

"Udah ga usah munafik, deh. Kalo suka minum, minum aja"


"Gw sih ga munafik ya, kalo emank pengin pacaran ya pacaran aja"
Mereka mengira, seorang beriman yg menahan diri dari syahwat dunia adalah munafik, krn dianggap lain di hati dan lain yg nampak.
Mereka tak mampu fahami bhw setiap org, sememangnya memiliki hasrat thd hal2 duniawi, namun seorang yg memiliki iman akan menahan diri darinya.

Pun, Mari kita fahami, semua org pernah berbuat salah, tak ada manusia yg sempurna. Setiap org pasti punya sisi gelap yg ia sembunyikan, dg berbagai latar belakangnya. Bulan nan indah tak hanya punya sisi benderang, ia punya sisi gelap yg ia sembunyikan.


Seorang beriman yg menyembunyikan aib atau dosa artinya ia masih punya iman, krn secara fitrah dosa itu memang harus ditutupi. Itu bukan munafik, tapi lebih kpd rasa malu atas dosa yg ia lakukan. "Dosa itu apa yg mengganjal di hatimu dan engkau malu bila diketahui orang lain"


Yg lebih keliru adalah org yg mengumbar dosa scr terang2an dgn alasan tak mau munafik, sebab itu menandakan ia tak malu2 berbuat dosa. Syetan menelusup halus menipunya agar tak munafik, lalu ia justru jatuh pd lembah kesalahan dg mengumbar dosa terang2an. Akbirnya ia menginspirasi orang lain berbuat dosa serupa.


Orang yg memiliki cahaya di hatinya sekalipun setitik kecil, akan malu mengumbar dosa yg sdh Allah tutupi.


Munafik bukanlah org yg nampak baik tp menahan diri dari keinginan2 duniawi, sebab setiap org punya keinginan thd kesenangan2.

pun munafik bukanlah org yg nampak baik tp sembunyikan dosa, sebab setiap
org pasti melakukannya.

Munafik adalah apabila berkata ia berdusta, janji ia ingkar, dipercaya ia khianat.
Salam.

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...